MENGAPA SELALU WANITA YANG TERSAKITI

MENGAPA SELALU WANITA YANG TERSAKITI
Bab 12


__ADS_3

hari ini ratih kembali menuju pengadilan agama untuk menghadiri gugatan cerai nya yang sempat tertunda, namun lagi-lagi Yasril tampak tak hadir di persidangan membuat Ratih merasa lega karna proses nya pasti akan lebih cepat lagi


lagi pula ia tak ingin jika sampai bertemu dengan Yasril karna mengingat perlakuan Yasril dulu ke pada nya itu sangat menyakitkan. di hati Ratih masih ada sedikit trauma jika bertemu dengan Yasril apa lagi ucapan-ucapannya dulu ketika melepas dirinya sungguh menyakit kan dengan perkataannya yang mengatakan telah bosan


Ratih pun masuk ke dalam ruang sidang yang akan di mulai, tahap demi tahap ia ikuti hingga akhirnya sidang putusan pun akan di bacakan di sidang ke tiga nanti karna sudah melewati dua proses Yasril masih tak hadir juga maka putusan akan di bacakan di sidang ke tiga.


Ratih keluar dari ruang sidang dengan hati sedikit plong karna sudah pasti hakim akan mengabulkan gugatannya.


dalam perjalanan Ratih menggunakan mobil yang ia sewa karna ia hari ini tak pulang ke rumah, jarak pengadilan agama dan rumah nya itu beda wilayah jadi Ratih hari ini harus menginap sampai sidang putusan ke tiga


karna pengadilan Agama berada di kabupaten sedangkan Ratih tinggalnya di desa jauh dari kabupaten jadi ia harus tinggal sementara di kabupaten meninggalkan anaknya bersama orang tua


mau tidak mau Ratih harus meninggalkan karna tidak memungkinkan untuk ia bawa melihat Ardian harus sekolah.


sesampai nya Ratih di hotel tempat ia menginap, Ratih pun naik ke lantai 2 di mana kamar nomor 13 adalah kamar ia menginap


ketika berjalan menyusuri setiap kamar dengan seorang diri, nampak Ratih melihat ada satu kamar yang pintu nya sedikit terbuka, sebenarnya Ratih bodo amat namun mendengar suara dan percakapan itu seperti suara dari Yasril bersama seorang wanita


membuat Ratih menjadi merasa penasaran hingga ia pun berhenti di depan pintu itu dan melihat ke dalam.


"yang, kenapa kita nginap di sini sih " tanya Sania sembari memeluk Yasril dari belakang di atas tempat tidur mereka


membuat hati Ratih sungguh sakit mengingat akan semua hal yang ia lalui bersama Yasril dulu dan hancur dalam sekejap hanya karna wanita itu

__ADS_1


"aku mau datang ke sidang gugatan, yang undangannya sudah dua kali tak ku hadiri karna kamu yang selalu meminta ku menemani jalan-jalan di saat sidang, jadi sekalian saja kita jalan-jalan ke sini dan aku minggu depan akan hadir di sidang itu" jawab Yasril yang kini melepas kancing baju nya


"kenapa kamu harus hadir sih, kalau kamu gak hadir kan malah proses nya lebih cepat kamu bisa lebih cepat bercerai sama perempuan itu dan kamu akan jadi milik ku se utuh nya" tutur Sania membantu melepaskan kemeja yang di pakai Yasril lalu ia kembali memeluknya bahkan mencium leher Yasril


Ratih yang melihat adegan itu langsung mengambil ponselnya dan merekam semua pembicaraan dan adegan itu, hati Ratih memanas bahkan sampai ia menitikan air mata. marah itu yang di rasakan Ratih rasa nya ia ingin sekali untuk memaki kedua sejoli itu


jijik Ratih sangat merasa jijik melihat adegan seperti itu di depan mata nya sendiri, sungguh tak pernah ia menduga sebelum nya akan menyaksikan secara langsung penghianatan dari suaminya itu meski sudah setahun lama nya Ratih masih merasa jengkel dan sakit hati.


Ratih pun menghapus air mata nya dan memasukan kembali ponsel miliknya ke dalam tas, lalu ia pergi meninggalakan kamar yang di tempati Yasril


mereka tak ada yang menyadari bahwa Ratih telah merekam semua dan mereka pun tak tahu jika Ratih tadi berdiri di depan pintu kamar mereka




ia rela berkorban di pukul bahkan hanya di beri nafkah sedikit, ia iklas menerimanaya. tetapi kenapa dengan tega Yasril menghianati dirinya apa karna ia tak pandai berdanadan seperti wanita itu, apa ia kalah cantik dengan wanita itu.


semua fikiran berkecamuk di dada nya, lalu ia teringat akan Reno apakah Reno mencintainya dengan tulus tanpa memandang fisik.


Ratih berjalan ke arah cermin dan ia bercermin sembari menghapus air matanya


"Reno.....apakah kamu benar-benar tulus mencintai ku, menerima ku apa adanya" ucap Ratih pada diri sendiri

__ADS_1


"setelah aku melihat mas Yasril tadi, rasa nya aku ragu dengan mu Ren. tidak mungkin kamu menerima ku apa adanya sedangkan wajah ku saja di bawah rata-rata wanita ideal"


Ratih kemudian merenung apa yang harus ia perbuat sekarang, ia duduk di tempat tidurnya memikirkan semua yang telah terjadi.


dan akhirnya Ratih memutuskan untuk menyelidiki Reno apakah ia benar-benar setia padanya atau tidak, apakah Reno benar-benar mencintai dirinya atau tidak.


"aku harus menyelidiki ini semua, karna aku sekarang bersama Reno maka aku harus tau seberapa ia mencintai ku, aku tak ingin sampai jatuh terlalu dalam mencintai nya jika suatu saat nanti aku menegetahui kebenarannya jika ia tak mencintai ku dengan tulus, aku tak mau sakit untuk yang ke dua kalinya" ucap Ratih sendiri


ia pun bangun dari duduk nya dan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh, setelah mandi Ratih memakai pakaian yang sekira nya pantas untuk keluar nanti, setelah itu ia melaksanakan sholat magrib terlebih dahulu.


lalu ia pun keluar dari kamar nya dan akan mencari makan terlebih dahulu untuk mengisi perut nya yang kosong karna tadi tak sempat untuk makan, dan setelah itu Ratih akan membeli kartu baru untuk menyelidiki Reno


Ratih kembali melewati kamar Yasril tetapi dia cuek saja tak ingin menengok ke arah kamar itu yang kini sudah tertutup rapat, mungkin yang punya kamar sedang ke luar atau sedang apa Ratih masa bodo.


setelah sampai di lobi hotel, ia seperti melihat Yasril tengah berjalan keluar dari hotel bersama dengan kekasihnya, Ratih pun tak memperdulikan mereka


ia keluar meninggalkan hotel dan mencari makanan karna kalau malam hari di kota itu akan sangat ramai penjual makanan. Ratih pun berjalan menyusuri jalan melihat para pedagang berjualan di pinggir jalan menjajakan jualannya


Rartih pun mampir di warung makan lalapan, ia memsan menu yang ada di situ sembari memainkan ponsel miliknya untuk menunggu makanan nya datang.


tak ada kabar sama sekali dari Reno membuat Ratih bertanya-tanya ,tumben sekali Rano tak mengirim nya pesan chat atau vc seperti biasanya. membuat Ratih sedikit merasa curiga dengan Reno yang baru ia kenal dua bulan terakhir ini.


makanan pun sampai dan Ratih memasukan ponselnya ke dalam tas kembali, lalu ia memakan makanan yang telah ia pesan.

__ADS_1


setelah selesai makan Ratih membayar makanan nya, lalu meninggalkan warung makan itu dan menuju sebuah kounter untuk membeli kartu perdana hanya untuk mengecek kesetiaan Reno.


setelah membeli Ratih pun kembali ke hotel dam masuk ke kamar nya, ia akan menghubungi Reno menggunakan kartu perdana barunya besok karna malam ini ia sungguh sangat letih, setelah Ratih menunaikan sholat isya ia pun langsung tidur karna merasa tubuhnya sangat lelah.


__ADS_2