
mobil berwarna hitam itu pun masuk ke halaman rumah yang luas
Andra menghentikan mobilnya setelah memasuki halaman rumah, ia pun keluar dari mobil di susul Ratih sedangkan Adrian tidur terlelap dan Andra menggendongnya masuk ke dalam rumah
Andra terlebih dahulu mengantarkan Adrian ke kamarnya agar tidurnya lebih nyaman, sedangkan Ratih kini berjalan ke arah dapur untuk menaruh beberapa belanjaan yang ia beli tadi terdapat bebrapa camilan. Ratih memajukannya ke dalam kulkas
Ratih melihat ke sana kemari sepertinya ibu Airin di kamarnya karna tidak ada di ruangan mana pun, Ratih pun memutuskan untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu setelah itu baru ia akan ke kamar calon mertuanya itu
Ratih pun meninggalkan dapur dan menuju kamarnya, ia membersihkan tubuhnya yang terasa lengket itu. setelah selesai Ratih mengenakan pakaian santai nya kaos berwarna putih berukuran besar hingga sampai paha nya dan ia padukan mengenakan celana pendek di atas lutut. Ratih kemudian mengikat rambutnya Cepol setelah selesai Ratih kemudian keluar dari kamarnya, ketika di rumah Ratih hanya menggunakan makeup tipis saja dan terkadang ia hanya
mengenakan krim malam saja untuk wajahnya dan untuk tubuhnya yang lain Ratih tetap menggunakan lotion agar tubuhnya itu menjadi wangi tanpa harus mengenakan parfum.
•
•
•
Ratih menuju dapur terlebih dahulu untuk membuatkan teh dengan kadar gula rendah, karna Ratih sudah hafal apa- apa saja yang boleh di makan calon ibu mertuanya itu dan yang tak boleh di makan. ia pun membawakan camilan sehat yang tadi pagi sudah di buat oleh mbok Iyem
Ratih pun menyusunnya di nampan lalu ia pun berjalan menuju kamar ibu Airin, saat hendak ke kamar Andra turun dari kamarnya
"mau ke mana sayang" tanya Andra pada Ratih
"mau ke kamar mama dulu mas, ini aku bawakan teh dan camilan" Ratih menjawab pertanyaan Andra
"ya sudah kalau begitu, aku mau ke depan dulu kamu mau titip apa" tanya Andra lagi karna ia hendak membeli sate kambing yang biasa mangkal di depan rumah
"terserah saja," jawab Ratih tak tahu ingin titip apa
"ya sudah kalau begitu, aku mau ke mamang tukang sate dulu ya, kita makan sate kambing nanti di taman belakang" Andra pun keluar meninggalkan Ratih
sedangkan Ratih kembali melangkah kan kaki nya menuju kamar sang calon mertua
tok tok tok
__ADS_1
Ratih mengetuk pintu kamar ibu Airin, dan terdengar suara sahutan dari dalam..
"siapa...." ucap ibu Airin yang sedang fokus dengan majalahnya
"Ratih ma" sahut Ratih dari luar
"oh, masuk nak"
Ratih yang sudah mendapat izin untuk masuk pun ia membuka pintu kamar ibu mertuanya itu
"kenapa sayang, kok repot segala " ucap ibu Airin saat melihat bawaan Ratih
"nggak apa-apa ma, mama pasti sedang istirahat makanya aku bawakan teh dan camilan" tutur Ratih sembari menaruh di atas meja nakas nampan itu. karna kini ibu Airin tengah duduk bersandar di ranjangnya
"terimakasih sayang, kalian pulang jam berapa" tanya ibu Airin yang mengambil cangkir berisi teh itu lalu menghirupnya
"baru saja ma kita sampai rumah" jawab Ratih yang kini duduk di tepi ranjang sembari memijat kaki ibu Airin
"bagai mana, sudah dapat cincin dan baju pengantinnya"
"mama sudah tidak sabar melihat kalian bersanding nak, karna mama juga tidak tahu sampai kapan umur mama ini. karna sekarang saja mama sudah gampang lelah hingga tak dapat beraktifitas apa pun" ibu Airin tampak sendu ia takut umur nya tak sampai untuk melihat cucu-cucunya nanti
"mam jangan ngomong begitu ah, pasti mama akan tetap sehat dan Allah kasih mama umur panjang, untuk bisa melihat cucu- cucu mama nanti" hibur Ratih karna sesungguhnya ia juga sedih kalau melihat ibu Airin sedih
"iya sayang, mama akan berusaha untuk tetap sehat" ibu Airin tersenyum meski ia masih merasa takut
"ya sudah kalau begitu mama istirahat, mama sudah minum obat dan vitaminnya ma" tanya Ratih mengingatkan
"sudah sayang, baru saja mama minum tadi sehabis makan di antar mbok Iyem"
"Alhamdulillah kalau sudah, kalau begitu Ratih keluar dulu ya ma, mas Andra sudah menunggu di taman belakang" pamit Ratih
"iya sayang" ibu Airin mengangguk dan tersenyum
Ratih berjalan ke arah pintu kamar membukanya lalu ia keluar dari kamar sang mertua dan tak lupa menutupnya kembali.
__ADS_1
Ratih berjalan ke arah taman belakang yang ternyata Andra sudah duduk di sana sembari menyiapkan piring yang berisikan sate.
"mas, maaf ya lama" Ratih menghampiri calon suaminya itu
"nggak kok sayang, baru saja aku selesai ngantri tadi " Andra tersenyum ke arah Ratih
"sini duduk" ajak Andra sembari menepuk kursi di sampingnya
Ratih pun menurut ia duduk di samping Andra, Ratih merasa tergiur melihat sate kambing di hadapannya itu
"kaya nya enak mas, bau nya aja sudah bikin aku ngiler" Ratih merasa liur nya itu mulai menetes
"jelas enak sayang, coba lah makan pasti kamu akan ke tagihan" ucap Andra ia mengambil satu tusuk sate lalu mengarahkan ke bibir Ratih dan langsung di sambut Ratih dengan membuka mulutnya lalu memakan sate itu
"hmmm ...enak mas bumbunya pas aku suka" Ratih berucap sembari mengunyah makanannya
"bener kan enak, sate nya mamang memang gak pernah ngecewain pelanggannya." ucap Andr sembari menyuap sate di tusukan yang sama dengan Ratih tadi
"oh, iya mama gimana" tanya Andra di sela-sela suapannya
"mama baik mas, cuma tadi mama terlihat sendu karna mama takut umurnya gak akan lama dan gak akan bisa lihat cucu-cucu nya nanti" Ratih menghentikan makannya
"ya..itu yang dari dulu selalu mama takutkan makanya aku gak mau sampai salah memilih untuk menikah. karna seseorang yang mencintai ku harus mencintai ibuku juga, tapi aku sekarang merasa beruntung karna bertemu dengan mu" Andra memeluk Ratih dan membawa Ratih ke dalam dekapannya
"aku juga beruntung mas, bisa kenal dengan mu dan mama bahkan kini aku akan menjadi anggota keluarga kalian dan aku akan menjadi istrimu" Ratih membalas pelukan Andra dengan erat
•
•
•
mereka pun menghabiskan waktu di taman belakang berdua sembari memakan sate yang sangat lezat dan menggoyang lidah. mereka bercengkrama sembari bercanda
sesuatu yang sangat langka bagi Ratih karna di perbaikan pertamanya tak pernah bercengkrama dan bercanda seperti sekarang bersama Andra.
__ADS_1
"aku sangat bahagia mas, momen ini sangat langka di dalam hidup ku. terimakasih karna kamu sudah mengenalkan pada ku tentang pasangan harmonis lewat candaan yang membuat aku bisa tertawa lepas bersama mu. aku harap kita akan selamanya seperti ini terus mas hingga tua nanti" Ratih berucap dalam hatinya sembari menyandarkan kepalanya di bahu Andra