MENGAPA SELALU WANITA YANG TERSAKITI

MENGAPA SELALU WANITA YANG TERSAKITI
Bab 24


__ADS_3

Andra kembali kemeja nya untuk menetralkan degup jantung nya yang tak beraturan, hasrat nya meminta lebih namun ia merasa tak enak pada Ratih karna memperlakukannya seperti tadi


terlihat Andra mengacak-ngacak rambutnya, kenapa bisa ia melakukan hal seperti itu padanya, sudah pasti sehabis ini Ratih akan menjauhi dirinya akibat ulah dia sendiri.


Andra terlihat frustasi ia menatap ke arah Ratih yang fokus dengan pekerjaannya, Andra melihat bibir mnis milik Ratih dan menatap ke arah sesuatu yang ia remas tadi membuatnya menelan selavinanya susah payah


mengapa Ratih begitu menggoda untuk nya, dulu Andra memiliki kekasih yang bahkan berpenamlilan selalu seksi Andra tak pernah mau menyentuhnya, hingga akhirnya Andra harus menerima kenyataan pahit kekasih nya bermain ranjang dengan lelaki lain. membuat Andra murka dan memutus kan hubungan mereka


Andra selama ini selalu menjaga kehormatan kekasih nya dan juga ia tak menginginkan itu dari kekasihnya


namun mengapa berbeda dengan Ratih, ia sungguh tergila-gila dengan wanita yang baru ia kenal satu bulan lalu. ia melihat Ratih begitu berbeda dari wanita lain


wanita yang lugu, polos dan apa adanya itu mampu membuat Andra tergila-gila padanya hingga membuat nya jatuh cinta hanya pada pandangan pertama saja.


hingga membuat Andra tak ingin kehilangan wanita nya itu, maka saat Ratih memutuskan untuk pulang ke kampung Andra meminta Ratih untuk kembali jika membutuhkan pekerjaan ia akan menerima Ratih kembali bekerja


dan ternyata Ratih kembali membuat Andra tak mau menyia-nyiakan kesempatan ini untuk mnedekati Ratih dan ia akan mengutarakan perasaannya nanti.




Andra terbengong memikirkan Ratih yang sudah akan sangat membenci dirinya itu akibat perlakuannya tadi


"bodohnya kamu Andra, mengapa kamu tidak bisa menahan diri sebentar saja, Akhhh...apa yang harus ku lakukan jika seprti ini sudah pasti setelah ini Ratih akan menghindari ku dan membenci ku. lalu aku bagai mana aku tak bisa jauh darinya sedetik pun" monolog Andra dalam hati


tanpa Andra sadari Ratih sudah berdiri di depan meja kerja nya dan memanggil Andra berkali-kali namun tak ada sahutan dari Andra


"mas ...mas Andra" Ratih menepuk bahu Andra untuk menyadarkannya


"eh..mmm kenapa Rat" tanya Andra yang terkejut dan gugup


"kamu mikirin apa mas, kok sampai kelihatan kacau begini" tutur Ratih merapikan Rambut Andra yang sudah acak-acakan


membuat Andra tertegun, Ratih tak membenci dirinya dan tak menghindarinya


"sudah rapi, kamu kenapa sih mas" Ratih tersenyum ketika ia sudah selesai merapikan rambut Andra


"kamu tak marah pada ku, dan tak membenci ku" tanya Andra menatap manik mata Ratih


Ratih mengernyitkan alis nya " marah, benci untuk apa" tanya Ratih tak mengerti


"soal tadi aku melakukan itu" ucap Andra to the poin


"mengapa harus marah, justru aku yang tak enak dengan mu karna aku seperti wanita murahan yang tak bisa menolak perlakuan mas.sudah pasti mas memiliki kekasih" ucap Ratih menunduk ia merasa tak enak

__ADS_1


"hah...aku tak memiliki kekasih, lagi pula ini kali pertama ku memperlakukan wanita seperti tadi sebelum-sebelumnya aku bahkan tak pernah menyentuh wanita meski kekasih ku sendiri" ucap Andra menggenggam jemari Ratih


"lagi pula, kamu bukan lah wanita murahan aku suka kamu yang apa adanya" ucap Andra lagi


"benarkah?" tanya Ratih yang kini menatap manik mata Andra


"tentu saja, aku minta maaf karna perlakuan ku tadi membuat mu tak nyaman" ucap Andra yang hanya dapat jawaban anggukan dari Ratih


Andra melihat jam tangannya yang sudah menunjukan waktu makan siang


"kita makan dulu ya" ajak Andra kembali menatap Ratih


"tapi ini berkasnya, belum mas periksa" ucap Ratih menunjukan map berisi berkas yang tadi di minta Andra


"sudah itu nanti saja, kita makan dulu ya biar aku minta pegawai membawakan makanan kemari" ucap Andra


lalu mengambil ponselnya untuk menghubungi chef yang berada di dapur untuk membawakannya makanan.


Ratih hanya mengangguk saja lalu ia menuju baklon saat Andra menghubungi pegawainya, Ratih tengah menikmati suasana kota yang begitu ramai dan Ratih mengingat pasti Adrian sudah pulang tapi mengapa ia tak melihat Adrian datang ke resto. Ratih pun membalikan badannya hendak bertanya pada Andra


namun ia malah menubruk tubuh tegap lelaki yang hendak ia tanyai


"aw...."pekik Ratih saat hidung nya menyentuh dada bidang Rati


"kamu kenapa, apakah hidung mu sakit" tanya Andra merasa khawatir


Andra yang melihat itu pun merasa bersalah ia pun ikut mengelus hidung mungil Ratih dan menciumnya.


"apakah sudah baikan" tanya Andra


Ratih mengangguk"iya sudah" jawabnya


"kamu kenapa terburu-buru sekali sampai-sampai tak mengetahui aku di belakang mu" tanya Andra yang melihat Ratih seperti cemas


"ini sudah pukul 12:30, pasti Adrian sudah pulang sejak tadi kan, lalu kenapa Iyan tak ada kemari" tutur Ratih merasa cemas


"iya Adrian memang sudah pulang sejak tadi" jawab Andra santai


"lalu kenapa Iyan tak kemari mas" tanya Ratih masih tak tenang


"tenanglah, Adrian ada di sini dia berada di ruang VIP pribadi ku." ucap Andra menenangkan


"benarkah, mengapa kau tak bilang sejak tadi" ucap Ratih kesal


"tenanglah sayang, Adrian baik-baik saja bahkan ia sudah makan siang dan sekarang sedang tidur, biarkan ia istirahat" ucap Andra menenagkan Ratih

__ADS_1


"hah..syukurlah, lalu Adrian pulang bersama siapa" tanya Ratih karna tak mungkin jika jalan kaki karna jaraknya yang melewati jalan raya yang padat


"aku sudah menyiapkan supir pribadi untuk menjemput Adrian pulang, jadi tenang lah Adrian tak akan terlantar di saat kamu kerja" tutur Andra dengan melungkarkan tangannya di pinggang Ratih


"makasih mas, kamu sudah repot- repot ikut mengurusi semua keperluan Adrian" ucap Ratih sendu


"kamu kenapa sedih" tanya Andra memluk Ratih


"aku kasihan sama Iyan mas, ia masih kecil tapi papa nya sudah tak bertanggung jawab akan anak nya sendiri. ia malah bersenang-senang dengan kekasinya itu" ucap Ratih dengan terisak


"sudahlah, kan ada aku di sini yang akan menjaga dan menyayangi kalian" ucap Andra mengelus punggung Ratih untuk menenangkannya


"terimakasih mas, kamu yang bukan siapa-siapa aku dan Adrian mengapa sangat peduli ketimbang ayah kandung Adrian sendiri" tanya Ratih merasa perlakuan Andra yang sangat mengistimewakan mereka berdua.


"karna aku menyayangi kalian" ucap Andra memluk hangat Ratih.


Ratih tak dapat berkata-kata lagi ketika Andra untuk ke sekian kali nya selalu mengucapkan kata sayang.


tok tok tok


sura pintu di ketuk dan pelayan itu masuk ketika Andra mengizinkannya masuk karna membawa makan siang untuk mereka berdua


"masuk" ucap Andra dan mereka pun menuju sofa yang berada di ruangan kerjanya


tampak waiters masuk ke dalam ruangan Andra dan membawa makanan yang di pesan Andra tadi. waiters itu menyusun makanannya di atas meja


ia melirik ke arah Ratih sekilas dengan tatapan tak suka melihat kedekatan bosnya itu dengan sekertaris barunya.


"bisa-bisa nya seorang pelayan biasa menjadi sekertaris bos, dan mereka begitu dekat ini tidak bisa di biarkan enak saja aku yang sudah lama di sini dan sudah sering tebar pesona pada Andra kenapa malah wanita kampung ini yang mendapatkan Andra. aku harus mendapatkan Andra bagai mana pun cara nya, enak saja aku yang selama ini mendekati malah dia yang mendapatkan semua dari Andra" ucap waiters wanita itu yang terlihat masih muda dan usia nya sedikit di atas Ratih.


wajahnya cantik dan memiliki body yang bagus, ia selalu memamerkan belahan dadanya itu ketika di minta untuk mengantarkan makan siang. ia akan membuak 3 kancing baju nya untuk menggoda Andra dan berjalan berlenggok-lenggok. namun sama sekali tak di lirik oleh Andra


"silahkan kamu keluar" ucap Andra mengusir waiters itu karna ia sungguh risih melihat penamlilan pegawainya yang satu itu


"baik pak saya permisi" ucap waiters itu lalu keluar dari ruangan bosnya itu


"aaaaa .." Andra menyuapi Ratih


"aku bisa sendiri mas" ucap Ratih malu


"tak ada penolakan" tutur Andra yanh tak bisa di bantah


akhirnya Ratih menurut dan memakan makanan yang di suapi Andra, tanpa mereka sadari seorang wanita yang ternyata masih penasaran mmengintip di balik pintu itu


ia merasa kesal dengan kemesraan yang di lalukan bksnya terhadap Ratih

__ADS_1


"awas saja kamu, aku bakal bikin perhitungan sama kamu" ucap wanita itu menghentakkan kaki nya lalu pergi


__ADS_2