MENGAPA SELALU WANITA YANG TERSAKITI

MENGAPA SELALU WANITA YANG TERSAKITI
Bab 37


__ADS_3

pagi- pagi sekali Andra sudah sampai di kediaman Ratih, dengan tidak sabarannya Andra mengetuk pintu rumah Ratih berkali-kali


dan tak lama pun pintu terbuka menampakan seorang anak kecil, anak itu pun langsung memeluk Andra dan Andra merasa kasihan dengan Adrian karena pasti terjadi sesuatu hingga membuat Adrian menjadi seperti ketakutan.


Andra membungkukkan tubuhnya dan menatap lembut kepada Adrian, ia mengelus kepala Adrian lalu memeluknya untuk menenangkan anak itu setelah tenang barulah Andra bertanya


"Rian, bagai mana mama" tanya Andra khawatir


"mama masih tidur om, ayo masuk om" ucap Adrian lalau menggandeng tangan Andra


Adrian membawa Andra kekamar nya karena semalam Ratih tidur di kamar Adrian. Andra melihat Ratih yang masih tertidur dengan berbalut selimut


Andra memegang kepalanya dan Andra terkejut saat tangannya menyentuh kening Ratih, karena suhu tubuhnya yang panas


Andra menoleh ke arah Adrian seolah meminta jawaban


"mama dari semalam demam om, itu aku kompresin mama semalam tapi panas nya belum turun" ucap Adrian menunduk sedih


"kenapa mama bisa jadi seperti ini Yan?" tanya Andra pada Adrian karena melihat wajah nya yang memar


"semalam mama berantem sama papa om, papa mau ambil Iyan dari mama, tapi mama coba halangin papa sampai papa pukul mama." Adrian menjelaskan kronologi kejadian semalam


"papa mu ada di sini" tanya Andra yang merasa geram melihat calon istrinya yang seperti ini


"iya, tapi Iyan gak tahu papa tahu dari mana dan Iyan gak tahu papa tinggal di mana" Adrian meneteskan air matanya sedih


"sudah jangan menangis, om akan telfon dokter dulu buat periksa mama ya" Andra menghapus air mata Adrian


Adrian pun mengangguk, setelah itu Andra mengambil ponsel di saku celana nya lalu ia menelfon dokter di sebrang sana


setelah selesai menghubungi dokter Andra lalu memesan makanan lewat gofood. karna pasti Adrian belum makan apa-apa


"kamu mandi dulu sana, biar om yang jaga mama" Andra menyuruh Adrian untuk mandi dahulu


"om apa aku sekolah hari ini, tapi mama bagai mana?" tanya Adrian


"untuk hari ini kamu tidak usah sekolah, biar om yang izinkan ke wali kelas mu ya. sekarang mandilah nanati setelah mandi baru makan" tutur Andra dengan memegang pundak Adrian


"iya om. Iyan mandi dulu" Adrian pun mengiyakan lalu ia pergi ke kamar mandi




__ADS_1


Andra menggenggam tangan Ratih ia mengecup tangan nya. Andra membelai wajah Ratih hati nya merasa perih melihat luka memar di wajah kekasihnya itu


Ratih mengerjapkan mata nya saat wajahnya terasa seperti ada yang menyentuh, lalu ia pun terbangun dari tidurnya. pandangan pertamanya adalah sosok pria tampan duduk di sampingnya itu


"mas Andra. kok kamu di sini" tanya Ratih ia berusaha duduk namun kepala nya sangat pusing


"stttt...aw...." pekik Ratih merasakan sakit di kepalanya


"istirahat lah sayang, kepala mu pasti sakit" Andra mencegah Ratih untuk bangun ia menahan bahu Ratih lalu menidurkannya kembali


"kamu kapan datang mas" tanya Ratih dengan suara lemah


"baru saja" jawab Andra tersenyum


tak berapa lama terdengar suara ketukan di pintu, Andra pun meninggalkan Ratih lalu membuka pintu ternyata dokter yang ia telfon tadi sudah datang


"mari masuk dok" Andra mempersilahkan dokter itu masuk


lalu Andra membawa dokter itu masuk ke kamar di mana Ratih berbaring


"tolong priksa calon istri saya dok, karena badan nya demam tinggi"


"baik pak" sang dokter pun lalu memeriksa ke adaan Ratih


"ibu ini hanya mengalami demam ringan saja pak, mungkin karena syok. ini saya berikan obat penurun panas dan pereda nyeri" ucap dokter itu menjelaskan lalu memberikan obat pada Andra..


"terimakasih dok"


"sama-sama pak, kalau begitu saya permisi"


Andra pun mengangguk lalu ia mengantarkan dokter itu keluar, setelah itu ia masuk kembali ke kamar. tak berapa lama saat ia masuk suara ketukan pintu pun terdengar kembali


Andra hendak bangun dari duduk nya untuk membuka pintu namun di cegah Adrian


"biar Iyan saja om yang buka pintu" Adrian pun keluar membukakan pintu


setelah itu ia kembali masuk ke kamar dengan dua tentengan di tangannya


"ini om.." Adrian memberikan dua kantong tentengan yang ia bawa tadi


"ya sudah ini kamu makan ya, " Andra memberikan satu cup bubur pada Adrian


Adrian pun dengan lahap memakan bubur ayam yang di belikan Andra


lalu Andra pun membuka satu cup bubur lagi untuk Ratih

__ADS_1


"aaaa...buka mulut mu" Andra menyodorkan sendok ke mulut Ratih


"aku gak selera makan mas" tolak Ratih


"tak ada penolakan karena kamu juga harus minum obat" ucapan Andra yang tak bisa terbantahkan lagi


membuat Ratih pun tak bisa menolaknya, ia pun membuka mulutnya menerima suapan demi suapan yang di berikan Andra, hingga bubur itu habis


karena saat Ratih bilang sudah kenyang lantaran mulutnya merasa tak enak Andra selalu memaksa untuk menghabiskan sarapannya membuat Ratih tak bisa menolak


setelah selesai makan Andra mengambilkan obat yang harus di minum Ratih lalu menyerahkannya. Ratih pun menerima obat itu lalu meminumnya


Adrian yang sudah selesai makan pun menghampiri Ratih, ia memeluk ibunya itu dengan menangis


"Iyan kenapa nangis, mama gak apa apa kok. mama cuma demam aja" tutur Ratih menenagkan Adrian


" mama jangan tutupin dari Iyan ma, Iyan lihat semalam apa yang di lakukan papa. aku janji akan selalu melindungi mama dari kejahatan papa"


Ratih terkejut dengan ucapan Adrian, kenapa dia bisa tahu semua


"maksud kamu apa, mama gak ngerti" Ratih berusaha berkilah


"mama gak usah tutupin semua. aku udah liat semuanya ma! papa pukul mama sampai wajah mama begini"


"Iyan gak akan pernah mau ikut papa, dan gak akan pernah mau ketemu papa lagi iya benci papa ma"


"Iyan gak boleh bicara seperti itu, walau baga mana pun dia tetap papa mu. mungkin papa sedang lelah sayang makanya papa pukul mama" Ratih mencoba memberi pengertian agar Adrian tak membenci papa nya sendiri


Andra hanya diam menyaksikan kedua orang di depannya itu tengah berbicara


"Iyan gak mau mama di sakitin lagi, Iyan gak mau ketemu papa lagi titik" tutur Adrian lalu keluar dari kamar meninggalkan dua orang dewasa i tu di kamarnya


"Iyan..Iyan..Adrian" panggil Ratih namun tak di hiraukan anaknya itu


"sudah lah sayang, biarkan Adrian berikan dia waktu. wajar jika dia kecewa dengan papa nya" ucap Andra menenagkan calon istrinya itu


"apakah mas tahu semua itu " tanya Ratih


"ya, semalam Adrian mengirimkan foto mu pada ku, dan baru tadi pagi aku buka makanya aku langsung ke sini, dan setelah di sini Adrian menangis ketakutan lalu ia menceritakan semuanya" jelas Andra


"hik..hik..aku gak tahu lagi harus gimana mas, Yasril semalam ke mari dengan marah-marah karena melihat ku bersama mu hingga dia mau mengambil paksa Adrian dari ku. dan sepertinya dia akan kembali kesini" Ratih menangis sedih jika itu terjadi lagi


"sudah kamu tenang saja, mulai hari ini kamu dan Adrian tinggal di rumah ku kalian akan aman di sana" Andra memeluk tubuh Ratih


Ratih pun akhirnya mengangguk dan membalas pelukan calon suaminya itu, kali ini Ratih tak akan menolak ini semua demi ke amanan Adrian jadi Ratih tak boleh egois. toh nanti juga Andra akan menjadi suaminya dan mereka juga akan tinggal bersama

__ADS_1


__ADS_2