
malam ini adalah acara lamaran yang akan di laksanakan di kediaman Ratih, dengan dekorasi mewah membuat para tamu undangan yang lumayan banyak itu tampak takjub karna tak pernah ada pesta semewah ini meski hanya lamaran, rata- rata mereka membuat acara lamaran secara sederhana barulah acara pernikahan yang di ramai-ramaikan
itu pun masih kalah mewah dengan pesta lamaran yang di selenggarakan Andra sekeluarga. meski pun biaya yang di keluarkan banyak tetapi paling ful hanya 50 juta untuk jujuran saja.
•
•
•
acara pun di mulai dengan MC yang membawakan acara demi acara dan kini adalah acara lamaran dan memberikan seserahan lamaran.
"baiklah, acara selanjutnya adalah acara lamaran tuan Andra Priyanko Atmojo putra tunggal dari Almarhum. tuan Andara Praditia Atmojo dan ibu Airin Rachmi Diany Atmojo, di persilahkan untuk berdiri." ucap MC meminta Andra berdiri
semua tamu undangan sangat riuh apa lagi mendengar nama keluarga laki- laki yang sangat berwibawa.
"dan Ratih Larasati anak dari pak Handoko dan ibu Sumarni di mohon berdiri" ucap MC itu lagi setelah Andra berdiri
"silahkan tuan Andra untuk menyampaikan maksud dan tujuannya" ucap MC itu mempersilahkan
Andra pun di berikan mikrofon, terlihat Andra lumayan tegang namun ia berusaha menetralkan jantungnya itu. sekilas ia melihat ke sekeliling tamu undangan yang hadir ia melihat ke arah kursi utama untuk di duduki saudara dari keluarga Atmojo
Andra menyunggingkan bibirnya saat melihat pamannya berada di kursi itu bersama anak dan istri kesayangannya. Andra pun nampak sudah tak tegang lagi setelah melihat seseorang itu ia pun menarik nafasnya lalu mengungkapkan maksud dan tujuan dirinya itu
"bismillahirrahmanirrohim...dengan menyebut nama Allah saya di sini ingin mengutarakan maksud saya
Ratih Larasati, mungkin mas bukan orang pertama yang singgah di hati mu, dan mas juga bukan orang pertama yang memahatkan ukiran- ukiran kebahagiaan kasih sayang dan cinta di hati mu, namun mas akan menjadi yang kedua dan terakhir di dalam hidup mu dan mas juga akan menjadikan kamu yang terakhir dalam hidup mas.
mas janji akan selalu membahagiakan mu, menyayangi mu setulus hati mas dan menjadikan mu ratu di dalam hidup mas.untuk itu mas meminta mu untuk menjadi istri ku dan menjadi ibu dari anak- anak kita nanti" ucap Andra panjang lebar sejenak membuang nafas nya lega
"silahkan nona Ratih Larasati untuk menjawab" ucap MC itu pada Ratih.
__ADS_1
Ratih pun mengambil mikrofon yang di berikan oleh MC itu
"bismillahirrahmanirrahim..... dengan segenap hati yang telah tertuju kepada seorang pria di hadapan saya ini izin kan saya untuk memberikan jawaban.
aku mencintai mu mas melebihi apa pun, aku berharap kamu adalah yang terakhir dalam hidup ku. terimakasih telah menerima kekurangan ku dan menjadikan ku wanita sempurna di mata mu.
saya Ratih Larasati menerima permintaan mas menjadikan saya istri mas" jawab Ratih dengan perasaan lega
semua tamu undangan pun rius bertepuk tangan menyaksikan acara lamaran yang cukup menegangkan
"baik lah apa kah bapak Handoko merestui" tanya MC pada pak Handoko
pak Handoko yang di berikan mikrofon itu pun menjawab
"tak ada yang membahagiakan untuk orang tua kecuali melihat anak- anaknya bahagia bersama lelaki pilihannya, saya menerima nak Andra menikahi putri saya dan saya meminta nak Andra menyayanginya setulus hati, " ucap pak Handoko
"baik lah sekarang acara tukar cincinnya" MC itu pun mempersilahkan ibu Airin memberikan kotak cincin pada Andra. Andra pun menerima satu cincin dan ia sematkan di jari manis Ratih begitupun sebaliknya Ratih juga menyematkan di jari manis Andra
ada tas branded yang di berikan Andra, sepatu, perhiasan berupa berlian mewah, dan masih banyak lagi yang di berikan
para tamu undangan dan ibu-ibu rempong tentunya, menatap barang- barang yang di berikan itu .mereka banyak yang berbisik- bisik ada yang kagum dan ada pula yang iri melihat keberuntungan Ratih yang tadinya hanya seorang istri yang memiliki suami dengan gaji pas-pasan, kini mendapat kan calon suami yang kaya raya
acara demi acara pun selesai Andra dan Ratih juga sudah masuk ke dalam kamar mereka masing- masing, mungkin karna lelah seharian mereka tak ada istirahat dan kini waktunya untuk mereka istirahat
•
•
•
di rumah Ratih masih ada pamannya itu, namun Andra enggan untuk menemui pamannya itu ia begitu muak melihat pamannya yang jahat pada kedua orang tuanya. dan tega membuat papa nya sampai meninggal
__ADS_1
"halo mbak Irin" sapa Pratomo pada ibu Airin yang memang biasa Pratomo memanggil nya dengan sebutan Irin
"hai, Tomo mba kira kamu tidak datang. terimakasih karna sudah sudi menghadiri acara lamaran Andra " ucap ibu Airin tersenyum ke arah adik ipar nya itu
"tidak mungkin saya tidak hadir di acara penting ponakan saya sendiri, akhirnya ponakan laki- laki ku satu- satu nya itu mendapatkan jodohnya juga setelah sekian tahun sendiri" ucap Pratomo sinis
"namanya jodoh siapa yang tahu, bagai mana dengan anak gadis mu Pratiwi? apakah dia sudah mendapatkan jodohnya yang tepat. hati- hati Tomo nanti malah kebablasan itu anak bungsu mu malah bikin malu" ibu Airin berucap dengan sangat pedas memblikan semua hinaan yang di berikan Pratomo
"Tiwi itu gadis baik, tidak mungkin dia sampai berbuat hal yang membuat harga dirinya hancur. tidak seperti anak mu itu yang mendapatkan istri janda anak satu di mana ke hormatan mu sebagai ibu, kalau aku pasti sangat malu" cibir Pratomo menghina
"setidaknya janda masih punya harga diri, buat apa gadis tapi sudah tak memiliki harga diri. ingat Tomo kau masih ada anak lelaki jika kau selalu mengekang anak lelaki mu itu mencari gadis maka aku pastikan anak mu itu akan kesusahan mencari gadis yang benar- benar masih tersegel" sindir ibu Airin pada adik ipar nya itu
"CK...sudah lah tak perlu kau ikut campur urusan ku mengatur anak- anak ku, aku malam ini akan pulang ke hotel, " Pratomo terlihat kesal karna perkataan ibu Airin yang menusuk itu
"ayo ma kita pulang ke hotel, buat apa di sini buang- buang waktu saja" ajak Pratomo ia berjalan terlebih dahulu meninggalkan istrinya itu
"dasar gak tahu malu kamu, berkata seperti itu memang kamu fikir kamu siapa. cih....sampai kapan pun aku gak akan sudi anggap kamu sebagai kakak ipar dari suami ku" ucap istri Pratomo lalu ia berlalu pergi meninggalkan ibu Airin sendiri
" Yusita-Yusita, apa yang kamu cari selama ini? sikap mu tak pernah baik sama sekali dari semenjak kalian menikah. bahkan sikap Pratomo pun berubah saat menikah dengan mu, dia menjadi pria arogan dan tak memiliki hati karna kamu telah mencuci otak nya dengan mulut busuk mu itu" gumam ibu Airin dalam hati
setelah itu ibu Airin pun masuk ke dalam rumah meski di rumah itu masih banyak para tetangga yang sedang duduk- duduk saling bercengkrama, namun ibu Airin yang sudah merasa lelah itu pun masuk ke kamar Ratih, ibu Airin yang melihat Ratih sudah tertidur dengan pulas akhirnya ia ikut merebahkan tubuhnya di samping menantunya itu. ia ikut mengarungi alam mimpi.
..................-----------..................
hai para reders setia yang menunggu kelanjutan dari cerita ini, mohon maaf jika masih ada salah- salah dalam penulisan.
mohon pendapatnya kira- kira cover nya kalau di ganti lagi harus yang gimana ya, soalnya Author udah 2 kali mengajukan kontrak tapi belum bisa dan salah satu nya harus ganti cover, tolong pendapatnya ya yang sesuai dengan judul cerita nya
maaf karna baru update jam segini karna di sini tadi hujan deras di sertai petir jadi author pending dulu. ini juga sebenarnya mata udah sempet banget karna ngantuk
tapi demi para reders semua othor kuat- kuatin buat update. untuk perjuangan othor yang di berikan untuk kalian ini othor tidak minta muluk- muluk ko cukup kasih like nya, terus komentar kalian juga ya dan jangan lupa vote sebanyak mungkin OK!😉
__ADS_1