
pagi harinya Ratih sudah bersiap begitu pun dengan Adrian, karna mereka akan melihat sekolah baru Adrian. Ratih hanya tinggal menunggu ke datangan Andra untuk menjemput
tak berselang lama mobil Andra pun berhenti di depan kontrakan Ratih, ia mengetuk pintu kontrakan Ratih
Ratih yang berada di dalam rumah pun langsung membuka pintu rumah nya.
"mas, mari masuk dulu" tawar Ratih
Andra pun masuk ke dalam rumah Ratih dan duduk di sofa usang yang berada di kontrakan itu, sedangkan Ratih menuju ke dapur membuatkan teh untuk tamu nya itu.
"ini mas di minum teh nya" Ratih menaruh teh itu di meja lalu ia ikut duduk di sofa yang bersebrangan dengan Andra
"makasih Rat, harus nya tak perlu repot-repot begini"
"nggak repot kok mas hanya teh saja ko....oh iya mas sudah makan belum, aku tadi masak cumi saus tiram barang kali mas mau makan " tawar Ratih
"nanti saja, aku tak biasa makan pagi"
"oh...ya sudah kalau begitu, "
"sebaik nya kita berangkat sekarang, mumpung masih pagi" ucap Andra setelah melihat jam di pergelangan tangannya
"baik lah, aku ambil tas dulu ya mas" Ratih ke kamar untuk mengambil tas nya
"om...sekolah Iyan nanti seperti apa, sama kaya di kampung tidak" tanya Adrian merasa penasaran
"sekolah Adrian nanti lebih dari pada seperti di kampung, pasti kamu suka dan betah sekolah di sana" ucap Andra menjawab dengan senyum hangat nya
"ok..ayok kita berangkat" ucap Ratih yang sudah keluar dari kamar dan menghampiri
Andra pun keluar dari rumah Ratih terlebih dulu baru di ikuti Ratih dan Adrian, mereka pun masuk ke dalam mobil Andra.
Andra mulai melajukan mobilnya meninggalkan rumah kontrakan Ratih, mobil melaju memecah jalanan kota yang lumayan padat karna jam-jam ini adalah jam orang sibuk.
meski tak terlalu jauh namun jika jalanan padat pun akan menghambat perjalanan, hingga membutuhkan waktu setengah jam baru mereka sampai di depan gedung sekolah bertingkat.
mereka pun turun dari mobil tampak Ratih menengadan melihat bangunan sekolah itu yang megah dan bertingkat
__ADS_1
di bagian sisi kiri gedung sekolah dasar dan di bagaian sebelah kanan gedung sekolah SMP, gedung sekolah yang berhadapan dan seperti membentuk huruf U itu tampak sangat luas dengan lapangan di tengah-tengah bangunannya
"wahhhh...sekolah nya bagus banget om, tempat nya luas dan lapangannya juga luas" ucap Adrian antusias
"iya mas, ini sekolah nya bagus banget apa nggak mahal" tanya Ratih yang was-was akan biaya sekolah nya yang mahal
"kamu tenang saja, ini sekolah Negri jadi nggak memberatkan biaya SPP nya alias gratud, mungkin kamu hanya tinggal membeli buku-buku paket nya saja, untuk menunjang belajar Adrian nanti" ucap Andra menjelaskan
"alhamdulillah kalo gak bayar spp" ucap Ratih lega
"ayo..kita masuk ke dalam, kita ke ruangan kepala sekolah kamu bawa surat pindah nya kan"
"iya mas, aku bawa kok"
Andra pun mengangguk lalu mereka pun berjalan menuju kantor dan ke ruangan kepala sekolah.
"permisi pak, ada yang mencari" ucap penjaga sekolah kepada kepala sekolah
"suruh masuk saja "
"silahkan masuk pak" ucap penjaga sekolah itu pada Andra dan Ratih
"jadi bapak mau mendaftarkan anak bapak di sekolah ini" tanya pak kepala sekolah
"mm..maksudnya lebih tepat nya itu anak saya pak," ucap Ratih menyela merasa tak enak pada Andra karna kepsek yang salah prasangka
"oh..anak ibu, saya kira bapak ini suami ibu." ucap pak kepala sekolah" boleh saya mint surat pindahnya"
"oh, ini pak" Ratih menyerahkan map berisi surat pindah Adrian
kepala sekolah itu membaca map yang di berikan Ratih tadi.
"baik lah, anak ibu besok sudah bisa sekolah di sini " ucap kepala sekolah itu
"terima kasih pak" Ratih merasa bahagia karna Adrian bisa sekolah di sekolah itu
setelah selesai mereka pun menuju parkiran, dan masuk ke dalam mobil untuk pulang.
__ADS_1
sepanjang perjalanan mereka hanya terdiam, Ratih merasa canggung mau memulai obrolan dari mana
"ma, besok Iyan udah mulai sekolah kan" tanya Adrian pada Ratih
"iya sayang besok kamu sudah mulai sekolah, dan mama juga besok mulai kerja di Resto nya om Andra.jadi nanti kalo Iyan sudah pulang sekolah langsung aja ya ke Reto" ucap Ratih mengingat kan anak nya itu
"ok deh" jawab Adrian
"kenapa gak kamu jemput saja Rat" tanya Adrian yang melihat dari kaca di depan
"kan aku kerja mas, lagian mau jemput gimana kan aku gak ada kendaraan di sini" jawab Ratih apa adanya
"ya kamu bisa jemput Adrian saat jam nya pulang sekolah, untuk kendaraan aku ada motor metik di rumah kamu bisa pakai itu nanti buat kemput" tawar Andra memberikan usulan
"nggak enak lah mas sama temen yang lainnya kalau aku izin untuk jemput Adrian sekolah apa lagi kalau mereka sibuk, "
"jangan lah mas, kamu udah terlalu banyak ngerepotin aku...aku gak enak nerima itu kamu terlalu baik mas aku gak enak sama karyawan yang lain" ucap Ratih merasa Andra terlalu berlebihan
jika ia membebaskan dirinya untuk izin jemput Adrian meski hanya sebentar, dan juga Ratih merasa tak enak di perlakukan berbeda dari teman-temannya sampai di pinjami motor segala
"kita makan siang dulu yuk, "ajak Andra
"boleh om, Iyan sudah lapar soal nya" bukan Ratih yang menjawab melainkan Adrian
"kita makan di rumah saja ya Yan, jangan terlalu boros makan di luar terus" ucap Ratih pada anak nya itu
"sudah, kita makan di luar saja, kasian kan Adrian kalau harus nahan lapar. tenang aja aku yang traktir"
"aduh mas aku nggak enak selalu ngerepotin kamu" Ratih merasa tak enak
"aku gak merasa di repotin kok, kamu santai saja" ucap Andra berusaha membuat Ratih tak merasa tak enak lagi
Andra menjalankan mobil nya menuju mall, mobil pun masuk ke arena parkir mereka pun turun dari mobil meski sempat ada penolakan dari Ratih yang mengajaknya makan di warung biasa saja, namun lagi-lagi Andra meyakinkan kalau tak masalah jika makan di Resto
mereka pun masuk ke dalam mall dan naik ke lantai dua di mana Restoran berada, mereka masuk ke dalam Restoran serba seafood, mereka duduk di kursi dan mulai memilih menu makanan yang akan mereka pesan
setelah mendapatkan makanan yang di ingin Andra memanggil waiters dan memesan makanan yang di sebutkan nya tadi pada waiters.
__ADS_1
tak membutuh kan waktu lama pesanan mereka pun datang, mereka pun makan dengan lahap karna memang sudah waktu nya jam makan siang