
mentari pagi pun telah menunjukan sinar nya, Ratih mulai mengerjakan matanya karna merasakan silau karna cahaya matahari menerobos masuk melewati celah- celah gorden kamar hotel nya.
Ratih melihat tangan Andra yang melingkar di pinggang nya itu, ia pun tersenyum melihat Andra yang kini berstatus sebagai suaminya itu
Ratih dengan perlahan menurunkan tangan Andra agar tak membangunkannya, lantas ia pun turun dari tempat tidur dengan berjalan sangat perlahan menuju kamar mandi
sesunguhnya ia sangat malu karna ke adaan ya yang tanpa sehelai benang pun itu, untung saja Andra belum bangun jadi ia bisa cepat- cepat ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya itu
15 menit berlalu Ratih sudah selesai dengan ritual mandinya itu, ia pun keluar dari kamar mandi dengan memakai jubah mandinya itu dengan rambut yang di lilit handuk
Ratih melihat ke arah tempat tidur tetapi sudah tak terlihat Andra di tempat tidur, Ratih memicingkan matanya mencari sosok suaminya itu dan terlihat gorden pintu kaca kamarnya yang mengarah ke balkon tersapu oleh angin. Ratih pun akhirnya mengetahui kalau sang suami kini tengah di balkon.
Ratih pun tak mempedulikannya ia langsung saja mengenakan pakaian nya i tu, dan mengerti Ngakan rambutnya dengan handuk
setelah selesai Ratih ingin mengajak Andra untuk keluar mencari makanan, namun saat ia melangkah menuju balkon Ratih melihat Andra tengah serius menerima panggilan telfon hingga membuat nya mengurungkan niatnya itu
Ratih pun membalikan tubuhnya dan menuju ke ranjang tempat tidur hanya sekedar memainkan ponselnya saja
...****************...
di balkon kamar kini Andra tengah menerima panggilan telfonnya itu
"halo Lex, bagai mana" tanya Andra
"semua sudah beres, dan semua aset bokap loe sudah balik ke tangan loe lagi" jawab Alex di sebrang sna
"benarkah, gue nggak salah pilih loe buat jadi tangan kanan gue.kerja loe bagus" puji Andra
"lalu bagai mana dengan paman Pratomo dan istrinya itu," tanya Andra pada Alex
"seperti yang elo minta, mereka sudah anak buah gue usir paksa dari rumahnya" jawab Alex dengan penuh kemenangan
__ADS_1
"lalu Bram dan Pratiwi bagai mana" tanya Andra. sebenarnya ia juga merasa tak tega kepada sepupunya itu namun mau bagai mana lagi Bram juga anaknya sangat sombong
"mereka tidak ada perlawanan terutama Bram, awalnya dia memberontak tapi kita terus mendesak hingga dia tak dapat berbuat apa- apa. sementara Tiwi dia tampak biasa saja bahkan terlihat tak masalah" jawab Alex memberikan laporannya itu
"biarkan Bram merasakan semua kepahitan itu, hingga dia tidak semena- mena pada orang." jawab Andra mengingat kesombongan Bram itu
"iya, gue juga sebel sama itu anak. jadi orang sok banget padahal apa yang mereka punya itu milik elo, dasar mereka itu gak punya muka" kesal Alex mengingat kesombongan dari keluarga Pratomo
"ya begitulah Lex, manusia kalau sudah gila harta." ucap Andra sembari melihat taman hotel di pagi hari
"Lex, gue minta loe pantau Pratiwi bagai mana pun dia tidak pernah mencaci orang lain termasuk gue dan mama, Tiwi selalu baik sama gue dan mama dulu setelah kita di usir dari rumah meski Tiwi saat itu masih kelas 6 SD tapi dia sampai bela- belain ngikutin gue dan mama secara diam- diam tanpa ketahuan keluarganya. elo tolong jagain dia ya jangan biarkan dia kenapa- kenapa" ucap Andra kepada Alex karna ia sangat menyayangin Pratiwi, karna Pratiwi lah ia bisa bangkit semangat lagi berdiri di atas kakinya sendiri
"gue pasti akan pantau Tiwi, ndra. loe tenang aja! terkadang gue kasihan sama Tiwi dia padahal anak nya baik tapi karna kedua orang tua nya membuat dia tak bisa melangkah mencari apa yang menjadi keinginannya itu. dia selalu saja di atur- atur terutama urusan percintaan" Alex menghembuskan nafas nya berat
"iya begitulah Lex, makanya gue minta elo pantau Tiwi kemana pun dia pergi" pinta Andra
"ya udah gue matiin telfonnya, gue masih ada urusan" ucap Alex di sebrang sana
Andra menghela nafas beratnya itu, andai saja kedua orang tua Tiwi tidak semena- mena pada ia dan ibunya dulu mungkin Tiwi tidak harus ikut terseret ke jalanan.
Andra pun menyudahi lamunannya itu, ia kemudian masuk ke dalam kamar lagi, dan melihat istrinya tengah duduk di ranjang. namun saat mendekat ternyata Ratih tengah tertidur sembari memegang ponselnya di perutnya itu
"bisa- bisa nya dia tidur begini" ucap Andra lalu membenarkan posisi tidur Ratih secara perlahan agar tak membangunkan istrinya itu
setelah itu barulah Andra menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya itu, cukup 15 menit Andra sudah selesai dengan ritual mandinya, Andra keluar dari kamar mandi dan sudah mengenakan pakaiannya
Andra pun mengambil ponselnya lalu memesan makanan Lewa grab. setelah selesai Andra menghampiri istrinya yang kini tengah tertidur itu
Andra terus menatap sang istri seolah tak ada bosannya, ia tersenyum sendiri mengingat malam panas nya semalam, Ratih begitu menggoda di matanya itu
Ting tong
__ADS_1
saat Andra tengah menikmati wajah istrinya itu tiba- tiba saja ada bel berbunyi, Andra pun lantas berjalan menuju pintu kamar hotelnya lalu membukanya
"maaf pak ini pesanan nya" ucap orang itu yang membawa makanan
"makasih, ini uang nya " ucap Andra memberikan tiga lembar uang merah
"kembaliannya buat kamu saja" sambung Andra
"terimakasih pak, saya permisi" ucap orang itu dengan tersenyum
Andra hanya mengangguk dan kembali menutup pintu kamarnya itu. Andra meletakan makanan di meja ia lalu berjalan ke arah sang istri untuk membangunkannya
"sayang, bangun " Andra berusaha membangunkan sang istri
"hmm...kenapa mas, ini jam berapa" tanya Ratih di tengah kesadaran yang belum terkumpul
"jam 11, bangun yuk" Andra mengelus pipi istrinya itu agar cepat bangun
"hah, jam 11 mas" ucap Ratih terkejut
"kenapa kaget begitu," tanya Andra bingung
"aku tidur nya lama banget ya, padahal tadi aku mau ajak mas makan di luar" jawab Ratih memelas
"udah itu nanti gamapnag, kita makan dulu yuk" ajak Andra lembut
"makan, mas pesen amakanan " tanya Ratih
"iya, Ayuk makan dulu mas udah lapar" ucap Andra
Ratih pun mengangguk patuh, lalu ia turun dari ranjangnya dan mengikuti Andra duduk di sofa. ada dua boks pizza di atas meja itu dan minuman dingin milk shake, mereka pun memulai sarapannya
__ADS_1
dengan Ratih menyuapi Andra begitu pun sebaliknya, mereka sesekali sembari bercanda hingga membuat seisi kamar itu terdengar tawa mereka.