
Andra bangun dari tidurnya, ia melihat ke samping Andra tersenyum melihat kekasihnya itu masih tertidur dengan lelap
Andra pun berdiri lalu ia berjalan keluar dari kamar Ratih. Andra menuju kamar nya lalu membersihkan tubuhnya setelah itu ia memakai pakaian rumahan
Andra turun ke bawah untuk menyuruh pembanu rumahnya menyiapkan makan untuk Ratih karena sore ini sudah waktunya Ratih meminum obat
"mbok Yem...tolong siapkan makanan untuk Ratih ya taruh saja di nampan nanti biar saya yang membawanya" perintah Andra ia kemudian berjalan ke kamar sang mama
"ceklek..."Andra membuka pintu kamar mamanya
terlihat ibu Airin tengah bersandar di ranjangnya sembari memegang majalah di tangannya
"kenapa sayang" tanya ibu Airin lalu menaruh majalah di meja nakas karena melihat putranya itu ke kamarnya
"Andra ingin bicara ma" ucap Andra yang kini sudah duduk di tepi ranjang ibu nya
"bicaralah, apa yang mau kamu bicarakan nak"
"aku berniat untuk segera menikahi Ratih ma agar aku juga bisa sepenuhnya menjaga Ratih dan Adrian dari mantan suaminya yang kasar itu" Andra mengutarakan ke inginan nya pada ibunya
"bagus itu, mama dukung kamu toh lebih cepat lebih baik kan?" dukung ibu Airin
"jadi mama tidak keberatan kalau aku menikahi Ratih dalam waktu dekat" Andra terlihat sangat bersemangat
"tentu mama tidak keberatan sayang, karena menikah itu ibadah mama tidak ada hak untuk melarang selama pilihan mu itu baik, dan kamu cocok dengan pilihan mu mama tidak akan melarang. karena jika mama melarang justru mama takut kalian malah berbuat zina" tutur ibu Airin mendukung penuh
"terima kasih ma, setelah ini aku akan bicara dengan Ratih " ucap Andra bersemangat
ibu Airin tersenyum melihat anak nya ini sangat bersemangat sekali.
"ya sudah aku mau antar makan untuk Ratih ma, karena ini sudah jamnya untuk minum obat" ucap Andra lalu berdiri dan keluar dari kamar ibunya
"ndoro tuan, ini makanan nya sudah siap" ucap mbok Iyem
"iya, makasih mbok" Andra mengambil nampan lalu membawa nya naik ke atas menuju kamarnya
__ADS_1
Andra menaiki tangga satu persatu dengan hati yang gembira karena selangkah lagi ia dan Ratih akan resmi menjadi pasangan suami istri
"ceklek" Andra membuka pintu kamar Ratih
terlihat sang kekasih sedang mengeringkan rambutnya menggunakan handuk sepertinya Ratih baru saja habis mandi
"sayang, sudah bangun" tanya Andra lalu ia meletakan nampan di meja kamar Ratih
"mas,," Ratih terlonjak karena terkejut
"kenapa kaget begitu" tanya Andra menghampiri sang kekasih lalu mengambil alih handuk yang di pegang Ratih
ia mengambil alih mengeringkan rambut kekasihnya itu
"aku kaget lah mas, kamu tiba- tiba masuk untung aku sudah pakai baju" ucap Ratih yang menikmati tangan Andra mengeringkan rambutnya dengan handuk
"kalau belum pakai baju gimana" tanya Andra menggoda kekasihnya itu ia menaik turunkan alis nya sembari melihat ke arah kaca di depannya itu
"mas, ih kamu ini ya ngeres fikirannya" ucap Ratih merasa malu
"mas, Adrian di mana" tanya Ratih berusaha mengalihkan pembicaraan agar Andra tak menggoda nya terus
"dia tidur sayang, di kamar baru nya" ucap Andra yang masih asik dengan kegiatannya itu yang kini tengah menyisir rambut panjang kekasihnya
"sudah selesai, ayo makan dulu setelah itu minum obat" ucap Andra lalu menaruh sisir di meja rias
Andra menuntun Ratih duduk di sofa, Andra mengambil kan piring berisi nasi sayur dan lauk ia menyendokan nasi itu lalu mengarahkan ke bibir Ratih
"aaa..." ucap Arya menyodorkan satu sendok nasi ke mulut Ratih
"aku bisa sendiri mas" Ratih hendak mengambil sendok di tangan Andra namun Andra mengelak
"sttt, sudah kamu duduk manis dan biar aku yang suapi" ucapan Andra sudah tak dapat terbantahkan lagi yang membuat Ratih akhirnya menerima suapan demi suapan dari tangan Andra
sampai makanan pun habis tak tersisa di piring itu, Andra mengambil kan obat lalu memberikan pada Ratih
__ADS_1
Ratih menerima obat itu lalu meminumnya. setelah selesai Andra mengajak Ratih untuk menikmati suasana sore hari di balkon kamarnya itu
Ratih pun menikmati semilir angin di balkon itu suasana sore hari yang sejuk karena mata hari yang sudah mulai menghilang sedikit demi sedikit di ufuk barat.
Andra memeluk tubuh Ratih dari belakang ia melingkarkan tangannya di pinggang ramping Ratih, meskipun Ratih sudah pernah melahirkan dan menyusui tetapi tubuhnya masih terlihat bagus dan ramping
Ratih menikmati pelukan hangat dari kekasihnya itu, ia memejamkan matanya saat Andra mencium tengkuk lehernya
"sayang aku ingin mengatakan sesuatu" ucap Andra setelah melepas ciumannya
"mau bicara apa mas" tanya Ratih lalu ia membalikan tubuhnya berhadapan dengan kekasihnya itu
" aku mau kita menikah dalam waktu dekat ini" Andra menyampaikan maksud dan tujuannya.
"memang nya kapan" tanya Ratih
"bulan depan, apa kamu mau" tanya Andra berharap
"apa tidak terlalu cepat mas, bagai mana dengan mama mu " Ratih merasa gundah karena takut ibu Airin tak membolehkan karena mereka baru kenal
"aku rasa tidak, aku juga sudah bicara sama mama tadi dan mama menyetujui. aku hanya ingin memiliki mu se utuhnya menjaga mu dan Adrian agar kejadian seperti ini tak terulang lagi" ucap Andra sembari tangannya membelai sudut bibir Ratih yang masih terlihat sedikit memar
"aku ikut saja mas, jika mama mu memang sudah memberi restunya" Ratih akhirnya pasrah toh lama- lama pacaran juga untuk apa mereka juga nanti akan mengenal satu sama lain lebih jauh setelah menikah
"kamu menyetujui nya sayang" tanya Andra memastikan dan di jawab anggukan oleh Ratih. membuat Andra bahagia
"makasih sayang" ucapnya lalu ia memeluk tubuh Ratih dan Ratih pun membalas pelukannya
Andra melepas pelukannya lalu ia mencium bibir mungil milik Ratih, Andra menyesap bibir nan manis itu Ratih tak mau diam dia juga membalas.
mereka menikmati sesapan demi sesapan, meski Andra merasakan tuntutan lain namun ia mencoba menahannya hingga hariha nanti dan mereka sah menjadi pasangan suami istri
Ratih sudah masa bodo dengan semuanya, yang ia rasakan hanya ingin meminta lebih dari calon suaminya itu. Ratih bukan wanita munafik sudah pasti ia sangat merindukan belaian seorang pria pada tubuhnya karena sudah 2 tahun lamanya ia menjadi seorang janda
hanya bersama Andra lah Ratih merasakan hangatnya di perlakukan baik oleh kekasihnya itu. meski mereka kadang sampai lupa diri namun Andra tak pernah sampai ke jalur itu ia hanya ingin melakukan saat mereka sudah menikah.
__ADS_1