MENGAPA SELALU WANITA YANG TERSAKITI

MENGAPA SELALU WANITA YANG TERSAKITI
Bab 44


__ADS_3

Andra mengetuk kamar kekasihnya itu, sudah pasti sekarang ia berada di kamarnya karna barusan Andra habis dari kamar Adrian untuk meminta anak itu bersiap karna mereka akan jalan-jalan hari ini


tak berapa lama Ratih membuka pintu kamarnya, dan melihat siapa yang mengetuk pintu kamar


"mas, aku kira siapa. ada apa mas" tanya Ratih


"kamu siap-siap ya, kita fiting baju pernikahan hari ini, sekalian cari cincin nikah" Andra mengutarakan maksudnya.


"sekarang mas?" tanya Ratih tak percaya karna terlalu cepat


"iya sayang, karna kita menikah bulan depan jadi persiapannya harus dilakukan sekarang, kalau untuk gedung, dekorasi dan MUA sudah aku serahkan pada Alex" tutur Andra menjelaskan


Ratih mengerutkan alisnya" kok pake sewa gedung dekorasi segala mas, aku gak mau rame- rame mas cukup kita nikah d KUA dan di hadiri sodara dan teman- teman saja sudah cukup" Ratih nampak keberatan


"kita tidak bisa menolak sayang, karna ini semua ke inginan mama. aku sudah bilang hal yang sama ke maam tetapi mama tidak mengizinkan" Andra menjelaskan pada calon istrinya itu


"hah ..ya sudah kalau begitu, aku bisa apa kalau sudah mama yang minta. mungkin karna kamu anak tunggal jadi mama ingin yang terbaik untuk anak nya. ya sudah aku siap-siap dulu mas" tutur Ratih lalu ia menutup pintu kamarnya kembali untuk bersiap- siap


Andra tersenyum ternyata istrinya ini pengertian, ia mau menerima ke putusan mamanya yang harus menggelar pesta pernikahan mewah


Andra kembali turun ke bawah untuk menunggu Ratih dan Adrian selesai bersiap, karna Andra sudah memakai pakaian rapi jadi ia tinggal hanya menunggu saja


setengah jam menunggu akhirnya mereka pun turun dari kamar nya


"ayok mas" ajak Ratih sembari menghampiri Andra


"sudah siap, ya sudah kalau begitu kita berangkat" ajak Andra


"mama mana mas" tanya Ratih


"mungkin di kamar sedang beristirahat, tidak apa- apa tidak perlu izin mama sudah tahu kok" Andra menjelaskan


"oh gitu, ya sudah"


akhirnya mereka pun keluar dari rumah lalu masuk ke dalam mobil, Andra mulai melajukan mobil nya meninggalkan halaman rumah nya yang sangat luas





mereka pun sudah sampai di mall terbesar yang berada di kota itu, Ratih dan Adrian turun terlebih dahulu setelah itu baru di susul Andra turun dari mobil


"ayo kita masuk" ajak Andra lalu ia menggandeng Ratih

__ADS_1


Ratih melingkarkan tangannya di lengan Andra sementara Adrian bergandengan dengan Andra, orang yang melihat mereka bertiga akan merasa sangat iri karna mereka seperti keluarga kecil yang bahagia


setiap langkah mereka di selingi canda dan tawa, hingga membuat banyak mata tertuju ke pada mereka


mereka kini sudah berada di lantai dua mall dan mencari toko emas untuk membeli cincin nikah, dan akhirnya mereka pun menuju satu toko bertuliskan "TOKO BERLIAN BERKAH"


mereka pun memilih- milih cincin yan akan di beli, hingga mata Ratih tertuju pada dua buah cincin yang sangat indah tak terlalu mencolok


"mas yang itu bagus" ucap Ratih menunjuk cincin yang ia lihat


"iya bagus, mba tolong ambilkan yang itu" Andra meminta pelayan toko mengambilkan cincin yang di tunjuk nya


pelayan toko pun mengambil lalu menaruhnya di atas lemari kaca itu,


"ini tuan, cincin ini hanya ada satu di toko kami dan tidak ada di tempat lain, itu di buat khusus oleh pemilik toko kami tuan" ucap pelayan itu menjelaskan


"kamu mau yang ini sayang" tanya Andra pada Ratih


"iya mas, ini bagus dan tidak terlalu mencolok jadi tidak terlalu norak juga" Ratih menyukai cincin itu karna batu berlian yang tak terlalu besar, karna Ratih bukan tipe perempuan yang suka batu-batu berlian yang mencolok


"ya sudah mba, bungkus ya" Andra menyerahkan kembali cincin itu untuk di bungkus


"baik tuan" pelayan itu langsung membungkus cincin yang telah di pilih oleh kedua pasangan itu


"ini tuan" pelayan itu menyerahkan paperbag berisi cincin pernikahan mereka


pelayan itu pun menerimanya lalu menggesek kartu itu dan mulai melakukan transaksi


"ini tuan, terimakasih sudah berkunjung semoga pelayanan kami memuaskan hingga tuan akan membeli perhiasan kepada kami kembali" ucap pelayan itu ramah


Andra hanya tersenyum, lalu menarik Ratih dan Adrian pergi meninggalkan toko itu. sebelum mereka ke butik Andra terlebih dahulu memanjakan calon anaknya itu dan calon istrinya itu untuk berbelanja sepuas nya


Andra membebaskan mereka untuk membeli apa pun yang mereka ingin kan


"om boleh aku beli mainan ini" tanya Adrian sembari memegang robot-robotan berukuran besar yang dapat di hidupkan menggunakan remot


"ambil saja sayang, apa pun yang kamu mau pasti om belikan" ucap Andra sembari mengelus kepala Adrian


"tapi mas itu mahal banget, liat di bandrol nya aja satu juta mas" Ratih tampak terkejut saat melihat bandrol yang tertera pada mainan robot itu


"sudah tidak apa- apa sayang, yang penting Adrian suka. aku tidak keberatan kok aku malah suka kalau Adrian banyak meminta pada ku. tanda nya ia menerima ku"


"makasih om, om emang papa terbaik Iyan tidak seperti bapak Yasril yang galak" Adrian tampak mengerucutkan bibirnya kala mengingat papa kandung nya itu


"sayang kok ngomong nya begitu, kan bapak juga bapak kandung nya Iyan" Ratih merasa anak nya ini benar- benar membenci ayah nya sendiri sekarang setelah kejadian waktu itu

__ADS_1


"sudah lah ma, Iyan gak mau bahas dia lagi" Adrian pun pergi memilih- milih mainan lagi tapi bukan untuk membelinya lagi karna menurutnya robot-robotan yang ia pegang pun sudah cukup karna melihat harga nya yang memang mahal


"sudah lah sayang, jangan terlalu di paksakan Adrian itu masih kecil jadi perasaannya masih pasang surut. kita hanya tinggal mengarahkannya saja" Andra memeluk calon istrinya itu untuk memberikannya semangat


"makasih mas, kamu sudah bikin Iyan sebahagia ini sebenarnya Iyan memang jarang sekali mendapatkan kasih sayang dari bapaknya sendiri. karna bapaknya hanya memberikan janji-janji saja Tanpa bukti mungkin itu juga penyebab Adrian tak terlalu merespon bapak nya" Ratih menyandarkan kepalanya di pundak calon suaminya itu


mereka kini tengah berjalan mengikuti Adrian yang sedang melihat-lihat mainan tanpa menyentuhnya sama sekali


"kenapa Adrian hanya melihat-lihat mainan itu saja" tanya Andra pada Ratih karna Adrian berada di depan mereka agak cukup jauh


"Adrian kalau menginginkan mainan hanya satu ya dia hanya akan meminta di belikan itu saja mas, apalagi tahu harga mainan itu sangat mahal jadi Adrian tidak akan meminta mainan yang lain" Ratih menjelaskan kebiasaan anak nya itu


"oh begitu, anak yang pintar" Andra memuji cara berfikir Adrian





puas mereka berjalan- jalan di mall dan belanja, mereka pun keluar dari mall untuk menuju butik


cukup 15 menit mereka sudah sampai di butik yang mereka tuju, Ratih dan Andr memilih pakaian yang akan mereka kenakan nanti di acara akad dan acara resepsi pernikahan


setelah menemukan pakaian yang cocok mereka pun melakukan fiting untuk memastikan bahwa itu pas di badannya. setelah selesai mereka pun keluar dari butik dan menuju restoran untuk mengisi perut yang mulai keroncongan karna tadi tidak sempat makan pagi


di mall mereka hanya makan camilan saja karna Ratih yang belum merasa lapar begitu pun Adrian.


"mau makan apa " tanya Andra pada kedua orang yang ia sayangi itu


"aku ikut mas aja deh, bingung mau pilih makanan apa soal nya aku belum tahu yang aku suka apa" tutur Ratih pasrah saja


"Iyan juga ikut aja om, Iyan bingung namanya susah di baca" Adrian pasrah melihat tulisan yang sangat sudah di baca menurut nya


"ya sudah kalau begitu" Andra akhirnya memanggil waiters lalu memesankan makanan untuk mereka bertiga beserta minumannya


sang waiters pun menyayat semua pesanan mereka" tunggu sebentar ya pak" ucap waiters itu lalu meninggalkan mereka untuk menyiapkan pesanan yang sudah di pesan


tak membutuhkan waktu lama waiters itu pun kembali dengan membawa nampan berisi makanan yang sudah di pesan dan minuman. waiters itu menyajikan di atas meja


"silahkan di nikmati tuan dan nyonya" ucap pelayan itu Ramah


"terimakasih mba" Ratih berterimakasih dan tersenyum ke arah waiters itu


waiters itu pun pergi meninggalkan pelanggannya untuk makan.

__ADS_1


Ratih memakan makanan itu dengan lahap, awalnya ia merasa aneh dengan rasanya namun lama- lama rasanya lumayan enak juga hingga perutnya dapat menerima asupan yang ia makan. setelah mereka menghabiskan makanan dan Andra sudah membayarnya mereka pun pulang ke rumah karna hari sudah mulai sore


__ADS_2