MENGAPA SELALU WANITA YANG TERSAKITI

MENGAPA SELALU WANITA YANG TERSAKITI
Bab 28


__ADS_3

Yasril dan Sania pagi-pagi sekali sudah berada di terminal, karna bus yang mengantar mereka akan berangkat pagi-pagi sekali.


mereka pun sudah masuk ke dalam bus bersiap mengantarkan mereka ke kota. sang sopir pun melajukan bus nya meninggalkan kampung halaman tempat mereka tinggal selama ini.




di sebuah kamar mewah berkasurkan king size seorang pria kini masih terlelap dalam tidurnya meski cahaya matahari sudah mulai masuk melewati celah-celah pintu kaca yang menghubungkan kamar dengan balkon yang hanya bertutupkan gorden.


lelaki itu ialah Andra, Andra merasa terganggu dengan suara bising ponsel nya. tangan nya pun meraba-raba mencari ponselnya


Andra lalu mengangkat ponselnya menerima panggilan di seberang sana


"hallo..." Andra mengangkat telfon dengan suara berat dan serak khas orang bangun tidur


"bro...gue sudah berhasil mendapatkan apa yang loe mau" ucap alex di seberang sana


ucapan alex seketika membuat Andra langsung terbangun dan duduk di atas ranjang king size nya


"beneran bro...?" tanya Andra tak percaya


"bener lah, nanti gue datang ke resto loe buat nyerahin semua berkas yang sudah gue balik nama jadi nama loe lagi"


"oke, jam berapa loe ke resto" tanya Andra


"jam 10 nanti, karna gue masih ada urusan di kantor paman loe itu yang sekarang cabang nya sudah kembali ke tangan loe lagi. untuk PA corp kita akan mengambil nya secara perlahan" Alex tersenyum miring di seberang sana


"baiklah...gue percaya sama loe, mari kita bermain-main dengan ini" Andra pun tersenyum lalu ia mematikan telfonnya sepihak


sedangkan di seberang sana mendengus kesal karna Andra yang mematikan sambungan telfon secara sepihak


"ck...dasar seenak nya sendiri mematikan telfon" gerutu Alex


lalu ia berangkat ke kantornya menggunakan mobil sport putih miliknya. yang ia beli setahun yang lalu hasil dari kerja keras nya membantu Andra.



__ADS_1


pagi ini Andra memliki semangat baru setelah mendengar penuturan Alex tadi. ia langsung turun dari ranjang nya dan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya agar menjadi lebih segar


setelah 30 menit melakukan aktifitas di kamar mandi, Andra pun keluar dari kamar mandi, lalu ia mengganti pakaiannya dengan kemeja dan setelan jas.


Andra terlihat sangat segar pagi ini dan penuh semangat tentunya karna sedikit lagi tujuannya akan tercapai untuk mengambil alih perusahaan yang telah di rebut oleh paman nya sendiri


"tunggu pembalasan ku paman pratomo, ini semua karna ulah mu sehingga aku harus membals semua perlakuan mu terhadap keluarga ku. karna paman aku harus kehilangan papa dan mama ku harus merasakan menderita....mari kita mulai paman permainannya" Andra tersenyum miring penuh rasa benci


Andra pun mengambil tas kerja nya dan menyambar kunci mobil yang berada di nakas meja nya.


lalu ia keluar dari kamar, berjalan menuju ke ruang makan di mana sang mama sudah menunggu


Andra tersenyum ketika melihat mama nya sudah menunggu di ruang makan


"pagi mam..." Andra mengahampiri memeluk dan mencium kening ibu nya itu


"pagi juga sayang...tampak nya hari ini anak mama semangat sekali" ibu Airin melihat putra nya itu tampak berbeda dari biasa nya


"mama tahu aja, " Andra tersenyum sembari mengambil sarapannya


"ada apa nih, kok tumben banget kasih tahu mama dong" ibu Airin tampak penasaran dengan putra nya itu


"apakah mama senang jika Andra menikah?" tanya Andra di sela-sela suapan nya


mereka hanya memandang uang Andra saja, hingga 5 tahun terakhir Andra tak pernah berpacaran lagi


"tenang saja, kali ini pilihan Andra tidak salah mam...tapi apakah mama akan menerima kekurangannya mam" tanya Andra tampak khawatir sang mama tak merestui hubungan mereka lantaran Ratih seorang janda anak satu


"semua manusia memiliki kekurangan Ndra, mama pun demikian memiliki kekurangan...memang calon istri mu orang yang seperti apa" tanya ibu Airin


"dia wanita biasa saja, dia datang dari kampung dan bekerja di resto Andra. awalnya dia bekerja sebagai waitres namun setelah ia pulang kampung dan kembali lagi ke sini Andra mengangkatnya menjadi sekertaris Andra" jawab Andra menceritakan tentang Ratih meski tak menceritakan statusnya


"benarkah,? mama penasaran dengan wanita mu itu. kapan kamu mau mengenalkan nya pada mama" ibu Airin nampak nya tak terlalu banyak mempertanyakan tentang wanita yang di sukai anaknya itu


"lain waktu pasti akan Andra kenalakan...ya sudah mam Andr berangkat kerja dulu"


Andra berdiri dari duduknya mengambil tas kerj sert kunci mobilnya yang di taruh di kursi sebelahnya. Andr menghampiri ibunya menyalami dan mencium kening ibu nya


"Andra berngkat ma"

__ADS_1


"iya..hati-hati sayang" ibu Airin mengelus kepala sang anak sebentar sebelum Andra melangkah keluar.




kini Andra sudah berada di resto miliknya, terlihat Ratih sudah sibuk dengan pekerjaan nya. hari ini Andra berangkat agak siang karna dia tadi bangun memang ke siangan kalau tidak karna Alex menelfonnya mungkin ia belum bangun.


Andra menuju meja Ratih karna saat ia masuk terlihat Ratih tak bergeming dari kertas-kertas yang ia pegang dan layar komputer di depan nya itu


Andra memberi kecupan di pipi Ratih dengan tiba-tiba membuat sang empu terkejut


"mas...kamu sudah datang" tanya Ratih yang beralih menatap Andra


"kapan kamu datang" tanya nya lagi


"baru saja, lagian kamu serius banget sama kerjaan kamu sampai tidak mengetahui aku masuk ke dalam ruangan ini. untung aku kalau orang lain yang masuk gimana coba" Andra menghampiri kursi Ratih lalu memutarnya agar menghadap ke arah dirinya


"maaf mas tadi aku lagi serius, kok tumben kamu berangkat agak siang" Ratih menatap bos sekaligus kekasihnya kini


" iya aku tadi kesiangan...aku kangen banget sama kamu" Andra memeluk Ratih erat


"perasaan kita ketemu tiap hari mas" ucap Ratih dengan membalas pelukan Andra


" ya tapi kangennya kan tiap hari" Andra melepas pelukannya


ia menggendong tubuh Ratih dan membawa nya menuju kamar miliknya yang bersebelahan dengan ruanh kerjanya


"kamu ngapain mas bawa aku ke sini" tanya Ratih yang sudah was-was takut jika Andra sampai kelewat batas


"aku cuma ingin berdua sama kamu tanpa ada yang ganggu" ucap Andra


ia menutup pintu dengan memdorongnya menggunakan kaki. Andra mencium bibir manis nan seksi milik kekasihnya itu


Andra merebahkan tubuh Ratih di atas ranjang tempat tidur, ia masih dengan aktifitasnya bertautan dengan bibir Ratih


meski begitu Andra berusaha mengontrol dirinya agar tak berbuat lebih, mengingat status mereka yang belum menikah.


Andra melepas ciumannya dan berbaring di samping Ratih, lalu ia memeluk tubuh kekasihnya itu menghirup aroma wangi dari rambut dan tubuh kekasihnya itu

__ADS_1


Ratih hanya diam, ia tak mempermasalahkan selama Andra masih dalam batas wajar lagi pula ia merindukan pelukan hangat dan aroma tubuh Andra. Ratih menghirup aroma tubuh Andra dengan rakusnya


hingga mereka pun tertidur dalam posisi berpelukan


__ADS_2