
hari pertama Ratih bekerja di rumah ibu Riana ia tampak semangat demi anak nya dan kehidupan ke depan nya nanti.
Ratih mencuci pakaian sembari mencuci ia pun mengerjakan pekerjaan lain seperti menyapu mrngepel lantai mengelap setiap meja semua pekerjaan ia jalankan.
meski ia terlihat capek tetapi ia tetap brkerja karna ini adalah hari pertama nya bekerja.
"mba saya jalan dulu ya mau berangkat ke kantor nanti kalau sudah jam pulang mba pulang saja tak perlu menunggu saya pulang" ucap ibu Riana memberi tahu Ratih
" baik bu" jawab Ratih mengerti
ibu Riana pun berangkat bersama suaminya mobil pun maju meninggalkan halaman rumah.
Ratih termasuk orang yang beruntung mendapatkan majikan yang sangat baik padanya dan jam kerja pun hanya sampai pukul 1 siang saja.
Ratih melanjutkan pekerjaan nya setelah selesai mencuci ia pun menjemur semua pakaian yang ia cuci. setelah selesai barulah Ratih bisa duduk berustirahat
ia pun mengambil ponsel nya dan membuka-buka situs di media sosial
lalu ia pun berinisiatif untuk mengirim pesan via wa kepada Aina
π¨:Aina...." kirim pesan Ratih
π¨:ya kenapa mba" balasan pesan dari Aina
π¨:kamu lagi sibuk gak"
π¨:nggak kamu kan tahu aku nggak ngapa-ngapain kerja juga nggakπ"
π¨:iya juga sih....och iya aku udah kerja"
π¨:wah...serius nih udah kerja, kerja di mana" tanya Aina
π¨:kerja di rumah ibu dosen namanya ibu Riana" balas Ratih
π¨:selamat kalo gitu, jadi bisa buat anak kan dari pada nunggu yang gk pasti kapan bakal kasih uang nya" balsan dari Aina kembali
π¨:ya gitu deh, kamu masih enak mantan suami masih mau kasih nafkah anak" balas Ratih dengan senyum kecut di bibirnya sungguh keadaan Aina lebih beruntung dari dirinya
__ADS_1
π¨: jangan gitulah, itu juga aku masih kurang ..ya kali di jaman sekarang masih di kasih cuma 1 juta doang mana aku juga punya dua anak sedangkan yang kecil butuh biaya banyak untuk berobat" tutur Aina membalas pesan Ratih
π¨: iya juga ya jaman sekarang di kasih segitu sampe mana, apa lagi sebulan sekali aja kasihnya"
π¨; ya itu sudah, aku pengen kerja pun gak bisa karna anak ku yang kecil gak normal kaya anak lainnya...jadi kalau aku gak di kasih uang lagi ya gak tahu deh" jawab Aina
π¨: iya sih...tapi kan kamu selalu dapat kiriman dari calon suami mu" balas Ratih
π¨: ya itu kan buat jajan anak-anak aja karna dia gak bisa ful nafkahin juga kan karna posisi aku pun masih di gantung, kecuali kalau aku udah resmi cerai sama mantan suami ku itu udah nikah dari lama aku" balas nya
π¨: hah....susah ya jadi kita ini sama-sama di gantung dan tanpa kejelasanππ...padahal kamu udah lama banget pisah dari mantan mu itu udah tiga tahun tu lama loh" Ratih membalas pesan Aina
π¨: ya mau gimana lagi nama nya juga aku gak punys uang buat gugat sendiri, kamu kan tahu aku minta ke desa pun malah di lempar-lempar udah tnya kepala nys di suruh tanya ke ipar ku lagi udah gitu sama ipar ku di lempar lagi harus ke desa suruh mediasi lagi sama mantan, sedangkan yang di ajak nya gak mau jadi ya udah males aku ngurus nya lagi" balasan panjang dari Aina
π¨: sabar ya say...och iya udah dulu ya aku mau angkat jemuran habis itu mau nyetrika" Ratih membalas pesan
π¨:ok....." balasan pesan dari Aina
Ratih pun melanjutkan kerjaannya mengangkat baju yang sudah kering dan langsung menyetrika. setelah semua kerjaan beres Ratih pun bersiap untuk pulang bu Riana belum pulang jadi Ratih pulang tanpa pamit kepada ibu Riana, ia hanya pamit kepada anak- anak ibu Riana yang sudah pulang sekolah
β’
β’
β’
terlihat Adrian yang menghampiri nya membawa segelas air minum
"mama capek ya ini minum dulu" tawar Adrian
" masya Allah soleh nya mama...makasih nak" Raih pun mengambil gelas itu dan meminum isinya
ia sungguh terharu dengan perlakuan putra semata wayang nya itu.
"tadi pulang jalan kaki ya nak" tanya Ratih yang sudah selesai minum lalu menaruh nya di atas meja nakas
" iya, tapi bareng temen- temen kok ma rame" jawab Adrian menceritakan saat di sekolah, dan teman- temnya
__ADS_1
Ratih dengan sabar mendengarkan cerita anaknya itu sembari ia berbaring dan Adrian pun ikut berbaring di sampingnya
tak terasa mereka pun terlelap dalam tidur, mungkin karna lelah dengan mudah Ratih tertitur sangat pulas.
β’
β’
di sebuah kanar kos kecil Yasril tengah berdebat dengan Sania membicarakan soal hubungan mereka
" mas kapan kamu kerumah mantan istri mu itu untuk ngelepasin dia" tanya Sania.
" aku belum ada waktu sayang buat ke sana" jawab Yasril
" terus kapan kamu ada waktu nya, aku gak mau lama- lama kaya gini terus aku pengen kita cepet nikah" kesal Sania karna merasa di permainkan.
"ya sabar dong sayang kan kamu juga masih sekolah, untuk urusan itu aku akan secepatnya buat beresin" jawab Yasril mencoba memberi pengertian ke kasihnya itu
" aku gak peduli toh setelah ini aku juga lulus, setelah aku lulus kita nikah aku gak mau kamu giniin terus" rengek Sania
" iya sayang sabar ya" ucap Yasril menenangkan kekasihnya itu
" aku pasti secepatnya nikahin kamu ko" ucapnya lagi lalu memeluk ke kasihnya itu
Sania terlihat manja di kala Yasril memperlakukan dirinya seperti itu ada ketenangan di dalam dirinya ketika bersama Yasril meskipun ia tahu Yasril adalah suami orang
akan tetapi Sania tak peduli yang terpenting toh Yasril bersamanya dirinya kini toh yasril sendiri yang bilang sudah tak mencintai itrinya itu
dan akan menikahi dirinya, tentu saja Sania merasa sangat senang dan tak peduli soal rumah tangga ke kasihnya itu
mereka saling berpelukan begitu mesra tak ada yang mencurigai apa- apa di kosan itu karna mereka sudah menikah siri hingga mereka bebas melakukan apa pun karna tak akan ada yang mengganggu, meski Sania masih usia sekolah mereka sudah melakukan nikah siri.
karna sekolah dan tempat tinggal Yasril memang beda desa jadi tidak terlalu banyak gosip yang menyebar karna mereka menutup rapat-rapat ketika di luar desa
mereka semakin intim Sania mengetahui itu jika Yasril sudah memperlakukannya seperti itu tandanya ia akan meminta hak nya
Sania pun tak mempermasalahkan selama mereka bermain dengan aman Sania tak mengkhawatirkan jika dirinya akan hamil pada masa sekolah karna mereka menggunakan pengaman
__ADS_1
Yasril merasa puas dengan kekasihnya ketimbang dengan istrinya dulu entah kenapa dia sangat menyukai kekasih nya itu hingga ia nekat untuk menikahi Sania ketika mereka sudah bercerai nanti
Yasril pun merasa nyaman bersama Sania karna bisa mengerti dirinya