
acara pun telah usai kini Ratih, Adrian, dan ibu Airin berada di mobil milik Andra. karna Andra yang akan mengantarkan Ratih untuk pulang ke rumah.
Andra pun masuk ke dalam mobil setelah selesai berbicara dengan koleganya. Andra pun mulai menjalankan mobilnya meninggalkan area tempat pesta berlangsung tadi
tak ada obrolan di sana Ratih nampak canggung dengan ibu Airin. Ratih hanya mengelus kepala Adrian yang sudah tidur di pangkuannya
•
ibu Airin melihat sang calon mantu yang menurut nya sangat cantik, baik dan juga sopan. meski pun statusnya yang bukan lagi seorang gadis namun siapa sangka di usia mudanya bahkan ia tak kelihatan seperti wanita yang memiliki anak satu
"nak..orang tuamu tinggal di mana" tanya ibu Airin yang sejak di pesta tadi tak bisa banyak bertsnya
"orang tua saya tinggal di kampung tante" jawab Ratih apa adanya mendapatkan pertanyaan seperti itu
"kampung mu dari kota ini apakah jauh"
"lumayan tan...bisa memakan waktu 10 jam perjalanan"
"wah..lumayan jauh juga ya, lalu orang tua mu bekerja apa"
"ibu dan bapak hanya petani biasa tan"
"oh..hebat ya bapak ibu mu memeiliki anak secantik kamu dan sebaik kamu" ibu Airin memuji Ratih sembari memberikan senyuman tulusnya
"kalau memang aku cantik tak mungkin mantan suami mencampakan aku tan, aku bahkan dulu lebih buruk. bahkan aku di katai wanita yang berkulit kusam bahkan berjerawat. " ucap Ratih mengingat semua perlakuan buruk mantan suaminya meski ia tak menceritakan semua
"itu berarti mantan suami mu saja yang mata nya buta dan tak memiliki modal untuk istrinya, harusnya bisa merawat istrinya dengan baik, memberikan uang untuk biaya perawatan tubuhnya jangan hanya memberi uang untuk keperluan dapur saja. kebanyakan lelaki begitu tak mementingkan istrinya yang di berikan hanyalah nafkah sandang pangan saja, sedangkan nafkah untuk menyenangkan hati istri tidak ada"
"kenbayakan beralasan tak ada biaya, seharus nya kalau tak ada biaya jangan mengatai istri seperti itu apa lagi sampai menghianati istri dengan wanita lain yang lebih cantik dari istrinya sendiri." ibu Airin tampak emosi dengan laki-laki seperti itu
"iya mau bagai mana lagi tan, aku dulu hanya di beri uang 100 ribu untuk belanja. aku tak pernah di berikan lebih dari itu jadi bagai mana mau perawatan"
__ADS_1
"pantas saja, memang mantan suami mu itu bekerja apa dulu"
"dia kerja nya serabutan, itu yang aku tahu tapi entahlah teman-temannya ada yang bilang dia bekerja di pabrik tekstil" Jawab Ratih yang selama ini memang tak tahu kerja pasti mantan suaminya itu
"kalau dia kerja di pabrik tekstil gaji nya lumayan besar loh, Andra saja yang memiliki pabrik tekstil menggaji karyawannya lumayan besar, untuk para buruh bisa 2 juta perbulan nya. benarkan Ndra" ucap ibu Airin lalu bertanya pada Andra
"iya mam.. mungkin saja Ratih di bohongi mantan suaminya, jadi kalau kita nanti sudah menikah aku gak mau lagi kamu berhubungan dengan lelaki itu meski kalian punya anak, biarkan anak bertemu ayah nya saat ada aku jika tidak ada maka tak ku beri izin."
"bagus itu Andra, mama juga merasa kesal dengan laki-laki model begitu"
"ya makanya aku sengaja merubah penampilan Ratih agar dia tak di rendahkan mantan suami dan istri barunya"
"bagus itu, mama setuju dengan mu siapa yang menyangka sebongkah berlian di buang begitu saja karna kusam dan lebih memilih batu kerikil yang tak berharga. buktinya setelah bertemu kamu berlian itu kini berkilau memancarkan cahayanya" ibu Airin mengelus pundak Ratih
"aku berterimakasih karna mas membantu ku dalam merubah penampilan ku, dan aku juga bersyukur bertemu dengan mu mas" ucap Ratih berterimakasih dengan calon suaminya itu
Andra hanya mengangguk "iya aku merubah mu untuk membuktikan pada mantan mu itu dan istrinya kalau kamu itu lebih cantik"
"nak....perselingkuhan tidak semuanya di karena kan fisik, perselingkuhan bisa saja terjadi akibat pasangan yang kurang puas dengan pelayanan istrinya, atau pun perselingkuhan di karena kan memang sudah wataknya. karna ada saja laki-laki yang memiliki istri cantik bahkan terawat namun dia tetap berselingkuh padahal mereka terkadang tak pernah ribut besar hanya ribut-ribut masalah kecil yang sehari dua hari sudah baikan lagi, itu semua tergantung dari sifat si lelaki itu sendiri apakah itu sifat turunan atau kah ke khilafan semata. jika itu ke khilafan maka ketika ke tahuan dan dia meminta untuk di maaf kan dan istri memaafkan hingga mereka menikah ulang maka lelaki itu tak akan mengulang perbuatannya lagi...
"berbeda dengan sifat turunan entah itu turunan dari ibu, ayah atau kakek nya. sifat itu akan susah sekali di ubah karna sudah mendarah daging, maka jika mereka bersatu lagi bahkan walau pun mereka menikah ulang tak sedikit dari para lelaki ini akan mengulangi hal yang sama bahkan sampai berkali-kali. itu sih yang tante tahu karna dalam ke hidupan akan ada imbal balik nya yang orang-orang bilang itu karma, namun dalam agama kita kan tidak ada istilah karma yang ada hanya imbal balik dari segala perbuatan kita yang akan berimbas pada keturunan kita" ucap ibu Airin panjang lebar
"oh begitu, pantas saja teman ku di kampung tak ingin kembali itu karena memang sudah turunan dari ayah dan kakek suaminya. karna beberapa kali mantan suaminya meminta rujuk dan yang mediasi pertama sudah di setujui dan akan menikah ulang namun mantan suaminya kembali lagi pada selingkuhannya dan nikah ulang pun tak jadi hingga istrinya pergi pulang ke rumah ortu nya. dan saat itu pula dia beberapa kali di ajak rujuk mantan suaminya tapi dia tak pernah mau karna takut terulang lagi dan tak mau sampai anak-anak nya terkena imbas dari perbuatan ayah nya"
"ya begitulah hidup nak, kadang tak sesuai dengan jalan yang kita harapkan karna semua takdir ada di tangan tuhan, kita hanya tinggal menjalan kan saja"
Ratih pun mengangguk tanda faham, memang hidup terkadang tak sesuai dengan alur yang di harapkan.
setelah obrolan panjang itu akhirnya mereka pun samapai di rumah kontrakan Ratih
"kamu tinggal di sini nak" tanya ibu airin saat mereka sudah sampai
__ADS_1
"iya tan, uang Ratih cuma cukup buat ngontrak di sini" jawab Ratih tersenyum
"tak ada apa nak, biar nanti tante yang ngomong sama Andra untuk membawa kalian ke rumah saja karna sebentar lagi kalian pun akan menikah kan"
"jangan tan, aku gak enak biar kami di sini dulu sampai aku dan mas Andra menikah" tolak Ratih secara halus
"tidak apa-apa lagi pula di rumah kami hanya tinggal bertiga dengan pembantu, dan pak satpam saja itu pun pak satpam tinggalnya di paviliun belakang rumah. jadi nanti tante bicarakan dengan Andra kapan kalian pindah ke rumah"
"makasih tante, aku jadi merasa tak enak" ucap Ratih tak enak
"sudah, ayo masuk " ibu Airin menggandeng tangan calon mantunya itu
Andra sudah lebih dulu masuk ke dalam karna ia memindahkan Adrian yang tidur untuk di pindahkan ke kamarnya setelah Ratih membuka kan pintu rumah kontrakannya
setelah mengobrol di dalam sebentar Andra dan ibu Airin pun pamit untuk pulang ke rumah
"tante pulang dulu ya, jaga diri baik-baik" ucap ibu Airin
Ratih pun tersenyum dan mengiyakan ucapan ibu Airin ia mencium tangan calon mertuanya itu, ibi Airin pun mencium kedua pipi Ratih setelah itu masuk ke dalam mobil
kini giliran Andra yang berbicara pada Ratih
"hati-hati di rumah ya sayang, aku pulang dulu besok pagi ku akn jemput kamu" Andra mencium kening Ratih kemudian pipi dan terkhir bibir Ratih meski hanya sebentar karna tak enak ada ibunya yang berada di dalam mobil
"kamu juga hati-hati ya mas" Ratih menyalami calon suaminya itu
Andra pun masuk ke dalam mobil ia melambaikan tangn pada Ratih, lalu Ratih pun membalas lambaian tangan Andra. mobil Andra melaju meninggalakn Ratih yang masih berdiri di luar setelah mobil hilang dari pandangannya baru lah Ratih masuk ke dalam rumah
tak lupa Ratih mengunci pintu lalu ia masuk ke kamarnya. ia pun mengganti pakaiannya dengan bju tidur tipis miliknya
setelah selesai ia pun naik ke atas ranjang lalu tidur dan masuk ke alm mimpi
__ADS_1