
waktu berlalu begitu cepat dan di hari ini adalah hari pernikahan Andra dan Ratih, Ratih sudah berada di hotel sejak kemarin sedangkan Andra berada di kamar hotel yang lain, ibu Sumarni dan pak Handoko juga sudah datang bersama anak lelakinya Angga satu Minggu sebelum hari H.
kini Ratih berada di kamar hotelnya, ia kini tengah di dandani . meski ini bukan kali pertamanya ia melaksanakan pernikahan namun ada rasa deg- degan juga karna ini adalah acara sakral
cklek
terlihat ibu Airin bersama ibu Sumarni masuk ke dalam kamar Ratih
"cantik nya anak mama" puji ibu Airin menghampiri Ratih yang baru selesai di dandani
"makasih ma" senyum manis Ratih pada ibu mertuanya itu
"selamat ya sayang, semoga ini pernikahan terakhir mu. ibu berdo'a semoga kalian menjadi pasangan yang sakinah mawadah dan warahmah sampai tua nanti" ucap ibu Sumarni yang kini memeluk anaknya itu
dengan tetesan air mata bahagianya, anak yang selama ini harus merasakan sakit hati dan pedihnya menghadapi segala cobaan akhirnya menemukan tambatan hati yang tepat
"aamiin....makasih bu " ucap Ratih dengan tersenyum meski mata nya sudah berkaca- kaca
"kamu sudah siap, ayo sekarang kita turun. penghulu nya sudah datang" ucap ibu Airin dan Ratih menjawabnya dengan anggukan tanda ia siap
ibu Sumarni dan ibu Airin pun menggandeng Ratih keluar dari kamar sebelum pada akhirnya posisi ibu Airin di gantikan oleh pak Handoko selaku ayah dari Ratih
ibu Airin berjalan di belakang mempelai wanita sedangkan kedua orang tua Ratih yang menggandeng Ratih masuk ke aula tempat pernikahan
sesampainya Ratih di aula itu, banyak pasang mata menatap dirinya yang terlihat cantik dengan berbalutkan kebaya putih dan riasan wajah yang sangat cocok dengan dirinya
Andra yang menyadari ke datangan Ratih pun tak henti- hentinya terus memandangi kekasih nya itu yang kini akan berstatus sebagai istrinya. dengan pandangan yang takjub melihat kecantikan nya
Alex yang berada di belakangnya itu pun mentoel tangan Andra " udah jangan lama- lama mandanginnya, nanti juga bisa puas mandangin terus semaleman" gurau Alex
"apa sih loe, ngeres aja fikiran loe" ucap Andra yang tersadar dari rasa takjubnya
"siapa yang ngeres, elo aja tuh yang udah keman- mana fikirannya" ledek Alex yang kemudian percakapan itu berakhir setelah Ratih di dudukan di sebelah Andra
dan seketika ruangan itu menjadi sepi tanda acara sakral akan di mulai, Ratih sekilas melihat ke arah Andra yang terlihat sangat tampan dengan berbalutkan jas putih senada dengan kebaya dirinya.
ada rasa deg- degan dan gerogi karna pernikahannya yang sekarang di saksikan banyak orang berbeda dengan pernikahannya yang pertama tidak sampai sebanyak ini.
Andra juga sebenarnya merasakan deg- degan dan gerogi hingga tangannya itu berkeringat namun ia mencoba untuk rileks, ya wajar saja karna ini pengalaman pertama Andra jadi wajar saja jika ia merasakan gerogi dan gemeteran
"apakah sudah siap" tanya penghulu pada kedua mempelai yang mendapatkan anggukan kepala
"baiklah mari kita mulai" ucap penghulu itu
pak Handoko menjabat tangan Andra sebagai wali nikah Ratih, ia akan menikahkan anaknya kembali kepada orang yang tepat kali ini.
•
•
•
Andra mengucapkan dengan sangat lancar dan hanya dengan satu tarikan nafas hingga semua orang mengatakan sah.
__ADS_1
"bagai mana saksi sah"
"sahh" jawab saksi
dan kini Andra bisa bernafas lega setelah mengucapkan ijab kobul dan kini penghulu mengucapkan do'a setelah memberi wejangan untuk kedua mempelai
mereka pun menandatangani surat- surat yang di berikan penghulu. setelah itu mempelai pun memamerkan buku nikah mereka untuk di foto.
acara demi acara telah selesai kini Ratih dan Andra masuk ke kamar untuk mengganti pakaian mereka.
"hah...akhirnya lega banget" ucap Andra kini membaringkan tubuhnya di ranjang tempat tidur
"mas, mandi dulu sana masih ada waktu 2 jam lagi nanti ganti baju" ucap Ratih yang kini tengah melepas riasan di kepala nya karna nanti ia akan memakai gaun dan riasan kepala yang simpel
"iya udah, aku mandi dulu ya" ucap Andra bangun dari pembaringan nya itu Ratih hanya menjawab anggukan saja
tangannya masih fokus pada hiasan di kepalanya yang lumayan banyak itu, Andra memperhatikan istrinya itu dengan senyuman mengembang di bibirnya. lantas ia pun masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya agar menghilangkan rasa penat dan gerogi tadi, yang masih terasa hingga sekarang
cklek
15 menit Andra pun sudah selesai dengan ritual mandinya itu, ia keluar dari kamar mandi dengan menggunakan celana pendek saja tanpa menggukan baju
Ratih yang mendengar pintu di buka pun menengok ke arah pintu kamar mandi, dan menampakan sang suami yang hanya menggunakan celana pendek saja
"mas, ih kamu kok cuma pake celana pendek aja sih" Ratih menutup matanya dengan menggukan tangannya
Andra tersenyum melihat tingkah istrinya itu hingga ia berniat menjahili song istri
"ya walau pun bukan pengalaman pertama, tapi tetep aja aku malu lah." ucap Ratih yang masih menutup matanya
Andra sudah sampai di depan Ratih yang msih mengenakan kebaya itu, Andra memeluk istrinya itu melingkarkan tangannya di pinggang sang istri
membuat Ratih terkejut dan spontan membuka tangannya dari wajah
"mas, ih sama ah pake baju dulu" ucap Ratih mendorong suaminya itu, namun usahanya gagal karna Andra malah semakin erat memeluk tubunya
"mas ih, lepasin nanti kalau ada yang ke sini gimana. aku juga mau mandi" Ratih masih berusaha melepas pelukan Andra
"kenapa sih, kok panik begitu. tenang aja mas nggak akan lakuin sekarang kok karna waktunya cuma sebntar" ucapan Andra membuat Ratih semakin salah tingkah dan malu wajahnya kini sudah memerah bak kepiting rebus
"udah ah mas, aku mau mandi" Ratih mendorong tubuh Andra dan terlepas karna Andra sudah melonggarkan pelukannya
Ratih yang sudah terbebas itu pun bergegas masuk ke kamar mandi, Andra yang melihat tingkah istrinya itu pun tertawa karna berhasil menggoda istrinya itu hingga membuat nya salah tingkah
"kamu lucu padahal ini bukan yang pertama" gumam Andra.
•
•
•
sementara di kamar mandi Ratih bingung melepas kancing baju kebaya nya itu, karna kebayanya menggukan kancing dari atas hingga bawah membuat ia ke susahan
__ADS_1
"ini gimana ngelepasnya? aduh..... mana nggak ada siapa- siapa lagi masa ia minta tolong mas Andra, yang ada aku malu" Ratih berbicara sendiri
Andra yang melihat ke arah kamar mandi itu pun merasa heran karna sudah 15 menit Ratih belum juga keluar dari kamar mandi
"kok nggak keluar- keluar, dia ngapain aja di dalam" gumam Andra
Andra pun menghampiri kamar mandi lalu mengetok pintu kamar mandi
"sayang, kamu kok lama bnget di kamar mandi. udah selesai belum" panggil Andra di luar
sedangkan Ratih yang mendengar ketukan pintu itu pun semakin panik" aduh gimana ini, aku aja belum mandi"
sedangkan di luar semakin panik karna tidak ada jawaban sama sekali dari dalam
"sayang, kamu nggak kenapa- kenapa kan, buka pintunya kalau nggak aku dobrak nih" Andra mulai panik karna pintu tak kunjung di buka
Ratih yang mendengar kalau Andra akan mendobrak pintu kamar mandi itu pun akhirnya membuka pintu dengan ragu
"huh...kenapa lama banget sih buka pintunya. terus ngapain aja di kamar mandi" tanya Andra bertubi- tubi karna Ratih hanya menampakan wajahnya saja
"aku..itu..mmmm" Ratih terbata- bata hendak menjawab
namun sebelum Ratih menjawab untuk menjelaskan Andra mendorong pintu kamar mandi dengan lebar
"kok masih pake kebaya" tanya Andra bingung
"itu....mmmm, aku nggak bisa buka kancing nya mas" jawab Ratih pada akhirnya
"kenapa nggak ngomong sih, kan aku bisa bukain sayang. ya udah sini aku bukain" Andra membalikan badan Ratih lalu membuka kancing kebaya Ratih satu persatu
Ratih pun pasrah saja karna mau bagai mana lagi, yang ada di kamar hanya suaminya saja saat ini.
Andra membuka kancing kebaya Ratih satu persatu, hingga ia harus menelan slavina nya karna melihat punggung mulus Ratih.
"mulus banget, tahan tahan masih ada waktu nanti malam" gumam Andra dalam hati
"sudah mas, aku mandi dulu ya" Ratih langsung berlari masuk ke kamar mandi sebelum terjadi sesuatu yang tak di inginkan
Andra yang tersadar karna Ratih sudah masuk lagi ke kamar mandi itu pun tampak gusar dan mengacak rambut nya
"haduh, baru liat punggungnya aja loe udh bereaksi begini, nyiks gue aja lu tong." ucap Andra pada sesuatu yang sudah memberikan sinyal pada dirinya
di saat ketersiksaan dirinya itu terdengar bunyi ketukan pintu yang mengetuk pintu kamar dirinya itu. akhirnya mau tidak mau Andra pun membuka pintu kamar itu.
dan terlihat dua orang MUA yang berdiri di depan pintu sembari membawa gaun pengantin dan alat make up, Andra pun membiarkan dua orang MUA itu masuk
15 menit Ratih sudah keluar dari kamar mandi dengan baju mandinya, sedangkan Andra setelah Ratih keluar ia bergantian masuk ke kamar mandi untuk menuntaskan sesuatu yang menyiksa dirinya itu
Ratih kini tengah di dandani oleh MUA, selama satu jam Ratih berkutat dengan alat makeup kini ia sudah memakai gaun pengantinnya yang berwarna biru muda itu, menambah ke anggunannya
sementara Andra juga sudah memakai jas nya yang berwarna senada. setelah semua selesai mereka pun di tuntun turun ke pelaminan
Andra dan Ratih duduk di pelaminan dan menyalami setiap orang yang memberikan selamat pada mereka.
__ADS_1