MENGAPA SELALU WANITA YANG TERSAKITI

MENGAPA SELALU WANITA YANG TERSAKITI
Bab 27


__ADS_3

di tempat lain tampak Yasril dan Sania tampak bersitegang.


"mas, kamu ini bagai mana sih masa untuk keperluan ku saja kamu gak sanggup memenuhi, katanya kamu mau aku tampil cantik setiap hari, kamu bilang kamu mau aku selalu dalam ke adaan wangi saat bersama kamu tapi apa ini....kamu makin ke sini makin perhitungan sama aku mas" Sania tampak marah dan berapi-api ia berkata dengan nada tinggi


"bukan aku perhitungan, harusnya kamu lihat dong aku kerja bagai mana gaji ku berapa....mana cukup untuk memenuhi kebutuhan mu yang semua serba mahal, kamu sama Ratih masih mending Ratih dia selalu menerima berapa pun yang ku berikan, gak cerewet kaya kamu yang tak bersyukur masih aku beri uang" Yasril pun tak terima di katai perhitungan


"oh....jadi kamu banding-bandingin aku sama mantan istri mu yang kumal dan lusuh itu Hah!!!! jelas aku berbeda dengan istri rendahan mu itu karna aku lebih berharga di banding dia, bahkan masih cantikan aku kemana-mana" cibir Sania penuh dengan emosi


"ingat ya mas, aku akan pergi dari sini dan kembali ke rumah orang tua ku. aku akan adukan semua perlakuan mu pada kak Bagyo biar kamu tahu akibat nya" ancam Sania lalu ia pergi meninggalkan Yasril menuju kamar nya untuk membereskan pakaiannya


Yasril yang mendengar kata Sania yang akan mengadukan pada kakak nya pun menyusul Ratih ke kamar


Yasril tampak ketakutan ketika mendengar kata kak Bagyo karna mengingat tubuh tegap kekar dan tangan di penuhi tato itu membuat Yasril bergidik ngeri


apalagi sang kakak ipar merupakan preman pasar, Yasril tak mau ambil resiko yang membuatnya babak belur


"sayang, tolong jangan pergi, aku janji akan penuhi semua keperluan mu. tapi tolong jangan adukan pada kak Bagyo ya" Yasril memohon dengan menggenggam tangan istri nya itu


"ck...aku gak percaya sama kamu, sudah sering kamu janji-janji tapi tak ada yang di tepati" Sania menghempaskan tangan Yasril lalu kembali mengemas pakaiannya


" aku janii sayang, kali ini aku gak akan ingkari...aku akan kerja di kota dan kita tinggal di sana ya sayang, karna di kota gaji yang ku terima lumayan besar" Yasril masih mencoba merayu


Sania yang mendengar ucapan Yasril pun menghentikan mengemas pakaiannya lalu membalikan tubunya


"kamu gak bohong kan mas" Sania menatap manik mata Yasril dengan intens


" aku gak bohong sayang, aku di pindah tugas ke kota dan aku mendapat gaji yang lumayan besar di sana. jadi tolong jangan pergi ya sayang, besok kita berangkat ke kota" bujuk Yasril meski pun ia terpaksa nanti harus memenuhi segala keperluan istrinya itu


Yasril tak berani berbuat kasar pada Sania bahkan ketika mereka cekcok pun Yasril tak berani memukul. karna jika ia sampai melakukan itu sudah di pastikan dirinya hanya tinggal nama saja. berbeda dengab Ratih yang selalu diam saat Yasril memukulnya dengan kasar hanya karna masalah kecil


mengingat sang kakak ipar yang merupakan preman pasar membuat Yasril ketakutan

__ADS_1


.


"baiklah, kali ini mas aku maafkan tapi aku minta kartu ATM mu sini" Sania menengadahkan tangan kanannya


"untuk apa sayang" tanya yasril


"mulai sekarang atm kamu aku yang pegang, jadi kesinikan atm mu" ucap Sania


"tapi sayang, kenapa atm mas kamu yang pegang" tanya Yasril yang tak mau menyerahkan atm nya


"udah sih bawa sini, atau kamu gak mau? ya sudah aku mau pulang biar ku adukan sama kak bagyo" ancam Ratih kembali mengemasi


"ok..ok, ini atm ku" Yasril yang akhirnya menyerah dan memberikan kartu atm miliknya itu


Sania tersenyum setelah mendapatkan apa yang ia mau. Sania tak mau di bodohi oleh Yasril seperti mantan istrinya yang mau-mau saja di perlakukan tak baik


maka dengan itu Sania yang akan memegang kartu ATM milik Tasril. agar tak terjadi hal yang sama pada dirinya


"cup" Sania mencium bibir suaminya itu sebentar


"terserah mu saja, tapi tolong jangan boros-boros " ucap Yasril pasrah


Sania tersenyum, lalu mendekati suaminya itu ia mengalungkan tangannya di leher Yasril


"tenang saja mas, aku akan menggunakannya dengan bijak kok. " Sania tersenyum pada suaminya itu


" jadi kita berangkat besok" tanya Sania yang tangangannya masih melingkar di leher Yasril


sedangkan tangan Yasril berada di pinggang ramping istrinya itu


" iya sayang, besok kita berangkat j.am 6 pagi kita harus sudah di terminal" ucap Andra

__ADS_1


"baik lah, mari kita tidur sekarang untuk istirahat untuk mengemasi pakaian nanti subuh saja" Sania melepas rengkuhannya dan hendak ke pemparingan namun di tahan oleh Yasril


lalu Sania menengok ke arah Yasril, sedangkan Yasril tersenyum penuh arti yang di fahami oleh Sania


Yasril menggendong Sania menuju ranjang, dan ia membaringkan istrinya itu di ranjang tempat tidurnya


Yasril memulai pemanasan pada tubuh istrinya itu. ia pun membuka baju yang di kenakan istrinya hingga Sania tak memakai sehelai benang pun


Yasril pun membuka pakaiannya lalu melakukan olahraga ranjang malam itu bersama sang istri


mereka melakukannya hingga berkali-kali seolah tak ada kepuasan, karna Yasril merupakan hiper **** sehingga merasa selalu kurang. hingga pukul 12 malam barulah mereka selesai dan terlelap dalam tidur akibat kelelahan


Yasril tak mau aksi panas nya terganggu nanti ketika memiliki anak, sehingga Yasril meminta Sania untuk melakukan KB rutin. Yasril tak menginginkan anak saat ini karna bagi dirinya yang terpenting hasrat nya terpenuhi dan ia merasa puas


dan keputusan yasril itu membuat Sania merasa senang, karna ia pun belum siap jika memiliki anak. yang ada di bayangannya adalah memiliki anak itu merepotkan lagi pula usia nya juga masih terlalu muda untuk memiliki anak


bahkan ia pun baru saja lulus SMA, Sania tak mau mengambil resiko jika ia terlalu cepat memiliki anak karna Sania tak mau berakhir seperti mantan istri suaminya itu


di telantarkan ketika sudah memikiki anak dan belum memiliki apa-apa. Sania tak mau berakhir menyedihkan seperti itu


maka dengan kesempatan ini akan Sania pergunakan sebaik mungkin, ia tak mau di bodohi Yasril lagi cukup sampai di sini ia di bodohi


karan sekarang ATM milik Yasril ia yang memegang nya.




**hallo reder semua, terima kasih yang sudah hadir untuk mampir membaca. maaf jika ceritanya kurang menarik saya akan coba memperbaiki lebih baik lagi


__ADS_1


terus dukung author ya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya like, komen dan voute nya😉**


__ADS_2