
Alex sudah berada di resto milik Andra, ia langsung menuju ruangan kerja Andra. namun saat ia masuk ke dalam ruangan tak ada siapa pun di dalam ruangan itu
"kemana itu anak, gue kan udah bilang kalau mau ke sini jam 10" gerutu Alex
Alex pun mengambil ponselnya lalu menelfon Andra. terdengar oleh Alex suara ponsel milik Andra yang berada di kamar pribadi nya itu
"****...ternyata dia ada di kamarnya" monolog Alex
ia pun berjalan melangkah menuju pintu kamar Andra, Alex memgang hendel pintu kamar itu.
namun ketika hendak membukanya pintu lebih dahulu di buka dari dalam. Alex melihat seorang wanita membuka pintu kamar milik Andra
Alex yang melihat itu pun nampak terbengong sendiri ia memicingkan matanya, karna baru kali pertama ini melihat ada seorang wanita berada di ruang kerja andra bahkan keluar dari kamar pribadinya
"maaf pak, bapak siapa ya?" tanya Ratih yang masih berdiri di depan pintu kamar Andra
"seharuanya aku yang bertanya, siapa kamu mengapa kamu berada di ruangan Andra dan sekarang berada di kamar Andra?" tanya Alex menelisik
"saya Ratih, sekertaris baru pak Andra...anda siapa mengapa ada di ruangan pak Andra" tanya Ratih yang tak mengetahui siapa Alex
"aku sahabat Andra, nama ku Alexander....jika kau berada di dalam sini lalu di mana Andra tadi aku mendengar sura ponsel nya berada di dalam sini" Alex tampak celingukan melihat ke dalam kamar Andra yang ternyata Andra masih tertidur dengan lelap di sana dengan setelan jas yang lengkap
"maaf pak, pak Andra sedang tidur" ucap Ratih dengan menundukan kepalanya
ia sangat malu karna Ratih berada di dalam kamar yang sama bersama Andra. Alex tampak acuh lalu ia masuk ke dalam kamar Andra
Ratih yang melihat itu pun segera duduk kembali di meja kerjanya, Ratih sungguh sangat malu dan merasa bodoh sendiri karena di jam kerja ia malah tidur bersama Andra meski pun mereka tak melakukan apa-apa namun tetap saja Ratih merasa tak enak
apalagi ada orang lain yang mengetahui itu dan orang itu adalah sahabat Andra sendiri
•
•
Alex menghampiri Andra yang masih terlelap, Alex pun mengguncangkan tubuh sahabatnya itu
"bro bangun." Alex melemparkan bantal ke wajah Andra
membuat Andra seketika terbangun dari tidurnya, Andra pun terkejut dengan kedatangan sahabatnya itu ia nampak celingukan ke sana kemari mencari seseorang yang tadi tidur bersmanya
"cih.loe nyari apa, nyari cewe berkedok sekertaris yang tidur bareng elo! " alex berdecih mencibir sahabatnya itu
"elo ketemu Ratih" tanya Andra
__ADS_1
"ya jelas ketemu lah, orang gue buka kamar loe berniat mau masuk kamar loe tapi dia duluan yang buka pintunya"
Alex duduk di ranjang yang di tiduri Andra, Andra pun terbengong ia duduk terpaku mendengar penuturan alex
"kenapa loe kaget, gue gak nyangka loe selama 5 tahun ngejomblo ternyata sekarang malah alih provesi. apakah loe sekarang bayar cewe buat senang-senang" Alex mengeluarkan sebatang rokok dan menghisapnya
kini Alex sudah berada di balkon kamar Alex karna di ruangan itu terdapat dua balkon, yang balkon satunya terdapat di ruang kerja Alex yang lumayan luas karna terkadang Andra kedatanga tamu untuk meting jadi Andra menginginkan tempat yang nyaman untuk meting di ruang kerja nya
meski selama ini hanya alex saja yang ia ajak ke ruangannya, karna jika meting dengan orang lain maka Andra lebih memeilih di ruang vip lainnya
sedangkan balkon yang berada di kamar Andra hanya balkon kecil saja agar kamar itu tak terlalu sumpek karna ada angin alami yang masuk ke dalam kamar
Andra tampak kesal mendengar ucapan Alex ia pun menghampiri sahabatnya itu
"sembarangan loe kalo ngomong, dia cewe gue dan calon istri gue" ucap Andra dengan emosi ia duduk di kursi kayu yang berada di balkon itu
"benarkah dia cewe loe, bukan wanita bayaran" ucap Alex tak percaya
"sejak kapan gue bayar cewe buat senang-senang, loe kam kenal gue kaya gimana" Andra mengambil rokok di tangan Alex lalu memadamkannya ke dalam asbak
"heh...rokok gue itu, ah elah elo mah " Alex menatap rokoknya dengan tatapan memelas karna baru saja ia menghisapnya
"elo kebiasaan kalo ketemu gue, udah gue bilangin rokok itu gak baik buat kesehatan. udah tahu gue gak suka kalo ada yang merokok di depan gue" kesal Andra pada sahabat nya itu yang susah untuk di beri tahu
"biar pun cuma rokok itu bakal bikin ke sehatan loe buruk sedikit demi sedikit, udah sekarang mana berkas nya" Andra mengangkat tangannya meminta berkas yang sudah di janjikan alex tadi pagi
"iya iya sabar, " Alex membuka tas nya lalu mengambil berkas lalu memberikannya pada Andra
"nih, semoga loe puas sengan hasil kerja gue" ucap Alex dengan memberikan berkas itu
Andra pun menerimanya dan membuka lembar demi lembar berkas yang di berikan Alex lalu membacanya dengan teliti
"makasih lex, gue suka dengan kerja loe..." Andra tersenyum puas karna sebentar lagi perusahaan induk yang dulu di bangun papa nya akan kembali ke tangannya
tok tok tok
di saat itu pula terdengar suara ketukan pintu yang mengarah ke balkon seseorang mengetuk pintu kaca itu
"masuk" ucap Andra saat mengetahui sang kekasih yang mengetuk dengan membawa nampan berisikan cangkir minuman
"maaf pak, ini saya mengantarkan teh dan camilannya" Ratih meletakan cangkir di meja berserta camilannya
"makasih sayang...." Andra tersenyum ke arah Ratih nampak Ratih hanya mengangguk dan menunduk
__ADS_1
"kalau begitu saya permisi" Ratih langsung undur diri setelah Andra menganggukan kepalanya
"dia beneran cewek loe ndra?" Alex menatap kepergian Ratih
"jaga pandangan loe lex, atau mau gue colok mata keranjang loe itu" Andra menatap kesal sahabatnya itu
"heee....santai dong bro, gue kan cuma tanya aja. habis cewek loe seksi bener mont*k pula"
"lex...jaga fikiran kotor loe itu"
"jadi beneran dia cewe loe" Alex tampak masih penasaran
"iya dia cewe gue, baru kemarin kita jadian dan gue niat lamar dia waktu hari ulang tahunnya nanti" ucap Andra membenarkan
"kok gue belum pernah liat dia di sini Ndra, bukan kah loe gak memperkerjakan sekertaris selama loe masih bisa ngehendel semua kerjaan loe di resto ini" Alex nampak masih belum mengerti
"iya gue kenal dia sebulan yang lalu saat dia pertama kerja di sini, waktu itu dia nyari kerja di sini karna untuk menyambung hidup nya sementara si sini. dia ngurus gugatan cerai suaminya di sini, di perkenalan singkat itu gue udah jatuh hati sama dia" Andra menjelaskan awal pertemuannya
"jadi cewek loe itu janda" tanya Alex meyakinkan
"iya dia janda anak satu. akibat penghianatan suaminya hingga Ratih memutuskan untuk bercerai" jawab Andra kemudian ia mengambil secangkir teh lalu meminumnya
"wah, elo dapat satu gratis satu dong kalau gitu...hahaha" alex tertawa
"sialan loe, lagi pula janda lebih berpengalaman bro dan lebih bisa jaga diri. dari pada gadis belum tentu perawan dan belum tentu juga bisa jaga keperawanannya untuk pasangannya" ucapan Andra menskak mat alex yang masih tertawa itu
hingga membuatnya tersedak air liur nya sendiri
"uhuk uhuk..."alex terbatuk batuk ia lalu mengambi teh yang berada di depannya itu lalu meminumnya
"jadi loe nanti mau nikah sama janda apa sama perawan" tanya Andra meledek balik sahabtnya itu
"****** loe....ya gue nyari cewek yang gue suka lah, mau janda atau perawan sama saja menurut gue" jawab Alex dengan gaya yang angkuh di depan sahabtnya itu agar tak ke lihatan salah tingkah akibat ucapnnya tadi
"terus cewek loe yang sekarang, apakah masih tersegel" Andra menaik turun kan alis nya menelisik Alex
"ya..ya jelas masih di segel lah, kan gue gak pernah nyentuh dia kecuali ciuman saja" jawab Alex ragu dengan ucapannya sendiri
mereka pun mengobrol hal yang tak penting hingga tertawa bersma di balkon itu. hingga jam pun sudah menunjukan waktu makan siang.
mereka berdua pun meninggalkan balkon lalu keluar dari kamar Andra . saat mereka keluar dari kamar terlihat Ratih tengah bersma anaknya sedang melihat-lihat buku tulis milik Adrian
Alex yang melihat pemandangan itu pun tersenyum karna sahabatnya itu mendapatkan wanita yang tepat untuknya, setelah sekian lama menjoblo
__ADS_1
Alex melihat Ratih dengan tatapan kagum, terlihat wanita yang lemah lembut dan begitu sbar. sangat cocok dengan Andra lelaki baik hati kepada siapa pun