MENGAPA SELALU WANITA YANG TERSAKITI

MENGAPA SELALU WANITA YANG TERSAKITI
Bab 25


__ADS_3

setelah mereka selesai makan siang Ratih izin pada Andra untuk menemui Adrian di ruang VIP, Andra pun mengizin kan dan menyuruh Anggi menunjukan ruang VIP tempat di mana Adrian istirahat. karna selama bekerja Ratih tak pernah tahu ruang VIP pribadi Andra


"mas, aku izin untuk menemui Adrian dulu ya" tutur Ratih sembari mengelap bibirnya dengan tisu


"baiklah, nanti biar Anggi yang menunjukan ruangan nya" jawab Andra lalu menelfon bagian kasir karna Anggi juga bertugas di bagian kasir.


"Anggi tolong kamu datang ke ruangan saya" ucap Andra lalu mematikan sambungan telfonnya


"makasih mas, sudah mengizinkan aku untuk menemui Iyan karna melihat sekarang sudah masuk jam kerja" ucap Ratih berterimakasih dengan tersenyum


"tak masalah, toh pekerjaan mu di hari pertama tidak begitu banyak kan" jawab Andra yang mendekat kan wajah nya ke wajah Ratih


membuat jantung Ratih berpacu dengan cepat, Andra pun semakin mendekatkan wajah nya ia sangat tergoda dengan bibir mungil milik Ratih yang kini menjadi candu nya setelah ia merasakan manisnya bibir itu.


Andra mendekatkan bibirnya ke bibir Ratih, membuat Ratih pun memejamkan matanya. namun aksi Andr terpaksa terhenti tat kala pintu ruangannya di ketuk.


Andra pun merasa kesal dan mulai menjauhkan badannya, dengan nafas yang sudah memburu ia berusaha menetralkan degup jantung nya juga


begitu pula Ratih yang tersadar dan membuka matanya setelah mendengar ketukan pintu


"tok tok tok" suara pintu di ketuk


"masuk" ucap Andra mempersilahkan masuk


"permisi pak, apa ada yang bisa saya bantu" Anggi membuka pintu ruangan Andra dan bertanya


"iya, kamu tolong antar Ratih ke ruangan di mana Adrian istirahat" ucap Andra dengan wajah datar dan dinginnya


"baik pak...mari Ratih" ajak Anggi


Ratih pun berdiri saat Anggi membalikan tubuhnya keluar terlebih dahulu, saat Ratih hendak berjalan tangan nya di cekal oleh Andra yang memberi isyarat untuk cepat kembali. Ratih hanya mengangguk tanpa menjawab


ia mengikuti langkah Anggi, dan sampai lah mereka di ruangan VIP di lantai dua karna memang ruang VIP itu di khususkan untuk sang ibu jika datang ke resto, sedangkan ruangan VIP pribadi milik Andra bersebelahan dengan ruangan kerjanya.

__ADS_1


ruang VIP khusus ibu Airin sengaja di tempat kan di lantai dua, itu atas permintaan ibu Airin sendiri yang tak mau jika harus ke lantai tiga karna baginya di lantai dua saja sudah cukup dan tak terlalu bising.


Ratih dan Anggi pun sampai di ruang VIP yang di tuju, Anggi membuka pintu ruangan itu


"ini ruangan nya, aku tinggal dulu kalau begitu karna pekerjaan ku masih lumayan banyak" ucap Anggi setelah menunjukan ruangannya


"makasih nggi, maaf merepotkan mu" ucap Ratih berterimakasih


"iya gak apa-apa, kalau begitu aku tinggal ya" Anggi pamit untuk bekerja kembali dan Ratih pun menjawab dengan anggukan


setelah kepergian Anggi, Ratih pun masuk ke dalam ruangan itu yang di dalamnya terdapat ranjang king size dan tv yang besar di dalamnya, rak-rak buku juga tersusun rapih di sudut ruangan itu yang terdapat juga sofa panjang di sana


Ratih menelisik untuk mencari Adrian, Ratih melihat ke arah ranjang tidur yang nampak seorang anak lelaki terbaring berselimutkan tebal,


Ratih tersenyum meelihat anak semata wayang nya itu tidur dengan lelap di sana. Ratih mendekati ranjang dan mengelus kepala Adrian


namun tak ada pergerakan dari Adrian yang tertidur sangat pulas. Ratih tak ingin mengganggu Adrian lalu ia pun keluar dari ruangan itu Ratih menutup pintu dengan hati-hati agar tak terdengar oleh Adrian


lalu ia pun menuju ke ruangannya, karna jam kerja sudah di mulai sejak tadi.




yang Ratih sendiri tak mengetahui itu siapa, Ratih pun nampak acuh dan ia memulai pekerjaannya lagi.




Andra yang sudah selesai menelfon pun masuk kembali ke dalam ruangannya, Andra nampak tersenyum setelah melihat Ratih yang tengah fokus dengan pekerjaannya sehingga Ratih tak mengetahui keberadaan dirinya


Andra menghampiri Ratih lalu Andra memluk Ratih dari samping yang membuat Ratih pun terkejut

__ADS_1


"ah...mas!!!" pekik Ratih yang terkejut


"heee...fokus banget sih" ucap Andra yang masih merangkul Ratih sembari tersenyum


"kamu nih bikin aku kaget aja, aku fikir siapa" gerutu Ratih tak menjawab pertanyaan Andra


"iya maaf, habis kamu fokus banget sama kertas-kertas di depan mu itu" ucap Andra mengecup kepala Ratih


"lepas mas ih, nanti kerjaan ku gak selesai-selesai" Ratih berusaha lepas dari pelukan Andra


"santai saja sayang, itu hanya pekerjaan kecil" Andra tak mau melepaskan Ratih


namun perkataan Andra yang mengatakan sayang pada dirinya membuat ia membeku, apakah ia tak salah dengar atas apa yang ia dengar barusan


"sayang......" gumam nya dalam hati


Andra yang melihat Ratih terdiam lantas ia mengangkat tubuh Ratih dan menggendongnya ke arah sofa dan mendudukan nya di pangkuan Andra.


tindakan Andra yang tiba-tiba menggendong nya itu membuat Ratih terkejut


"mas, turunkan aku" ucap Ratih ingin di turunkan


"tidak mau, " Andra yang tak mau menuruti Ratih tetap menggendongnya menuju sofa dan ia duduk di sofa sembari memangku Ratih


"mas lepasin aku, kerjaan ku masih banyak" tolak Ratih berusaha untuk lepas namun sia-sia karna tenaga nya kalah dengan Andra


jantung Ratih sudah sangat berdegup sangat kencang, sungguh dalam hati Ratih ada perasaan bahagia mendapatkan perlakuan seperti ini dari Andra, namun ia juga merasa tak pantas mengingat Ratih yang hanya wanita biasa memiliki wajah yang pas-pasan, dan terlihat jerawat nya di mana-mana


dan yang membuat Ratih merasa sangat tak pantas ialah ia yang hanya seorang janda anak satu, sedangkan Andra seorang perjaka. apakah ia pantas jika bersanding dengan Andra


lagi pula apakah Andra juga menyukai dirinya, atau kah ia hanya di jadikan mainan saja oleh Andra. sungguh Ratih merasa di lema oleh perasaannya sendiri


berbeda dengan Andra yang sudah memantap kan hati nya pada Ratih, ia tak mempermasalahkan status Ratih yang seorang janda anak satu

__ADS_1


yang penting bagi dirinya adalah Ratih wanita yang baik, dan Andra mencintai Ratih. Andra pun berjanji akan mencintai Ratih setulus hatinya, ia akan membahagiakan Ratih dan menjadikannya Ratu di dalam hidupnya


dan Andra pun akan menerima Adrian sebagai anak sambung nya, ia juga akan memberikan kasih sayang yang ful untuk Adrian karna selama ini Adrian tak pernah mendapatkan kasih sayang dari ayah nya sendiri


__ADS_2