
sore ini Andra dan Ratih akan pulang ke rumah, sedangkan Bu Airin sudah pulang terlebih dahulu bersama Adrian, ibu Sumarni, pak Handoko dan Angga.
Ratih kini tengah mengemas barang- barang mereka ke dalam koper. nampak Andra tengah duduk di atas ranjang
ia duduk santai sedangkan tangannya bekerja, entah apa yang ia kerjakan. Ratih hanya acuh saja melihat suaminya itu yang tengah sibuk
setelah selesai membereskan barang ke dalam koper, kini Ratih menghampiri suaminya itu kalau duduk di samping suaminya, ia menyandarkan kepala nyabdi bahu sang suami menghirup aroma maskulin yang begitu menenangkan
"kenapa sayang, capek?" tanya Andra yang kini fokusnya teralihkan melihat istrinya itu, ia mengelus pipi istrinya dengan lembut
"nggak apa- apa, kamu ngerjain apa sih mas" tanya Ratih pada suaminya itu
"biasa, kantor. oh iya sayang aku mau kasih tau kalau sekarang perusahaan papa sudah kembali ke tangan ku" ucap Andra antusias
"benarkah mas, syukurlah kalau begitu jadi almarhum papa kamu juga akan tenang sekarang karna perusahaan yang di dirikan ya kembali ke pemilik yang sesungguhnya" jawab Ratih dengan senyuman manisnya
"iya, mas jga bersyukur karna kini perusahaan papa kembali ke mas lagi" Andra memeluk istrinya dan mencium pucuk kepala Ratih
sedangkan ratih terlihat tersenyum mendapatkan perlakuan romantis itu.
"emm ...mas aku mau tanya" ucap Ratih
"mau tanya apa sayang,?" Andra menatap istrinya itu
"aku penasaran, kemana mas Yasril dan istrinya itu. bukan kah mas Yasril kerja di kantor mas" tanya Ratih yang sebenarnya juga malas mempertanyakan mantan suaminya itu
"iya memang dia kerja di kantor mas, dengar- dengar dari karyawan lain dia sekarang tinggal di perumahan elit" jawab Andra
"benarkah, wah udah mulai maju ya dia,tapi aku harap dia nggak akan bikin masalah lagi .sudah cukup waktu di kontrakan dulu" ucap Ratih menerawang saat dulu
__ADS_1
"iya semoga saja, udah ah nggak usah bahas dia. kita bahas tentang kita aja kamu nanti kalau punya anak mau berapa" tanya Andra pada Ratih
"satu aja deh, tapi aku pengen nanti cewek" jawab Ratih dengan tersenyum
"jangan satu ah, dua ya biar rumah makin rame" tawar Andra
"boleh deh, tapi kan semua kembali ke yang maha kuasa kasihnya berapa" jawab Ratih bijak
"iya tapi kan tidak ada salahnya berencana" jawab Andra dan mencium kembali pucuk kepala istrinya itu
...****************...
kini Andra dan Ratih sudah keluar dari hotel mereka menuju parkiran di mana mobi kemilik Andra di parkirkan
Andra dan Ratih pun masuk ke dalam mobil,Andra mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang
"hah...rasanya kangen banget sama rumah" ucap Ratih dengan senyum mengembang
"baru juga sehari" jawab Andra
mereka pun melangkah masuk ke dalam rumah di mana rumah kini tengah berkumpul dua keluarga .
"assalamualaikum ,"salam Ratih sedangkan Andra hanya mengikuti istrinya itu
"waaalaikumussalam" jawab orang yang berada di ruang keluarg
"mama, papa" Adrian berlari memeluk dua orang yang ia sayangi
"hai sayang, mama kangen deh sama kamu" ucap Ratih dengan memeluk Adrian
__ADS_1
"Iyan juga kangen mama" jawab Adrian sangat antusias
"hmm..Iyan biarkan papa dan mama ke kamarnya dulu ya" ucap ibu Airin
"nggak apa- apa ma, biar saja Adrian begini. toh kita juga kangen sama Adrian" jawab Andra
mereka pun mengobrol di ruang keluarga dengan penuh kehangatan sembari melemparkan canda dan tawa.
...****************...
di tempat lain kini keluarga Pratomo menyusuri jalanan kecil menuju sebuah kontrakan. sebenarnya Pratomo tidak sepenuhnya bangkrut karna ia masih memiliki perusahaan miliknya sendiri yang dulu di wariskan kedua orang tuanya
namun Andra sengaja menyembunyikan itu hanya untuk memberikan efek jera saja, kini keluarga Pratomo sudah sampai di kontrakan kecil
"pa, kenapa hidup kita jadi kaya gini sih. mama kalau tau bakal jadi begini males mama sama papa lagi" gerutu yusita pada suaminya itu
"mama ngomong apa sih, berarti selama ini mama mau sama papa hanya karna papa kaya begitu" Pratomo tak terima
sedangkan Bram dan Pratiwi hanya menyaksikan ibu dan ayah nya itu bertengkar, tanpa ingin memisahkan
"iya jelas lah, sekarang apa- apa perlu duit pa. aku beneran nyesel nikah sma kamu kalau tahu akhirnya kaya gini" ucap yusita lalu ia berjalan menuju kamarnya itu
sedangkan Pratomo nampak membuang nafasnya kasar, cinta yusita hanya kepada hartanya saja tanpa memikirkan perasaanya sebagai suami
Pratomo baru mengetahui sisi lain dari istrinya itu setelah ia bangkrut dan semua kembali kepada Andra. ada rasa bersalah dalam hatinya karna mengikuti nafsu istrinya itu namun ia juga merasa lega karna berkat itu semua ia kini tahu sisi lain istrinya itu
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
maaf gak bisa panjang- panjang author udah ngantuk banget jadi segitu aja dulu ya
__ADS_1