
mentari pagi telah menunjukan sinar nya, Ratih sudah bangun sejak subuh tadi karna hari ini adalah hari pertama Adrian masuk sekolah dan hari pertama ia masuk kerja dengan jabatan baru nya.
terlihat Adrian sudah memakai seragam sekolah nya, Ratih tersenyum melihat anak semata wayang nya itu sudah rapih dengan pakaian yang di kenakan nya
"Iyan makan dulu ya, nanti baru berangkat ke sekolah" Ratih mengambilkan nasi beserta sayur dan lauk nya di piring Adrian
"mama nanti ngantar Iyan ke sekolah kan" tanya Adrian sembari menyuapkan makan ke mulut nya
"iya nanti mama antar, tapi kita tunggu orang dulu ya yang mau ngantar baju ke sini" ucap Ratih yang juga ikut makan
"baju apa ma?" tanya Adrian
"baju kerja mama, om Andra yang kasih karna mama kerja jadi sekertaris nya sekarang" jawab Ratih tersenyum
"wah...mama hebat" Andra memberikan jempol nya
Ratih pun tertawa melihat tingkah lucu anak nya itu
tak lama terdengar suara ketukan dari pintu rumah nya. Ratih pun keluar untuk membuka pintu rumah. terlihat dua wanita yang satu membawa pakaian dan yang satu membawa kotak makeouver
Ratih yang melihat itu bingung mengapa harus ada MUA segala.
"maaf ibu, ini saya membawakan pakaian yang telah di pilih langsung pak Andra " ucap wanita itu
"iya mari silahkan masuk, dan taruh saja di sofa" ucap Ratih mempersilahkan
"dan saya yang akan memake ouver ibu hari ini, " ucap wanita satu nya lagi yang merupakan MUA
"tapi mas Andra tak memberi tahu saya soal make ouver" ucap Ratih yang memang tak tahu
"tetapi memang pak Andra yang meminta saya untuk mendandani ibu" ucap Wanita itu lagi
membongkar kotak make up nya yang,
"silahkan ibu berganti pakaian dulu, dan saya akan memake uover ibu" ucap wanita itu
Ratih pun hanya menurut saja, ia mengambil satu pakaian dan membawa nya ke kamar untuk mengganti pakaiannya
Adrian yang baru selesai sarapan menuju ruang tamu dan merasa heran dengan dua wanita yang bedada di dalam rumah nya dengan sesuatu yang tak ia tahu itu apa.
tak berapa lama Ratih keluar dari kamar ny dengan pakaian yang ia ambil tadi.
"mama...."ucap Andra yang merasa terkejut karna penampilan ibu nya itu
menggunakan rok selutut dan baju kemeja panjang berwarna putih, Ratih tersenyum ke arah anak nya itu dan ia menghampiri MUA yang akan mendandani nya.
Ratih pun sudah selesai di dandani dan kedua wanita itu pamit undur diri. Ratih pun bersiap dan mengantarkan Adrian ke sekolah
Ratih belum melihat penampilan nya sendri pada cermin seperti apa, karna ia terburu- buru untuk mengantarkan Adrian ke sekolah
•
•
•
sesampai nya di sekolah, Adrian keluar dari taksi dan mrnyalami Ratih lalu masuk ke dalam gedung sekolahnya
setelah memastikan sang anak masuk ke kelas nulya dengan aman ia pun masuk kembali ke dalam taksi kembali
__ADS_1
taksi yang ia tumpangi pun melaju meninggalkan gedung sekolah menuju Resto "DUA HATI"
Ratih pun sampai di Restoran ia pun turun dan membayartaksi itu.
Ratih merapikan pakaian nya sebentar lalu ia masuk ke dalam restoran. tampak semua karyawan melihat ke arah dirinya membuat Ratih bingung
apakah ada yang salah dengan penampilsnnya.membuat Ratih tak percaya diri,
tiba- tiba ada yang menghampiri dirinya lalu memeluknya, Ratih melihat seseorang itu yang ternyata sahabat baik nya di resto
"Anggi...." ucap Ratih terkejut sekaligus antusiss
"hallo Ratih" ucap Anggi yamg sudah melepas pelikanya itu
"kamu sangat luar biasa hari ini, ayo ikut aku" Anggi memuji Ratih dan menarik tangan Ratij agar mengikuti dirinya
" mau ke mana" tanya m Ratih bingung
"keruangan mu lah, kemana lagi..aku di suruh pak Andr untuk membawa mu ke ruangan kerja mu" ucap Anggi
"nah ini ruangan mu," Anggi membuka pintu ruangan kerja bos nya itu yang sebenar nya Ratih sudah mengetahui nya namun entah kenapa Andra harus menyuruh Anggi segala fikirnya
"aku sudah tahu kalau ini ruangan bos" ucap Ratih yang masih mengikuti Ratih
"iya akau tahu, tapi pak Andra yang meminta ku nah ini meja kerja mu ibu sekertaris.hehehe" ucap Anggi dengan cekikikan
"ayolah Nggi jangan begitu, aku merasa tak enak" ucap Ratih yang risih di panggil begitu
"gak apa-apa dong, ngomong-ngomong kamu cantik banget hari ini apakah kamu ke salon terlebih dahulu tadi" tanya Anggi
"nggak, tadi pagi ada dua wanita ke rumah atas permintaan pak Andra ini juga baju yang di berikannya, dan MUA yang mendandani ku. apakah aku aneh" tanya Ratih yang merasa penampilan nya itu malah menjadi pusat perhatian para karyawan
di banding dengan karyawan lain sifat Andra sangat dingin jika dengan para karyawan perempuan lainnya
"gak mungkin lah, aku ini apa sih Nggi hanya wanita bjasa saja" ucap Ratih merendah
"cinta tak memandang kamu siapa Rat, aku yakin kalau pak Andra itu memang menyukai mu" ucap Anggi yang sangat yakin
di tengah obrolan mereka tiba- tiba pintu ruangan itu pun terbuka, terlihat lelaki tinggi dan gagah berdiri di depan pintu dan berjalan ke arah mereka
senyuman manis yang menghiasi wajah tampannya mampu menghipnotis siapa saja termasuk Ratih, yang terdiam melihat Andra menghampiri
"selamat pagi pak, saya sudah selesai kalau begitu saya mohon izin keluar" ucap Anggi memberikan laporan nya dan Andra hanya mengangguk tanpa berkata-kata lagi
Anggi pun keluar dari ruangan bos nya itu, Ratih masih terbengong jantung nya kini berdegup sangat kencang tatkala Andra begitu dekat dengan dirinya,
wajah Ratih dan wajah Andra saling berdekatan hanya menyisakan beberapa centi saja, hingga Ratih dapat merasakan nafas Andra menerpa wajahnya
" kamu cantik sekali hari ini" ucap Andra memuji kecantikan Ratih
"ini semu berkat kamu, dan berkat MUA itu yang bisa merubah wajah ku yang jelek ini" ucap Ratih merendah
" tidak, memang kamu sudah cantik dan aku mengagumi kecantikan alami mu" ucap Andra yang semakin mendekatkan wajah nya
membuat Ratih memejamkan matanya dengan degupan jantung yang sudah berpacu dengan cepat, Andra mengangkat wajah Ratih dengan tangannya dan ia mulai mendekatkan bibirnya dan mendaratkan kecupan di bibir mungil Ratih
Andra ******* bibir mungil Ratih yang terasa sangat manis, Andra semakin dalam menautkan bibirnya dan bibir Ratih yang tak ada penolakan sama sekali dari Ratih.
Ratih pun membalas *******-******* halus yang di berikan Andra, tangan Andra memegang pinggang Ratih dan menbawanya menuju sofa yang berada di ruangannya itu Andra duduk dan membawa Ratih ke atas pangkuannya
__ADS_1
Ratih melingkarkan tangannya di leher Andra ia terbawa suasana permainan yang di berikan Andra
tangan Andra mulai meraba ke bagian belakang tubuh Ratih, ia meremas bokong Ratih. Andra terus menjalari tubuh Ratih hawa panas di tubuhnya menuntut lebih
nafas yang mulai memburu penuh tuntutan, tangannya mulai menjalar ke kedua benda kenyal yang menempel pada dada bidang nya itu, Andra meremasnya hingga terdengar lenguhan dari mulut Ratih yang juga menikmati sentuhan-sentuhan Andra
namun di saat tuntutan hasrat itu memuncak tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ruangan Andra, membuat mereka tersadar dan Ratih turun dari pangkuan Andra ia langsung merapihkan pakaiannya yang kancing kemeja nya sudah terbuka akibat ulah Andra.
"hah ****..." terlihat Andra kesal karna pengganggu yang mengacaukan kenikmatannya
Andra pun merapihkan pakaiannya, ia mengecup kembali bibir Ratih sekilas. masih terdengar ketukan di pintu ruangannya
"masuk" ucap Andra yang sudah duduk di kursi kebesarannya
dan Ratih pun sudah duduk di meja nya sendiri, terlihat karyan lain masuk ke dalam ruangan memberikan laporan pemasukan hari ini.
"maaf pak ini saya memberikan laporan pemasukan hari ini" ucap karyawan resto yang bertugas sebagai kasir
"baik lah, terimakasih" ucap Andra menerima laporan itu
"kalau begitu saya permisi" karyawan kasir itu pu keluar dari ruangannya
Andra nampak serius melihat laporan pemasukan keuangan hari ini.
sedangkan Ratih ia merasa tak enak karna tadi ia begitu mudah nya menerima semua perlakuan lembut dari Andra, apakah ia sungguh sangat merindukan belaian seorang pria karna selama ini ia sudah tak pernah merasakan itu lagi
jantungnya masih berdegup kencang tak karuan, hingga Andra mengahmpiri meja nya pun ia tak tahu
"Ratih..." panggil Andra yang membuat Ratih terkejut
"ah..iya mas" jawab Ratih yang terkejut
"kamu melamun, kenapa" tanya Andra yang melihat Ratih melamun
"nggak apa-apa, kenpa mas kemari" tanya Ratih berusaha menetralkan degup jantungnya
"ini aku minta kamu refisi hasil pemasukan hari ini dan minggu lalu ya" ucap Andra memberikan map kepada Ratih
"baik lah mas, aku akan kerjakan" ucap Ratih tersenyum
Andra yang melihat bibir manis itu tak tahan lagi, ia sungguh kecanduan dengan bibir itu baru tadi ia mencium nya namun kini ia sudah mengibginkannya lagi
Andra menghampiri Ratih yang masih duduk di kursi nya itu, Ratih melihat Andra yang menghampirinya ia mendongak menatap Andra
"mas mau apa?" tanya Ratih yang kini dada nya sudah berdegup kencang
"tidak ada, aku hanya ingin sesuatu" ucap Andra yang mulai mendekatkan wajah nya ke wajah Ratih
"ingin sesuatu ap...." belum selesai Ratih bertanya namun bibir Andra sudah ******* bibir mungil Ratih
membuat Ratih pasrah saja, toh ia juga menyukai sentuhan bibir dari Andra. tautan mereka cukup lama dan Andra pun melepaskan tautannya saat keduanya hampir ke habisan nafas
"terimakasih untuk ini" ucap Andra berbisik di telinga Ratih dan menggigitnya saat tangannya meremas benda kenyal yang ia sentuh tadi
membuat Ratih terkejut karna ulah Andra yang tiba-tiba. Andra tersenyum ketika ia sudah berdiri kembali lalu menuju mejanya
Ratih tak dapat berkata apa-apa, ia begitu di lema apakah benar Andra menyukai dirinya atau kah hanya untuk permainan saja karna sudah pasti Andra memiliki kekasih, apakah sebegitu murahan dirinya jika mau saja menerima perlakuan Andra
entahlah Ratih masih di lema soal itu, Ratih pun mengambil map yang di berikan Andra tadi lalu mengerjakannya.
__ADS_1