
ke adaan Ratih sudah membaik, siang ini mereka akan pindah ke rumah Andra. Andra menyuruh seseorang untuk membantu mengemasi barang-barang milik Ratih untuk di jual. karena Ratih nanti tidak memerlukan barang-barang itu lagi, Andra membereskan baju-baju Adrian kemudia baju- baju Ratih juga
Ratih hendak membantu namun tak di bolehkan oleh Andra, karena Andra tak ingin calon istrinya itu kelelahan dan membuatnya sakit lagi.
setelah selesai beberes Andra memasukan koper ke dalam bagasi mobilnya. lalu Andra menggendong Ratih untuk membawanya masuk ke mobil
"mas, turunin aku. aku bisa jalan sendiri" tolak Ratih karena ia merasa malu sekarang apa lagi ada Adrian meski anak itu terlihat cuek dan berjalan duluan ke mobil
"tak ada penolakan sayang,kamu masih sakit" ucap Andra tak dapat di bantahkan lagi
"tap...hempp" saat Ratih hendak berbicara lagi Andra langsung ******* bibir Ratih agar wanita itu tak membantahnya lagi
"sudah ku bilang tak ada penolakan" tutur Andra setelah ia melepas tautannya
Ratih pun terdiam tak dapat melawan lagi, karena bagai mana pun juga tetap saja ia kalah. di tambah lagi ia sangat malu karena di rumah itu masih ada orang-orang yang membereskan barang- barang itu keluar
Andra pun berjalan keluar, sedangkan Ratih melingkar kan tangannya di leher Andra dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang kekasihnya itu.
perlahan Andra membuka pintu lalu mendudukkannya di kursi penumpang samping kemudi. lalu Andra menutup kembali pintu mobil itu
lalu terlihat ia menghampiri orang yang membereskan barang-barang Ratih tadi dan memberikan sejumlah uang pada dua orang itu
"ini uang untuk kalian yang sudah membereskan barang-barang ini. uang hasil penjualannya kalian bagi dua saja" ucap Andra pada kedua orang itu
"tapi apakah bapak tidak ambil bagian, kan barang-barang ini milik anda pak" tutur salah satu orang itu
"tidak perlu, uang itu untuk kalian saja. saya duluan" Andra pun pergi meninggalkan kedua orang itu
"terimakasih pak" ucap keduanya
sedangkan Andra yang hendak membuka pintu mobil mendengar ucapan terimakasih itu pun hanya melambaikan tangan saja setelah nya ia masuk ke dalam mobil dan menutup pintu mobilnya, Andra mulai menjalankan mobilnya meninggalkan kontrakan itu.
•
•
•
"semalam kamu kemana mas" tanya Sania di saat acara makan pagi di rumah kontrakan mereka sebelum Yasril berangkat kerja
"kemana, aku tidak kemana- mana" jawab Yasril berbohong
__ADS_1
"kamu jangan pura-pura mas, aku dengar dan melihat sendiri semalam kamu ribut sama wanita itu"
"jadi kamu pura-pura tidur semalam"
"tak usah bertele-tele mas kamu ngapain ke sana" tanya Sania yang mulai emosi
"aku mau ambil anak ku. dan membawanya tinggal bersama kita" ucap Yasril santai
"enak saja kamu mau bawa anak itu tinggal bersama kita, aku gak mau ngurusin anak wanita itu" emosi Sania mulai meledak
"Sania Adrian itu juga anak ku, bukan hanya anak Ratih. jadi aku harap kamu mau menerimanya tinggal bersama kita" mohon Yasril
"gak mas, aku gak akan mau terima dia tinggal bersama kita. dan kalau kamu memaksa aku akan pergi tinggalin kamu" ancam Sania
Yasril mengepalkan tangannya emosi dengan ucapan Sania. Yasril pun berdiri dari kursinya ia menggenggam tangan istrinya sangat kuat karena Sania berdiri di samping Yasril
"sakit mas, lepaskan tangan ku" keluh Sania
"kamu yang buat aku marah San, " Yasril meremas pergelangan tangan Sania giginya saling bergemerutuk menahan amarah
"apa kamu mas, kamu marah hanya gara-garak anak perempuan itu.!! oh...atau kah kamu mau sekalian bawa perempuan itu tinggal bersama kita agar kamu bisa bersama dia lagi karena sekarang tubuhnya yang sudah putih mulus itu...."
"Cih ...rendah sekali kamu mas, ludah yang sudah kamu buang mau kamu jilat lagi. menjijikan" cibir Sania meski tangannya sakit namun ia tetap melawan tak mau kalah dan di injak- injak suaminya itu
"apa mas, kamu mau tampar aku ayo tampar. tapi jangan harap kamu akan bisa menjamah tubuh ku lagi" ancam Sania karena ia tahu kelemahan Yasril adalah ketika tak di berikan jatah berhubungan
karena Yarsil adalah tipe lelaki hiper **** namun ia juga tak bisa berhubungan dengan wanita yang tak di cintai. ia akan melakukan itu hanya pada wanita yang ia cinta saja
"kamu ngancam aku. emang kamu fikir aku takut hah...sudah lah aku tak ingin berdebat, pekerjaan ku banyak aku harus berangkat kerja" Yasril menurunkan tangannya dan melepas cengkramannya pada tangan Sania
ia langsung mengambil tasnya lalu berangkat kerja meninggalkan istrinya itu
"cih...dasar laki- laki kalahnya hanya di ancam s*x saja. kamu gak akan bisa lawan aku mas karena kamu tak akan pernah puas dengan tubuh ku ini, dan kamu yang tergila- gila dengan permainan ku. makanya aku tak mau punya anak dulu sampai kamu benar- benar hanya menginginkan aku" ucap Sania tersenyum menang
•
•
•
mobil milik Andra mulai masuk ke dalam halaman rumah yang lumayan luas itu, ia memarkirkan mobilnya di depan rumah
__ADS_1
Andra turun dari mobil begitupun dengan Adrian juga turun dari mobil. matanya berbinar melihat halaman rumah yang luas di penuhi tanaman bunga dan pohon di sudut taman
Andra membuka pintu mobil lalu menggendong Ratih kembali. Ratih hendak menolak namun baru saja ia membuka mulut Andra sudah membungkam binirnya dengan bibir milik Andra. ia ******* bibir Ratih saat menunduk dan hendak menggendong Ratih
Ratih yang mendapat ciuman mendadak itu pun hanya pasrah, sampai Andra melepasnya lalu Andra menggendong Ratih masuk ke dalam rumah.
ibu Airin yang tengah bersantai melihat seseorang masuk ke dalam rumah yang ternyata adalah anak nya itu tengah menggendong sang calon mantu
"Andra,...Ratih kenapa ak" tanya Ibu Airin yang bangkit dari duduk nya dan menaruh majalah di meja
ibu Airin pun menghampiri Ratih yang di baringkan Andra di sofa panjang, Andra menyusun bantal di ujung sofa untuk Ratih berbaring
"nanti Andra ceritaka ma" ucap Andra lalu Andra memanggil mbok Iyem untuk mengambil koper di bagasi mobilnya
"mbok Yem ..tolong bawa masuk koper di dalam bagasi mobil"perintah Andra
"baik ndoro tuan" ucap mbok Iyem
"sekarang bisakah kamu ceritakan pada mama, kenapa sampai begini kenapa dengan wajah mantu mama ini dan tubuhnya yang panas" tanya ibu Airin beruntun karena khawatir
"sebentar ma, bi Arum tolong bawa Adrian ke kamarnya biarkan dia istirahat" Andra tak ingin menceritakan di depan Adrian
"baik ndoro tuan, mari den ikut bibi" bi Arum pun membawa Adrian ke kamarnya
setelah itu akhirnya Andra pun menceritakan kronologi kenapa sampai Ratih seperti itu.
"Astagfirullah, kenapa mantan suami mu tega begitu nak" ibu Airin mengelus kepala calon mantu nya itu
"ini tak bisa di biarkan Ndra, kamu harus lapor polisi" ucap ibu Airin
"jangan Tante, biarkan saja. toh sekarang dia gak tahu aku tinggal di mana" tolak Ratih bagai mana pun Ratih tak ingin mantan suaminya itu di penjara apa lagi ia memiliki istri dan Ratih tak mau Adrian tambah membenci ayah nya sendiri
"tapi sayang, yang di katakan mama itu benar. dia tidak akan kapok kalau di biarkan begitu saja" Andra membenarkan kata ibunya
"jangan mas, aku gak mau Adrian makin membenci papa nya sendiri. dan lagi pun dia memiliki istri yang harus ia hidupi dan dia jaga mas kalau Yasril di penjara baga mana istrinya. biarkan lah mas selama aku bersama mu" Ratih tetap menolak untuk memenjarakan mantan suaminya itu
"baik lah, kali ini aku akan maaf kan tapi jika terulang kembali aku akan bertindak tegas sayang aku tak ingin mengambil resiko lagi" Andra pun menuruti kemauan Ratih
"makasih mas" ucap Ratih dengan tersenyum
"ya sudah, kamu bawa Ratih ke kamar nya dan itu memarnya di obati lagi " ucap ibu Airin
__ADS_1
Andra pun mengangguk dan menggendong kembali Ratih menuju kamarnya di lantai dua bersebelahan dengan kamar dirinya, Andra membuka pintu kamar lalu masuk ke dalam kamar tak lupa ia menutup nya kembali dan membaringkan tubuh Ratih di ranjan king size itu. Andra pun mulai mengobati luka wajah Ratih kembali