MENGAPA SELALU WANITA YANG TERSAKITI

MENGAPA SELALU WANITA YANG TERSAKITI
Bab 35


__ADS_3

Yasril diam-diam melihat adegan mereka tadi di balik jendela kaca rumahnya. darah nya tiba-tiba mendidih saat mengetahui sang mantan istri kini telah menemukan pengganti dirinya


sebenarnya Yasril sudah emosi sejak di pesta tadi namun ia harus menahan itu semua. namun ketika di rumah amarah itu kembali muncul saat melihat adegan ronmantis mereka


membuat Yasril menggenggam tangan nya kuat, setelah kepergian Andra dan Ratih sudah masuk ke dalam rumah Yasril berniat untuk mendatangi kontrakan Ratih ia akan meluapkan semua kekesalannya pada Ratih


namun untuk itu Yasril memastikan terlebih dahulu kalau sang istri sudah tertidur. Yasril menuju kamar dan melihat sang istri sudah terlelap maka Yasril pun langsung ke luar dari rumah nya secara perlaham agar tak terdengar suara langkah dan suara pintu.


Yasril suda berada di luar rumah ia pun langsung mendatangi kediaman Ratih. Yasril mengetuk pintu kuat-kuat


Ratih yang baru hendak memejamkan mata pun kembali membuka matanya, sembari berfikir siapakah gerangan yang datang ke kediamannya sedangkan Rati di kontrakan itu tak terlalu kenal para tetangga karna rata-rata mereka yang sibuk dengan pekerjaan masing-masing


makin lama suara pintu pun makin kencang di ketuk dari luar bahkan setengah mengedor


"siapa sih, bertamu malam-malam ngetok pintu rumah orang kaya yang mau dobrak aja. ganggu orang mau tidur aja" sembari menggerutu Ratih turun dari ranjang nya dan menuju pintu


"sebentar, gak sabaran banget sih jadi orang" dengan perasaan kesal Ratih langsung membuka pintu rumahnya


dan Ratih tampak terkejut karna yang datang ke rumahnya adalah Yasril mantan suaminya itu,


"ma....kamu kok ada di sini" tanya Ratih


karna selama seminggu Yasril tiggal di kontrakan depan rumahnya. Ratih sama sekali tak tahu jika mantan suami yang tinggal di kontrakan itu karna selama itu Ratih selalu berangkat pagi dan pulang malam jadi ia tak pernah tahu siapa kah yang tinggal di rumah depannya itu


"kamu ngapain sama lelaki itu hah....kamu merasa sudah menjadi nyonya sekarang karna sudah berhasil menggaet pria kaya. cih...!!! dasar murahan wanita j*l*a*g tak tahu malu" cibir Yasril yang emosinya sudah meluap-luap


"maksud kamu apa mas, dan kok kamu tahu aku tinggal di sini" Ratih masih bingung dan tak mengerti karna Yasril kini berada di depannya


"Cih....sudah selama itu kau masih tak menyadari, aku sudah seminggu tinggal di kontrakan depan mu itu. " Yasril menunjuk ruma kontrakannya itu


"hah..ka..kamu sudah pindah ke sini slama seminggu" ucap Ratih terkejut

__ADS_1


"segitu sibuk nya kah kamu bersama kekasih baru mu itu sampai-sampao tak menyadari sekitar mu. dasar murahan kamu merubah penampilan mu seperti ini pasti dengan cara kau memorotinya kan, atau bahkan kamu memanfaatkan uang nya atau kah kamu tidur dengannya menjadi jal*ng nya HAh...." Yasril tampak emosi dan memegang kedua bahu Ratih erat


"mas...kamu apaan sih sakit mas..." Ratih meringis kesakitan ia mencoba melapskan cengkraman tangan Yasril sari bahunya


ia pun mendorong paksa tubu yasril, setelah teelepas Ratih langsung menampar wajah Yasril


"PLAĶKĶKK" tamparan keras Ratih di wajah Yasril pertanda ia sangat marah mendengar penuturan mantan suaminya itu


"jaga ucapan mu mas, aku tak serendah itu meski aku seorang janda dan tak memiliki apa-apa. aku masih punya harga diri jagan sama kan aku dengan Jal*ng mu itu mas" Ratih mengepal kan tangannya emosi


"jaga ucapan mu yang mengatakan istri ku jal*ng, dia bahkan lebih baik dari kamu. dasar murahan untung saja aku sudah melepas mu dan menikah dengan Sania yang jelas-jelas lebih baik dari kamu. jadi selama aku tak pulang dulu juga kamu berkelakuan begini gak nyangka aku sama kamu! di balik keluguan mu ternyata kamu tak lebih dari hewan yang menempel pada setiap laki-laki yang mendekati"


"jaga ucapan mu Yasril....kau bahkan bukan suami ku lagi lalu mengapa kau masi mengursi urusan ku dan kenapa kamu yang malah kepanasan. dan ingat ucapan ku ini sekali nya kamu penghianat akan selalu jadi penghianat, dan hidup mu tak akan pernah bahagia karna kezoliman mu itu...dasar laki-laki BAJINGAN"


"PLAKKKK" yasril menampar wajah mulus Ratih hingga membuat sudut bibir nya berdarah


"kurang ajar kamu, sudah berani kamu berkata kasar pada ku hah" Yasril menjambak rambut Ratih


"kamu berani sama aku hah, kamu fikir kamu siapa kamu itu hanya sampah yang tak berguna!!" Yasril semakin mengeratkan jambakannya


Ratih berusaha melawan meski ia merasakan sakit yang teramat di kepalanya karna jambakan yang di lakukan Yasril sangat kuat


"mau kamu apa sebenar nya mas, datang-datang kamu marah-marah sama aku. bukan kah kita sudah bercerai jadi kamu gak ada hak lagi buat larang-larang aku" ucap Ratih berusaha tenang ia memegang tangan Yasril yang menjambak Rambutnya itu agar yasril melepasnya


"jelas aku marah sama kamu, karna kamu memberikan contoh yang gak baik buat Adrian. melihat kelakuan mu yang berciuman di depan umum sungguh tak pantas di lihat. meski kita sudah bercerai bukan berarti kamu bisa bebas karna kamu selamanya akan terikat dengan ku karna di antar kita berdua ada Adrian" ucap Yasril mencengkeram pipi Ratih sangat kuat


"mas...sakit!! kamu gak bisa kaya gini mas. meski ada Adrian kita sudah tidak ada apa-apa mas !!kamu bukan lagi suami ku dan aku bukan lagi tanggung jawab mu" Ratih berusaha melawan meski air mata sudah berderai dari pelupuk matanya membasahi pipi mulusnya


" baik...kalau kamu berkata begitu jadi mulai sekarang Adrian ikut bersama ku" Yasril melepas cengkramannya lalu ia masuk ke dalan mencari keberadaan Adrian


"mas mau apa kamu,!!!! kamu gak sopak masuk ke rumah orang sembarangan! Mass" Ratih berusaha mencegah Yasril masuk ke dalam kamar Adrian

__ADS_1


"minggir kamu, aku akan bawa Adrian tinggal bersma ku. ibu macam kamu gak pantas menjaga Adrian" Yasril mendorong tubuh Ratih hinga kening nya terkena ujung meja membuat keningnya berdarah


namun Ratih masih berusaha berdiri demi mencegah mantan suaminya itu membawa Adrian


"aku gak akan biarin kamu bawa Iyan dari aku mas, aku gak akan biarin Iyan hidup bersama orang-orang seperti kalian. jadi pergi kamu dari rumah ku" dengan sekuat tenaga Ratih menarik tangan Yasril dan mendorongnya keluar dari rumah kontrakannya


"kurang ajar kamu, awas aku mau bawa Adrian" Yasril masih betusaha melawan


Ratih tak mau kalah meski kekuatannya kalah besar dengan Yasril namun Ratih tak mau mengalah begitu saja. ia terus mendorong Yasril hingga keluar pintu rumahnya


saat Yasril terhuyung ke belakang Ratih langsung menutup pintu dan menguncinya. Ratih sejenak bersandar di pintu


Yasril yang sudah berhasil menyeimbangkan tubuhnya ia pun menggedor-gedor pintu rumah Ratih


"brengsek, buka pintu nya aku mau bawa Adrian ikut bersma ku" Yasril berteriak sembari menggedor- gedor pintu rumah Ratih


namun Ratih tak menggubris, ia berjalan menuju kamar Adrian yang masih tertidur itu meski ada suara berisik nampak nya Adrian tak terganggu


Ratih memeluk anaknya itu ia mencium kepala Adrian, Ratih ikut berbaring di samping anaknya itu


"mama janji akan selalu jagain kamu nak, meski nyawa taruhannya" ucap Ratih ia memeluk tubuh anaknya itu dan mulai ikut terlelap


lambat laun suara gedoran di pintu pun sudah hilang dan suara teriakan memanggil pun sudah tak terdengar lagi


"****...awas kamu Ratih aku akan buat perhitungan pada mu" ucap Yasril dengan kesal lalu ia pergi meninggalkan rumah Ratih dan ia menuju ke rumahnya sendiri


setelah suara ketukan itu tak terdengar lagi dan Ratih sudah terlelap, Adrian bangun rupanya nya anak itu sejak tadi sudah terbangun karna mendengar keributan di luar, dan saat keributan itu Adrian turun dari ranjang nya ia mengintip di balik pintu kamarnya


Adrian melihat sang ayah tengah berseteru dengan ibunya bahkan Adrian melihat sang ibu yang di tampar bahkan di perlakukan kasar oleh ayahnya membuat hatinya sangat sedih dan sakit


Adrian mengelus kepala ibunya itu

__ADS_1


" Adrian janji sama mama, Adrian akan selalu jagain mama meski Iyan harus menentang papa, Iyan akan selalu jagain mama hingga Iyan sukses nanti. Iyan tidak mau lagi bertemu papa setelah apa yang Iyan lihat barusan papa dengan tega menyakiti mama" ucap Adrian ia memegang luka di pelipis dan sudut bibir Ratih yang mengeluarkan darah


__ADS_2