MENGAPA SELALU WANITA YANG TERSAKITI

MENGAPA SELALU WANITA YANG TERSAKITI
Bab 36


__ADS_3

Yasril meninggalkan rumah Ratih masih dengan penuh rasa emosi. malam ini ia gagal untuk mengambil Adrian tapi lain kali ia akan di pastikan untuk mengambil Adrian kembali bagai mana pun caranya


"dasar wanita tak tahu diri, lihat saja aku akan merebut Adrian dari kamu dan aku akan membawanya pergi jauh dari sini . dan pindah ke kota lain semenjak bekerja di pabrik tekstil aku sudah mendapatkan gaji yang lumayan besar dan selama itu aku terus menabung demi hidup yang layak. setelah aku ambil Adrian aku akan membawa nya jauh dari mu Ratih akan ku pastikan itu " geram Yasril sembari berjalan ke arah rumahnya


para tetangga sebenarnya mendengar keributan itu namun mereka enggan untuk keluar rumah, karena mungkin merasa takut dan juga fikir mereka itu adalah urusan rumah tangga mereka selama tak kelewatan


sebenarnya mereka mengintip di balik jendela masing-masing untuk memastikan bahwa keributan itu tak sampai kelewatan yang membuat salah satu kesetanan hingga mengakibatkan hal yang tak di inginkan.


namun saat Yasril pergi dan tak ada yang terluka fikir mereka, mereka pun bernafas lega dan kembali ke kamar masing-masing untuk tidur




Yasril masuk ke dalam rumahnya, ia masuk ke kamar dan melihat istrinya masih tertidur. Yasril pun bernafas lega karena sang istri tak terbangun saat dirinya ribut dengan Ratih, dan malah terlihat sangat pulas


Yasril pun membaringkan tubuhnya di sebelah sang istri kemudia ia membenarkan selimut istrinya lalu Yasril pun tidur dengan memeluk sang istri


tanpa Yasril sadari sebenar nya Sania tadi bangun mendengarkan keributan. saat ia bangun Sania tak mendapati Yasril di samping nya


dan Sania pun keluar dari kamarnya karena merasa penasaran juga siapakah yang ribut-ribut saat tengah malam


Sania membuka korden rumahnya dan mengintip dari balik jendela. Sania terkejut melihat suaminya tengah beradu suara yang membuat keributan


tadi nya Sania hendak menghampiri karena ia merasa cemburu suaminya itu menghampiri sang mantan istri yang kini sudah sangat berubah dengan penampilannya


membuat Sania pun ketar ketir sendiri takut-takut sang suami berpaling kembali kepada mantan istrinya

__ADS_1


namun saat mendengar ucapan Yasril yang meminta anaknya itu membuat Sania bernafas lega karena ternyata Yasril tak tergoda dengan sang mantan istri meski sekarang penampilannya berbeda dan terlihat sangat cantik


namun Sania masih merasakan kalau suaminya itu tengah cemburu dengan Ratih yang sudah memiliki calon suami. membuat Sania kesal karena ternyata suaminya masih menyimpan rasa cemburu


meski kini ia hanya meminta anak nya bukan meminta kembali tetapi tetap saja Sania merasa kecewa dan kesal juga


Sania membuka matanya saat Yasril sudah terlelap dengan nafas yang teratur dan dengkuran halus yang terdengar


"ternyata kamu masih memiliki rasa cemburu dengan perempuan itu mas, aku tak tahu kamu itu cemburu karena masih cinta atau kah ada sesuatu yang lain yang membuat mu marah pada wanita murahan itu....tapi apa pun itu aku gak akan mau terima anak itu mas, aku gak akan biarin kamu bawa anak itu ke kehidupan kita enak saja aku harus ngurusin anak kamu ada ibunya kenapa aku yang harus mengurusi" gumam Sania dalam hati





namun tak pernah Ratih beritahu hingga membuat nya harus mencari tahu sendiri dengan meminjam ponsel Andra dengan alasan ingin main karena ibunya yang tak mau memberikan ponselnya


Andra yang merasa tak tega pun memberikan ponselnya karena itu hanyalah ponsel pribadi untuk keluarga bukan ponsel untuk soal bisnis kerjaan maka Andra memperbolehkan


Adrian yang mendapat izin itu pun langsung membawanya ke meja kerja sang ibu karena kebetulan ibunya itu sibuk, Adrian mengambil ponsel ibunya diam-diam lalu izin untuk ke kamar pribadi Andra yang berada di ruang kerjanya


Ratih yang tak curiga pun menganggukan kepalanya, tanpa melihat ke arah anaknya itu karena sibuk. di kamar itulah Adrian menelfon di ponsel Andra dengan mencari nama di ponsel itu hingga lumayan lama karena tak ketemu saat melihat nama yang aneh Adrian pun menekan tombol panggilan yang ternyata panggilannya masuk ke ponsel Ratih dan menampakan nama itu.


Adrian mengirimkan foto sang ibu yang pelipis dan sudut bibir nya memar akibat hantaman yang di berikan mantan suaminya itu


setelah mengirim Adria pun kembali tidur di samping Ratih. Adrian mencium kening ibunya itu

__ADS_1


Adrian merasa kasihan melihat ibunya yang di siksa papa nya tadi. membuat Adrian merasa sakit hati dan kecewa karena sosok papa yang ia punja-puja ternyata jahat pada ibunya


Adrian berjanji pada dirinya sendiri akan membalaskan perbuatan papanya itu meski tanpa di minta sang ibu, Adrian berjanji akan selalu menjaga ibunya


dan setelah nanti ibunya itu menikah dengan Andra. Adrian akan selalu menjaganya


Adrian tahu jika ibunya memiliki hubungan khusus dengan Andra terlebih lagi saat tadi malam ia melihat sendiri Andra melamar sang ibu


membuat Adrian merasa senang karena ia akan memiliki papa baru yang lebih baik, yang bisa membahagiakan ibunya.


Adrian sangat menyayangi ibunya hingga ia tak ingin ibunya di sakiti lelaki lain lagi, meski Adrian masih kecil namun pemikirannya sudah seperti orang dewasa


karena ke adaan lah yang membuat pemikirannya dewasa sebelum waktunya


"mana tenang aja ya, Iyan akan selalu jaga mama dan om Andra juga pasti akan jaga mama. mama tenang aja ya Iyan gak akan biarin papa pukul mama lagi dan Iyan gak akan pernah mau ikut papa lagi kemana pun itu" monolong Adrian dalam hati


Adrian mengelus wajah ibunya itu dan lama kelamaan mata nya pun mulai berad dan ia pun tertidur. menjelajahi alam mimpi.


*******


pagi harinya Andra terbangun dan dia pun langsung menuju kamar mandi untuk bebersih. setelah selesai dan sudah menggunakan pakaian kantornya


Andra mengambil ponselnya, bibirnya pun tersenyum saat mendapati pemberitahuan pesan masuk di ponselnya yang tertera nama istimewa yang ia berikan untuk nomor ponsel Ratih


Andra membuka pesan itu dan begitu terkejutnya saat melihat wajah Ratih yang babak belur dengan luka berdarah di pelipis serta sudut bibirnya yang sudah memar membiru


membuat Andra langsung mengambil kunci mobilnya dan keluar dari kamar nya dengan terburu-buru. hingga ia mengabaikan panggilan sang ibu yang menatap heran ke arah Adrian yang terlihat terburu-,buru itu

__ADS_1


__ADS_2