
di hotel Pratomo merasa geram dengan tingkah kakak iparnya itu, ia terlihat gusar
"Akhhhhh!!! sial, sial sial.....awas kau mba Airin aku akan balas" teriak Pratomo kesal
sang istri yang melihat suaminya itu kesal pun menghampiri nya, untuk menenangkan suaminya itu karna ia tahu kini posisi suaminya seperti apa
"sudah lah pa, jangan terlalu di ambil pusing ucapan mba Airin tadi. kamu buang- buang energi saja nanti yang ada kamu malah sakit pa" Yusita menenangkan suaminya itu karna jika suaminya itu terlalu banyak fikiran dan emosi maka penyakit jantung nya itu akan kumat
"bagai mana aku tak emosi, melihat mba Airin yang begitu pada ku sampai- sampai mengatai Pratiwi wanita yang tak baik. " geram Pratomo
"sebenarnya mama juga kesal dengan ucapan mba Airin itu, tapi ya mau gimana lagi pa kalau kita ribut di tempat acara yang ada kita yang malu" ucap Yusita yang ikut geram juga oleh perkataan ibu Airin tadi
"nanti setelah kita pulang, kita balas perbuatan mereka pa. kita buktikan kalau anak- anak kita itu lebih baik dari pada anak nya itu! dapat wanita janda anak satu saja bangga, sebenarnya mereka itu lebih rendah dari kita pa tapi sombong nya minta ampun" Yusita mengeram emosi namun ia juga harus menahan emosinya itu
bagai mana pun suaminya ini seperti masih memiliki rasa kasihan kepada kakak ipar nya itu, terlihat saat dulu tuan Andara masih hidup dan sakit Pratomo masih mempedulikan kakak nya itu. namun akibat hasutan dari istrinya itu yang membuat Pratomo menjadi tega terhadap keluarga kakak nya itu
•
•
•
**FLASH BACK
PRATOMO**
Pratomo merasa terpukul setelah mendengar kakak nya itu masuk rumah sakit akibat penyakit yang di deritanya, Pratomo masih peduli pada kakak laki- lakinya itu hingga ia selalu mengunjungi kakak nya itu di rumah sakit setiap habis pulang dari kantor.
Pratomo kini berada di rumah sakit, terlihat ibu Airin menjaga Andara yang selalu setia di samping suaminya itu
"mba...bagai mana ke adaan mas Andar" tanya Pratomo pada ibu Airin saat ia sudah masuk ke dalam ruangan rawat Andara
"masih sama Tomo, mas Andara masih lemah efek dari penyakitnya" ucap ibu Airin lesu dan merasa sedih
"yang sabar mba, semoga mas And segera pulih kembali" Pratomo merasa iba kepada kakak ipar serta kakaknya itu bagai mana pun juga Andara adalah kakak satu- satunya ia hanya memiliki saudara satu ya itu kakak nya saja
"makasih tom kamu masih Sudi untuk menjenguk kakak mu ini" ucap Ibu Airin
"mba gimana toh, mas Andara kan kakak ku sudah pasti aku akan peduli pada kalian karna kalian adalah saudara ku satu- satunya" Pratomo merasa tak percaya dengan ucapan kakak iparnya itu
"iya, mba percaya sama kamu. lalu bagai mana dengan Yusita, tom? kenapa dia tidak bersama mu menjenguk mas Andara" tanya ibu Airin pada adik iparnya itu
"Yusita masih sibuk mba ngurusi salonnya, mba tahu sendiri kan bagai mana Yusita yang sangat terobsesi dengan yang berhubungan dengan salon" jawab Pratomo menjelaskan
"iya mba faham" ibu Airin menganggukkan kepalanya
"aku tahu tom, Yusita sedari dulu tak pernah menyukai mba dan mas Andara. dia selalu merasa tersaingi, semoga kamu tidak sampai terpengaruh dengan Yusita,tom! mba harap kamu akan selalu baik seperti ini pada kami " harap ibu Airin dalam hati
"ya sudah mba aku pamit pulang dulu ya, nanti kalau ada perkembangan dari mas And hubungi aku langsung ya" pesan Pratomo pada ibu Airin
"iya, hati- hati di jalan tom" ibu Airin menganggukkan kepalanya
•
•
•
Pratomo pun pergi dari RS itu ia mengendarai mobilnya untuk pulang ke rumah, sesampainya di depan gerbang rumah terlihat satpam membuka gerbang lalau Pratomo pun memasukan mobilnya ke dalam halaman rumahnya yang sangat besar itu
sebenarnya orang tua dari tuan Andara dan pratomo sudah membagi rata hartawarisan yang ia tinggalkan, jadi tidak heran jika Pratomo juga memiliki perusahaan yang tak kalah besar dari milik Andara
Pratomo pun masuk ke dalam rumahnya. ia melihat ke sana kemari rumah tampak sepi
"bi yuyun..."panggil Pratomo
"iya tuan" jawab bi Yuyun dari belakang
__ADS_1
"ibu kemana" tanya Pratomo
"tadi ibu pamit keluar tuan, katanya masu shopping" jawab bi Yuyun pada majikannya itu
"oh, yasudah makasih bi" ucap Pratomo, bi Yuyun pun mengangguk lalu berlalu meninggalkan tuannya itu lagi
"dasar mama kerjaannya belanja terus, sampai suami pulang pun tak ada di rumah" ucap Pratomo lalu ia pun masuk ke kamrnya
•
•
•
setelah puas shopping Yusita pun pulang ke rumah, ia turun dari mobil sembari membawa tentengan belanjaan di tangannya.
"bi Yuyun...ambil sisa belanjaan saya di mobil" perintah Yusita
"baik nyonya" bi Yuyun pun patuh lalu berjalan ke luar untuk melaksanakan perintah nyonyanya itu
Yusita masuk ke dalam kamar, ia melihat suaminya itu tengah duduk bersandar di ranjang tempat tidur
"sudah puas ma belanjanya" tanya Pratomo, meski ia terkadang merasa kesal karna istrinya itu boros yang suka nya hura- Hura namun Pratomo tak pernah melarang Yusita untuk berbelanja. karna menurutnya biar lah toh ia bekerja juga untuk istrinya itu
hingga Pratomo tak menyadari akibat memanjakan istrinya seperti itu, membuat sifat serakah pada istrinya itu
"sudah mas," jawab Yusita ,ia pun menaruh paperbag yang ia bawa tadi
Yusita pun menghampiri suaminya itu, ia duduk di atas pangkuan suaminya itu. Yusita mengalungkan tangannya di pundak Pratomo
"ada apa ma?" tanya Pratomo yang faham karna kebiasaan istrinya itu ketika sudah bersikap manja seperti itu maka ada akan ada permintaan dari istrinya itu
"pa, bagai mana ke adaan mas Andara" tanya Yusita sebelum ia mengungkapkan maksud tujuannya
"mas Andara masih lemah mah, entah kapan ia akan pulih " jawab Pratomo pada istrinya itu
"hmm....benar juga kata mu, kasihan mas Andara kalau masih harus mengurusi perusahaan dalam kondisi sakit seperti itu. baiklah besok akan aku tanyakan sama mas Andara tadi papa ke sana mas Andara sedang tidur jadi tidak bisa berbicara soal kerja" Pratomo pun menyetujui usulan istrinya itu
Yusita tersenyum penuh kemenangan, karna ia memiliki maksud dan tujuan untuk itu
"*kena kamu mas, aku akan buat kamu menyingkirkan kakak mu itu dan aku akan meminta mu untuk mengalihkan semua saham milik Andara jatuh ke tangan mu, karna aku tidak akan rela jika kekayaan Andara jatuh ke istri dan anak nya.
enak saja mereka menikmati jerih payah suami ku yang mengelola perusahaan mereka, itu semua tidak grati..hahahaha" Yusita tertawa senang dalam hatinya*
"baiklah pa, lebih cepat lebih baik" ucap Yusita. lalu ia melepas tangannya yang melingkar di pundak Pratomo
"oh iya ma, tadi mba Airin tanya kapan kamu jenguk mas Andara "tanya Pratomo
"kaya nya mama belum sempat deh pa" ucap Yusita lembut
" sempatkan lah ma untuk menjenguk, bagai mana pun juga dia kakak ipar mu" ucap Pratomo memohon
"baik lah, besok mama sempatkan. yasudah pa, mama mau mandi dulu" ucap Yusita, ia bangun dari pangkuan Pratomo lalu menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
•
•
•
ke esokan pagi nya Pratomo dan Yusita pergi ke rumah sakit untuk menjenguk kakaknya itu. mereka pun masuk ke ruangan di mana kakak nya berbaring lemah
"mba..." panggil Yusita
"eh..kalian kemari" ucap ibu Airin yang kini tengah menyuapi bubur kepada suaminya itu
"iya, bagai mana ke adaan mas Andara" tanya Yusita basa basi yang sebenarnya ia merasa jengah
__ADS_1
"sudah lumayan baikan sit," jawab ibu Airin
"syukurlah kalau begitu" ucap Yusita
Yusita menyenggol lengan suaminya itu agar segera bicara, pratomo pun faham dengan maksud istrinya itu
"mas, aku kashan sama kamu. dengan ke adaan sakit seperti ini bagai mana dengan perusahaan" tanya Pratomo
"ya, mau bagai mana lagi mas harus mengurusnya juga meski sakit" ucap Andara lemah
"mas, bagai mana kalau aku yang menghendel perusaan mas, agar mas bisa fokus untuk ke sehatan mas" ucap Pratomo tulus tanpa tahu ada udang di balik batu yang istrinya rencanakan
"apakah kamu tidak repot mengerjakan dua perusahaan sekaligus" tanya Andara
"tidak mas, aku ikhlas bantu kamu karna kasihan kalau mas sampai drop lagi karna memikirkan perusahaan" ucap Pratomo
ibu Airin sebenarnya merasa keberatan karna ia mengetahui sifat Yusita seperti apa, namun yang di katakan Pratomo ada baiknya juga demi kesehatan sang suami
"mas, benar kata pratomo biar lah dia yang mengelola semntara demi kepulihan papa, nanti kalau papa sudah sembuh baru lah papa bisa mengelola lagi" ucap ibu Airin pada suaminya terlihat tuan Andara berfikir sejenak
"baik lah, mas percayakan perusahaan sementara sama kamu" ucap Andara akhirnya
Yusita tampak tersenyum penuh kemenangan,
" hahahaha ...dasar kalian bodoh, dengan begini kan akan lebih mudah aku mengambil alih milik kalian" gumam Yusita dalam hati
"baiklah, mas mba kalau begitu kami pamit untuk ke kantor dahulu" ucap Yusita karna ia sebenarnya sudah jengah
"iya hati- hati" ucap ibu Airin pada mereka
•
•>
•
hari- hari berlalu begitu cepat, Pratomo mengelola dua perusaan sekaligus. lambat laun Yusita pun akhirnya meracuni fikiran suaminya itu, karna sampai saat ini tuan Andara masih terbaring lemah di rumah sakit
bahkan para dokter pun sudah tak bisa memberikan harapan apa- apa lagi pada keluarga itu, karna gagal ginjal yang di alami tuan Andara sudah sangat parah
di kediaman Pratomo, Yusita nampak terus merayu suaminya itu untuk membalik nama perusahaan Andara menjadi atas nama mereka
"pa, apa papa mau kalau kekayaan milik mas Andara jatuh ke tangan istri dan anak nya itu" ucap Yusita dengan sedikit penekanan
"biarkan lah ma, mba Airin kan istrinya dan Andra adalah anak semata wayang mereka" ucap Pratomo yang tak tertarik
"pa... jangan terlalu polos, mba Airin itu licik pa, dia akan menguasai harta mas Andara sendiri. karna sekarang mba Airin punya pujaan hati lain pa" Yusita berbicara kebohongan
"apa maksud mu?" tanya Pratomo tak mengerti
"mama berkata benar pa, mba Airin memiliki kekasih lain selain mas Andara, ia akan menguasai harta milik mas Andara dan menikmati nya bersama kekasih nya itu. aku jadi tidak yakin kalau Andra adalah anak mas Andara " ucap Yusita
"jangan bicara sembarangan ma, tidak mungkin mba Airin seperti itu. aku tahu bagai mana mba Airin dia sangat menyayangi mas Andara " Pratomo terlihat tak percaya dengan apa yang di katakan Yusita
"kalau papa tidak percaya, nih mama kasih lihat foto mereka" Yusita pun memperlihatkan foto ibu Airin dan seorang pria yang sedang berpelukan mesra
"untung saja aku sudah meminta orang untuk mengedit foto itu" gumam Yusita dalam hati
"ini tidak mungkin ma" Pratomo nampak tak percaya
"tapi kenyataannya begitu pa, makanya mama tidak mau kalau mba Airin sampai menguasai semua harta mas Andara karna itu pa" ucap Yusita
"kurang ajar, baiklah papa akan mengalihkan nama perusahaan menjadi milik ppa demi menyelamatkan aset milik mas Andara " ucap Pratomo menyetujui
Yusita pun tersenyum penuh kemenangan, dan mulai saat itu pun percekcokan antara Pratomo dan ibu Airin berlanjut sampai tuan Andara meninggal akibat mengetahui perselingkuhan ibu Airin padahal itu semua tidak lah benar. hingga Pratomo dengan tega nya mengusir ibu Airin dan Andra dari kediaman mereka sendiri karna itu semua hasutan dari istrinya Yusita
Flash back of
__ADS_1