
"hai ..kalian lagi apa" Andra menghampiri sepasang ibu dan anak yang tengah asik
Ratih menengok ke arah sumber suara yang ia kenal, begitu pun dengan Adrian
"om...om di sini" Adrian berlari memeluk Andra karna sudah beberapa hari ini mereka tak bertemu meski Adrian selalu pulang ke resto
karna Andra yang beberapa hari ini selalu pulang lebih dulu
"iya, kamu sedang apa" Andra jongkok mensetarakan tinggi badan Adrian
"aku sedang memberi tahu mama tentang pelajaran ku di sekolah om, pelajarannya lumayan susah" jawab Adrian dengan wajah lesu
"hei..mengapa lesu begitu om yakin kamu pasti nanti akan bisa mempelajari semua mata pelajaran di sekolah" Andra menyemangati calon anaknya itu
"oh iya, ini om alex teman om" Andra memperkenalkan Alex pada Adrian
"halo om..." Adrian mengulurkan tangannya untuk menyalami Alex
namun Alex tak menerima jabatan tangan itu, ia malah menunduk mengepalkan tangannya untuk mengajak tos. Adrian yang faham pun ikut mengepalkan tangannya dan mereka dan kepalan tangan mereka pun beradu.
"kamu kelas berapa" tanya Alex masih dengan berjongkok
" kelas satu om..." jawab Adrian dengan tersenyum memamerkan deretan gigi mungil nya
Alex pun tampak mengangguk. Andra menghampiri Ratih yang hanya melihat interaksi mereka
" kita makan siang yuk..." ajak Andra pada Ratih
" aku sudah pesan pelayan resto untuk membawa makanan ke mari" jawab Ratih karna ia tadi melihat jam sudah waktunya untuk makan siang
sedangkan Andra kedatangan tamu jadi Ratih berinisiatif untuk memesankan makanan pada pelayan
"kita makan di luar saja, lagi pula kita jarangkan makan di luar"
Ratih tampak berfikir sejenak
"boleh, tapi gimana makanan yang aku pesen tadi pelayan " tanya Ratih merasa bingung
"biar nanti aku yang bilang"
Andra merogoh saku celana nya yang terdapat ponsel nya. setelah itu ia menelfon kepala pelayan untuk tidak mengantarkan makanan keruangannya
karna mereka akan makan di luar, kepala pelayan pun mengiyakan.
"sudah ayo kita makan di luar" ajak Andra
"hore...kita jalan- jalan om" Adrian tampak kegirangan
Andra hanya tersenyum dan mengangguk. mereka pun keluar dari ruangan Andra .
__ADS_1
Andra berjalan beriringan dengan Ratih, ia menggenggam tangan kekasih nya itu. sementara Alex berada di belakang nya bersama Adrian
Alex nampak kesal karna di jadikan obat nyamuk oleh bosnya itu, dan malah harus menggandeng bocil di sampingnya.
"apes...apes loe lex, bisa bisa nya loe di jadikan obat nyamuk sama sahabat loe sendiri" monolog Alex meratapi nasibnya sendiri
mereka pun sampai di parkiran, Alex masuk ke dalam mobilnya sendiri
Adrian yan melihat mobil sport milik Alex lantas ingin ikut satu mobil bersamanya, tentu saja dengan senang hati Andra membolehkan karna ia ingin berduaan saja di dalam mobil bersama Ratih
lagi lagi Alex harus membuang nafasnya kasar, sebenarnya mobil Andra pun mobil sport hanya bentuk nya saja yang berbeda dari Alex. namun mobil milik Andra hanya di miliki 2 orang di dunia sudah pasti sangat mahal
namun namanya anak-anak mana menilai dengan harga; yang penting terlihat berbeda dan bagus saja sudah membuatnya penasaran.
mobil pun melaju meninggalkan area resto milik Andra.
•
•
•
terlihat seseorang menatap mobil yang sudah meninggalkan resto itu dengan wajah kesal. bagai mana ia merasa tidak kesal karna rencana nya gagal
karna hari ini Terre yang meminta untuk mengantarkan makanan ke ruangan Andra, dan Terre akan memasukan sesuatu ke makanan Ratih namun rencana nya gagal karna tiba-tiba Andra malah memberitahukan kepala pelayan kalau dia akan makan di luar
ia mengepalkan jari tangannya penuh emosi
"dasar wanita kampung gak tahu malu. aku akan merebut kembali apa yang seharusnya menjadi milik ku, aku tahu Andra tak akan bisa menolak tubuh ku ini karna dia pun pasti menyukainya. tunggulah sayang aku akan memuaskan mu nanti" Terre tersenyum miring memikirkan rencana nya yang sudah pasti akan berhasil
•
•
•
Yasril kini sudah berada di sebuah kontrakan, ia kini tengan nengangkat kopernya membawa masuk ke dalam kontrakan
"mas...." panggil Sania yang kini berada di kamar
"kenapa sayang..." Yasril menghampiri istrinya itu
"kita nanti beli lemari sama kasur ya, ini kasur nya nggak luas lemarinya juga kecil banget" tutur Sania meminta pada suaminya itu
"ya sudah nanti kita fikirkan itu, yang penting sekarang kamu bereskan ini pakaian ke dalam lemari" Yasril memletakan koper di dekat lemari
"ya sudah....tapi janji lo ya nanti kita langsung beli kasur sama lemari"
"iya...iya bawel banget sih, ya sudah mas mau keluar dulu cari makan buat kita" Yasril pun keluar dari kamarnya
__ADS_1
ia berjalan menyusuri jalanan untuk membeli makanan. tibalah yasril di warung nasi padang, ia membeli dua bungkus nasi
namun saat ia akan meninggalkan warung itu mata nya tertuju ke sebuah resto. terlihat seseorang yang ia kenal berada di sana bersama dua orang pria dan satu anak kecil
"Ratih....." gumam nya saat melihat seseorang yang berada di dalam resto itu
"benarkah itu Ratih, dan anak kecil itu pasti Adrian...lalu kedua lelaki itu siapa" gumamnya bermonolog sendiri
"penampilannya sungguh berbeda dengan Ratih yang dulu, ia kelihatan lebih putih dengan wajah yang cantik...ah apa aku ini dia itu kan hanya mantan istri yang tak berguna, lebih baik aku cepat pulang pasti Sania sudah menunggu" Yasril pun berjalan pulang ke rumah kontrakannya
•
•
kini Ratih bersma kedua pria di depannya itu tengah makan siang di sebuah restoran makanan jepang.
"ini apa...?" tanya Ratih menunjuk sushi di depannya itu
"itu sushi, cobalah rasanya enak" ucap Andra mengambil satu sushi dengan sumpit
lalu ia mengarahkan ke mulut Ratih "aaaa..."
Ratih pun memakan sushi yang di suapkan Andra, ia mengunyah nya dengan agak ragu. karna ini kali pertama nya memakan makanan aneh seperti itu.
"bagai mana rasanya" tanya Andra yang menyuapkan makanan yang sama ke mulutnya
"lumayan, rasanya juga tidak terlalu buruk. tapi tetap saja aku lebih suka makanan lokal" tutur Ratih yang masih mengunyah makanan nya dengan senyuman manisnya
" hee...ya memang lebih enak makanan lokal tapi sesekali kita makan makanan yang aneh" ucap Andra terkekeh membuat Ratih pun tertawa
Alex yang kini hanya menjadi obat nyamuk nampak mencebik kan bibir nya, dan memakan makanannya secara kasar
Andra melihat ke arah alex dan tersenyum miring melihat sahabatnya itu teelihat kesal..
"lex, lalu bagai mana dengan orang itu, apakah dia sudah tahu" tanya Andra pada Alex
alex yang tahu maksud dari perkataan Andra pun ia menjawab
"tenang saja, besok juga loe bakalan denger kabar lewat media" ucap Alex dengan santai sembari menyuapkan makanan ke dalam mulutnya
"baiklah, gue bakal tunggu. dan mari kita muali permainannya" Andra tersenyum penuh kebencian
Ratih yang mendengarkan obrolan mereka tak mengerti apa maksud keduanya itu, permainan apa yang mereka maksud pun Ratih tak mengerti
namun ia enggan untuk bertanya karna itu mungkin urusan pekerjaan.
setelah makanan mereka habis, mereka pun keluar dari resto
kini Adrian ikut dengan Andra karna alex akan langsung ke kantor PA corp lagi untuk menjalankan tugasnya.
__ADS_1