MENGAPA SELALU WANITA YANG TERSAKITI

MENGAPA SELALU WANITA YANG TERSAKITI
Bab 58


__ADS_3

jam sudah menunjukan pukul 10 malam, Andra masih berkutat dengan laptop nya di ruang kerja


Ratih yang tahu calon suaminya itu masih bekerja karna harus lembur pun ia membuatkan kopi untuk Andra


"non sedang buat apa" tanya mbok Iyem yang kala itu masih terjaga dan hendak mengambil air minum


"bikin kopi mbok, buat mas Andra karna malam ini dia lembur" jawab Ratih sembari mengaduk kopi yang ia buat


"oh iya, apa ada yang mbok bisa bantu" tanya mbok Iyem


"nggak usah, ini juga udah selesai kok. ya udah mbok aku ke atas dulu ya" pamit Ratih pada mbok Iyem dengan membawa nampan berisi secangkir kopi


"iya non" jawab mbok Iyem setelah majikannya itu berlalu mbok Iyem mengisi gelasnya dengan air minum dan meminumnya .setelah itu mbok Iyem mengambil satu gelas air lagi dan membawanya ke kamar





Ratih sudah berada di depan pintu ruang kerja milik Andra, ratih pun membuka pintu ruang kerja Andra yang memang tak di kunci


...cklek...


Ratih membuka pintu kamar Andra dan menampakan lelaki tampan, bertubuh kekar berperawakan tinggi itu tengah fokus dengan laptop nya


"minum dulu mas" ucap Ratih yang menaruh cangkir di meja sebelah Andra


"makasih sayang, kamu belum tidur" tanya Andra yang kini memalingkan wajah nya menatap kekasih hati nya itu, yang sebentar lagi menjadi istrinya


"belum, aku temenin kamu ya mas" jawab Ratih dengan senyuman manis nya


"boleh, sini.." Andra meminta Ratih untuk mendekat


"aku duduk di sofa aja ya, nanti ganggu kamu kerja" Ratih tak mengindahkan permintaan Ratih


membuat Andra menarik tangan Ratih dan mendudukkan di pangkuannya


"mas, kamu kan lagi kerja kalau kaya gini kapan selesai nya" ucap Ratih yang terkejut akibat sikap Andra yang tiba- tiba menarik dirinya ke dalam pangkuan


"udah temenin aku kaya gini, sebentar lagi juga selesai kok" jawab Andra lalu mencium pipi Ratih lembut


"ya tapi kan aku berat mas" ucap Ratih berusaha untuk lepas

__ADS_1


"diamlah, nanti nggak selesai- selesai kerja nya" tutur Andra yang masih menciumi rambut Ratih


"ya makanya aku duduk di sofa aja ya" ucap Ratih sembari menyisir rambut Andra dengan tangannya


"nggak tetep di posisi kaya gini ya, udah mas mau fokus lagi" ucap Andra mengeratkan pelukannya dan kembali fokus ke laptopnya


Ratih pun sudah tak bisa berbuat apa-apa ia pun pasrah saja jika Andra sudah tak bisa di bantah lagi. Ratih duduk di pangkuan Andra dengan tangan melingkar di leher jenjang calon suaminya itu


jam sudah menunjukan pukul 12 malam tanpa di ketahui Andra, ternyata Ratih sudah tertidur di pangkuannya dengan kepala menyandar di pundaknya


"akhirnya selesai juga" ucap Andra lalu ia menatap kekasihnya itu yang ternyata sudah tertidur dengan lelap di pangkuannya


"sudah tidur rupanya..cup" Andra mencium kening Ratih yang tertidur di pangkuannya


Andra pun langsung menggendong Ratih lalu keluar dari ruang kerja, dan membawa Ratih masuk ke kamarnya karna ruang kerja Andra bersebelahan dengan kamar tidur miliknya


Andra pun membaringkan tubuh Ratih di ranjang tempat tidurnya. lalu menyelimutinya sebatas pinggang


"selamat tidur sayang, 'Cup" Andra mencium kening Ratih lalu ia menuju kamar mandi untuk mencuci mukanya


setelah selesai Andra pun ikut membaringkan tubuhnya di samping Ratih ,tak butuh waktu berapa lama Andra pun sudah sudah menjemput mimpinya.





"mas kamu tahu gak, tiga hari lalu mantan istri mu itu ngadain lamaran di kampung ibunya dengan acara yang mewah " tanya Sania pada Yasril


"kurang ajar, kenapa bisa Ratih lamaran secepat itu dengan acara mewah di kampung. bisa- bisa nya dia mencari suami yang akan menggantikan posisi ku di kehidupan adrian.aku gak akan terima ini semua seenaknya dia mencari sosok ayah baru untuk Adrian"gumam Yasril dalam hati


"mas,...mas Yasril" Sania mengguncang tubuh suaminya itu


"eh iya, kenapa" tanya Yasril balik


"kamu ngelamun, apa jangan- jangan kamu mikirin mantan mu itu ya kamu masih berharap dia kembali lagi sama kamu" selidik Sania


"ng..nggak gitu, aku cuma heran saja kenapa tuan andra mau menikah dengan wanita seperti dia itu, sedangkan aku saja sudah malas bertemu dengannya" jawab Yasril dengan nada yang mencemooh


"ya, mungkin saja bos mu itu di pelet sama manita itu" jawab Sania asal


"jaman sekarang kok masih percaya hal begituan sih, nggak mungkin lah Ratih melakukan hal itu aku kenal banget dia" jawab Yasril menyangkal ucapan istrinya itu

__ADS_1


"ya bisa aja mas, kan uan Andra itu orang terkaya nomor satu di kota ini, gak mungkin lah dia mau sama wanita yang kelas bawah kaya mantan istri mu itu, dan sudah pasti keluarga nya juga tidak akan ada yang setuju kalau mantan istri mu itu tidak menggukan pelet" tutur Sania dengan nada yang meremehkan


"itu mungkin aja sih, ya sudah lah biarkan saja itu urusan mereka kita tidur saja sudah malam" ajak Yasril yang tak ingin membicarakan soal Ratih lagi


Sania pun sudah tak berbicara apa- apa lagi ketika suaminya itu sudah mengakhiri obrolan malam mereka





di kediaman Pratomo kini tengah tejadi kegaduhan yang membuat emosi meluap- luap


"kamu mikir nggak tiw, kamu itu anak terhomat bisa- bisa nya kamu sampai terlewat batas seperti itu. kamu tahu akibat ulah kamu itu keluarga kita bisa tercoreng nama baiknya tahu tidak kamu hah!!" teriak yusita memarahi anak perempuannya itu


"hik hik hik...ma maafin Tiwi, tiwi tahu Tiwi salah tolong bantu Tiwi ma" ucap Tiwi dengan tangisan penyesalannya


"keterlaluan kamu Tiwi, kamu mencoreng wajah papa mu ini dengan mudah nya. bagai mana reaksi bude mu kalau tahu anak- anak yang papa banggakan ini membuat malu dan membuat kecewa" Pratomo begitu kecewa dengan segala yang telah terjadi


"makanya dek, kamu itu jadi perempuan jangan murahan akibatnya begini kan. harus nya kamu itu cari laki- laki yang kaya bukan yang orang miskin kaya si Radit " geram kakak laki- laki Pratiwi yang bernama Bramantyo artomojo yang biasa di panggil Bram


"sekarang papa minta kamu putusin dia, papa tidak akan pernah merestui kalian sampai kapan pun paham kamu Tiwi" Pratomo pun meninggalkan ruang tamu dan menuju kamarnya


"kamu dengar ucapan papa mu itu, putus kan dia kalau kamu masih mau di anggap anak di keluarga artomojo" yusita tampak emosi lalu meninggalkan anak perempuannya itu


dan Bram pun ikut meninggalkan adiknya itu, semua di keluarga itu tampak kecewa dengan Tiwi yang menambatkan hati nya dengan pria yang di bawah rata- rata itu bahkan pekerjaannya saja hanya karyawan biasa


Tiwi tak mampu berkata apa- apa ia hanya bisa menangis meratapi nasib cintanya itu.


"kenapa kalian semua hanya memikirkan harta tanpa memikirkan perasaan anak- anaknya" gumam Tiwi dalam hati


lalu ia pun berjalan menuju kmr nya dengan langkah yang sangat gontai


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


cuotes


**kehidupan bahagia bukan lah di pandang dari seberapa banyak harta yang di tumpuk, tetapi seberapa besar orang yang menyayangi dengan tulus tanpa melihat dari hartanya


kebahagiaan bukan di lihat dari seberapa banyak harta mu tetapi seberapa besar kamu dapat menghargai orang lain yang berada di bawah mu


kebahagiaan dapat di temukan kepada orang yang tulus dan orang yang tepat, jika sudah memilikinya jangan sia- siakan dia karna belum tentu kamu akan mendapatkan yang sama seperti dirinya**

__ADS_1


__ADS_2