
hari sudah menjelang sore ibu Sumarni dan pak Handoko pun akan pulang kembali ke kampung, Ratih tak bisa mengantarkan sampai terminal ia hanya bisa memesankan taksi untuk orang tuanya menuju terminal.
"jaga diri ya nak, ibu dan bapak pulang dulu kalau ada apa-apa telfon bapak atau telfon Angga" ucap pak Handoko
"iya pak, pasti Ratih akan selalu memeberi kabar bapak dan ibu di kampung" Ratih menyalami ke dua orang tuanya begitupun Adrian
"Adrian, jangan nakal di sini sama mama ya" ibu Sumarni membelai wajah Adrian
"iya nek, nenek sama kakek hati-hati di jalan ya" Adrian menyalami ibu Sumarni dan beralih pada pak Handoko
"ya sudah, bapak sama ibu pulang dulu"
"iya bapak dan ibu hati-hati di jalan"
ibu Sumarni dan pak Handoko pun masuk ke dalam taxi yang sudah di pesan.
Ratih hanya menatap ke pergian taxi yang di tumpangi ke dua orang tuanya itu, setelah mobil itu hilang dari pandangannya ia pun mengajak Adrian untuk masuk ke dalam kontrakan
Ratih mulai membersihkan kontrakannya, dan menyimpan baju-baju nya di dalam lemari. ia membersihkan setiap sudut ruangn itu
kontrakan yang di sewa nya hanya berisi dua kamar tidur dan rung tamu yang tak terlalu luas ,serta dapur yang kecil di sudut dapur ada kamar mndi, meski kecil tetapi cukup untuk mereka berdua dn biaya bulanan kontrakannya pun tak terlalu mahal.
Ratih membersihkan tubuhnya setelah selesai membereskan kontrakannya, lalu ia bersandar pada kursi kayu yang berada di kamarnya untuk melepas penat nya
"ma...Iyan laper " tutur Adrian masuk ke dalam kamar Ratih
Ratih pun menengok ke arah Adrian " ya sudah kamu mandi dulu, nanti kita makan di luar sekalian mama mau beli bahan-bahan dapur" ucap nya
"horee..kita makan di luar ma sekalian jalan-jalan ya" Adrian kegirangan ketika Ratih mengajak makan di luar
Ratih hanya mengangguk pertanda mengiyakan, Adrian pun langsung ke kamar mandi.
•
•
kini mereka berada di sebuah warung makan pecel lele, mereka mengisi perut nya di warung itu. saat tengah asik makan Ratih di kejutkan dengan suara seseorang yang ia kenal
"kalian makan di sini" Ratih yang terkejut langsung menengok ke arah sumber suara
"mas Andra, kok kamu di sini" tanya Ratih tak menjawab pertanyaan Andra
"iya tadi kebetulan lewat saja, tapi begitu lihat kamu sama Adrian di sini jadi aku mampir" jawab nya
"oh gitu, mas mau makan juga? sekali-sekali makan di luar mas emang gak bosen makan menu Resto terus" ledek Ratih pada bos nya itu
"boleh, kaya nya enak juga liat kalian makan"
"pak pesan satu ya, menu yang sama kaya mereka" ucap Andra pada pemilik warung makan itu
Andra pun duduk di samping Ratih sembari menunggu pesanannya datang
"ma, Iyan udah selesai" ucap Adrian yang sudah merasa kenyang
__ADS_1
"oh iya ...aku sudah dapat sekolah untuk Adrian" ucap Andra
Ratih yang hendak bertanya pun tak jadi ke tika bapak pemilik warung mengntarkan pesanan Andra
"permisi mas, ini pesanannya " bapak penjual itu menaruh pesanan Andra di meja dan pergi kembali ke dapur meninggalkan mereka makan
"makasih pak" Andra pun melahap makanannya itu
"benarkah, jadi kapan kita akan ke sekolah itu" tanya Ratih antusias
"kalau besok bagai mana" tanya Andra
"besok bisa aja, tapi besok kan aku kerja masuk pagi mas" ucap Ratih pada bos nya itu
"ya kamu kan masih ada urusan Adrian, jadi besok kamu bonus tidak masuk kerja dulu" ucap nya dengan tersenyum
"terus nanti kalo aku dapat sangsi karna belum masuk kerja gimana"
pertanyaan Ratih membuat Andra tertawa bagai mana bisa Ratih berkata seperti itu sedangkan yang berbicara adalah bos nya sendiri
"Ratih..Ratih, kamu ini gimana sih kan aku bos nya dan kamu akan pergi bareng aku jadi gimana bisa kamu kena sangsi" Andra merasa lucu dengan sifat Ratih yang mode polos itu.
"oh iya ya...aku lupa, hee" cengir Ratih
makanan mereka pun telah habis, mereka mengakhiri makan malam itu.
"pak, berapa makanan semuanya" tanya Andra pada pemilik warung
"eh mas ..ini punya ku biar aku yang bayar aja" ucap Ratih merasa tak enak
"semua nya jadi 65 ribu mas" ucap penjual itu
Andra pun membayar semua makanan yang mereka makan tadi, setelah itu mereka keluar dari warung tenda itu.
"setelah ini kalian mau kemana" tanya Andra berdiri dengan tangan yang di masukan ke dalam saku celananya membuat ia tampak gagah
Ratih terdiam sejenak melihat pemandangan di depannya itu, seorang pria tampan dan gagah yang merupakan bosnya
"ma..ayok" ajak Adrian yang membuat Ratih tersadar
"eh iya ayok...kita ke supermarket, aku mau beli bahan dapur sekalian mau belanja peralatan dapur" jawab Ratih yang terkejut dan tampak kikuk karna diam-diam mengagumi bosnya itu
"ok...kit berangkat, itu mobil ku" Andra berjalan ke arah mobil nya sedangkan Ratih hanya bengong saja
"ayo..nanti ke buru malam" ajak Andra lagi
"gak usah deh mas, aku gak enak kalau harus ngerepotin kamu terus" ucap Ratih merasa tak enak
"udah sih gak usah kaya gitu, Adrian mau kan bareng sama om" Andra beralih bertanya pada Andrian
"mau om, kita mau jalan-jalan kan" Adrian tampak antusias ketika Andra mengajak nya
"tentu, kita akan jalan-jalan" ucap Andra dengan menundukan badannya mensejajarkan tinggi Adrian dan mengusap kepala Adrian
__ADS_1
"horee....ma ayok kita ikut om" Adrian tampak antusias
membuat Ratih tak enak
"udah gak usah banyak mikir, ayok" Andra menarik lengan Ratih dan Adrian masuk ke dalam mobilnya
akhirnya Ratih pun pasrah saja, ia juga tak enak jika menolak ajakan bos nya itu. tapi ia juga tak enak jika harus merepot kan Andra.
mereka pun sudah sampai di supermarket, Ratih menuju stand yang di sana terdapat peralatan dapur. setelah dapat apa yang ia cari lalu Ratih pun menuju tempat sembako ia memasukan beberapa kebutuhan dapur pada keranjang nya, dan terakhir ia mencari sayur mayur untuk di masak.
setelah selesai Ratih pun menuju kasir untuk membayar Adrian dan Andra juga sudah sampai di depaj kasir, terlihat Andra pun membawa keranjang berisi belanjaan dan Adrian tampak memegang mainan
"berapa mbak" tanya Ratih
"semuanya 1.950 ribu " ucap kasir itu
Ratih mengambil ATM nya dan hendak menyerahkan pada kasir namun di cegah oleh Andra
"biar saya saja yang bayar" ucap Andra mengeluarkan kartu yang beda dari miliknya yang Ratih tak tahu kartu apa
"gak usah mas, biar ini aku yang bayar" ucap Ratih menolak
" tak ada penolakan, ini mbak ambil kartu saya sekalian hitung belanjaan yang itu" Andra menyerahkan kartunya
akhirnya Ratih pun pasrah saja, toh percuma juga kalau ia menolak. setelah selesai membayar mereka pun pulang Andra sengaja tak langsung mengantar kan mereka pulang, tetapi berkeliling-keliling kota dulu
membuat Adrian kegirangan, Andra tersenyum ketika melihat Adrian yang antusias melihat ke indahan kota bahkan Adrian banyak bertanya pada Andra. dan semua pertanyaan Adrian ia jawab
Ratih hanya melihat saja interaksi antara anak nya dan bos nya itu.
karna sudah larut Andra pun mengantarkan Ratih pulang ke kontrakannya.
sesampainya di kontrakan Ratih menurunkan barang belanjaannya yang di bantu oleh Andra.
"loh mas..itu kan belanjaan kamu kenapa di bawa masuk ke dalam juga" tanya Ratih yang bingung karna itu adalah belanjaan Andra
" siapa bilang, ini aku sengaja beli buat kamu dan Adrian" ucap Andra tersenyum dan tetap membawa masuk barang belanjaan itu
" ya ampun mas, aku jadi banyak ngerepotin hari ini. aku merasa gak enak"
" udah gak usah di fikirin aku iklas kok kasih ini buat kamu sama Adrian, anggap aja ini hadiah dari aku karna kamu mau kembali ke resto"
"ya ampun mas, aku kan cuma karyawan di tempat kamu...tapi aku makasih banget udah di belanjain, aku janji pasti nanti akan aku balas semua kebaikan mas"
"sudah gak usah di fikirkan, ya sudah aku pulang ya..hai jagoan om pulang dulu ya" Andra beralih pada Adrian dan mengusap kepala bocah itu nengacak rambutnya
" iya om, besok ke sini lagi ya om" ucap Adrian dengan tersenyum mengembang
"pasti, om pasti akan ke mari lagi"
"aku pulang Rat.." ucap Andra beralih pada Ratih
"iya mas hati-hati di jalan, dan sekali lagi aku makasih banget untuk semuanya" ucap Ratih
__ADS_1
Andra hanya mengangguk dan tersenyum tak menjawab lagi, ia masuk ke dalam mobilnya dan melajukan mobil nya meninggalkan kediaman Ratih
Adrian melambaikan tangannya Andra hanya membalas dengan klakson mobilnya. setelah mobil Andra hilang dari pandangan Ratih pun mengajak Adrian untuk masuk ke dalam rumah.