
setelah 10 jam perjalanan akhrinya mobil andra pun memasuki halaman rumah, Andra memarkirkan mobilnya di halaman rumah.
ia menatap ke arah Ratih yang tengah tidur di kursi penumpang samping nya, begitu pun yang lainnya masih terlelap dalam tidur karna jam sudah menunjukan pukul 12 malam
Andra terpaksa membangun kan Ratih dan ibu Airin yang tertidur lelap, sedangkan Adrian ia yang akan menggendong hingga sampai ke kamarnya
"sayang bangun, kita sudah sampai" Andra membangunkan Ratih dengan mengelus pipinya hingga sang pemilik pun terbangun
"udah sampe mas" tanya Ratih dengan suara serah khas orang bangun dari tidurnya
sementara Andra hanya mengangguk, lalu ia pun membangun kan ibu nya yang masih tertidur
"ma, bangun kita udah sampai" ucap Andra kembali membangun kan ibu Airin
ibu Airin pun mengerjakan matanya menyesuaikan dengan cahaya lampu yang masuk ke netranya
" sudah sampai, ya sudah mama duluan ya rasanya tubuh mama lelah sekali" ucap ibu Airin lalu turun dari mobil dan menutup pintu mobil kembali
"ayo turun, biar Adrian mas yang gendong ke kamar" ucap Andra dan Ratih hanya menjawab dengan anggukan
mereka pun turun dari mobil dengan Andra yang sudah menggendong Adrian membawa menuju kamarnya
sementara Ratih menuju kamarnya karna tubuhnya yang sangat lelah sehingga membuat ia masa bodo dengan yang lainnya, Ratih langsung membaringkan tubuhnya di kasur dengan posisi yang sembarangan dan tanpa menutup pintu kamar membiarkan pintu terbuka lebar
Andra yang melewati kamar Ratih setelah menidurkan Andra pun berhenti, karna melihat pintu kamar yang terbuka lebar itu. Andra menggelengkan kepala nya satu sifat yang baru di ketahu Andra dari Ratih ketika sudah merasa sangat lelah maka Ratih akan merasa bodo amat dengan semuanya
Andra memasuki kamar Ratih dan melihat calon istrinya itu tengah tidur dengan posisi tubuh yang tengkurap
"dasar, tidur aja sembarangan begini untung aja yang tidur di atas cuma bertiga dan gak ada orang lain, coba kalau ada orang lain gimana coba? dengan posisi tidur yang kaya begini terus pintu kamar sampe gak di tutup " gumam andra ia pun membalikan tubuh Ratih agar tidak tengkurap, setelah di rasa posisi tidur Ratih nyaman Andra pun menyelimuti tubuh Ratih lalu ia mencium kening calon istrinya itu dengan penuh kasih sayang.
"selamat tidur sayang, mimpi indah" ucap Andra lalu ia keluar dari kamar Ratih tak lupa Andra menutup pintu kamar Ratih
__ADS_1
setelah itu baru ia masuk ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya di ranjang empuknya itu. rasa nya tubuh nya itu sudah sangat remuk akibat perjalanan yang jauh itu
perlahan Andra mulai memejamkan matanya karna hari semakin larut malam
•
•
•
Ratih mengerjakan matanya saat sinar matahari masuk lewat celah- celah kamarnya yang terkena wajahnya itu
Ratih membuka matanya menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam retina matanya ia melihat ke arah jam dinding yang sudah menunjukan pukul 10 pagi. Ratih terlojak kaget saat melihat jam dan matahari yang sudah mulai meninggi
"ya ampun, aku ke siangan" gumam Ratih lalu ia pun segera turun dari tempat tidur langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya
setelah 15 menit berkutat dengan aktifitasnya di kamar mandi, Ratih pun keluar dari kamar mandi sudah dengan mengenakan pakaian santainya
cklek
Ratih membuka pintu kamar Adrian, Ratih melihat ke arah tempat tidur yang ternyata tidak ada pemilik kamar di dalam sana Ratih melihat sekeliling dan ia tak melihat siapa pun bahkan pintu kamar mandi pun terbuka
akhirnya Ratih pun menutup kembali pintu kamar Ratih lalu ia pun berjalan menuju tangga, Ratih hendak menuju ke dapur siapa tau saat berjalan ke dapur ia melihat Adrian
Ratih kini sudah berada di ruang tengah di mana ruang keluarga langsung berhadapan dengan ruang makan sedangkan dapur agak ke belakang
namun saat Ratih berada di ruang keluarga ia tak melihat siapa pun, rumah nampak sepi seperti tak ada penghuni nya. Ratih melihat ke arah dapur yang melihat mbok Iyem sedang membersihkan meja makan
Ratih pun menghampiri mbok Iyem" mbok, mama, mas Andra sama Adrian ke mana ya? kok rumah sepi banget" tanya Ratih pada pembantu rumah tangga calon suaminya itu
"oh itu non, mereka lagi berada di taman belakang den Adrian bilang nya mau mancing ikan di kolam ikan belakang" jawab mbok Iyem sembari tersenyum
__ADS_1
"oh pantes sepi, makasih ya mbok" ucap Ratih lalu ia melangkahkan kaki nya menuju taman belakang di mana ketiga orang yang ia cari tengah berkumpul di belakang
dan benar saja Adrian bersama Andra kini tengah asik memancing mereka berdua terlihat tertawa lepas saat pancingannya di tarik oleh ikan
"echm ..pantesan sepi tau nya pada di sini" ucap Ratih tiba- tiba
"mama, sini ma kita mancing" ajak Adrian sedangkan Ratih hanya tersenyum
Andra yang melihat Ratih pun menghampiri lalu ia melingkarkan lengannya di pinggang Ratih
"kamu tadi masih tidur sayang, jadi aku ajak aja Adrian ke sini" Andra mencium kening calon istrinya itu dengan lembut
"kenapa gak bangunin aku mas, aku sampai kaget karna liat jam tadi " ucap Ratih menatap calon suaminya itu dengan tersenyum
"aku gak tega buat bangunin kamu sayang, pasti kamu capek banget kan" Andra menarik Ratih menghampiri Adrian yang tengah asik memancing itu
"mas, mama kemana kata mbok Iyem mama juga di sini" tanya Ratih sat ia tak melihat ibu mertuanya itu berada di taman belakang bersama mereka
"mama tadi udah masuk ke kamar setelah berjemur, kata nya mau istirahat" jawab Andra lalu mendudukkan Ratih di tempat duduk tepi kolam yang berisi banyak ikan
"papa lihat Iyan dapat ikan lagi, ini gede banget pa" ucap Adrian antusias
"iya, coba bawa sini biar papa yang lepaskan kail nya" Andra pun terlihat antusias melihat calon anak sambung nya itu
Ratih melihat kedua lelaki di hadapannya itu dengan canda dan tawa yang menghiasi bibir ke dua lelaki yang beda generasi itu
Ratih pun baru kali ini melihat Adrian tertawa lepas bersama Andra calon papa sambung nya, sementara dulu saat bersama Yasril tak pernah sekali pun Ratih melihat senyuman dan tawa bahagia itu
bahkan Adrian lebih sering mengurung dirinya saat Yasril pulang ke rumah meski saat terakhir kali Adrian sangat menunggu- nunggu kepulangan papa nya itu namun itu tak berlangsung lama. karna Adrian harus merasakan kekecewaannya lagi saat papa yang ia tunggu- tunggu tak pernah memberikan kabar sama sekali
anak sekecil itu harus merasakan banyak kekecewaan yang di berikan ayah nya sendiri, terlebih saat terakhir ia harus melihat ayah nya itu sampai memukul ibunya dengan penuh amarah
__ADS_1