MENGAPA SELALU WANITA YANG TERSAKITI

MENGAPA SELALU WANITA YANG TERSAKITI
Bab 11


__ADS_3

waktu berlalu begitu cepat Ratih menjalani hidup nya tanpa seorang suami meski sampai saat ini Yasril belum ada itikad untuk mengajukan perceraian ke pengadilan membuat Ratih terkadang merasa kesal sendiri


hingga ia bertekat untuk mengumpulkan uang untuk mengajukan ke pengailan tanpa harus menunggu Yasril dan kini setelah satu tahun lamanya tak ads kejelasan dari Yasril ia pun mendaftarkan gugatan cerai ke pengadilan


sidang pertama tampak tak ada kehadiran Yasril hingga mediasi pun gagal karna dari pihak laki-laki tak hadir.


jika sampai tiga kali sidang, Yasril tak hadir maka hakim pun akan mengabulkan atas gugatan cerai Ratih.


Ratih pulang ke rumah dengan ke adaan lesu ,karna hari ini sidang harus di tunda akibat tak hadir nya Yasril ke persidangan


"gimana nak sidang hari ini" tanya ibu Sumarni pada Ratih


"sidang di tunda bu, karna mas Yasril tidak hadir" jawab Ratih menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi


"terus kaya apa nak kalau Yasril tidak hadir" tanya ibu Sumarni yang memang tak tahu soal perceraian seperti itu


"masih ada dua kali lagi persidangan bu, kalau sampai tiga kali mas Yasril tidak hadir maka hakim akan mengabulkan gugatan cerai ku bu" jawab Ratih menjelaskan


"oh begitu, semoga cepat selesai dan lancar ya nak ibu tak tega melihat mu di gantung terus oleh Yasril" ibu Sumarni mendo'akan anak nya itu


"iya bu, ya sudah Ratih ke kamar dulu ya bu mau istirahat"


"iya, istirahat lah nak"


"oh iya bu, iyan mana ya? " tanya Ratih sebelum masuk kamar


"iyan main di tempat tetangga" jawab ibu Sumarni


"oh...ya sudah kalau gitu "


Ratih pun berlalu dan masuk ke kamar nya, ia melempar tas nya ke kasur dan ia pun ikut menjatuhkan tubuhnya di kasur melepas penat karna seharian ini ia habiskan untuk mondar mandir di ruang sidang, Ratih menatap langit-langit kamar nya menerawang jauh mengingat masa-masa dulu bersama mantan suaminya itu.


meski Ratih sudah berusaha untuk melupakan mantan suaminya itu, namun kenangan indah dulu masih melekat di ingatannya. waktu 6 tahun bersama Yasril bukan lah waktu yang sebentar untuk Ratih hingga membuat banyak kenangan. hingga akhirnya membuat ia tertidur karna kelelahan


bukan berarti Ratih tak berusaha untuk melupakan mantan suaminya itu, ia selama satu tahun ini berusaha untuk melupakan mantan suaminya itu. hingga ia menerima lelaki lain di hidupnya menjadikannya seorang kekasih

__ADS_1


lelaki itu baik menurutnya, pengertian dan mau menerima ia apa adanya ,menerima kekurangannya dan mau menerima Adrian .meski status mereka yang berbeda karna dia masih berstatus bujang sedangkan Ratih seorang janda


lelaki itu bernama Reno yang mampu memikat hati Ratih, dan mau membuka hatinya untuk Reno. ia melabuhkan hati nya pada Reno mereka baru berpacaran sekitar dua bulan yang lalu


pertemuan mereka bisa di bilang karna di rencana kan, karna Ratih memiliki teman baru yang pernah mengalami hal yang sama seperti Ratih namun kini sudah menikah lagi, Ratih mendapat kan nomor ponsel Reno dari Sari


Sari adalah orang yang menyomblangi Ratih dengan Reno, awal yang mengirim kan chat duluan adalah Reno meski Ratih sudah di beri nomor ponsel Reno namun Ratih tak pernah menghubungi.





hari sudah menjelang sore Ratih masih terlelap dalam tidur nya, sampai ia terbangun karna Adrian yang membangun kan


"mama...bangun ma" Adrian memanggil Ratih dan menggoyangkan tubuh ibu nya itu


"hemm....kenapa " Ratih yang membuka matanya dan melihat ke arah anak nya itu


"hah...jam berapa memang ini" Ratih yang terkejut pun melihat jam yang berada di dinding kamar nya yang sudah menunjukan pukul 4 sore


"ya ampun mama ke tiduran sampe sore begini, bentar ya nak mama mandi dulu setelah itu baru kita sholat bareng-bareng" Ratih langsung turun dari tempat tidur nya dan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya


setelah selesai mandi Ratih dan Adrian melakukan sholat Asar berjamaah di kamar Ratih.


setelah selesai sholat Ratih pun tampak khusuk dengan do'a nya


"*ya Allah permudahkan segala urusan ku, lapangkan lah rejeki ku, bantu lah aku Ya Allah untuk menghadapi semua ini agar semua nya lancar tanpa suatu hambatan apa pun, sungguh aku berpasrah diri pada mu ya rob....


Ya Allah aku meminta petunjuk dari mu apakah hubungan ku dengan Reno salah di saat aku belum resmi bercerai dengan mas Yasril, tetapi aku sudah menjalin hubungan dengan peria lain dan apakah Reno adalah lelaki yang baik untuk ku dan anak ku nanti.


Ya Allah ampuni aku jika hubungan ku dengan Reno ini salah tegur lah aku ya Allah jika memang hubungan kami ini salah, tetapi jika hubungan kami ini engkau ridhai maka berilah petunjuk mu apakah Reno adalah lelaki yang baik untuk ku dan anak ku nanti*"


ucap Ratih dalam do'a nya hingga ia pun mengakhiri do'a nya dengan hati yang plong tanpa beban lagi. Ratih melipat mukena nya sedangkan Adrian sudah keluar sejak tadi setelah bersalaman dengannya.

__ADS_1


Ratih pun menaruh mukena nya dan keluar dari kamar menuju ke dapur, di sana sudah ada ibu nya yang tengah memasak


"masak apa bu" tanya Ratih menghampiri ibu Sumarni


"ini masak tumis kangkung, sama jamur saus tiram" jawab ibu Sumarni


"hemm...kaya nya enak tuh, ada yang bisa aku bantu gak bu?


"itu kamu tolong bumbui ayam nya ya, buat di goreng "


"iya bu"


Ratih pun membumbui ayam yang akan di goreng untuk lauk makan, setelah selesai membumbui Ratih pun menggoreng ayam itu.


sedang kan ibu Sumarni menyiapkan makanan di atas meja untuk makan malam mereka, terlihat di bangku sudah ada adik Ratih ya itu Angga, Adrian, dan pak Handoko mereka sudah duduk manis di meja makan menunggu makan malam siap sembari bercengkrama


"mba tadi gimana sidang nya" tanya Angga pada kakak perempuannya itu yang masih sibuk menggoreng ayam


"di tunda dek, karna mas Yasril tidak hadir tapi kalau besok ia tak hadir lagi sampai tiga kali sidang hakim akan mengabulkan permintaan mba untuk bercerai" jawab Ratih melihat adik nya itu sebentar lalu fokus pada penggorengan


"ribet juga ya mab cerai itu, kenapa juga mas Yasril nggak hadir bikin susah aja" gerutu Angga


"tapi justru kalo mas Yasril gak hadir malah akan mempercepat proses perceraian nya loh ngga!!" Ratih menghampiri meja makan dan menyajikan ayam yang ia goreng tadi


"kenapa begitu mba" tanya Angga yang memang tak faham


"ya karna kan tak ada lagi yang di perdebatkan dan tak akan ada mediasi-mediasi lagi yang bikin ribet" jawab Ratih menjelskan lalu ia duduk di kursi dekat dengan Adrian


"oh begitu...." Angga manggut-manggut tanda mengerti


"ini juga sebagai pengajaran buat mu Ngga, kalau nanti sudah menikah jangan sia-siakan istri mu perlakukan dia dengan baik. apa pun ke salahannya jangan sampai kamu main tangan" pak Handoko menasehati anak lelaki nya itu


"iya pak" jawab Angga mengiyakan


"ya sudah ayo kita makan ngobrol nya di lanjut nanti" ucap ibu Sumarni memotong obrolan mereka

__ADS_1


dan mereka pun makan malam dengan hikmat dan terasa hangat karna makan bersama keluarga adalah momen yang sangat di rindukan oleh setiap orang


__ADS_2