
sore ini Ratih bersama keluarga berkumpul, mereka tengah mengobrol dan bersenda gurau. momen ini Ratih ambil untuk mengutarakan maksud nya
"bu...pak, Ratih mau ngomong" ucap Ratih serius
"mau ngomong apa nak, bicaralah" ucap pak Handoko
"Ratih mau pindah di kota sama Adrian" jawab Ratih mengutarakan maksud nya
"kenapa tiba-tiba ingin pindah ke kota nak" tanya ibu Sumarni yang terkejut, karna selama ini Ratih selalu menolak untuk kerja di kota
"Ratih rasa di kota, Ratih bisa lebih mandiri dan di sana juga Ratih seneng bu dapat teman baru di kerjaan Ratih. dan pemilik Resto nya juga masih mengharap Ratih untuk kembali ke sana" Ratih menjelaskan kepada ibu dan bapak nya
"apa tekat mu sudah bulat nak" tanya pak Handoko
"iya pak, tekat ku sudah bulat aku gak mau terus di bayang-bayangi masa lalu pak , buk. terlalu menyakitkan buat ku" Ratih menundukan kepala nya
mata nya mulai panas dan berkaca-kaca
"ya sudah nduk..kalo memang tekat mu sudah bulat untuk masa depan mu dan Adrian yang baru bapak izinkan kamu ke kota" pak Handoko mengelus pundak anak nya itu
"ibuk juga mengizinkan nak, ibu tak tega melihat mu mengurung diri setiap habis pulang kerja. mungkin di kota hidup mu akan lebih baik dari pada di sini" ibu Sumarni memeluk Ratih,
ia meneteskan air mata nya ada rasa berat melepas anak perempuan nya itu, namun ini semua demi masa depan Ratih dan kebahagiaannya
"jadi kakak mau pindah ke kota?" tanya Angga yang baru ikut bergabung ia mendengar saat di kamar nya tadi
"iya dek, kakak akan pindah ke kota sama Andrian" jawab Ratih melihat ke arah adik nya yang kini ikut duduk bersama
"kakak yakin, ?".
"iya kakak sudah yakin, do'ain kakak ya supaya di sana nanti kakak bisa sukses" Ratih memegang pundak adik nya itu
" pasti kak, aku akan selalu mendo'akan kakak semoga di kota nanti kakak bisa mendapatkan kebahagiaan yang kakak cari selama ini." Angga memeluk kakak nya dan Ratih pun membalas pelukan adik nya itu
"sayang aku gak bisa ikut, karna sudah mau semester akhir jadi gak bisa untuk izin-izin..nanti saja ya aku nyusul kalau sudah lulus SMA"
"boleh aja" Ratih tersenyum karna ia merasa lega mendapat dukungan darinkeluarga nya
"jadi kapan kamu akan ke kota lagi Rat" tanya pak Handoko
__ADS_1
"mungkin 3 hari lagi pak, karna aku juga harus mengurus surat pindah sekolah Iyan kan" jawab Ratih
"hmm ..iya iya, nanti bapak sama ibu akan mengantar kamu sampai kota, agar bapak sama ibu bisa membantu mu mencarikan kontrakan, dan tahu di mana kamu tinggal dan kerja"
"jadi kalau bapak dan ibu berkunjung kami tidak ke susahan lagi" ucap pak Handoko
"baik lah, terimakasih bapak sama ibu sudah kasih izin Ratih"
Ratih memeluk kedua orang tuanya ada rasa haru dan pilu, tapi ia sangat bahagia karna nanti di kota ia akan memulai lembaran baru bersama Adrian anak semata wayang nya.
•
•
waktu berlalu begitu cepat setelah Ratih mendapatkan surat pindah untuk Adrian, dan sudah memberitahukan majikan nya di sini bahwa ia mengundurkan diri untuk ke kota, tepat di hari ini Ratih akan berangkat ke kota.
Ratih sudah siap dengan dua koper miliknya dan milik Adrian, ia sudah siap sejak subuh tadi dan Adrian pun sudah rapih.
ibu Sumarni dan pak Handoko pun keluar dari kamar mereka sudah siap untuk mengantarkan Ratih. hari ini yang mengantar mereka Angga dan tukang ojek yang merupakan masih tetangga nya sendiri untuk membawa Ratih satu dan untuk membawa koper satu orang, sedangkan ke dua orang tua Ratih di bonceng Angga
mereka pun berangkat menuju terminal, sesampainya di terminal bus yang akan mereka tumpangi sudah ada di terminal. lalu mereka pun maik ke dal bus Ratih melambaikan tangannya pada Angga dan Adrian pun mengikuti melambaikan tangannya pada pamannya itu.
setelah 10 jam perjalanan mereka pun akhirnya sampai di kota, Ratih dan rombongannya turun lalu ia menyetop taksi untuk membawa mereka mencari kontrakan
setelah mencari kontrakan yang dekat dengan tempat kerja, Ratih pun memberi tahu tempat kerja ia nanti
Ratih masuk ke dalam Resto itu dan bertemu pemiliknya langsung untuk memberi tahukan bahwa ia akan bekerja lagi di situ, ia pun memperkenlakan ke dua orang tuanya dan Ratih juga meminta izin untuk membawa serta anak nya nanti ketika bekerja, mereka kini berada di ruang VVIP karna itu permintaan dari bos nya langsung.
"jadi kamu akan bekerja lagi di sini" tanya Andra priyanko pemilik Restoran itu
"iya mas, saya juga tadi sudah mencari kontrakan di sekitar sini, agar dekat dengan tempat kerja" jawabnya
"iya sebaik nya memang begitu, karna kamu seorang perempuan yang memiki anak juga kan jadi agar kamu juga tak terlalu repot" ucap Andra
"jadi ini bapak dan ibu mu?" tanya Andra
"iya mas, ini bapak dan ibu ku mereka sengaja mengantar agar tahu di mana tempat aku tinggal dan tempat kerja ku. jadi nanti kalau mereka mau berkunjung tak repot mencari" jawab Kayla dengan melihat ke arah Andra lalu berpaling meilhat ke dua orang tuanya
"kami sebagai orang tua Ratih menitipkan Ratih pada tuan karna di sini dia tak punya siapa-siapa" ucap pak Handoko
__ADS_1
"jangan panggil saya tuan pak, panggil saja Andra karna bapak lebih tua sari saya" ucap Andra dengan tersenyum
"saya akan menjaga Ratih juga anak nya bapak tenang saja, karna Ratih adalah karyawan saya" sambung nya lagi
"terimakasih nak Andra, sekarang bapak dan ibu merasa lega. karna memiliki bos sebaik nak Andra" masih pak Handoko yang berbicara
karna semua sudah di utarakan pak Handoko jadi ibu sumarni hanya menyimak saja.
tok tok tok
pintu di ketuk dari luar
"pak ini makanan nya sudah siap" ucap karyawan yan lain
"bawa masuk..." jawab Andra
lalu pintu pun terbuka nampak lah pelayan wanita masuk ke dalam dengan membawa makanan beserta minuman, mereka adalah teman kerja Ratih
"Ratih, kamu balik lagi ke sini" seolah tak percaya
"iya dong, aku kangen sama kamu ndah" Ratih menghampiri indah dan memeluknya
"sama aku juga kangen, ya sudah aku ke belakang dulu ya nanti kita lanjut ngobrol lagi" ucap Indah lalu keluar dari ruang vvip
"silahkan di makan bapak, ibu" Andra mempersilahkan ke dua orang tua Ratih untuk makan makanan yang sudah terhidang
mereka pun makan dengan lahap karna masakan Restoran yang enak di tambah lagi perut mereka yang memang lapar, karna sejak sampai tadi mereka langsung mencari kontrakan hingga melupakan makan siang
"oh iya...nanti anak kamu mau di sekolah kan di mana?" tanya Adrian di sela-sela makan nya
"saya juga belum tahu mas, saya sih mau nya yang deket kontrakan atau deket Resto ini" jawab Ratih dengan menyuap makanan ke mulutnya
"hmm....ya sudah nanti biar ku bantu kamu mencari sekolah yang cocok dengan ke inginan mu" ucap Andrian
"ah..mas apa tidak merepotkan" tanya Ratih merasa tak enak
"tidak, kamu tinggal terima beres nanti kamu juga butuh istirahat kan. biar nanti saya yang mencari, seperti nya ada sekolah SD yang dekat sini hanya saja itu bergabung dengan sekolah SMP, apa kamu tidak apa-apa"
"alhamdulillah kalo ada yang deket sini, saya tidak ke beratan mas malah saya senang jadi nanti begitu Adrian SMP tak perlu mencari sekolah lagi" jawab Ratih dengan bahagia
__ADS_1
dan mereka pun mulai melanjutkan makan lagi hinggs makanan habis, mereka kini hanya mengobrol ringan saja. Andra menanyakan seputaran di kampung Ratih seperti apa suasana nya dan sepertinya ia akan tertarik jntuk berkunjung ke desa tempat tinggal Ratih nanti