MENGAPA SELALU WANITA YANG TERSAKITI

MENGAPA SELALU WANITA YANG TERSAKITI
Bab 53


__ADS_3

Ratih kini tengah bersiap untuk kembali ke rumah Andra karna mereka akan melakukan pernikahan di kota, di hotel yang sudah Andra booking.


"Ratih, maaf ya ibu nggak bisa ikut dulu sekarang soalnya Angga juga belum pulang, kemarin dia banyak tugas bilang nya" ucap ibu Sumarni pada anak nya itu


"iya nggak apa- apa Bu, tapi nanti kalau Angga udah pulang ibu sama bapak langsung nyusul ya" ucap Ratih dengan tersenyum manis


"itu sudah pasti, karna ibu ingin melihat anak ibu ini menikah dan bahagia. semoga nak Andra adalah orang yang tepat untuk mu nak" ibu Sumarni memeluk tubuh Ratih menumpahkan kasih sayang nya


"maafin Ratih ya Bu, karna Ratih sudah sering nyusahin ibu sama bapak. maafin Ratih karna di pernikahan pertama Ratih harus gagal dan membuat ibu mungkin malu, dan maaf kalau Ratih lagi- lagi membuat ibu harus mendengar omongan tak enak dari para tetangga" ucapan Ratih membuat ia menitikan air mata nya, Ratih sungguh sangat sedih akibat dirinya sang ibu harus mendengarkan omongan pada tetangga yang tak enak


"sudah, kita tidak pernah tahu yang namanya jodoh,maut,rejeki. semua Allah yang ngatur nak kita juga tidak pernah tahu jodoh kita siapa dan akan bertahan berapa lama, terkadang kita di pilihkan dengan jodoh yang salah dulu sebelum kita menemukan jodoh yang benar- benar baik untuk kita. Allah memberikan jodoh yang salah untuk kita untuk menguji kesabaran kita sampai mana karna Allah tidak akan pernah menguji hambanya di luar kemampuannya"


"ibu tidak masalah para tetangga berbicara apa pun, meski itu tentang kejelekan biarkan lah mereka berbicara sesuka hati mereka. karna mereka tidak tahu yang sebenarnya terjadi" ibu Sumarni melepas pelukannya dan menghapus jejak air mata yang berada di pipi mulus anak nya itu


"terimakasih Bu, karna ibu lah aku bisa kuat sampai saat ini" Ratih tersenyum tulus pada ibunya itu


"iya sayang, sudah beres- beres nya. kalau sudah kita sarapan bersama sebelum kalian pulang ke kota" ajak ibu Sumarni


" sedikit lagi Bu, ini tinggal masukin baju nya Iyan" ucap Ratih


"ya sudah kalau begitu, ibu ke dapur dulu ya" ibu Sumarni berdiri dari posisi duduknya tadi lalu ia keluar dari kamar Ratih dan berjalan ke dapur


Ratih melanjutkan aktifitas nya yang belum selesai tadi




__ADS_1


kini semua tengah berkumpul di ruang makan untuk mengisi perut yang kosong, untuk menjadi kan energi di pagi hari


karna pagi ini Ratih, Andra ibu Airin dan Adrian akan pulang kembali ke kota.


"Bu saya titip Ratih dan Adrian ya" ucap ibu Sumarni di tengah- tengah sarapan


"iya Bu, ibu tenang saja ratih dan Adrian aman bersama kami" ucap ibu airin sembari tersenyum


ibu Sumarni mengangguk dan melanjutkan makannya lagi. setelah beberapa menit mereka menghabis kan waktu dengan makan kini mereka sudah selesai dengan ritual sarapan pagi


ibu Sumarni dan pak Handoko mengantarkan anak menantu serta besan nya itu hingga ke depan rumah


"Bu, pak Ratih pamit ya, nanti waktu acara nikah Ratih harus datang " ucap Ratih pada kedua orang tuanya itu


" tentu nak, kan bapak mu harus menjadi wali nikah mu sudah pasti akan datang" ucap ibu Sumarni. Ratih pun tersenyum lalu menyalami kedua orang tuanya itu


"kakek, nenek, Iyan pulang dulu ya" ucap Adrian sembari menyalami kedua orang tua Ratih


kini giliran Andra yang berpamitan kepada kedua mertuanya itu


"pak, Bu kami pamit. kalian jaga kesehatan ya" Andra menyalami kedua calon mertuanya itu


"iya nak, kalian hati- hati di jalan. bapak titip Ratih pada mu nak bapak percaya kamu dapat membahagiakan Ratih" pak Handoko menepuk pundak Andra


Andra pun tersenyum mengangguk, setelah acara pamit dan salaman mereka pun masuk ke dalam mobil. Andra mulai menyalakan mesin mobil dan menjalankannya terlihat Adrian melambaikan tangannya ke arah kakek dan nenek nya itu


hingga secara perlahan mobil pun hilang dari pandangan


"ayo Bu kita masuk" ajak pak Handoko

__ADS_1


"iya pak" jawab ibu Sumarni


pak Handoko berjalan terlebih dahulu sementara ibu Sumarni masih di belakang, namun tiba- tiba saja ada tetangga yang usil datang


"eh Bu Marni, sudah enak ya sekarang dapat mantu kaya. sampe si Yasril di lupain gitu aja, ternyata bener ya kata orang- orang Ratih itu ninggalin suaminya cuma karna ngejar laki- laki kaya" ucap ibu itu tanpa jeda


ibu Sumarni yang mendengar itu pun menghela nafasnya panjang lalu ia membalikan tubuhnya melihat ke arah ibu- ibu yang mencibir anak nya itu. ini yang tidak ibu Sumarni suka jika ada tetangga yang usil


"maaf Bu Ida, jika ibu tidak tahu akar permasalahan antara anak saya dengan Yasril jangan asal bicara. ibu selidiki dulu dari sumber yang terpercaya dan benar, untuk apa anak saya mempertahankan lelaki yang sudah berselingkuh dan menikah dengan wanita lain" ucap ibu Sumarni dengan nada suara yang kesal


"Halah, itu paling akal- akalan ibu aja kan biar gak ketahuan. semua orang juga tau ko dasar keluarga matre" ucap ibu itu yang bernama ibu Ida


"jaga mulut ibu ya, jangan asal bicara jadi orang itu mulut gak pernah di sekolahin apa. ingat Bu jangan suka ngegosipin orang menyebar kejelekan orang, apa ibu mau tambah dosa akibat memfitnah" ibu Sumarni sudah tidak bisa mengontrol emosinya lagi


"Halah, pake segala bawa- bawa dosa emang situ gak lebih dosa apa nyuruh anak cerai dan di suruh nikah sama orang kaya. ingat Bu akan ada balasan dari itu semua" ibu Ida tak ingin di salahkan malah ia semakin menjadi- jadi


"jaga mulut ibu Ida ya,...." ibu Sumarni tampak mengelus dada nya" Astagfirullah, Bu belum apa- apa ibu juga sudah bikin fitnah Bu. sadar Bu jangan suka mencampuri urusan orang lain yang belum tentu ibu ketahui kebenarannya" ibu Sumarni nampak sudah tak tahan lagi


"ada apa ini Bu, kok bapak dengar dari dalam ribut-ribut" pak Handoko menghampiri istrinya itu


"ini pak ibu Ida, datang-datang bikin orang emosi fitnah Ratih yang bukan- bukan, bahkan ibu juga kena fitnah dia" ibu sumarni mengadukan ke pada suaminya itu


"heh Bu Marni bisa nya ngadu sama suami, udah salah cari pembelaan saya gak takut Bu meski berhadapan sama pak Doko, istri salah ko di bela" ibu Ida tampak angkuh dan semakin tak sadar atas ucapannya yang memang itu salah


"sudah lah Bu, ngapain ngurusi tetangga yang mulut nya seperti itu mereka hanya iri saja dengan apa yang Ratih punya saat ini. gak usah di dengar Bu biarkan saja mereka bicara sesuai hati mereka toh nanti juga diam sendiri" pak Handoko menenagkan istrinya itu


"ayo Bu ke dalam" pak Handoko menggandeng istrinya itu untuk masuk ke dalam


namun ibu Ida masih berdiri di depan rumah Bu Sumarni hingga dua orang itu masuk ke dalam rumah

__ADS_1


"dasar matre, udah matre gak mau ngaku lagi. ish! kok ada orang yang begitu pake di bilang aku iri segala" ibu Ida tampak ngedumel sendiri lalu pergi dari kediaman pak Handoko dan ibu sumarni


__ADS_2