MENGAPA SELALU WANITA YANG TERSAKITI

MENGAPA SELALU WANITA YANG TERSAKITI
Bab 52


__ADS_3

"sudah lah pa, lebih baik papa istirahat dulu ini sudah malam" Yusita membujuk suaminya itu


"hmm..iya ma" Pratomo pun melepas jas nya lalu ia membaringkan tubuhnya di ranjang tempat tidur


Yusita yang melihat suaminya itu sudah tidur dan terdengar nafas teraturnya, ia pergi meninggalkan sang suami sendirian di hotel


"hallo, aku tunggu di bawah" ucap Yusita pada panggilan telfon itu setelah ia keluar dari kamar hotel dan hendak masuk lift


Yusita pun masuk ke dalam lift yang pintunya sudah terbuka itu.




kini Yusita sudah berada di loby hotel, ia melihat sebuah mobil mewah berwarna hitam baru saja datang, Yusita pun menghampiri mobil itu lalu masuk ke dalam setelah Yusita masuk ke dalam mobil pun melaju meninggalkan hotel


"kenapa kau meminta ku menjemput mu malam- malam begini, bagai mana dengan suami mu" ucap orang itu yang ternyata seorang pria


"dia sudah tidur, biarkan saja dia laki- laki tua Bangka itu sudah tak dapat di harap lagi. dengan tubuh yang penyakitan seperti itu, aku bertahan dengan dia hanya karna hartanya saja" ucap Yusita pada pria itu


"hah....kamu memang tak pernah berubah dari dulu Yusi, sifat serakah mu itu tak pernah bisa hilang dari diri mu" lelaki itu menggelengkan kepalanya


"diam kamu Boy, aku tak ingin berdebat dengan mu bukan kah kau ini teman ku seharusnya kau mendukung ku. bukan malah membuat ku kesal" ucap Yusita pada lelaki itu yang ia panggil boy


"apakah kau akan terus seperti ini Yusi , fikirkan anak- anak mu apakah kau akan mengajarkan sifat serakah padanya" ucap Boy yang masih berusaha mengingatkan sahabatnya itu


Boy fradaya adalah teman semasa kuliah Yusita, sebenarnya Boy sejak dulu memiliki perasaan pada Yusita namun ia sadar diri Yusita tak mungkin melirik dirinya karna saat itu Boy hanya orang dari kalangan biasa tak sekaya sekarang.


hingga saat Yusita menikah dengan Pratomo, Boy pun hanya bisa merelakan sahabat sekaligus wanita yang ia sukai itu menikah dengan pria pilihannya.

__ADS_1


sampai mereka sama- sama menjalani hidup nya masing- masing boy selalu membantu Yusita untuk menyelesaikan masalahnya itu, namun boy tak pernah sedikit pun mendukung Yusita untuk merebut harta kakak iparnya itu. namun begitu boy akan selalu ada untuk Yusita


perasaan boy pada Yusita kini hanya sebatas sahabat saja, karna Boy sudah memiliki istri dan anak dan ia sudah mengubur dalam- dalam perasaannya itu pada Yusita hingga ia bertemu Ririn istrinya itu. yang sudah memberikannya dua orang anak perempuan


"anak- anak ku sudah besar Boy, mereka sudah dewasa mereka sudah bisa menjalani hidup mereka masing- masing. ya nama nya hidup semua butuh uang Boy lalau kalau anak- anak ku menikah dengan orang yang tak punya bagai mana kehidupannya nanti, oleh sebab itu aku tak mau anaj- anak ku salah pilih pasangan terutama Pratiwi, aku tak akan biarkan dia sampai salah pilih" ucap Yusita


"kita akan kemana" tanya boy yang sudah tak ingin membahas masalah itu lagi karna sudah di pastikan sikap keras kepala Yusita


"mau kemana, di sini tidak ada tempat menarik sama sekali. Huh! menyebalkan sekali sudah lah kita pulang saja antarkan aku kembali ke hotel" ucap Yusita ia merasa kesal karna biasa nya di saat fikiran nya kacau, ia akan meminta boy untuk mengantarkannya ke club' malam. namun apa boleh buat karna ini di desa jadi tak ada hal seperti itu di sini


"baik lah" boy akhirnya memutar balik mobilnya menuju ke hotel,


mereka sampai di hotel hanya cukup 15 menit sja karna memang jalanan yang lengang itu memudahkan mereka untuk sampai di hotel lebih cepat


setelah boy menghentikan mobilnya di depan lobby hotel Yusita pun keluar dari mobil tanpa mengucapkan apa- apa dan ia langsung saja masuk ke dalam hotel


boy yang melihat itu hanya menarik nafas lalu membuangnya kasar





di kediaman Ratih kini Andra sedang bersandar di sandaran ranajang tidurnya, ia menatap ke luar jendela yang sudah terlihat pantulan cahaya matahari yang mulai masuk ke dalam


sedangkan Adrian masih tertidur pulas di samping Andra , sepertinya Adrian kelelahan akibat acara tadi malam karna saking antusiasnya.


"mas,,.,.." panggil Ratih yang sudah berada di ambang pintu

__ADS_1


"sayang, ada apa" Andra mengalihkan pandangannya ke arah calon istrinya itu


"mas sudah bangun, ini aku bawakan teh hangat dan kue. di luar lagi banyak orang yang bantu- bantu membereskan sisa acara" ucap Ratih lalu menaruh nampan di meja nakas


"makasih sayang," Andra menyeruput teh yang telah di buat Ratih


"memang nya mereka masih mau mengerjakan itu" tanya Andra yang memang tak tahu


"ya masih mas, karna mereka yang membantu kemarin jadi mereka juga yang akan membereskan semuanya " jawab Ratih menjelaskan


"oh gitu, ribet juga ya masih simpel di kota dong karna semua pihak katering yang urus"


"ya tapi di desa beda dengan di kota yang semua nya bodo amat mas, di sini kita harus saling tolong menolong membuat rasa kekeluargaan terhadap tetangga"


"ya aku setuju karna bagai mana pun kan kita akan membutuhkan tetangga juga" Andra kembali menyeruput teh nya lalu ia mengambil roti yang di bawa oleh Ratih tadi


"oh iya mas, apa paman mu semalam datang ke sini" tanya Ratih karna ia semalam tak di perkenalkan dengan paman dari calon suaminya itu


"ada, om Pratomo datang di bangku paling depan" hawab Andra santai


"kenapa mas enggak kenalin ke aku" tanya Ratih yang sedikit kecewa


"untuk apa memperkenalkan orang seperti dia, tanpa ku kenalkan juga nanti di acara pernikahan kita di kota kamu akan tahu" jawab Andra masih santai


"ya setidaknya kenalka pada ku mas, kan aku akan jadi keponakan nya juga"


" kamu belum tahu mulut pedas mereka seperti apa sayang, aku tak ingin kamu merasa sakit hati akibat ucapannya" Andra mengelus kepala Ratih


"ya sudah mas, aku ke kamar dulu ya mama pasti sudah bangun" ucap Ratih yang kini sudah berdiri

__ADS_1


Andra pun mnganggukan kepalanya, Ratih pun pergi dari kamar Andra. sedangkan Andra kembali menatap keluar jendela menikmati pemandangan yang ia lihat sangat jarang di temui di kota sembari mendengarkan suara kicauan brung- burung yang menyejukan


__ADS_2