
hari hari telah di lalui dengan begitu cepat belum ada kepastian yang di dapat Ratih, seoalah masal ini adalah masalah kecil berulang kali Ratih menghubungi Yasril untuk meminta ke jelasan tapi sama sekali tak ada respon apa pun darinya.
hampir putus asa Ratih menghadapi ini semua ia hanyalah wanita biasa yang sangat rapuh akan semua ini entah sampai kapan masalah ini akan ia hadapi
di tambah lagi keperluan anak nya harus terpenuhi sedangkan sosok yang di sebut seorang suami dan seorang ayah tak pernah sedikit pun memberikan nafkah nya untuk anak dan istri
lalu akan di sebut apa rumah tangga yang seperti ini, setiap malam Ratih pusing memikirkan itu tidak selamanya ia bergantung pada orang tua.
hingga akhirnya di tengah malam ia sercing- sercing informasi di facebook akan kah ada lowongan kerja, ia mencari- cari hingga akhirnya Ratih menemukan postingan orang yang membuka lowongan kerja sebagai asisten rumah tangga
Ratih pun mengirimkan pesan lewat inbox menanyakan apakah masih belum ada yg kerja
ting
pesan balasan masuk ratih langsung membuka ponselnya dan membuka meseger
[belum mbak, kalau mau besok datang saja ke rumah] balasan pesan itu
[baik mba besok saya ke rumah alamat nya di mana ya] tanya Ratih
[nanti saya kirimkan lewat chat boleh minta no wa nya]
[oh boleh mba 081323××××× ini no saya mba]
[ok saya kirim lewat wa saja ya]
dan tak berapa lama ada pesan masuk dengan nomor baru lewat wa mengirimkan alamat lengkap rumah orang itu
"alhamdulillah ya Allah akhirnya aku dapat kerjaan juga semoga ini rejeki ku dan Adrian" ucap Ratih merasa bersyukur di tengah ke susahannya ia mendapatkan jalan keluar
jadi ia tak merasa pusing lagi dengan kebutuhan anak nya yang memerlukan biaya untuk jajan dan sekolahnya
"baik lah mas aku akan buktikan pada mu kalau aku bisa berdiri sendiri tanpa bantuan mu, aku tak butuh suami suami yang tak bertanggung jawab seperti mu dan Adrian pun tak butuh kamu menjadi bapak nya. " ucap Ratih lagi mengingat penghianatan yang di lakukan suami nya membuat Ratih merasa marah dan kesal
tapi apalah daya ia tak bisa berbuat apa-apa karna ia pun tak tahu sang suami tinggal di mana sekarang dengan wanita itu.
karna sudah sangat larut malam Ratih pun tidur karna besok ia harus ke rumah orang yang itu untuk menanyakan lebih lanjut tentang pekerjaannya.
•
•
di tempat lain Yasril bersama kekasih tengah makan di sebuah warung makan pinggir jalan, mereka mereka menikmati malam berdua
"yang besok aku pengen jalan ke kota B aku pengen belanja di mal" tutur Sania mengungkapkan ke inginannya
"tapi besok aku belum gajian sayang terus gimana mau belanja nya" tutur Yasril merasa berat karna hidup mewah kekasihnya itu
"ah kamu pelit sama aku apa karna istri kamu kenapa sekarang kamu jadi pelit sama aku" Sania merasa jengkel dengan Yasril karna tak mau mengabulkan ke inginannya
__ADS_1
"tunggu habis gajian ya sayang tiga hari lagi aku gajian ko, aku mana pernah ngurusi dia lagi aku bahkan tak pernah memberikannya uang "tutur Yasril jujur
"tapi kamu janji ya habis gajian temani aku belanja....bener kamu gak pernah kasih istri kamu lagi" selidik Sania
"iya aku janji, buat apa aku bohong sama kamu sayang" Yasril menggenggam tangan Sania menandakan ia jujur
"ya udah" Sania pun tersenyum lagi setelah mendapat jawaban dari kekasihnya
"ya sudah kita lanjutkan makannya ya" tutur yasril yang di angguki Sania
mereka pun melanjutkan makannya setelah perdebatan tadi
•
•
matahari pun telah menampakan sinar nya terlihat Ratih sudah rapih ia sudah bangun sejak subuh tadi setelah melaksanakan kewajiban nya sebagai seorang hamba ke pada sang khalik Ratih pun bersiap karna pagi ini ia akan mengantarkan Adrian sekolah terlebih dahulu baru lah ia ke rumah mba Rina orang yang mencari pembantu di rumahnya
Ratih pun membangunkan Adrian yang masih tidur agar segera mandi dan bersiap
"iyan bangun nak sudah pagi ayo mandi nanti telat" Ratih mengguncang tubuh Adrian agar segera bangun
"huam...masih ngantuk ma" keluh Adrian
"heh...cepet mandi sana mau sekolah nggak" tanya Ratin dan Adrian pun mengangguk
"ya sudah makanya bangun sana segera mandi nanti ngantuk nya hilang" tutur Ratih agar anak nya itu segera bangun
setelah selesai Ratih pun keluar dari kamar terlihat ibu dan bapak nya pun sudah bersiap untuk pergi ke kebun
"Ratih kamu mau ke mana rapih banget" tanya ibu sumarni
"Ratih mau ngelamar kerja bu sekalian ngantar Iyan" jawab Ratih
"ngelamar kerja di mana" tanya ibu Sumarni
"mau ngelmar kerja di tembat mba Riana bu, siapa tau rejeki iyan kan" jawab Ratih dengan tersenyum
"ya sudah tapi hati-hati di jalan ya ibu nggak bisa nemanin" tutur ibu Ratna
"iya bu do'ain Ratih ya semoga ini rejeki Ratih sama iyan" ucap Ratih meminta do'a restu ibunya
"iya ibu do'ain semoga ini rejeki kalian, terus iyan nya man" tanya ibu sumarni
"masih mandi bu" jawab Ratih
" bu ayo berangkat" panggil pak Handoko dari luar
"iya pak sebentar" jawab ibu sumarni sedikit teriak
__ADS_1
"ya sudah ibu sama bapak berangkat ke kebun dulu" ucap ibu sumarni
"iya bu hati-hati"
ibu sumarni pun berangkat ke kebun bersama pak Handoko. Adrian sudah selesai mandi dan kini tengah memakai seragam sekolahnya setelah selesai mereka pun berangkat dengan menggunakan motor
tak berapa lama Ratih sudah sampai di sekolah Adrian. Adrian menyalami Ratih dan mencium tangannya sebelum masuk ke dalam sekolah
"Iyan masuk ya ma Assalamualikum" ucap Iyan setelah mencium tangan Ratih
"iya waalaikumussalam" jawab Ratih lalu ia kembali melajukan motornya menuju rumah mba Rina
Ratin mencari rumah mba Raina ia berhenti sebentar untuk melihat alamat yang di berikan jalan yang di sebutkan dan no rumah. setelah ia faham jalan menuju rumah yang di tuju Ratih pun melajukan kembali motornya.
Ratih pun melihat satu per satu rumah yang nomor nya sesuai dengan yang di berikan setelah ketemu dan memastikan bernar ia pun turun dari motornya dan mengetuk pintu gerbang
tok tok tok
"permisi" ucap Ratih
"iya sebentar" ucap seseorang dari dalam dan tak lama keluar seorang wanita yang mungkin umur nya sudah kepala 4 tetapi wajah nya masih terlihat cantik
"siapa ya" tanya perempuan itu
"saya Ratih yang semalam tanya kerjaan" jawab Ratih sopan
"oh iya....ayo masuk ke dalam" ajak perempuan itu
"silahkan duduk" wanita itu mempersilahkan Ratih duduk
"terimakasih" jawab Ratih
"apa benar kamu mau bekerja" tanya wanita itu
"iya mba saya mau kerja" jawab Ratih yakin
"tapi di sini kerja nya sebagai asisten rumah tangga bantu-bantu saya" tutur wanita itu meenjelaskan
"iya nggak apa-apa mba yang penting saya kerja" jawab Ratih penuh keyakinan
"baik lah kalau memang kamu mau kerja di sini gaji akan saya beri setiap sebulan sekali dengan gaji 1.2 juta apa kamu mau" tanya wanita itu
"iya saya mau mba" jawab Ratih bahagia
"baik lah kalau kamu mau, oh iya saya belum menperkenal kan diri ya nama saya Rina Natalian saya di sini bersama suami saya Roy Exileo dan ke tiga anak saya Brayen, Stela, dan Rayen" tutur mba Rina memperkenalkan diri
"oh iya bu, lalu saya mulai kerja hari apa bu" tanya Ratih
"besok kamu sudah boleh mulai kerja" jawab bu Rina
__ADS_1
"terima kasih bu, kalau begitu saya permisi pulang karna anak saya pasti sudah pulang sekolah" tutur Ratih izin pulang yang di angguki ibu Rina
Ratih pun pulang dengan hati bahagia ia langsung menjemput Adrian di sekolahnya.