
Andara yang sudah membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaiannya, ia membaringkan tubuhnya di ranjang tempat tidurnya
di lihat jam sudah menunjukan pukul 10 malam, Andra hendak menghubungi Ratih namun ia urungkan karna takut jika Ratih sudah tidur
namun lagi-lagi Andra merasa di lema, hingga ia pun mengambil ponselnya dan mengirimkan chat pada nomor Ratih
"hai...sudah tudur kah" Andra mengirim pesan namun nampak centang dua dan belum berubah warna
Andra menunggu lumayan lama, namun tak kunjung dapat balasan hingga membuatnya berfikir mungkin sudah tertidur
Andra pun menaruh kembali ponselnya di nakas, namun baru beberapa detik ia taruh ponsel nya berbunyi tanda pesan masuk, Andra pun mengambil ponselnya dan melihat siapa kah yang mengirim nya pesan
setelah ia lihat nampak tertera nama R❤Adi layar ponsel nya, yang ternyata Ratih yang entah kenapa juga Andra menamai nomor Ratih dengan nama itu
"belum mas, aku baru habis selesai mandi dan makan makanan yang kamu belikan tadi" balasan dari Ratih
Andra tak membalas melain kan ia langsung vc Ratih, yang entah mengapa hati nya itu tiba-tiba sangat menginginkan untuk melihat wajah Ratih ketika di rumah
"halo mas...kenapa vc" tanya Ratih di seberang sana
"pengen aja," jawab Andra yang nampak sedikit terkejut dan bengong
karna melihat penampilan Ratih ketika di rumah sangat berbeda ketika di luar rumah, Ratih terlihat memakai baju tidur tipis dan berlengan pendek agak sedikit longgar, namun tidak membuat ke seksiannya itu tertutup melainkan sangat nampak dengan dua benda kenyal yang besar dan padat
dan terlihat rambut yang di lilit handuk membuat lehernya ter ekspos.
"oh gitu...kamu lagi apa mas" ucap Ratih menyadarkan pandangan Andra
"ah..aku lagi duduk saja, habis mandi juga" ucap Andra sedikit gugup meski ini bukan kali pertama Andra menjumpai wanita memakai pakaian seksi
karna mantan pacarnya dulu pun malah berpakaian lebih berani dari Ratih, namun Andra merasa biasa saja berbeda dengan Ratih yang membuat jantung nya berdegup kencang
"oh iya...Adrian mana apakah dia sudah tidur" tanya Andr berusaha menetralkan degup jantung nya yang sudah tak karuan
"Iyan sudah tidur, tadi habis makan langsung tidur" jawab Ratih sembari membereskan bekas makan nya tadi
__ADS_1
" oh,, mungkin dia kelelahan, besok juga kan sudah mulai sekolah"
"iya, semoga saja besok Iyan dapat beradaptasi dan cepat mendapat teman" jawab Ratih yang kini posisi nya sedang menunduk memungut samapah di bawah kakinya
membuat Adrian kembali melihat sesuatu yang kenyal dan padat itu, yang seharus nya tak ia lihat
"ya tuhan....cobaan apa ini, kenapa aku harus di suguh kan pemandangan indah yang membuat tubuh ku panas, seharusnya tadi aku tak usah vc saja dari pada ujung-ujung nya aku yang menderita begini. kenapa aku malah merasa beda dengan Ratih padahal jelas-jelas dulu mantan ku lebih berani memakai pakaian seksi lebih dari Ratih, sedangkan Ratih ia hanya memakai baju tidur sedikit tipis dan masih sedikit tertutup. tapi kenapa rasa nya berbeda...." ucap Andra dalam hati
terlihat kini Ratih sudah di kamar nya dan tengah duduk di ranjang tempat tidurnya dengan memeluk bantal guling, Ratih memeperhatikan Andra yang bengong tanpa berkedip
"mas...mas...kamu kenapa" tanya Ratih sembari melambai-lambaikan tnagannya
membuat Andra tersadar" eh..emm..nggak tadi kaya nya kamu masih sibuk jadi aku tunggu kamu selesai dulu" ucap Andra beralasan
"oh gitu, mas besok aku sudah mulai kerja kan, soalnya kalau aku masih belum kerja uang tabungan ku sudah menipis mas kasian Adrian kalau tidak jajan" ucap Ratih di seberang sana meminta kepastian ia kerja
"iya besok kamu sudah boleh mulai kerja, tapi bukan jadi pelayan seperti dulu" ucap Andra dengan tersenyum meengerikan seperti merencanakan sesuatu membuat Ratih merinding sendiri melihatnya
"terus aku kerja apa" tanya Ratih memberanikan diri untuk bertanya meski ia merasa sedikit merinding
"sekertaris mas, bukan kah di Resto tak menerima sekertaris waktu bulan lalu saja ada yang melamar mas tolak" ucap Ratih yang mengetahui bahwa Andra tak menerima sekertaris
" ya memang, dari pertama aku buka Resto tak pernah menggunakan sekertaris karna semua aku bisa hendel sendiri dan aku juga selalu ada di resto, namun kali ini aku membutuhkan sekertaris. karna aku akan lebih sedikit sibuk di luar jadi aku butuh kamu" Andra menjelaskan panjang lebar
meski sebenarnya ia juga ada maksud untuk selalu dekat dengan Ratih namun yang di katakannya juga memang benar bahwa ia akan sedikit sibuk di luar demi melancarkan aksi balas dendamnya
terlihat Ratih terdiam seperti bingung harus menjawab apa
"bagai mana, apa kamu terima. kalau tidak ya sudah kamu tidak bisa kerja di resto" ucap Andra sedikit mengancam
"jangan dong mas...aku butuh banget pekerjaan ini dan aku kembali ke kota ini juga demi kembali ke resto" ucap Ratih yang takut kalau ia tak kerja di resto
"jadi,...." tanya Andra
"ok, aku terima" jawab Ratih mengangguk
__ADS_1
"baiklah, untuk pakaian mu besok pagi sudah ada yang mengantar jam 7 pagi, jadi kamu juga harus rubah penampilan mu agar lebih menarik" tutur Andra merasa puas dengan jawaban Ratih.
"memang nya kenapa mas dengan penampilan ku, apakah aku borak dan buat malu" tanya Ratih yang sedikit minder
"tidak ada yang salah dengan penampilan mu, hanya aku ingin mengubah mu menjadi lebih baik lagi." jawab Andra yang tak ingin menyakiti hati Ratih
Andra akan merubah penampilan Ratih sedikit demi sedikit, karna ia juga merasa sakit hati ketika Ratih di kata katai tak baik oleh kekasih mantan suaminya itu
"ya sudah aku menurut saja, dari pada aku tak bisa kerja dan aku tak tahu harus kerja di mana lagi" ucap Ratih pasrah
"tepat sekali, pilihan yang tepat...ya sudah kamu tidur sana karna besok adalah hari pertama mu mengubah segala nya" ucap Andra dengan tersenyum dan menegrlingkan matanya
"baik lah bos cerewet ku, tapi tolong mata nya di kondisikan ya pak bos" Ratih tertawa kecil
"oh..mulai berani rupanya sekertaris baru ku ini, baik lah ku tunggu besok di resto" ucap Andra kembali menggoda
"xixixi..ya sudah ah aku mau tidur kalau begitu, karna kalau aku sampai terlambat maka bos cerewet ku ini pasti akan marah"
Ratih pun mematikan vc itu, terlihat Andra tersenyum sendiri melihat sisi lain dari Ratih yang menurut nya sangat menggemaskan itu.
Andra pun meletakan ponselnya dan muali memeajamkan matanya
•
•
di lain sisi Ratih tersenyum sendiri saat ia sudah mematikan vc nya bersama Andra tadi. ada rasa bahagia di hatinya
Ratih merasa nyaman ketika bersama Andra dan berada di dekatnnya. entah perasaan apa yang ia rasakan namun ia merasa sangat bahagia
Ratih tak pernah merasakan getaran saat ia pacaran dengan Reno beberapa bulan lalu, bahkan Ratih merasa biasa saja meski pun setiap malam mereka vc
tetali berbeda dengan Andra, dari pertama Ratih berjumpa dengan Andra Ia sudah merasa nyaman dan merasa aman
Ratih yang membayangkan Andra pun mulai merasakan kantuk dan ia pun terlelap dalam tidurnya dengan posisi ponsel berada di dadanya
__ADS_1