MENGAPA SELALU WANITA YANG TERSAKITI

MENGAPA SELALU WANITA YANG TERSAKITI
Bab 39


__ADS_3

Andra mengobati luka di kening kekasihnya itu dan juga di sudut bibirnya. dengan sangat hati-hati Andra mengobatinya


"sudah selesai, kamu istirahat lah agar lekas pulih" Andra menyelimuti tubuh Ratih


"makasih mas, kamu udah perhatian sama aku "


"sudah menjadi kewajiban ku memperhatikan mu, karena kamu adalah kekasih ku calon istri ku"


"aku bahagia mas bersama mu saat ini, terimakasih untuk semuanya" tutur Ratih tulus


Andra tersenyum menatap lembut kekasihnya itu, ia pun menunduk mendekatkan wajah nya dan mencium kening calon istrinya itu


"istirahatlah, aku akan menemani mu di sini" Andra mengelus rambut Ratih


Ratih pun menurut ia menganggukkan kepalanya nya, ia mulai menajamkan matanya saat tangan hangat itu membelai kepalanya lembut. tak butuh waktu lama Ratih mulai terlelap menuju alam mimpinya


sedangkan Andra masih setia mengelus dan membelai kepala Ratih menumpahkan kasih sayang nya. Andra yang bersandar di sandaran ranjang di samping Ratih mulai merasakan kantuk nya


ia mencium kening, wajah dan berakhir pada bibir lembut milik Ratih Andra ******* nya pelan setelah itu ia melepas tautannya


Andra mulai membaringkan tubuhnya dan menarik tubuh Ratih ke dalam pelukannya. Ratih yang merasakan ada sesuatu yang hangat menariknya dan mendekap tubuhnya itu merasa sangat nyaman membuatnya terbuai dalam mimpi indah di sore hari itu.


begitu pun dengan Andra yang merasa kan kehangatan yang berbeda karena ini kali pertamanya ia tidur seranjang dengan seorang wanita




di resto Terresa kini tengah berada di lantai tiga di ruang kerja Andra. Terresa tidak tahu jika sang bos yang ia incar itu tak masuk kerja hari ini


Terre membuka pintu ruangan Andra dan masuk ke dalam ruangan kerja itu dan ia terlihat celingukan ke sana kemari mencari seseorang


"kemana mas Andra, apakah dia tidak masuk kerja. dan wanita murahan itu pun tak ada di sini. apakah mereka tidak masuk kerja" gumam Terre pada diri sendiri


"sial, baru saja aku mau melancarkan aksi ku ternyata mas Andra tak ada di ruangannya. bagai mana pun cara nya aku harus mendapat kan mu mas "


karena yang di cari tak ada maka ia pun keluar dari ruangan kerja Andra.


__ADS_1



Yasril pulang dari kerja, ia terlihat lesu saat pulang ke rumah. karena kejadian tadi pagi yang membuat dirinya dan Sania bertengkar


Yasril turun dari taksi, ia hendak membuka pintu rumah kontrakannya namun ia melihat ke arah kontrakan yang di tinggali Ratih


Yasril melihat ada tulisan di depan pintu kontrakan itu. ia pun menghampiri dan membaca nya "DI KONTRAKAN" Yasril merasa terkejut dengan tulisan yang tertempel di depan pintu itu


jika rumah itu di kontrakan berarti Ratih sudah pindah dari kontrakan ini fikir Yasril


"rumah ini di kontrakan, lalu kemana perginya mereka. sial !! seharus nya aku gak gegabah semalam hanya karena merasa kesal melihat kemesraan Ratih dengan pak Andra. sekarang aku harus cari kemana Adrian aku semakin jauh dengan anak ku sendiri "


Yasril pun meninggalkan kontrakan Ratih namun ia terlebih dahulu bertanya pada tetangga yang berada di luar rumah barangkali mengetahui kemana Ratih pergi


"permisi Bu" tanya Yasril


"iya mas, ada apa ya?" tanya ibu itu


"ibu saya mau tanya, orang yang tinggal di kontrakan itu kemana ya"


"oh, mba Ratih yang janda anak satu itu ya, mba itu tadi pagi di jemput laki-laki mungkin calon suaminya, semua barang-barang nya saja di jual mas. kaya nya gak akan kembali lagi ke sini" ucap ibu itu memberi tahu apa yang ia lihat


"wah..saya kurang tahu mas, ngomong-ngomong mas siapanya mba Ratih ya kok tanya tempat tinggal mba Ratih di mana segala"


"nggak Bu, saya kan tetangga depan rumahnya jadi saya hanya ingin tahu saja. kalau begitu saya permisi" Yasril pun meninggalkan ibu itu


membuat ibu yang di tanya tadi merasa bingung namun ia masa bodoh saja.


Yasril masuk ke dalam rumah, tak terlihat Sania di ruang tv biasa nya wanita itu selalu berada di ruang tv menonton tayangan tv meski terkadang dia sampai tertidur


namun kali ini istrinya tidak ada di sana, Yarsil pun mencari istrinya itu di kamar. terlihat Sania tengah berbaring di tempat tidur


"sayang, kok tumben kamu di kamar biasa nya di depan tv mas nyariin kamu tahu" ucap Yasril lembut ia tak ingin membahas permasalahan tadi pagi


"aku lagi males" jawab Sania ketus


"kamu masih marah ya sama mas" tanya Yasril sembari menghampiri istrinya itu


ia pun duduk di tepi ranjang sedangkan Sania berbaring memunggungi sang suami

__ADS_1


"udahan dong marahnya,mas minta maaf soal tadi pagi. mas kangen tahu sama istri mas yang cantik ini" Yasril merayu istrinya yang ngambek itu ia membungkukkan badannya merangkul istrinya itu dan Yasril pun menyandarkan dagunya


"jangan deket-deket mas, gak usah ngerayu- rayu aku. toh aku sudah gak berarti lagi buat kamu" tutur Sania mulai yg terdengar isakan tangisnya


"sayang kamu sangat berarti untuk mas, sudah ya jangan nangis. mas minta maaf karena mas salah" Yasril masih mencoba merayu ia membalikan tubuh istrinya itu


Yasril melihat istinya itu yang hanya mengenakan tanktop longgar dan tipis membuat nya harus menelan slavinanya susah payah, ingin rasanya ia menyerang tubuh mulus istrinya itu


namun Yaril tahan karena sekarang istrinya itu sedang marah, sudah pasti tak akan di beri jatah. karena jika ia melakukan secara paksa istrinya itu akan melakukan perlawanan bahkan sampai bisa menggigit miliknya yang berharga itu


karena Yasril perna mengalami itu saat istrinya marah, Sania di paksa itu ******* miliknya bukannya mendapatkan kenikmatan yang ia harapkan justru malah gigitan yang ia terima


mengingat itu membuat Yasril bergidik ngeri sendiri. akhirnya Yasril berusaha merayu istrinya itu agar tidak marah lagi barulah nanti ia akan meminta kewajibannya


"kamu jahat mas, kamu lebih mementingkan anak dan mantan istrimu ketimbang aku.hikhikhik" Sania menangis kembali


"sudah sayang, gak usah bahas itu mereka sudah pindah yang mas juga gak tahu kemana"


"hah...beneran mas mereka sudah pindah" Sania merasa terkejut karena dia seharian di rumah tapi tak mengetahui itu


"iya. jadi sudah jangan nangis lagi" Yasril memeluk istrinya itu yang masih dalam posisi telentang


"tapi kamu pasti akan cari anak kamu itu kan, dan maksa-maksa supaya tinggal sama kita. aku gak mau mas pokonya aku gak mau" Sania masih dalam mode merajuk


"sudah gak usah bahas itu ya, mas gak akan tinggalin kamu sayang karena mas sangat mencintai kamu. soal Adrian bisa di fikirkan nanti"


",beneran kan kamu gak akan tinggalin aku mas demi anak dan mantan istri mu itu, apa mas janji"


",iya mas janji gak akan tinggalin kamu. "ucap Yasril meyakinkan


"aku pegang janji kamu mas"


"udahan ya marahnya, di bawah sana sudah tak tahan melihat tubuh seksi mu sayang" goda Yasril menggesek-gesekan senjata nya di bawah sana


"kamu ini mas, dalam ke adaan begini masih saja nafsu" Sania membayunkan bibirnya membuat Yasril gemas lalu mencium bibir istinya itu dan ********** dalam


dan akhirnya lumayan itu menjadi suatu tuntutan, Yasril mengukung istrinya itu dan melancarkan aksinya. sore itu mereka habiskan untuk olah raga di atas ranjang


seolah meluapkan semua permasalahan yang tadi membuat mereka bertengkar. hingga pelepasan yang di lakukan Yasril dan membuat mereka mengakhiri penyatuan di sore hari itu hingga mereka pun tertitur

__ADS_1


__ADS_2