
18++
setelah berjam- jam berdiri akhirnya acara pun telah selesai hanya menyisakan beberapa orang saja yang termasuk para kolega Andra. namun saat ini Andra tak bisa untuk berlama- lama mengobrol dengan para kolega
"maaf pak Bambang, saya permisi undur diri karna sudah larut malam" ucap Andra dengan sopan
"oh, silahkan pak saya faham kok, pengantin baru biasanya memang begitu" pak Bambang menggoda Andra
yang hanya di balasan senyuman oleh Andra, sedangkan Ratih yang mendengar penuturan pak Bambang tadi merasa malu pipi nya sudah bersemu merah, Ratih hanya mampu menundukkan kepalanya meski bukan kali pertama namun tetap saja Ratih merasa malu jika pembicaraan mengarah pada hal sensitif
"ayo sayang" ajak Andra sembari menggandeng tangan istrinya itu
"saya permisi pak" ucap Ratih pada pak Bambang
"iya silahkan" jawab pak Bambang dengan tersenyum
kedua pengantin itu pun pergi menuju kamarnya, sedangkan pak Bambang kini berpamitan pada ibu Airin untuk pulang
sementara pak Handoko dan ibu Sumarni sudah masuk ke kamar mereka karna sangat lelah, ini pertama kalinya untuk mereka menyambut para tamu yang sangat banyak
sementara Adrian tidur bersama ibu Airin di kamarnya, karna ibu Airin yang hanya tidur sendiri jadi ia meminta Adrian untuk tidur bersamanya, sementara Angga adik Ratih tidur di kamar yang lain
•>>
•
•
ibu Airin melihat adik iparnya itu hendak pulang, ibu Airin lantas menghampiri sang adik ipar
"Tomo, sudah mau pulang" tanya ibu Airin
"ya, kelihatannya bagai mana" jawab yusita ketus
"loh,kok malah begitu jawab nya saya kan tanya baik- baik" ucap ibu Airin santai
"iya mbak, kita mau pulang sudah malam juga" jawab Pratomo dengan tersenyum
"oh gitu, Bram dan Tiwi mana kok tidak kelihatan" tanya ibu Airin celingukan mencari dua keponakannya itu
"sudah pulang duluan, mereka besok ada kegiatan jadi memilih pulang duluan, tapi Tiwi tadi menitipkan salam untuk mbak dan menantu mbak" jawab Tomo , bagai mana pun sebenarnya Pratomo adalah orang baik, hanya saja ia terhasut oleh omongan istrinya yang memfitnah kakak iparnya itu
__ADS_1
"oh begitu, salam nya saya terima bagaimana pun kan Tiwi keponakan perempuan saya, nanti saya sampaikan salamnya dengan ratih" jawab ibu Airin dengan senyuman manisnya
"udah pa, ayo pulang mama males lama- lama di sini yang ada nanti malah nyindir- nyindir" yusita menampakan wajah sinisnya
"kamu ini kenapa sih ta, kok malah sinis gitu" tanya ibu Airin
" udah lah, saya males debat. ayok pa kita pulang" ajak yusita dengan wajah yang sudah tak bersahabat
"iya ma sebentar, mba saya pamit pulang dulu ya" pamit Pratomo
"iya, hati- hati di jalan ya Tomo" ucap ibu Airin mengingatkan
Pratomo pun menganggukan kepalanya lalu pergi bersama sang istri
ibu Airin yang melihat tingkah yusita itu menggeleng- gelengkan kepalanya,
"yusita, yusita. kamu pintar sekali menyembunyikan sesuatu dari Tomo, kasihan Tomo yang menjadi alat istri serakahnya itu yang malah menghianatinya" ucap ibu Airin menatap kepergian adik iparnya itu
setelah itu ia pun berjalan masuk ke kamarnya untuk istirahat.
•
•
•
Andra keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk saja, sedangkan Ratih yang melihat itu pun menjadi salah tingkah. Ratih memalingkan wajah nya ke arah lain dengan tangan masih tetap membersihkan wajahnya dari make-up
"sayang, sana mandi nanti keburu larut malam" titah Andra tanpa Andra mengetahui kalau Ratih kini tengah malu dan pipinya bersemu merah
"iya mas, aku ke kamar mandi dulu" ucap Ratih langsung berjalan dengan cepat ke kamar mandi
Andra mencari pakaiannya di koper setelah itu ia memakainya, Andra hanya mengenakan bokser saja tanpa mengenakan baju karna kebiasaan Andra memang begitu. Andra pun langsung membaringkan tubuhnya yang lelah itu di ranjang empuknya
15 menit Ratih sudah selesai dengan ritual mandinya, wajahnya kini terlihat sangat fres akibat guyuran air yang membuat badannya menjadi segar
Ratih hanya mengenakan baju tidur tank top, ia melilitkan handuk di kepalanya setelah itu ia duduk di depan meja rias untuk sekedar memberikan body lotion pada tubuhnya
Andra yang mencium aroma wangi itu pun bangun dari tidurnya lalu menghampiri sang istri yang masih asik dengan kegiatannya, Andra melihat pakaian yang di kenakan Ratih itu membuat hasratnya seketika mode on
Andra pun berjalan menghampiri istrinya itu, ia melingkarkan tangannya di pinggang Ratih dan menyandarkan dagunya di bahu Ratih
__ADS_1
"harum banget istri ku ini" ucap Andra mencium leher Ratih
sementara Ratih yang di perlakukan seperti itu kaget dan merasa geli pada lehernya
"mas ih geli tau" ucap Ratih berusah menghindar
"kenapa sayang, aku suka kok" ucap Andra yang malah semakin sengaja menciumi leher Ratih bahkan menjilati ceruk leher istrinya itu
Ratih yang merasa kegeli an itu pun hendak menghindar namun tak bisa, hingga ia merasakan sesuatu yang mengganjal di punggungnya. sesuatu yang keras membuat Ratih akhirnya faham dengan suaminya itu
akhirnya Ratih pun tak menolak atau menghindar, toh ini bukan pertama kalinya Ratih melakukan itu dan mereka juga sudah sah menjadi suami istri
Andra yang merasa tak mendapatkan penolakan dari Ratih itu pun membalikan tubuh istrinya menjadi menghadap dirinya, ia mencium bibir manis milik istrinya itu dengan rakus, Ratih pun membalas ciuman suaminya itu hingga seluruh tubuh mereka sudah merasakan hawa panas
Andra yang sudah tak tahan itu pun melepas ciumannya
"apa boleh sayang" tanya Andra dengan suara berat nya menahan hasratnya
"iya boleh" jawab Ratih sembari mengangguk
Andra mulai melancarkan aksinya ia pun mencium kembali bibir istrinya itu hingga mereka sudah tak menyadari tubuh mereka sudah tak memakai sehelai benang pun
Andra mengangkat tubuh istrinya itu ke ranjang tanpa melepaskan ciumannya, dan ia pun membaringkan tubuh istrinya itu yang sudah polos
Andra menatap tubuh istrinya itu dengan tatapan yang takjub dengan ke indahan tubuh istrinya itu
Andra pun menatap dua gunukan yang berada di depan wajahnya itu, ia pun menjelajah di dua gundukan itu dengan rakus Andra bermain- main di sana. membuat Ratih menggelinjang keenakan
"mas..emmmhh" Des**h Ratih di sela sela aktifitas Andra
Andra yang mendengar itu pun semakin gencar dengan aksinya hingga turun ke bawah di mana puncak kenikmatan ada di sana, Andra pun bermain- main di sana ia menenggelamkan wajahnya di sana sembari menj***ti puncak kenikmatan itu menghisapnya dengan rakus
membuat Ratih semakin tak tahan untuk mengeluarkan suara seksinya itu, setelah selesai bermain- main di area itu Andra mulai menancapkan senjatanya di puncak kenikmatan itu
Andra pun mulai melancarkan senjatanya hingga mereka merasakan puncak kenikmatan secara bersama, hingga akhirnya Andra pun tumbang di atas tubuh Ratih untuk sekedar menetralkan nafasnya
setelah itu Andra pun pindah ke sisi kiri Ratih, Andra memakaikan selimut untuk dirinya dan istrinya itu, Andra mengelus kepala istrinya itu
"makasih sayang" ucap Andra mencium kening istrinya
Ratih hanya mengangguk dan tersenyum karna merasa lelah, ia pun menenggelam kan wajahnya di dada bidang Andra.
__ADS_1
Andra pun memeluk istrinya itu, dan malam panjang itu mereka habis kan untuk tidur