MENGAPA SELALU WANITA YANG TERSAKITI

MENGAPA SELALU WANITA YANG TERSAKITI
Bab 7


__ADS_3

hari berlalu begitu cepat dan pada akhirnya ratih pun memberi tahu kedua orang tuanya yang membuat ayah dan ibu Ratna merasa marah kepada Yasril yang tak bertanggung jawab dan tega-teganya menghianati putri mereka itu.


"kurang ajar anak itu, sudah di kasih hati malah minta jantung sudah baik dia tinggal di sini karna orang tuanya semua berada di jawa ini malah....Astagfirullah" ucap Ayah Ratih merasa geram


sedangkan Ratih hanya bisa menangis saja tanpa berkata apa-apa.


"lagian ibu itu heran sama si Yasril dia itu punya apa coba sampai tega-tega nya hianatin Ratih padahal selama 6 tahun dia berumah tangga dengan Ratih belum pernah dia membelikan Ratih apa-apa bahkan dia cuma mampu beli motor aja, sedangkan rumah dia belum bisa memenuhi itu" tutur ibu sumarni


"kita lihat saja bu apakah dia akan ke mari untuk menyelesaikan masalahnya atau tidak, tapi jika Ratih kembali dengan Yasril bapak tidak akan mengizinkan nya sudah cukup Ratih sakit hati saat ini tidak ada ke dua dan ke tinga kalinya, karna sifat laki-laki jika sudah berselingkuh itu akan sulit untuk merubah nya jika bukan dari niat diri sendiri" tutur Pak handoko


"iya pak lagi pula laki-laki bukan dia aja, cuma ibu kasian liat Adrian pak tiap hari harus menanyai bapak nya terus dia pasrti kangen sama bapak nya" tutur ibu sumarni


"ya semoga saja bapak nya ada niat untuk menemui anak nya meskipun sudah tak bersama Ratih lagi, paling tidak tanggung jawab bapak nya mengasihi anak nya masih terjalin" jawab pak Handoko


"iya pak" ibu sumarni mengangguk


"sudahlah ratih jangan nangis terus-terusan kamu harus fikirin diri mu sendiri, dia yang di tangisi pun belum tentu mikirin kamu" ucap ibu Sumarni pada Ratih


dan sekejap Ratih berfikir "iya ya dia saja belum tentu mikirin aku terus kenapa aku di sini harus nagisin dia, tapi hati ini sakit sekali tega-teganya mas Yasril menghianati aku kenapa kalau memang dia tidak suka aku lagi kenapa dia nggak ngomong langsung aja kenapa harus dengan cara seperti ini"ucap Ratih dalam hati


"iyq bu Ratih akan coba" Ratih menjawab ucapan ibu nya barusan


"yowes, ibu tak masak dulu kamu mandi-mandi saja dulu sana biar fikiran mu plong" ucap ibu sumarni lalu ia bangun dari duduk nya dan berlalu menuju dapur

__ADS_1


di ruang tamu kini hanya ada bapak Handoko dan Ratih sedangka Adrian tengah bermain di temapat teman nya yang bertetangga bebelah. ada rasa sakit yang mendalam yang di rasakan Ratih karna ia memikirkan putra semata wayang nya yang baru berusia 7 tahun


karna sang ayah seperti tak peduli terhadap anaknya sendiri hingga saat sakit pun tak ada datang apa lagi dua minggu yang lalu Adrian baru habis melaksanakan khitan tetapi Yasril tetap tak datang untuk menengok anaknya padahal pak Handoko sudah mengirim kan chat ke no Yasril tapi sama sekali tak di hiraukan.


itu yang membuat hati Ratih sangat sakit yang teramat mendalam. "jangan salahkan aku mas kalau anak mu nanti akan melupakan mu karna akibat perlakuan mu sendiri, aku tak mengajari nya untuk membenci dan untuk melupakan mu tetapi itu akan murni dari anak itu sendiri. ia akan menilai sendiri sifat yang menyayangi nya dan tidak" Ratih berujar dalam hati


sampai suara pak Handoko menyadarkan Ratih dari lamunannya


" Ratih bapak tidak memaksamu jika kamu tidak ingin bercerai dan memilih kembali nantinya jika Yasril meminta mu kembali, tapi coba kamu fikirkan kembali saat ini" tutur pak Handoko menasehati


" iya pak jujur Ratih saat ini masih bimbang pak belum tahu harus memutuskan gimana" jawab Ratih yang kembali meneteskan air mata


" ya sudah sebaik nya kamu fikirkan lagi karna waktu pun masih panjang dan Yasril ke mari pun kita belum tau kapan" tutur pak Handoko.


" ya sudah bapak mau ke tempat pak RT dulu ada perlu, kamu mandi dulu saja sana biar badan dan fikiran lebih enteng" nasehat pak Handoko lalu ia berlalu keluar untuk ke rumah pak RT


akhirnya Ratih pun beranjak dari duduknya dan menuju kamar untuk mengambil handuk dan pakaian ganti, lalu ia pun menuju kamar mandi untuk memberaihkan tubuhnya cukup lama ia mandi dan kini hati dan fikiran nya sudah sedikit tenang ia pun lantas mengambil air wudhu untuk melaksanakan sholat Ashar.


Ratih dengan khusu melaksanakan ke wajiban nya kepada sang khalik hingga ia mengakhiri sholat dan ber do'a


"ya Allah berilah jalan keluarmu untuk ku, aku tak tahu harus apa saat ini karna aku pun masih bingung harus mengambil jalan apa, berikanlah ketetapan untuk ku dan yang terbaik untuk ku beserta anak ku, aku pasrahkan semua pada mu ya Allah" do'a Ratih


********

__ADS_1


di tempat lain Yasril tengah bersenang-senang dengan kekasih nya mereka tengah jalan-jalan ke kebun buah dan berfoto-foto ria. tanpa Yasril memikirkan anak dan istri nya ia lebih memilih bersenang-senang dengan wankta lain.


" yank kemarin istri mu telfon-telfon terus ke no kamu, aku risih tau nggak" ucap Sania kekasih Yasril


"biarkan saja toh aku udah gak peduli sama dia" tutur Yasril cuek


"tapi ada nomor bapak mertua mu juga chat kalau anak mu di khitan" Sania memberi tahu


"lantas" tanya Yasril


"ya tadinya bapak mertua kamu mint kamu hadir, cuma aku malas aja kasih tau kamu nanti yang kamu prioritaskan anak sama istri mu lagi terus aku mau kamu kemanain bahkan semua sudah ku berikan pada mu tubuh ku pun sudah milik mu bahkan keperawanan ku" tutur Sania


ia sungguh tak rela jika Yasril kembali lagi pada istrinya karna dulu yang menginginkan dirinya adalah Yasril sendiri karna Yasril meyakinkan Sania bahwa ia dengab istrinya sedang dalam proses perceraian oleh karna itu Sania rela memberikan semua nya kepada Yasril termasuk tubuhnya dan mahkota nya.


"nggak lah aku tetep sama kamu, kamu itu lebih dari segala-gala nya bahkan kamu lebih cantik dari dia, aku nggak suka dia karna dia nggak bisa merawat diri, dandan pun gak pernah bagai mana aku bisa betah di rumah coba bahkan dia juga tak seharum kamu sayang" ucap Yasril membanding-bandingkan antara Sania dan Ratih


"ya tapi kalau kamu mau aku cantik dan wangi terus kamu harus penuhin semua kebutuhan ku buat beli makeup dan parfum" ucap Sania


"iya tenang aja, nani kalau kita sudah menikah aku akan selalu manjain kamu asalkan kamu tetap setia sama akau" tutur Yasril


" iya..aku akan selalu setia sama kamu asalkan kamu juga setis sama aku" Sania memeluk Yasril dengan mesra nya dan yasril pun membalas pelukan nya


mereka seolah tak menghiraukan orang-orang di sekitar mereka

__ADS_1


__ADS_2