
di kediaman Yasril kedua pasangan itu kini sedang mengemasi barang-barang mereka karena Yasril kini sudah memiliki rumah sendiri jadi tak perlu mengontrak lagi
karena selama bekerja di pabrik tekstil ke hidupan Yasril lebih membaik, di tambah lagi kini ia di pindahkan di perusahaan yang mengelola dan mengatur pabrik tekstil milik PRatmojo CORP .
Yasril di beri jabatan sebagai manager untuk bagian keluar masuknya barang ke pabrik. PRatmojo CORP merupakan pabrik tekstil terbesar di kota itu dan sudah memiliki cabang pabrik tekstil di mana-mana
Yasril kini bekerja di perusahaan induk bukan lagi di cabang, oleh sebab itu gaji nya kini lebih besar dan di dukung oleh kenaikan jabatannya yang tadinya hanya sebagai buruh dan hanya sebagai mandor di pabrik
namun manager atasannya sangat mengagumi kerja keras Yasril hingga menaikan jabatannya menjadi karyawan di kantor bukan lagi buruh di pabrik. Yasril di taruh di bagian ke uangan untuk memastikan barang yang masuk sesuai dengan yang di harapkan
dan barang yang di keluarkan sesuai dengan harga pemasaran. hingga manager pun akhirnya mengirim Yasril ke kota dengan jabatan baru sebagai manager masih mengelola hal yang sama namun kini ia hanya tinggal memantau saja, karena ada sekretarisnya yang mengerjakan semuanya. ia hanya mengecek saja
hingga Yasril mampu mengumpul kan uang banyak untuk membeli rumah di kota itu, setelah itu ia membeli sebidang tanah sekaligus rumah di perumahan komplek blok B yang mana perumahan elit berjejer di sana.
" sebenarnya kamu mau bawa aku ke mana lagi sih mas, kenapa kita harus pindah kontakan lagi sih" gerutu Sania yang belum mengetahui kalau mereka akan pindah ke rumah baru
"udah lah gak usah bawel, ayo kita berangkat taksi udah datang itu nunggu di depan" ucap Yasril ia sengaja tak memberi tahu untuk memberi kejutan pada istrinya itu
" hiss ...ngeselin" Sania berjalan dengan menghentakkan kakinya keluar dari rumah dan masuk ke dalam mobil taksi
Yasril yang melihat kekesalah istrinya itu pun hanya menggelengkan kepalanya, meski ia sering berantem dengan istrinya itu tetapi sejujurnya Yasril sangat mencintai istrinya
ia menyukai sifat manja nya itu, sangat berbeda dengan Ratih dahulu. Ratih lebih ke diam memang Ratih terkadang juga sangat manja namun entah kenapa Yasril malah tak suka dengan sifat manja mantan istrinya itu
hingga ia sering membentak dan bahkan tak jarang ia pun sampai bermain fisik jika tak sesuai dengan yang ia ingin kan. namun saat melihat Ratih dengan lelaki lain kini malah ia seperti cacing kepanasan yang tak terima Ratih bersanding dengan laki- laki lain.
entah perasaan apa yang di rasakan Yasril sekarang pada mantan istrinya itu setelah melihat perubahan Ratih yang 180° sangat berbeda dengan Ratih dahulu
terlihat saat di pesta waktu itu, gaya berpakaiannya cara berjalannya yang sangat anggun dan wajahnya yang semakin cantik dengan kulit putih mulus. membuat Yasril se akan tak terima Ratih di lihat banyak orang apa lagi ia sampai dekat dengan laki- laki lain
Yasril menutup pintu kontrakan dan menguncinya ia pun menyusul sang istri masuk ke dalam mobil
__ADS_1
"jalan pak, ke tempat yang sudah saya beri tahu tadi" ucap Yasril kepada sopir taksi
"baik pak" jawab sang sopir
mobil pun melaju meninggalkan kontrakan.
•
•
•
sebuah taksi memasuki perumahan elit di blok B, terlihat rumah mewah berjajar rapi dengan jarak yang tak terlalu jauh, Sania merasa heran kenapa mereka malah ke perumahan elit bukannya ke kontrakan
"mas, kita ngapain ke sini" tanya Sania yang matanya masih fokus melihat rumah-rumah mewah itu
Yasril tak menjawab membuat Sania merasa kesal pada suaminya itu, hingga mobil pun berhenti di depan rumah mewah berwarna cream berpagar tinggi, membuat Sania semakin bertanya-tanya
"hah...mau ngapain mas" tanya Sania yang bingung kini ia sudah turun dari taksi itu
"ayo masuk" Yasril menggenggam tangan istrinya itu ia membuka pagar rumah itu lalu masuk ke dalam rumah masih dengan menggenggam tangan Sania
"i...ini rumah siapa mas, kamu nyewa rumah? apa bayarnya gak mahal mas" Sania terus bertanya dengan fikiran yang tak menentu
"tenang saja, kita gak nyewa ko ini rumah kita sekarang" ucap Yasril menjelaskan pada istrinya itu setelah mereka sampai di ruang tamu
Yasril menaruh koper nya sembarang lalu ia memeluk istrinya itu
"apa kamu suka?" tanya Yasril memeluk istrinya itu dan mencium ceruk leher Sania dan menghirup aroma harum dari tubuhnys
"kamu serius mas ini rumah kita" tanya Sania yang masih tak percaya
__ADS_1
"yup ..ini hasil kerja keras ku selama ini demi kebahagiaan mu . maaf kalau selama ini aku bersifat kasar dan mungkin menurut mu aku perhitungan tapi ini semua demi kamu " tutur Yasril masih menciumi leher istrinya itu
"apakah kamu suka" tanya Yasril lagi
"aku suka banget mas, rumah ini sangat mewah.. makasih mas" Sania membalikan tubuhnya lalu memeluk suaminya itu
setelah itu ia mengalungkan tangannya di leher sang suami
"aku gak menyangka kita akan tinggal di rumah se mewah ini mas, sangat berbeda dengan di kampung apakah kita selamanya akan tinggal di sini mas" tanya Sania dengan bahgianya
"iya dong, kita akan tinggal di sini selamanya sampai rumah ini penuh dengan canda tawa anak-anak. kita akan pulang ke kampung sesekali saja kalau aku libur kerja"
"benarkah? aku sangat bahagia saat ini mas terimakasih untuk semuanya" Sania mengecup bibir suaminya itu
Yasril pun tak mau menyia-nyiakan ke sempatan ia pun membalas ciuman istrinya itu hingga mereka sma- sama ke habisan nafas barulah mereka menyudahi ciuman itu
"yuk kita ke kamar, kamu pasti capek karena perjalanan dari kontrakan ke sini lumayan jauh" ucap Yasril mengajak sang istri ke kamar mereka
"iya mas, aku juga ingin lihat kamar kita seperti apa"
mereka pun menuju kamar dengan menaiki anak tangga karena kamar yang akan di tempati mereka berada di lantai dua.
Yasril membuka pintu kamar mereka yang terlihat sangat mewah dengan kasur king size serta cat kamar yang elegan
"bagus banget mas, ini kamar nya luas banget," ucap Sania antusias
"yasudah kamu mandi dulu sana setelah itu kita istirahat" titah Yasril pada sang istri
"iya mas, aku mandi dulu kalau gitu" Sania pun meninggalkan suaminya itu untuk mandi terlebih dahulu baru setelah itu bergantian dengan Yasril
dan mereka pun tidur untuk menghilang kan penat di siang sore hari itu.
__ADS_1