
azab subuh terdengar berkumandang, Ratih mulai mengerjapkan matanya ia duduk dari tidurnya untuk mengumpulkan ke sadarannya, setelah itu baru lah Ratih turun dari tempat tidur dan menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu.
setelah selesai wudhu Ratih memakai atasan mukenanya setelah itu ia masuk ke kamar Adrian untuk mengajaknya sholat subuh bareng.
Ratih membangunkan anak semata wayang nya itu, setelah bangun Ratih menyuruhnya untuk ambil wudhu terlebih dahulu
"Yan ...Iyan bangun nak sholat subuh bareng yuk" Ratih mengguncang-guncang tubuh Adrian hingga anak itu pun bangun
"ambil wudhu dulu sana" titah Ratih dan tak ada penolakan dari Adrian ia pun bangun lalu segera menuju kamar mandi
Adrian keluar dengan wajah yang sudah segar, ia mengambil baju Koko yang sudah di siapkan Ratih dan memakainya setelah itu Adrian memakai sarung dan peci nya, Ratih sudah menggelar sajadah dan sudah mengenakan bawahan mukena nya
pagi itu mereka pun sholat bersama dengan khidmat. dan di lanjutkan dengan mengaji sampai sinar matahari muncul dengan malu-malu
Andra sudah terbangun saat subuh ia pun sudah selesai menjalankan sholat subuh, setelah itu ia hendak ke dapur untuk membuat teh hangat tapi sayup-sayup ia mendengar suara orang mengaji dan sedang mengajarkan mengaji saat ia melewati kamar Adrian
Andra termangu di depan pintu kamar calon anak sambung nya itu, Andra menajamkan pendengarannya mendengarkan lantunan ayat suci yang di bacakan Ratih, setelah mengajarkan Adrian mengaji
Andra tersenyum bahagia karena ia tepat memilih pasangan hidup, Ratih tak hanya cantik namun ia juga bisa menjadi ibu yang dapat di andalkan sebagai contoh anak-anaknya kelak
karena Ratih ternyata pandai mengaji, meski ia tahu manusia tak ada yang sempurna tetapi Andra sangat bersyukur karena di pertemukan Ratih.
Andra tak ingin mengganggu aktifitas subuh Ratih, ia pun turun ke bawah untuk ke dapur membuat teh hangat untuk dirinya sendiri, karena saat ini ia sedang ingin meminum teh.
•
•
__ADS_1
ibu Airin keluar dari kamarnya lalu ia berjalan ke arah dapur saat sudah di depan dapur ibu Airinmelihat Andra tengah mengaduk cangkirnya.
"sedang apa ndra" tanya ibu Airin menghampiri
"sedang buat teh ma, mama mau teh" tawar Andra
"tidak sayang ..tumben sekali kamu membuat teh biasanya subuh-subuh begini kamu hanya minum air mineral"
"lagi pengen saja ma,", jawab Andra lalu duduk di kursi makan dan menyeruput teh hangat nya
ibu Airin hanya menggeleng saja, ia pun mengambil susu untuk tulang dan ibu Airin mulai memasukan tiga sendok susu ke dalam gelas nya dan memberikan sedikit air panas lalu di tambah dengan air dingin agar menjadi hangat
"kapan kamu akan mempersiapkan seserahan pada orang tua Ratih di kampung nanti Ndra" tanya ibu Airin sembari menyeruput susu nya
terlihat mbok Iyem dan Bi Arum sudah berada di dapur dan berkutat dengan alat dapur masing-masing. namun keberadaan mereka sama sekali tak mengganggu kedua orang yang sedang mengobrol ini
"ya sudah mama setuju kalau begitu, jadi hari ini kalian akan kemana Ndra"
"mungkin ke toko perhiasan ma, aku mau membelikan cincin nikah untuk Ratih "
"bagus kalau begitu, sekalian kalian fitting baju. karena pernikahan kalian yang mepet itu jadi semua harus serba cepat. salah kamu juga sih minta bulan depan nikahnya coba kalau dua bulan lagi mungkin masih bisa santai-santai"
"ya mau bagai mana lagi ma, kan lebih cepat lebih baik biarlah pernikahan sederhana saja tak perlu mewah-mewah"
"tidak bisa, mama maunya rame-rame sayang karena kamu anak tunggal mama sedangkan pernikahan itu mama maunya sekali se umur hidup jadi mama ingin ada memory saat kalian menikah, mama juga ingin buktikan kepada paman mu itu kalau mama punya menantu cantik jadi dia tak seenak nya hina anak mama ini yang tak laku- laku. pokok nya mama mau pernikahan kalian di hadiri seluruh kolega- kolega kamu sayang dan seluruh karyawan kerja kamu dan jangan lupa undang om Tante mu ya. mama ingin lihat bagai mana reaksinya" ibu Airin tampak menggebu-gebu karena adik ipar nya itu selalu saja mencaci dan menghina Andra yang tak laku- laku dan selalu membanding kan dengan Yoga anak sulung nya yang selalu ganti- ganti pasangan
"baiklah ma, jika itu tujuan mama aku akan turuti" jawab Andra dengan tersenyum lalu memeluk ibunya itu.
__ADS_1
"ya sudah ma aku ke atas dulu ya, mau mandi sekalian bilang sama Ratih untuk siap-siap karena tadi dia masih mengaji dengan Adrian" tutur Andra ia berdiri dari duduknya
"benarkah Ratih mengaji nak, sungguh ibu dan calon menantu idaman" puji ibu Airin
"iya ma,, aku ke atas dulu" pamit Andra lalu ia berjalan menuju tangga yang mengarah ke kamarnya
•
•
•
ibu Airin yang masih di dapur itu pun tampak bahagia setelah mengetahui dari Andra calon mantu dan calon cucunya itu tengah mengaji
"mbok Iyem, Arum kalian dengar sendiri kan calon mantu ku pandai mengaji. kali ini aku sangat setuju kalau Andra menikah dengannya. " ibu Airin bercerita pada kedua pembantunya itu dengan hati bahagia
"iya ndoro nyonya, ndoro nyonya muda memang berbeda sikap nya yang ramah dan santun, yang mudah bergaul dengan siapa saja bahkan kami pun di anggapnya sebagai teman ndoro nyonya" ucap mbok Iyem yang memuji calon majikan nya itu
"iya ndoro nyonya, bahkan kami sampai di paksa tidak memanggil nya dengan sebutan ndoro nyonya muda karena merasa tak pantas, namun kami tak enak ndoro" ucap bi Arum ikut mengomentari
"iya, sangat berbeda dengan mantan-mantan Andra yang dulu, mereka terlihat angkuh saat ke mari dan yang membuat ku tak suka mereka seolah- olah sudah merasa menjadi nyonya di sini. dan membuat ku sangat kesal ternyata mereka hanya memanfaatkan kekayaan putra ku saja, dan yang membuat ku geram adalah Ayu, yang membuat ku sangat jijik karena dia ternyata bermain api di belakang Andra dengan pria lain bahkan sampai behubungan layak nya suami istri sungguh menjijikan" cibir Ibu Airin yang mengingat kembali tentang Ayu yang ke tahuan oleh Andra saat itu tengah menyatukan surga dunia mereka
dua pembantu itu hanya bisa diam dan saling menatap satu sama lain tak ingin menyahuti.
"ya sudah kalian lanjutkan masaknya ya, saya mau ke kamar dulu rasa nya tubuh ini sudah ringkih untuk duduk sebentar saja sudah merasa capek" ibu Airin berdiri dari duduknya lalu ia berjalan menuju kamarnya
memang ibu Airin sekarang mudah lelah karena akibat penyakitnya dulu, ia harus sampai cuci darah berulang kali hingga akhirnya penyakit gagal ginjalnya berangsur sembuh meski harus membatasi asupan makanan yang sekira nya berbahaya untuk kesehatannya itu. ibu Airin harus menghindari makanan makanan ke sukaannya saat sehat dahulu jadi sekarang menu makanan ibu Airin di sendirikan
__ADS_1