
Ratih dan Andra sudah selesai menurunkan semua barang bawaan, kini Ratih tengah memasukan koper milik Andra di kamar sebelah kamar Ratih, sementara koper ibu Airin di taruh di kamar miliknya karna kamar yang hanya 4 jadi ibu Airin terpaksa harus tidur dengan Ratih
"ma, ?mama nggak apa-apa kan tidur nya bareng Ratih karna kamar yang cuma ada 4 di sini" tanya Ratih pada ibu Airin ia merasa tidak enak
"nggak apa- apa dong, mama malah seneng jadi sebelum kalian nikah mama bisa merasakan tidur sama mantu mama" ucap ibu Airin tak keberatan
"bener ma, maaf ya karna rumah Ratih begini ada nya nggak kaya rumah mama" Ratih lagi- lagi merasa tak enak
"sudah ah nggak usah begitu, och iya Adrian gimana pasti kalau mama ikut tidur di sini Adrian kesempitan " ibu Ratih terlihat berfikir karna ranjang tidur yang hanya muat dua orang
"tenang aja Oma, Iyan bobo nya sama papa Andra" ucap Adrian yang tiba- tiba menyahut dan membuat terkejut di tambah lagi nama panggilan yang di sebut Adrian tadi
"sejak kapan Iyan panggil om Andra dengan sebutan papa" tanya Ratih heran karna sedari di rumah dia masih memanggil dengan panggilan om
"sejak tadi" jawab Adrian cengengesan lalu ia pergi meninggalkan dua wanita beda generasi itu terdiam melihat tingkah Adrian
"dasar anak itu" Ratih menepuk keningnya melihat tingkah anak semata wayangnya itu
ibu Airin hanya menggeleng seraya tersenyum.
__ADS_1
•
•
•
di ruang keluarga yang hanya berukuran kecil itu kini sebuah keluarga tengah duduk, seperti ada yang ingin di bicarakan dengan serius
"ada apa nak Andra meminta saya untuk berbicara" tanya pak Handoko pada Andra yang memang belum tahu maksud Andra ikut Ratih ke rumah itu apa
"sebenarnya saya kemari untuk berbicara serius dengan bapak, saya berniat ingin meminang anak bapak Ratih untuk menjadi istri saya. dan saya sudah melamar Ratih secara langsung dua Minggu lalu saat ulang tahun Ratih. dan untuk meresmikan secara sah lamaran saya di terima kini saya meminta langsung pada bapak untuk melamar Ratih, apakah bapak restui" Andra mengungkapkan maksud dan tujuannya membuat pak Handoko dan ibu Sumarni terkejut karna yang melamar Ratih adalah bos Ratih sendiri
"iya saya tahu pak, tetapi saya tidak pernah mempermasalahkan status itu. yang terpenting kami saling mencintai dan saya sudah menemukan kriteria saya semua ada pada Ratih pak. saya akan selalu jaga Ratih dan saya akan memperlakukan Ratih bak Ratu dan saya juga akan menyayangi Adrian seperti anak saya sendiri saya akan perlakukan Adrian dengan baik" ucapan Andra begitu tulus hingga membuat Ratih menitikan air mata bahagianya
"huhhhh" pak Handoko membuang nafasnya kasar lalu ia menatap kedua insan berbeda jenis kelamin itu secara bergantian
"baiklah bapak dan ibu restui, tapi bapak minta tolong kalau nak Andra sudah merasa bosan dan tak suka lagi dengan Ratih, tolong kembalikan Ratih ke pada bapak dan ibu secara baik- baik karna nak Andra pun memintanya secara baik-baik" ucap pak Handoko dengan serius karna ia tak mau terjadi hal kedua kalinya untuk Ratih yang di cakpakan Yasril
"insya Allah saya tidak akan pernah bosan dengan Ratih pak, dan saya berjanji sama bapak dan ibu saya akan menjaga Ratih sepenuh hati dan jiwa raga saya" Andra berkata dengan bersungguh- sungguh
__ADS_1
"baiklah bapak pegang janji mu" ucap pak Handoko dengan menepuk bahu Andra
"terimakasih pak, karna bapak mau menerima anak saya sebagai menantu" ucap ibu Airin yang sangat berterimakasih karna ia kini akan mendapatkan menantu yang menurutnya sangat baik
"tidak Bu, justru kami ini yang berterimakasih karna ibu dan nak Andra mau menerima anak kami ini yang ke adaan ya memegang begini" tutur pak Handoko ia pun mengalihkan pandangannya pada Adrian yang kini tengah tidur di pangkuan Andra dengan kepala yang di taruh di paha Andra dan terlihat Andra mengelus kepala Adrian dengan sangat lembut
"sepertinya Adrian memang sudah sangat menyayangi nak Andra dan menginginkan Andra menjadi ayah nya karna pasti Yasril tak pernah menghubungi Ratih" gumam pak Handoko dalam hati
"benar Bu, kami ini yang harus nya berterimakasih karna ibu dan nak Andra mau menerima Ratih dan Adrian" ibu Sumarni ikut bersuara setelah ia banyak diam dan menyimak saja tadi
ibu Airin tampak hanya tersenyum menanggapi itu semua.
•
•
•
hari sudah malam kini Ratih dan Andra berada di rumah makan mereka pergi jalan- jalan meski di desa tetapi suasananya sudah seperti di kota meski tak ada gedung- gedung tinggi namun desa itu sangat ramai apalagi di rumah- rumah makan sudah pasti penuh dengan orang yang ingin membeli makanan.
__ADS_1
mereka berdua menikmati malamn yang panjang berdua . mereka pun tampak bahagia