MENGAPA SELALU WANITA YANG TERSAKITI

MENGAPA SELALU WANITA YANG TERSAKITI
Bab 6


__ADS_3

Ratih kini sudah berada di rumah nya ia masih sangat terpukul oleh semua ini permasalahan ini bukan lah hal yang mudah baginya. Ratih kembali menangis di kamarnya tanpa tahu harus seperti apa dalam fikirannya berkecamuk apa yang akan terjadi kedepannya apakah ia benar-benar harus bercerai dari sang suami atau menerimanya kembali.


karna sampai saat ini pun Ratih tak pernah mendapatkan kabar sama sekali dari Asril, bahkan ia mengirmkan via chat pun tak pernah di balas meskipun pesan sudah di baca ia telfon pun Asril tak pernah mau mengangkat nya.


sebenarnya Ratih hanya menginginkan kepastian tetapi entah mengapa di fikiran Ratih berkecamuk ia memikirkan apakah sang suami sudah tidur bersama dengan wanita itu lalu ia harus bagai mana jika kembali ia sudah sangat jijik karna mendapati suami nya sudah tidur bersama orang lain wanita mana yang mau membagi tubuh suami nya dengan orang lain wanita mana yang mau memakai bekas orang lain


"ya Allah aku harus bagai mana sungguh ini ujian terberat dalam hidup ku, mengapa engkau memberikan aku ujian yang begitu berat apakah aku bisa sabar menghadapi ini ya Allah...." Ratih menatap jendela sembari menitikan air matanya


"mama...." panggil Riyan pada Ratih


Ratih pun buru-buru menghapus air mata nya ia tak ingin sang putra melihat jika ia menangis.


"iya kenapa nak" Ratih membalikan tubuhnya dan bertanya dengan senyuman yang tentu di paksakan


"bapak kapan pulang ma" tanya Riyan


"sabar ya bapak masih sibuk kerja" jawab Ratih tersenyum dan mengelus kepala anak semata wayang nya itu


"tapi iyan udah kangen sama bapak ma, coba telfon bapak" pinta Riyan dengan wajah sendu dan mata sudah berkaca-kaca


"loh anak laki kok nangis sih sayang, kan bapak nya kerja ya sudah mama telfon bapak ya" tutur Ratih lembut dengan menghapus air mata dari anak nya ia mencoba untuk tegar demi sang anak


Ratih pun mengambil ponselnya yang berada di atas bantal lalu ia mencari nomor Asril dan menelfonnya tetapi beberapa kali ia menelfon Asril sama sekali tak mengangkat telfonnya itu. Ratih pun berinisiatif mengirimkan pesan chat pada Asril

__ADS_1


[mas anak mu kangen ingin ketemu kamu, tolong kamu angkat telfon ku] Ratih mengirimkan chat pada Asril tetapi tetap saja tak ada balasan padahal pesan sudah di baca


"Hahhhhh...." Ratih membuang nafas kasar lalu ia menatap sang putra


"gimana ma" tanya Riyan Ratih pun penggelengkan kepalanya dan menjawab


"bapak nggak angkat telfon nya nak, mungkin bapak lagi sibuk " jawab Ratih dengan berat hati harus berbohong pada anak nya mengatakan sang ayah sedang sibuk


"ya udah ma nggak apa-apa, kalo gitu aku mau main" Riyan pun beranjak dari tempat ia berdiri lalu keluar dari kamar ibu nya


seketika runtuh pertahanan Ratih menahan air mata nya agar tak tumpah di depan anak nya, sungguh sangat hancur hati nya mendapati sang putra merindukan ayah nya


" Ya Allah aku harus apa sekarang kasihan sekali Riyan dia sangat merindukan bapak nya tetapi bapak nya sendiri tak memiliki hati ia begitu tega pada anak nya, bagai mana nanti jika Riyan tak menyukai bapak nya dan melupakan bapak nya karna perlakuan bapak nya sendiri tak baik padanya.....!! Ya Allah kuatkan lah hati ku sampai aku menemukan kebenarannya" ucap Ratih dalam hati


"Astagfirullah..." Ratih sungguh terkejut dengan foto-foto mesra yang dikirim sahabat nya itu


lalu tak lama ponsel nya berdering dan itu adalah telfon dari sang sahabat


"halo Yati" jawab Ratih dengan menghapus air mata nya


"maaf ya Ratih aku kirimin kamu foto itu bukan maksud ku membuat rumah tangga mu hancur tapi aku kasian sama kamu karna kamu di hianatin suami kamu sendiri tolong maafin aku ya" tutur Yati nama sahabat dari Ratih


"iya Yati nggak apa-apa, aku malah berterima kasih karna kamu udah kasih tau aku" jawab Ratih dengan terisak

__ADS_1


"Ratih kamu nangis ya, jangan nangis Rat aku minta maaf kalo aku salah" tutur Yati di seberang sana


"nggak apa-apa Yati, kamu nggak salah ko justru sekarang mata ku terbuka karna info dari kamu dia selama ini hanya menganggap ku sebagai pemuas nafsu nya, bukan karna dia mencintai aku" jawab Ratih dengan terisak betapa sakit hati nya mengingat semua pengorbanannya selama ini yang tak di anggap sama sekali


"udah dong jangan nangis aku bener-bener kasian sama kamu Ratih suami seperti Arya nggak pantas dapat cinta yang tulus dari kamu" tutur Yati bernada emosi


"mmm...Yati udah dulu ya aku mau nenagin fikiran dulu" ucap Ratih


"iya udah Rat" telfon pun di matikan


Ratih kembali terisak di dalam ke sendiriannya untung saja di rumah tak ada siapa-siapa orang tuanya belum ada yang pulang sedangkan adik nya juga belum pulang dari sekolah karna baru menginjak kelas 3 SMA. jadi tak ada siapa pun yang mengetahui kalau ia sedang menangis, ia puas-puaskan menangis dan mengurung dirinya di kamar


sungguh ke adaan yang membuat nya tak nyaman fikiran-fikiran jelek berkecamuk di otak nya masalah rumah tangga sebesar ini harus ia pendam sendiri bercerita kepada orang tua ia tak sanggup jika orang tua juga kefikiran tentang masalah nya.


Ratih berfikir andaikan waktu bisa di putar kembali ia tak ingin mengenal sosol Asril di dalam hidupnya ia ingin buang jauh-jauh Asril dalam hidupnya. tetapi itu tetaplah hanya berandai-andai karna waktu tak mungkin bisa berputar kembali


karna jodoh, maut, rejeki itu sudah Allah yang atur kedepan nya akan bagai mana kita sebagai manusia pun tak tahu hanya bisa menerima ketentuan dan menerima nasib saja.


**********


hai teman- teman semua ayo dong dukung author ya agar author nggak tenggelam lagi😁. biar authornya semangat gitu colek-colek lah di tombol like nya boleh juga tinggalkan jejak di kolom komentar


karna besok bulan suci Ramadhan 1443 H author memohon maaf jika ada kesalahan. mari kita sama-sama menjalankan ibadah puasa dengan tenang dan khusu untuk mendapatkan keridhaan nya

__ADS_1


salah dan khilaf saya Rahmawati sekeluarga memohon maaf lahir dan batinšŸ™


__ADS_2