MENGAPA SELALU WANITA YANG TERSAKITI

MENGAPA SELALU WANITA YANG TERSAKITI
Bab 47


__ADS_3

setelah melewati waktu berpuluh jam, sert melewati hutan dan persawahan akhirnya mereka pun sudah sampai di kampung halaman Ratih, kampung itu terlihat sudah lebih maju mungkin juga karna pendapatan di sana yang mayoritas adalah petani palawija dan petani sawit. semenjak perkebunan sawit masuk ke desa itu sedikit-demi sedikit perekonomian di desa itu mulai meningkat


namun tidak menutup kemungkinan masih banyak yang bertani palawija yang kebanyakan menanam jagung, sedangkan untuk kedelai jarang yang berminat untuk menanamnya karna terlalu banyak proses


Andra mulai memasuki desa ke Diaman Ratih yang masuk ke dalam, mungkin kalau di kota di sebut gang namun di sini tidak ada gang hanya ada RT saja


"yang mana rumahnya sayang" tanya Andra pada Ratih


"maju sedikit lagi mas, rumah nya sebelah kanan cat biru" jawab Ratih memberi tahu


"ok" Andra mengangguk faham


setelah melewati dua rumah Andra melihat rumah yang di beritahukan Ratih, ia menatap Ratih sebagai pertanyaan Ratih pun mengangguk menandakan itu benar rumahnya. Andra pun memarkirkan mobil nya di pinggir jalan karna tak bisa masuk ke dalam halaman rumah milik Ratih, halaman yang sempit hingga tak memungkinkan untuk mobil bisa masuk ke dalam.


terlihat para tetangga yang tadi nya sedang duduk di rumah tetangga yang lain, kemungkinan sedang bergosip atau apa juga tidak tahu, ke datangan mobil milik Andra membuat para tetangga melihat ke arah mobil mewah yang jarang sekali orang lihat di desa itu karna rata-rata yang memiliki mobil mewah juga tak sebagus itu.


"siapa ya, kok mobilnya berenti tempat Bu Marni" ucap ibu satunya kepo


"gak tahu, mungkin dari bank" sahut ibu satunya


"ih ngeri juga ya kalau punya hutang bank, kalau gak bayar sampe di samperin gitu" ucap ibu satu nya terlihat bergidik ngeri dan masih banyak lagi ocehan-ocehan dari ibu-ibu itu


ibu Airin turun bersama Adrian ia menggandeng anak kecil itu dari mobil terlebih dahulu, di susul Ratih dan juga Andra. nampak para ibu-ibu heboh saat melihat yang keluar dari mobil itu siapa


"kok kaya kenal ya" ucap ibu itu


"iya, yang anak kecil di gandeng ibu itu kaya Adrian ya" sahut ibu satunya


"eh iya mirip si Iyan ya, tapi mana ibunya kok cuma dia sendiri dan tiga orang itu siapa" ibu satunya pun menimpali karna perubahan dari Ratih membuat para tetangga tak kenal


Ratih dan Andra memasuki halaman rumah di susul ibu Airin dan Adrian


"Assalamualaikum" salam Ratih dan Andra secara bergantian


"waalaikummussalam" sahut seseorang dari dalam rumah

__ADS_1


"Masya Allah, Iyann" ibu Sumarni langsung berhamburan memeluk cucu satu-satunya itu


"nenek..Iyan kangen sama nenek" ucap Adrian membalas pelukan dari nenek nya itu


ibu Sumarni pun melepas pelukannya lalu menatap ke arah dua orang di depannya itu


"nak Andra...ini siap.a...." ibu Sumarni nampak tak mengenali Ratih


"masa ibu lupa sama anak sendiri Bu" ucap Ratih sembari tersenyum


"Ya Allah, ini Ratih....Ratih anak ibu" pekik ibu Sumarni dengan nada suara yang keras karna terkejut yang otomatis ibu- ibu kepo tadi mendengarnya


"hah..masa itu Ratih Bu kok sekarang cantik banget putih mulus" ucap ibu itu kaget


"wah di kota ternyata dia berubah ya penampilan nya sudah kaya orang kota" sambung ibu di sebelahnya


"jangan-jangan laki-laki itu calon suaminya Bu, si Ratih ninggalin Yasril pasti buat laki- laki itu dia nyari suami kaya rupanya" sinis ibu di sebelahnya yang berfikiran buruk





Andra, Ratih, ibu Airin serta Adrian pun di ajak masuk oleh ibu Sumarni ke dalam, lalu mereka di persilahkan untuk duduk


"silahkan duduk Bu, nak Andra. maaf di sini tidak ada sofa jadi duduknya di lantai" ucap ibu Sumarni mempersilahkan tamu nya itu untuk duduk


"iya tidak apa- apa Bu, saya juga sudah terbiasa" ibu Airin menanggapi ke tidak enakan ibu Sumarni


"maaf Bu, saya mau ambil koper dulu" ucap Andra pamit untuk mengambil koper


"oh iya, nak Andra...kalau begitu ibu tinggal ke belakang dulu sebentar ya" ibu Sumarni pun pergi ke dapur untuk membuatkan minum para tamunya itu meskipun Ratih adalah anaknya namun sekarang adalah tamunya karna sudah lama tak pulang


sedangkan Andra keluar yg ntuk mengambil koper, Ratih merasa tak enak pada Andra jika menurunkan koper sendiri

__ADS_1


"ma, Ratih tinggal sebentar ya mau bantuin mas Andra, mama gak apa-apa kan" tanya Ratih pada ibu Airin


"mama gak apa- apa nak ada Adrian yang temenin mama" ucap ibu Airin dengan tersenyum Ratih pun mengangguk faham ia lalu menyusul calon suaminya itu


"biar ku bantu mas"tawar Ratih yang menghampiri Andra itu


"gak usah biar mas aja, kamu istirahat di dalam" tolak Andra tak ingin calon istrinya itu kelelahan


"nggak apa-apa mas, aku bantuin" Ratih tetap memaksa untuk membantu yang akhirnya Andra pun pasrah saja





di tengah kegiatan mereka, para ibu- ibu tadi ternyata masih betah bergosip ria di rumah itu. melihat Andra dan Ratih yang sedang menurun-nurunkan koper dan banyak bingkisan membuat para ibu-ibu menjadi seperti cacing kepanasan


"banyak banget koper yang di turunin pasti mereka lama tinggal di rumah Bu Marni, dan itu coba lihat banyak bingkisan seperti hantaran orang lamaran ya Bu? jangan- jangan mau ada lamaran Bu" ucap ibu itu


"kaya nya iya Bu Bejo, itu banyak banget bigkisannya kaya nya mewah- mewah semua Bu" ucap ibu yang di ajak bicara tadi


"bener kan Bu Rum, jangan- jangan emang bener Ratih itu ninggalin si Yasril demi laki- laki kaya itu, buktinya habis cerai dia ke kota lagi kan, pasti nyusulin laki- laki itu " ucap Bu Bejo menimpali ibu Rum


"benerkan ibu- ibu si Ratih itu matre, dia ninggalin Yasril demi laki- laki kaya" cibir ibu Rum pada ibu- ibu yang lain


"ah, ibu Rum sama Bu Jo ini main presepsi sendiri aja, belum tentu Ratih kaya gitu Bu kan ibu belum tahu cerita sebenrnya gimana" ucap ibu yang lain membela Ratih


"eh Bu Iyat, sudah jelas di depan mata begitu kok pasti sudah jelas kebenaranny" ibu Bejo merasa tak terima jika ucapannya di salahkan


"terserah Bu Jo saja lah, saya pamit pulang ya sudah satu jam saya di sini suami saya sudah jam nya pulang kerja" ucap ibu Iyat pamitan


"iya udah sana, ngapain juga saya tahan- tahan yang belain orang salah" cibir ibu Rum yang tadi tak terima jika dia di salahkan juga


ibu Iyat hanya menggeleng- gelengkan kepalanya saja melihat tingkah tetangga nya itu yang memang biang gosip dan sudah sangat terkenal di RT mereka

__ADS_1


__ADS_2