
setelah selesai sarapan dan mengobrol sebentar Ratih pun kini tengah membereskan kamarnya, merapihkan kamarnya itu yang ia tinggalkan hampir satu bulan.
Ratih tak masuk kerja hari ini , setelah ia minta cuti untuk proses persidangan, dan karna ia masih mersa lelah untuk bekerja, jadi Ratih pun hanya membereskan kamar saja.
setelah selesai Ratih membaringkan tubuhnya di tempat tidur, fikiran nya menerawang setelah ini entah apa yang ia lakukan. dengan status baru nya menjadi janda beranak satu
Ratih teringat kata-kata ibunya untuk melakukan perawatan pada tubuhnya agar orang tak seenak nya menghina fisik.
akhirnya Ratih pun mencari skin care di media onlain ia mencari skin care sesuai dengan keluhan di wajah nya, kusam, berminyak dan berjerawat, ia bertekat untuk membuat kulitnya putih bersih dan glowing
karna Ratih memiliki kulit yang sedikit gelap jadi ia pun harus merawat kulit nya agar putih bersih. setelah menemukan skin care yang cocok untuk kulitnya ia pun langsung memesannya.
setelah selesai Ratih pun kembali menaruh ponselnya, ia merasa jenuh sendirian di rumah sedangkan Adrian tengah bermain di rumah tetangga nya
entah mungkin karna lelah atau merasa bosan Ratih pun tertidur.
•
•
di tempat lain Yasril bersama Sania kini berada di pusat perbelanjaan yang berada di kota, mereka belum pulang ke desanya karna Sania yang merengek masih ingin berjalan-jalan di kota
kapan lagi kan Sania akan ke kota mengingat kekasihnya itu yang sedikit peritungan, mungkin kalau bukan karna sidang kemarin Yasril tak akan pernah nengajak Sania ke kota
untuk belanja keperluannya saja kadang harus menunggu sampai gajihan terlebih dahulu.
"mas baju ini bagus gak buat aku" Sania memperlihatkan baju yang ia tempelkan pada tubuhnya
"bagus berapa harga nya" tanya Yasril
"150 ribu mas" jawab Ratih
"cari yang lain saja, yang murah" ucap Yasril
__ADS_1
"ih mas, masa cari yang lain sih aku suka baju yang ini" Sania tak mau melepaskan baju yang ia pegang
" tapi sayang kalau kita belanja mahal di sini gimana nanti kita pulang, kita harus berhemat" ucap Yasril tak suka
" satu aja sih mas, aku suka baju ini" rengek Sania
"hah...ya sudah ambil yang itu, coba di tawar dulu bisa gak" tutur Yasril masih tetap tak ingin kehilangan banyak uang nya
" ih mas...mana bisa sih ini kan di mall, bukan di pasar" ucap Sania kesal
dan akhirnya ia pun meninggalkan Yasril berjalan ke penjual pakaian itu. akhirnya dengan terpaksa Yasril pun membayar baju yang sudah di kemas itu
mereka kembali berjalan ke tempat alat kosmetik, Sania pun membeli beberapa macam kosmetik dan juga skin care.
"ngapain sih beli-beli begitu, itukan mahal" protes Yasril
"mas kamu suka kan kalo aku cantik, putih bersih dan wangi..jadi ini semua perlu buat akau mas, emang nya kamu mau apa aku kaya mantan istri mu itu yang kumel" ucap Sania merasa jengkel dengan sikap kekasih nya itu
"ya..aku gak mau lah kamu kaya Ratih yang kulit nya kusam tak terawat, tapi kan ini mahal San" Yasril masih berat menuruti ke mauan kekasih nya itu
ia cemberut memalingkan wajah nya, tak peduli orang melihat perdebatan mereka. hingga banyak yang bisik-bisik mendengar perdebatan mereka
"sayang ayok pergi, gak enak banyak yang ngeliatin kita dan bisik-bisik" Yasril nampak nya sadar dengan sekeliling mereka hingga membuat nya merasa malu
"sana kalo mau pergi, pergi aja. toh yang bikin malu itu kamu yang pelit dan peritungan" Sania kembali mengatai Yasril
"iya udah iya, kamu ambil apa yang kamu mau tapi setelah itu kita pulang ya besok aku sudah harus kerja" ucap Yasril pada akhirnya ia pun mengalah
"gitu kek dari tadi, pake harus debat dulu. ingat ya mas aku bukan seperti mantan istri mu itu Faham...!!!" akhirnya Sania pun memilih skincare dan make up yang ia perlukan.
setelah Yasril membayar itu semua mereka pun keluar dari mall, mereka pun naik angkot untuk sampai ke terminal dan pulang.
•
__ADS_1
•
•
Ratih menggeliat merasakan tubuh nya yang sakit semua, ia terbangun dari tidurnya lalu melihat jam yang sudah menunjukan pukul 2 siang, Ratih pun bangun dan menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu.
setelah selesai menunaikan sholat ia menuju ke dapur untuk mengisi perut nya yang sudah mulai keroncongan. Ratih nampak melihat ke sana ke mari ia mencari Adrian
saat ia menuju ruang tengah terlihat Adrian yang tertidur di sana dengan pulas, mungkin mecapekan sehabis bermain fikir Ratih. ia pun membiarkan saja Adrian tidur lalu ia pergi lagi menuju dapur untuk mengisi perut nya.
setelah merasa kenyang, Ratih mencuci piring kotor bekas ia makan. la duduk di meja makan memikirkan apakah ia akan kembali bekerja atau pindah ke kota untuk mencari pekerjaan.
karna Restoran yang kemarin tempat ia bekerja nampak sudah membuatnya merasa nyaman ,bersama orang-orang baru yang sangat ramah membuat dirinya merasa nyaman.
jika tetap di sini Ratih akan sulit untuk melupakan bayang-bayang mantan suaminya, apalagi ketika ia memasuki kamar miliknya bersama suami dulu. banyak kenangan di kamar itu yang membuat Ratih selalu teringat momen kehangatan bersama Yasril
tetapi jika ia pindah ke kota bagai mana dengan Adrian apakah ia akan membawa Adrian, tetapi Ratih merasa kasihan jika Adrian di tinggal di rumah sendirian sedangkan ia bekerja, meski di bagi dua shift tetapi Ratih takut jika ia shift sore hingga malam siapa yang akan menjaga Adrian
jika di bawa ke tempat kerja apakah di izinkan, dan ia pun harus mencari sekolah yang dekat dengan tempatnya bekerja
Ratih sungguh merasa pusing di buatnya, tetapi ia sudah bertekad akan mencari kerja di kota saja Ratih akan meminta izin ke pada ke dua orang tuanya.
ia ingin memulai hidup baru di sana tanpa bayang-bayang Yasril lagi.
Ratih mengahampiri Adrian yang sudah bangun dan berbicara pada anak nya itu
"iyan...kalo kita pindah ke kota kamu mau tidak" tanya Ratih dengan mengelus kepala anak nya itu
"emang mau ngapain ma di kota" tanya Adrian yang melihat ke arah ibunya itu
"kita mulai hidup baru di sana, nanti Adrian pindah sekolah di sana mama akan bekerja untuk kehidupan kita, apa kamu mau" Ratih menatap ke depan lalu melihat kembali ke arah anak nya itu
" Iyann mau ma, di kota pasti seru banyak permainan yang bisa di kunjungi" ucap Adrian antusias membuat Ratih tersenyum
__ADS_1
"iya sayang, nanti mama akan bicara sama kakek dan nenek dulu ya" Ratih memeluk anak nya itu dengan perasaan lega karna anak nys mau di ajak untuk pindah ke kota