
Ratih masuk ke dalam rumah setelah mobil Andra sudah tak nampak oleh pandangan matanya. ia pun menutup pintu rumah kontrakannya
tanpa Ratih sadari sejak tadi ada sepasang mata yang melihat ke arah nya. rumah kontrakan di seberang kontrakan milik Ratih rumah mereka berhadap-hadapan
seseorang itu ialah Yasril mantan suami Ratih yang ternyata mengontrak di gang yang sama dengan Ratih.
"bener dia Ratih, semakin cantik aja bahkan Sania kalah cantiknya. tapi siapa laki-laki itu apa dia pacarnya" gumam Yasril
" gak..ini gak boleh di biarin, bisa- bisa nya dia berhubungan dengan laki-laki lain dengan mudah. dasar perempuan gatal baru setahun ku tinggalkan sudah menggandeng yang lain" Yasril menggerutu sendiri seolah ia tak terima
Sania keluar dari kamarnya karna mendapati sang suami tak kunjung ke kamar, setelah tadi bilang mau ke kamar mandi sebentar
Sania menatap punggung suaminya yang tengah membelakangi dirinya itu di depan jendela kaca rumah mereka. Sania menghampiri dan memeluk Yasril dari belakang.
"mas ngapain di sini" Sania memeluk Yasril tiba-tiba dan bertanya pada suaminya itu
"astaga...kamu bikin kaget saja" Yasril terkejut tampak mengelus dadanya ia takut Sania mendengar gumaman nya tadi
"kamu sejak kapan di sini" tanya Yasril membalikan tubuhnya menghadap pada istrinya
"baru saja, karna dari tadi ku tunggui mas enggak ada masuk masuk ke kamar jadi aku nyari kamu, tau nya di sini" jawab Sania sembari memainkan jari-jari lentik nya di dada telanjang Yasril
"huh...syukurlah, jika dia baru saja di sini karna jika dia sudah berdiri di belakang ku sejak tadi sudah di pastikan malam ini aku akan tidur di luar, dan sudah pasti terong panjang ku tak akan mendapatkan jatahnya" gumam Yasril dalam hati
"kamu ngapain di sini mas" tanya Sania yang melihat suaminya tadi tengah mengintip di jendela kaca
"echm..enggak ada, aku cuma lihat suasana malam di sini. sangat berbeda dengan di kampung" jawab Yasril beralasan
"yah...nama nya juga di kota mas ya sudah pasti berbeda lah" tutur Sania yang kini tengah memeluk tubuh suaminya itu yang tanpa baju
"iya, di sini juga sangat panas sayang" Yasril membalas pelukan Sania ia menghirup aroma wangi rambut istrinya itu
dan sesuatu di bawah sana sudah menuntut hak nya malam ini.
__ADS_1
"hemm sayang, kita ke kamar yuk" ajaj Yasril
"kenapa mas ..." tanya Sania yang pura-pura tidak tahu karna sesuatu di bawah milik suaminya itu sudah mengeras dan menyentuh bagian bawah dirinya
"mas sudah tak tahan sayang" bisik Yasril lalu ia mnengangkat tubuh sang istri
membuat Sania tersenyum, ia melingkarkan tangannya di leher suaminya itu.
Yasril menidurkan Sania di ranjang, tanpa aba-aba Yasril langsung menyerang Sania memuas kan hawa nafsu nya
hingga terjadilah pergumulan panas mera di malam pertama mereka berada di kota.
•
•
Andra kini sudah sampai di rumah, ia masuk ke dalam kamar nya untuk membersihkan tubuhnya yang lengket.
panggilan pertama tak di angkat, namun yasril mencoba memanggil panggilan ke dua baru lah di angkat oleh Ratih
"hall...." Andra tampak terdiam sembari menelan selavina nya dengan susah payah setelah apa yang ia lihat
"mas, aku baru selesai mandi kenapa video call. bentar ya aku pakai baju dulu" terlihat Ratih menaruh ponsel nya di atas ranjang lalu pergi memakai baju
Andra tak menjawab ia tampak terbengong menatap tak percaya dengan apa yang ia lihat tadi. Andra berusaha menepis pemandangan yang ia lihat tadi lalu ia menatap layar ponselnya lagi
namun apa yang ia lihat, ternyata kamera ponsel Ratih mengarah ke arahnya yang sedang memakai baju. Ratih tak menyadari kalau ponselnya itu menyandar pada bantal guling dan malah layar ponsel nya mengarah ke arah dirinya yang tengah berdiri di depan lemari sedang mencari baju. karna terburu-buru tadi hingga Ratih menaruh ponselnya asal
"*ya tuhan...apalagi ini, kenapa aku harus melihat pemandangan yang membuat tubuh ku panas seperti ini, "
"Akhh..****...!! tubuh polosnya sangat menggoda iman, apakah ia tak sadar kalau kamera ponsel nya mengarah ke arah dia. bagai mana bisa dia memakai pakaian nya di depan laki-laki lain dengan ke adaan tubuh polos seperti itu" Andra tampak frustasi
"akh...kamu juga kenapa harus bangun sih, bikin susah aku saja. aku harus segera menikahi mu sayang kalau tidak aku bisa tersiksa menahan ini semua, dan malah menambah daftar dosa ku*" Andra pun mematikan panggilan video call nya karna tak ingin melihat lebih lama tubuh polos kekasihnya itu
__ADS_1
Andra langsung berlari menuju kamar mandi, lalu ia menyalakan shower dan berdiri di bawah guyuran shower untuk mendinginkan suhu tubuhnya dan menetralkan fikirannya.
setelah semua sudah terkendali, Andra pun keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk setelah itu barulah ia memakai celana pendek yang lain.
•
sedangkan di lain tempat setelah Ratih selesai memakai pakaian nya ia pun berjalan menuju ranjang untuk melihat ponselnya.
Ratih nampak terkejut saat layar ponselnya itu mengarah ke arah lemari di mana tadi ia memakai pakaiannya di sna
"hah..apakah mas Andra tadi melihat aku memakai baju dengan ke adaan....." Ratih tak melanjutkan ucapannya ia nampak malu dan menutup wajah nya dengan tangannya
"haduh bagai mana ini, kalau benar-benar mas Andra melihat " Ratih tampak gelisah
di saat ke gelisahannya itu ponsel nya berdering menampakan panggilan video call dari Andra. dengan ragu Ratih pun mengangkst panggilan itu
"ha..hai mas," ucap Ratih dengan ragu
"hai...sudah selsai" tanya Andra di sebrang sana yang tengah berusaha menutupi semuanya bahwa ia melihat semua itu
"sudah, kenapa di matikan mas" tanya Ratih karn ia fikir Andra tidak melihat nya itu terlihat dari wajah Andra yang bias saja
"oh..itu tadi aku di panggil mama, jadi aku samperin mama dulu" jawab Andra beralasan
"oh gitu, kapan kamu mau temuin aku sama mama kamu mas. aku pengen deh ketemu" ucap Ratih penuh rasa penasaran dengan sosok mertuanya yang luar biasa itu
"emm..nanti deh ya aku bikin pertemuan " ucap Yasril karna ia ingin mempertemukan Ratih dengan sang mama di acara lamarannya nanti itu hanya menunggu dua hari lagi tepat di hari ulang tahun Ratih
"baik lah, aku harap secepatnya aku bisa bertemu dengan ibu mu mas" Ratih nampak sedikit kecewa namun ia berusaha tersenyum
"baik lah, sudah dulu ya sudah malam. selamat tidur sayang" Andra memberikan ciuman jauh nya
"iya selamat tidur juga mas" ucap Ratih melakukan hal yang sama
__ADS_1