Menikah Dengan CEO Yang Dingin

Menikah Dengan CEO Yang Dingin
Bahaya


__ADS_3

3 Hari Kemudian.....


Dara mengerjapkan matanya karena sinar matahari sudah masuk melalui celah jendela.


Ia tersenyum saat bangun tidur yang pertama kali ia lihat adalah Arya yang sedang memeluknya. Dara pun bangun hendak mencuci wajahnya di kamar mandi.


Setelah selesai Dara pergi ke dapur untuk memasak, disana ia menemukan bi Lila yang akan memasak.


"Biar saya saja yang masak bi " ucap Dara


"Tapi non,,, " ucap bi Lila yang dipotong Dara


"Sudah,, tidak papa bi, saya sudah sembuh lagipula aku bosan tidak melakukan apapun, bibi tenang saja, nanti aku bilang sama Mas Arya" Ucap Dara


" Baik non"


Dara pun mulai memasak sarapan untuknya dan Arya. Setelah 45 menit, akhirnya semua hidangan telah siap disajikan.


"Bi tolong bawa semua ini ke meja makan " Ucap Dara


"Baik nona" Ucap bi Lila


Sementara pelayan yang lain ikut membantu menaruh makanan di meja. Dan pelayan yang lain ada yang membereskan rumah, kebun dan lain lain.


Saat mencium harum masakan, Arya bangun dari tidurnya dan ke kamar mandi untuk mencuci muka. Setelah cukup lama ia turun ke meja makan dan menghampiri Dara yang sedang duduk sambil merapikan menata makanan.


"Duduk dan makanlah" Ucap Dara sambil tersenyum setelah mengambilkan nasi Dan lauk untuk Arya


"Terimakasih" Ucap Arya sambil tersenyum dan langsung memakan makanannya dengan lahap.


"Pelan pelan nanti tersedak" ucap Dara yang melihat Arya makan sangat lahap.


"Kau yang memasak semua ini? " Tanya Arya


"Iya,, tapi bagaimana Mas bisa tau " ucap Dara


"Aku bisa merasakannya sayang " ucap Arta


Blusss


Wajah Dara langsung memerah karena ini adalah kali pertama Arya memanggilnya dengan sebutan sayang. Ia pun mengalihkan pandangannya karena malu.


"Lain kali tidak usah memasak lagi ya, kau kan baru sembuh" Ucap Arya mengelus kepala Dara penuh sayang


"Apakah masakanku tidak enak? " ucap Dara sedih

__ADS_1


"Bukan seperti itu, masakanmu sangat sangat sangat enak, tapi kau baru sembuh jadi aku tidak mau kau sakit lagi" Jelas Arya


"Baiklah kau boleh memasak saat sudah benar benar sembuh, dan itupun jangan sering sering" ucap Arya tersenyum


"Baiklah terimakasih mas" Ucap Dara sangat senang


Mereka pun menghabiskan sarapannya hanya berdua saja. Setelah selesai Arya bersiap siap untuk pergi ke kantor karena sudah 3 hari tidak pergi ke kantor untuk menemani Dara yang sakit. Selama itu urusan kantor diambil alih Rey.


"Mas mau pergi ke kantor? " Tanya Dara


"Iya,, tapi kalau kamu mau aku temani aku tidak jadi pergi" ujar Arya


"Hmm,,, mas pergi ke kantor aja deh,, aku dirumah " ucap Dara


"Serius tidak mau ikut?" Tanya Arya sambil merapikan jas nya


"Emangnya kalo aku ikut boleh? " Tanya Dara menatap Arya


"Tentu saja kenapa tidak,, itu kantor ku jadi adalah kantor mu juga. Bagaimana mau ikut? " Tanya Arya


"Emm,, tidak lain kali saja mas aku ingin di rumah, oh ya bolehkah teman temanku kemari? " Tanya Dara


"Tentu saja, tapi pastikan semuanya perempuan" ujar Arya


"Baiklah"


"Baiklah hati hati" ucap Dara tersenyum


Arya pun pergi ke kantor, tapi ia tak membiarkan Dara tidak aman dirumah ia menempatkan banyak pengawal dirumah dan supir pribadi untuk Dara pergi pergi, mengingat Arya punya banyak musuh dalam bisnisnya.


Dara membuka ponselnya hendak memberi tahu Rina dan Rani untuk datang ke rumahnya.


 


Grub Chat DaRiRa (Dara,Rina,Rani)


 


📨Dara: Hai hari ini kalian mau nggak kerumah ku aku kesepian, nanti aku share alamatnya.


📨Rani: Daraaa,,, kamu kemana aja kok lama nggak masuk kuliah?


📨Rina: Iya Dar kamu kemana aja?


📨Dara: Aku sakit,,, tapi sekarang tidak papa,, nanti aku cerita deh dirumah

__ADS_1


📨Rani: Baiklah


📨Rina: Oke


Kemudian Dara pergi ke kamar mandi untuk mandi. Setelah 15 menit, Dara pun keluar dari kamar mandi ia merasa sedikit bosan.


Dara keluar dari kamar menuju ke dapur dan mengambil camilan lalu memakannya. Dara pun berkeliling di rumah Arya yang sangat besar itu mengingat Dara belum pernah berkeliling tempat ini.


Dara berkeliling di taman bunga dan melihat lihat taman. Taman itu sangat indah dengan berbagai macam bunga. Dara sangat takjub dengan bunga bunga yang ada disana pasalnya kebanyakan bunga itu berasal dari luar negri dan sangat langka. Bahkan harganya sangat mahal dan belum tentu tumbuh disini. Tapi anehnya bunga itu tumbuh dengan subur disini, pikir Dara.


"Nona sedang apa ?" Tanya bi Lila menghampiri


"Oh,, ini bi aku sedang melihat bunga,ia sangat indah bukan? " Ucap Dara


"Iya non,, ini sangat indah sekali " ujar bi Lila


"Aku ingin tau ada apa lagi di rumah ini"


"Di sini ada paviliun untuk para penjaga, pengawal, supir dan para pelayan, juga ada beberapa pohon buah buahan di belakang, ada juga beberapa ruangan khusus tuan muda " ujar bi Lila


"Baiklah,, bi aku ingin ke taman belakang"


"Baik, nona disana juga ada para pengawal dan penjaga yang akan menjaga nona"


"Iya terimakasih" Dara pun pergi menuju taman belakang


Sepertinya disekeliling rumah ini banyak pengawal, seperti ada apa saja.Memangnya akan ada bahaya apa. Pikir Dara


Tidak lama kemudian Rina menelfon.


"Hallo Dara" Ucap Rina


"Iya, ada apa Rin?" Tanya Dara


"Mmm,,,maaf Dara kayaknya aku sama Rani nggak jadi kesana soalnya satu minggu kedepan jadwal kuliah padat banget,,, maaf yaa" ujar Rina


"Ohh,, yaudah nggak papa, kalian bisa kesini kapan kapan,,, bye" ucap Dara menutup telfon.


Dara pun berjalan ke taman belakang.


Dara sudah sampai di taman belakang, ia sangat senang karena melihat banyak bunga dan pepohonan yang indah.


Langkah Dara berhenti ketika mendengar sesuatu yang berdesis. Ia pun berbalik dan menoleh kesumber suara itu. Alangkah terkejutnya dia karena ada seekor ular yang tepat di depan kakinya, hanya berjarak sekitar 5 cm sebelum ular itu mematuknya.


Bukan mematuk ular itu malah diam disana tak bergerak. Membuat Dara diam tak bergerak sedikitpun, karena jika ia lari langkahnya akan lebih lambat dari ular itu dan ularnya akan mematuknya. Sehingga Dara lebih memilih diam.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2