
Hari ini adalah hari minggu. Arya memilih menemani sang istri bersantai ditaman belakang rumahnya yang penuh dengan bunga bunga dan pepohonan yang rindang. Dara bersender pada lengan Arya sambil memakan camilannya. Sedangkan Arya, ia sibuk mengecek email yang masuk di ponselnya.
"Mas? " Panggil Dara, ia merasa dicueki suaminya dari tadi.
"Hemm? " ujar Arya sambil terus menatap ponselnya tanpa menatap Dara yang semakin membuatnya kesal saja.
"Inikan hari minggu,, kenapa kamu masih kerja? " tanya Dara.
"Aku hanya mengecek email yang masuk saja,, " Arya masih tidak menatap Dara, ia kesal dan akhirnya berjalan menuju kedalam rumah utama.
"Yasudah aku masuk saja,, " ujar Dara ketus ,ia sudah melangkahkan kakinya. Arya yang menyadari istrinya sedang marah pun beranjak dari duduknya dan mengejar sang istri yang sudah duluan pergi.
"Eh,, tunggu! Mas hanya mengecek email saja, tidak bekerja sayang,," Arya mencekal tangan Dara dan mengajaknya duduk kembali di bangku panjang yang berdesain klasik itu.
"Duduklah! Ayo duduk,, " ucap Arya lembut sambil mengarahkan istrinya. Ia mengelus kepalanya dan mengarahkannya untuk bersender di dada Arya. Dara hanya mengikutinya saja.
"Kamu kenapa hemm? " tanya Arya lembut.
"Inikan hari minggu,, kenapa kamu masih kerja. Tadi siapa yang ngajak bersantai di taman? Ini namanya bukan bersantai tapi aku yang menemanimu bekerja. Kamu mengabaikanku." ujar Dara mengeluarkan segala uneg uneg yang ada dihatinya.
"Maafin aku ya,, aku janji nggak gitu lagi,, " Arya juga merasa bersalah karena beberapa hari terakhir ini ia terlalu sibuk dengan proyek besarnya sehingga mengurangi waktu kebersamaan nya bersama sang istri. Wajar saja Dara bersikap begitu, Arya seorang gadis itu sangat sensitif kalau diabaikan. Arya yang mengajak Dara bersantai, tapi ia malah mementingkan pekerjaannya sekarang.
"Maafin mas ya,, mas janji akan temenin kamu hari ini" Hanya itulah yang mampu dikatakan Arya untuk membujuk istrinya yang sedang merajuk. Ia bukan perayu yang handal seperti Raga sahabatnya. Semenjak masa lalu yang menyakitkan baginya, Arya memang sudah sangat lama tak mau berhubungan dengan wanita, oleh sebab itu dia tak pandai dalam acara bujuk membujuk. Berbeda dengan Raga si playboy kelas kakap itu, yang amat kreatif dalam merayu dan memberi kejutan pada gadis gadisnya.
"Iya nggak papa " Dara mendongakkan wajahnya menatap manik mata indah Arya yang tampak dipenuhi rasa bersalah.
"Kamu mau kan maafin aku" tanya Arya dan Dara pun mengangguk, entah mengapa ia sangat mudah luluh jika Arya yang merayunya padahal waktu dikampus dulu hampir seluruh pria penghuni kampus menggodanya setiap hari tapi ia tak pernah luluh, berbeda halnya dengan Arya yang selalu melelehkan hatinya.
Ah dia jadi ingat pada Reno, si playboy kampus yang mahir dalam merayu setiap korbannya itu.
676868653567 \=500
"Sekarang kamu mau apa? Mas bakal turutin kamu, "
__ADS_1
"Hah_apa mas? " Dara terkejut, ia sedang melamun tadi.
"Apa kamu melamun? Melamunkan apa hem? "
"Eh tidak,, aku tidak melamun" Dara gelagapan karena ketahuan melamun.
"Jangan sering sering melamun,, itu tidak baik" Arya hanya takut jika Dara melamunkan pria lain, ia tak dapat menyangkal perasaannya yang mencintai Dara sekarang.
"Iya iya aku tidak melamun " ucap Dara.
"Mas bolehkah aku bertanya sesuatu? " Dara lagi lagi ingin menanyakan hal yang sama yang telah lama menjanggal dalam benaknya, ia takut jika terus mengulangi pertanyaan itu nanti Arya akan marah.
"Tentu saja boleh ada apa?"
"Emm,, kapan aku kuliah lagi? Ini sudah hampir satu bulan sejak aku ambil cuti dulu,, aku benar benar sangat besar bosan" Benar sekali, Dara sangat bosan didalam rumah seharian setiap hari. Rani sedang ada masalah, Rina masih berada di Norwegia dan dia tidak punya teman lain selain itu.
"Kamu bisa ikut kekantor kalau bosan,, " Arya berpikir, benar juga yang dikatakannya. Dara sudah beberapa minggu tak masuk kuliah hanya karena ia melarangnya. Tapi ini semua demi keselamatan istrinya, Arya jujur saja masih trauma dengan tragedi penculikan Dara tempo lalu, ia tak mau hal yang sama kembali terulang.
"Ini sudah sangat lama,,, "Rengek Dara, ia berharap dengan memelas dihadapan suaminya bisa meluluhkan hatinya.
"Tapi katanya aku boleh kuliah lagi kalau ada bodyguard,," Ya, Arya pernah berjanji bahwa ia boleh kuliah asalkan dikawal bodyguard. Arya punya banyak sekali pengawal dan para mafia tapi ia mau orang yang benar benar tangguh bahkan melebihi Rey kalau bisa.
"Baiklah, nanti akan mas carikan,, " Sebenarnya ada banyak sekali orang orang berbakat yang direkomendasikan Rey, tapi Arya menolak semuanya karena mereka semua tampan menurutnya. Padahal kalau dibandingkan dengan tuan muda Arya yang terhormat tentu saja tak ada apa apanya.
"Kamu dari dulu hanya bilang nanti nanti saja, tidak ada buktinya!! " Demi apapun Dara sangat kesal sekarang, Arya dari dulu hanya mengatakan iya iya saja tapi tak kunjung ada juga bodyguard untuknya.
"Sayang,,, " Arya akan menggenggam tangan Dara namun ia menepisnya. Lalu berlari kekamar.
"Eh, tunggu!! Dara!! " Arya berdiri dari duduknya dan kembali mengejar Dara yang tengah merajuk untuk kedua kalinya dalam hari ini. Entah mengapa hari ini istrinya sangat sensitif.
Dasar perempuan,, benar juga kata orang kalau mereka sangat sulit dimengerti dan mudah marah.
Arya berlari mengejar Dara yang sudah lebih dulu ada dalam kamarnya. Ia masuk dan menutup pintu kembali.
__ADS_1
"Sayang,,, " Panggil Arya, ia melihat Dara tengah berbaring berbalut selimut sambil memunggunginya.
Sayang, sayang apanya!! Jangan pikir dengan memanggilku begitu aku akan memaafkanmu!! Katanya sayang sayang,, tapi tidak mau menuruti permintaan ku. Batin Dara.
"Sayang,,maafin aku ya " Arya duduk disamping istrinya yang memunggunginya sambil mengelus bahunya.
"Maafin mas ya,, mas janji akan ngijinin kamu buat kuliah lagi" Kali ini Arya sungguh sungguh akan mencarikan bodyguard untuk Dara. Ia memaksa Dara untuk berbalik menghadapnya, Dara pun berbalik namun menundukan pandangannya karena masih kesal dengan suaminya.
"Maaf ya,, mas kali ini benar benar akan mencari bodyguard yang baik untuk mu,, jangan marah lagi ya" Bujuk Arya dengan wajah memelas yang mana membuat Dara tak tega dan akhirnya mengangguk memaafkannya.
"Kamu nggak marah lagi kan" Tanya Arya.
"Nggak,, aku nggak marah, tapi janji ya" Dara tersenyum lebar sekarang.
"Iya janji" ucapnya.
" Sebentar ya mas keluar dulu" Ucap Arya dan Dara pun mengiyakan. Ia keluar dari kamarnya untuk menelfon Rey sekretaris nya.
"Hallo Rey,, "
"Iya tuan muda, ada apa? apa anda butuh bantuan? " Ucap Rey diseberang.
"Carikan bodyguard secepatnya! Dan ingat, harus sesuai dengan kriteria yang saya sebutkan!! "
"Baik tuan muda" Telepon ditutup, Arya kembali kedalam kamarnya dan menutup kembali pintunya.
Bersambung,,,,
Arya Fernandez
__ADS_1
Dara Fernandez