Menikah Dengan CEO Yang Dingin

Menikah Dengan CEO Yang Dingin
Tempat Rahasia


__ADS_3

Saat ini baru jam 8.30 malam, Dara masih cemberut jika mengingat kejadian yang tadi, ia merasa ada saja wanita yang menginginkan suaminya.


Memangnya lelaki di dunia ini cuma satu! Selalu saja mengejar suamiku, diakan sudah punya istri! Huhh


"Kamu kenapa? " Arya tertawa dalam hati melihat istrinya yang memanyunkan bibir daritadi, dia tahu bahwa Dara sedang dilanda api cemburu.


"Tidak papa " Menatap kearah jendela, pemandangan diluar jauh lebih indah daripada suasana hatinya saat ini.


"Jealous? " Arya berusaha sekuat tenaga menahan tawanya.


"Nggak! " Masih menatap keluar jendela.


"Jangan cemburu lagi, kamu tahukan aku ini pria yang setia " Arya mencoba menghiburnya.


"Siapa yang cemburu? " Menatap kearah suaminya.


"Kamu lah,, "


"Nggak, siapa juga yang cemburu "


Apa otakku transparan, sampai mudah sekaki ditebak?


"Lalu kenapa cemberut daritadi? " Arya menatap lurus kedepan sekarang.


"Nggak,, siapa yang cemberut, ini aku senyum " Dara menerbitkan senyum secerah matahari, padahal ini sudah malam, seakan matahari dan bulan muncul bersamaan saja.


"Nah gitu dong,, jangan marah ya aku tidak ada hubungan apapun dengannya " Arya mencoba meyakinkan istrinya.


"Iya,, aku tahu kok,, sekarang aku tidak marah lagi " Dara tersenyum ikhlas sekarang, seakan matahari benar benar terbit.


Arya berhenti pada sebuah taman yang sepi. Disana hanya ada beberapa orang saja, sangat sepi karena ini bukan malam minggu. Taman ini akan sangat ramai pada saat malam minggu.


"Kenapa kita kesini? " Arya belum menjawab dan menarik Dara keluar mobil, menuntunnya memasuki taman itu.


"Mas, aku nanya, mau apa kita kesini? "


"Kamu akan tahu nanti " Arya masih berjalan menggandeng tangan Dara.


Dara hanya diam, mengikuti apa yang akan dilakukan suaminya. Kalau dulu dia malam malam bersama seorang laki laki di taman yang sepi, dia akan digorok ayahnya. Tapi sekarang dia sudah menikah dan bersama suaminya, jadi aman dari amarah ayahnya.


Dara pikir Arya akan mengajaknya duduk dibangku taman sambil menikmati indahnya malam, namun ternyata dugaannya salah, mereka melewati bangku dan terus melangkah maju.


Sebenarnya ini mau kemana? Kenapa malah kesini? Taman kan ada disana.


Dara bingung, Arya malah membawanya jauh dari taman, disana hanya ada semak semak. Namun ia tak berpikir macam macam, ia yakin pada suaminya.

__ADS_1


Arya menyibak sebuah semak dan tampak sebuah pintu kecil mirip yang ada di cerita negeri dongeng yang dibaca Dara saat masih kecil.


"Apa ini? " Dara menatap Arya yang tampak mengeluarkan sebuah kunci dari saku jasnya.


"Masuklah " Dara pun masuk diikuti Arya dibelakangnya, ia terpukau melihat keindahan tempat itu. Ini benar benar mirip dengan yang ada pada film dongeng.


Disana ada sebuah kolam yang lumayan besar, pantulan cahaya membuat seolah kolam itu memancarkan sinar, apalagi ditambah dengan cahaya bulan, semakin indah saja.


Disana ada banyak bunga, semerbak wanginya menjalar memenuhi indra penciuman Dara. Ada banyak lampu hias dan ada sebuah bangku panjang. Kunang kunang beterbangan dimana mana. Sangat indah, hanya itu yang ada di benak Dara saat ini. Arya tersenyum melihat istrinya yang tampak terpukau dengan tempat ini.


"Kamu menyukainya? " Arya memeluk Dara dari belakang, menyandarkan kepalanya di bahunya. Dara mengangguk.


"Ini benar benar sangat indah,, darimana kamu tahu tempat ini mas? " Dara membalikkan tubuhnya, menatap manik mata Arya yang terkena pantulan cahaya.


"Aku membangun tempat ini saat pertama kali aku menjadi CEO, aku bermimpi suatu saat akan pergi kemari bersama keluarga kecilku "


"Ini sangat indah,, kamu membangunnya dengan baik " Ia tersenyum, melihat ada kunang kunang yang hinggap di rambut Arya.


"Lihat! dirambutmu ada kunang kunang !!" Seru Dara, ia ingin menangkapnya tapi kunang kunang itu terlanjur terbang.


"Kamu suka kunang kunang? "


"Iya,, waktu kecil aku suka menangkapnya dengan ayah,, ayo kita tangkap. "


"Eh, tapi kita tidak punya toples " Dara menghentikan langkahnya, percuma juga kalau dapat kunang kunang tapi tidak ada wadahnya.


"Ini,,ada disini " Arya membawa dua buah toples kaca ditangannya.


"Wahh,, darimana kamu mendapatkannya? " Dara menerima salah satu toples yang disodorkan Arya.


"Aku menyimpannya disana " Arya menunjuk gazebo yang tak jauh dari tempatnya berdiri sekarang.


"Ada gazebo juga? "


"Tentu saja,, itu untuk istirahat kalau sedang kelelahan " ucapnya.


Mereka berlarian kesana kemari berusaha menangkap kunang kunang yang beterbangan, sekilas mereka tak seperti anak TK yang sedang main ditaman bermain, sangat seru. Nafas Dara sampai tersengal sengal saking semangatnya berlari.


Masih dalam acara menangkap kunang kunang, Dara sudah cukup lelah, begitupun Arya. Tapi ini tidak adil, Arya mendapat kunang kunang lebih banyak daripada punya Dara. Mereka duduk di bangku panjang didepan kolam.


"Ini tidak adil, kamu mendapatkannya lebih banyak mas,, " Dara kesal, ia sudah berusaha sekuat tenaga tadi, tapi Arya selalu mengambil incarannya karena dia lebih tinggi.


"Tentu saja adil,, inikan usaha kita masing masing " Arya tertawa.


"Adil darimana? Kamu selalu mengambil incaranku! "

__ADS_1


"Itu karena kamu tidak segera mengambilnya " Arya masih tertawa menggoda istrinya.


"Itu karena kamu berlari sangat cepat dan kamu juga terlalu tinggi "


"Baiklah,, punyaku berarti punyamu juga kan " Dara tersenyum lebar sekarang.


"Ini,, ambillah " Arya menyerahkan toples berisi banyak kunang kunang.


"Sangat indah ya " Dara menatapnya, setelah puas ia berdiri dan mengambil satu toples lainnya.


"Kamu mau apa? " Arya memerhatikan istrinya yang membuka tutup toples, lalu mengeluarkan semua kunang kunang yang ada.


"Kenapa dilepaskan semua? " Arya heran, sementara Dara masih melepaskan hewan hewan bercahaya itu yang ada di toples kedua.


"Kasihan sekali kalau ditaruh di dalam sini, mereka terbiasa hidup bebas diluar sana.


Kita akan berdosa kalau memenjarakan mereka dalam toples " Arya kagum, istrinya punya pemikiran sedemikian rupa padahal itu hanyalah hewan.


"Kamu memang baik hati " Ia merangkul pinggang Dara.


"Sudahlah, aku ingin melihat kolam itu " Dara menarik tangan Arya, melangkahkan kaki mendekati kolam yang bersinar terkenal pantulan cahaya lampu dan bulan.


"Indah sekali,, " Dara jadi ingat masa kecilnya, dimana ia suka menatap bulan dari air danau bersama papa dan mamanya.


"Disini apakah ada ikannya mas? " Dara memperhatikan kolam itu.


"Tentu saja, ada banyak ikan yang cantik disini,, akan terlihat jelas saat siang hari "


"Emm,, mas aku sudah mengantuk,,bisakah kita pulang? " Dara menguap berkali kali.


"Baiklah,, ayo kita pulang, tapi apa kamu sudah senang sekarang " Memastikan sekali lagi bahwa usahanya berhasil sebelum benar benar meninggalkan tempat rahasia ini.


"Tentu saja!! Aku sangat sangat senang " Berkata dengan bahagianya lalu memeluk Arya erat.


"Baiklah, ayo kita pulang " Mereka berjalan keluar tempat rahasia itu, Arya menguncinya lagi, menyimpan kunci itu pada saku jasnya.


Arya dan Dara masuk kedalam mobil dan membelah jalanan kota menuju rumahnya.


**Bersambung,,,,


Maaf part ini mungkin agak lebay atau nggak nyambung. Author nulis ini sambil nahan kantuk soalnya, 😂


Jadi maaf ya 🙏


Terimakasih**,,

__ADS_1


__ADS_2