
Mobil Arya sampai pada rumah besar kediamannya. Rey langsung keluar dan memutari mobil untuk membukakan pintu bagi Arya.
"Silahkan tuan muda" Rey membukakan pintu dan Arya pun keluar, ia memasuki pintu dan mencium aroma yang sangat menggugah selera makannya. Ia tahu ini adalah masakan istrinya, karena tak ada satupun pelayan yang mampu menyulap bumbu dan bahan dapur sampai seenak Dara. Arya sungguh beruntung memiliki istri yang multitalenta.
Wahai lidahku, sekarang kau tak perlu mengeluh lagi, hari ini aku akan memanjakanmu. Kau akan sangat beruntung bisa merasakan masakan istriku.
"Sayang,, " Arya memanggil Dara yang tengah menunggunya di meja makan.
"Eh, mas sudah pulang? " Dara menghampirinya, Arya mencium keningnya.
"Ayo makan dulu"
"Hem, baiklah"
Merekapun makan malam berdua saja tanpa ada siapapun, para pelayan tidak boleh ada didekat mereka saat sedang makan. Mereka hanya akan datang kalau dipanggil lewat tombol di dekat meja makan.
Selesai makan, kini dua insan yang mulai menyadari perasaannya masing masing itu sedang ada dibalkon kamar mereka. Menikmati buah buahan sambil memandang pemandangan cantik kota Jakarta saat malam hari. Duduk berdua sambil berpelukan di gazzebo memang sering dilakukan Arya dan Dara saat bosan dan tidak ada kerjaan.
"Besok kamu akan mulai kuliah ,," Arya membuka percakapan dengan kalimat yang sangat membahagiakan bagi Dara.
"Benarkah mas? " Manik mata Dara berbinar binar melebihi cahaya bulan yang mengintip mereka. Ia sangat sangat gembira akhirnya Arya memenuhi janjinya.
"Iya sayang"
"Besok akan ada bodyguard yang siap menjagamu selama aku tidak ada, jadi besok kamu sudah mulai kuliah lagi" Dara sangat sangat bahagia sekarang.
"Terimakasih suamiku " Dara memeluk pria yang berstatus suaminya itu, mereka saling memeluk hingga tak berapa lama Dara tertidur, terdengar dari suara napasnya yang mulai teratur.
"Sayang,,, heyy,, Dara" Arya memanggil manggil nama istrinya yang ada dalam pelukannya,tapi tidak ada sahutan, itu berarti dia sudah tertidur dengan pulasnya.
Dia malah tidur disini?
Arya menggendongnya ala bridal style menuju ke atas ranjang. Ia meletakannya dengan hati hati, lalu ikut berbaring disebelahnya.
__ADS_1
Selamat malam istriku,,
🌤🌤🌤
Keesokan harinya Arya terbangun lebih dahulu, ia berpikir hari ini akan membuat kejutan untuk istrinya. Ia pun berjalan ke kamar mandi dan mencuci wajah serta tak lupa gosok gigi.
Arya keluar dari kamar mandi dan menerbitkan senyuman nya kala melihat sang pujaan hati sedang tidur dengan pulasnya. Entah mengapa ia jadi tambah cantik saja kalau sedang begini.
Istriku memang yang terbaik, tak salah pilihan mama dan papa.
Ia pun menuruni tangga dan menuju kearah pantry. Arya mengambil bahan bahan makanan dari ruangan khusus menyimpan bahan makanan miliknya. Ia merasa sedikit kedinginan saat masuk, suhu disana disetel rendah agar bisa menjaga kualitas makanan tetap baik. Ia keluar membawa bahan masakan dan mulai memasak. Ia akan masak yang simple saja tapi enak, sepertinya nasi goreng cocok sebagai pilihannya kali ini.
"Aduh tuan sedang apa? biar saya saja tuan" Bi Asih yang baru saja datang dari paviliun belakang pun terkejut karena melihat tuan mudanya sepagi ini memasak didapur. Ini tidak pernah terjadi sebelumnya.
"Saya sedang memasak " Jawab Arya singkat sambil meneruskan apa yang dilakukan nya.
"Tapi tuan, disini ada banyak pelayan. Tuan tidak perlu susah susah memasak. Kami akan mengerjakannya" Bi Asih jadi merasa tidak enak sekarang, sudah dibayar mahal tapi tak bekerja. Rasanya seperti memakan gaji buta saja.
Apa masakan saya begitu tidak enaknya sampai sampai tuan ingin memasak sendiri?
Mengganggu saja! Aku kan jadi tidak konsen memasaknya. Bagaimana kalau rasanya tidak enak, bisa bisa bukannya kejutan tapi malah kejahatan yang kuperbuat.
"Baiklah tuan,, saya permisi " Bi Asih pun meninggalkan sang pemilik rumah yang sedang berkutik dengan alat alat dapur itu.
Arya kembali melanjutkan acara memasaknya dengan tenang. Ia nampak sangat lihai dengan peralatan dapur, Arya memang bisa bahkan ia pandai dalam urusan ini. Ia selalu dipaksa mamanya belajar memasak dari dulu agar kelak saat ia kuliah diluar negeri bisa mandiri. Dan sekarang walaupun sudah lama tak melakukan nya ia masih menyimpan memori resep resep dan cara membuat makanan yang diwariskan mamanya. Tak lama kemudian, sang pengganggu nomor dua datang. Ia adalah Rey, sekretaris kebanggaan nya yang sangat lama bekerja padanya. Rey melihat tuan mudanya memasak, ia sudah tak asing dengan yang dilakukan Arya karena ia cukup lama mengenalnya.
"Selamat pagi tuan muda, anda sedang memasak? " Sapa Rey yang juga baru datang dari paviliun belakang.
"Kau melihatnya kan!! " Ucap Arya, ia kesal karena ditanyai terus daritadi.
Sabar,,, sabar,,,
"Tuan, hari ini Andra akan datang kemari " ucap Rey lagi.
__ADS_1
"Suruh dia menemuiku setelah sarapan!! " Arya mengambil nasi goreng yang ada diwajan dan memindahkan nya pada dua piring.
"Baik tuan, permisi,, "
Dara baru saja keluar dari kamar mandi, ia sudah rapi dengan pakaiannya. Ia sangat semangat karena setelah sekian lama hari ini dia akan kuliah kembali. Sebelum itu ia mengeringkan rambutnya dan tak lupa memakai skincare paginya. Ia memoleskan sedikit bedak dan juga lipstick pada dirinya.
Akhirnya aku akan kuliah hari ini,, Yess!!!
Dara beranjak dari meja riasnya dan mengayunkan kakinya keluar kamar. Tapi tunggu!! Apa ini? Ia mencium bau masakan yang tampaknya sangat lezat dan menggugah selera. Siapa yang masak? Kalau bi Asih biasanya tak seenak ini.
Dara menuruni tangga dan tampak olehnya sang suami yang sedang menuangkan orange juice.
"Mas? Ini siapa yang masak? " Tanya Dara lalu duduk disamping Arya.
"Ya mas lah yang masak memang siapa lagi? " Ucap Arya berbangga diri.
"APA!! Kamu yang masak? Jadi kamu bisa masak juga? " Dara ternganga sampai rahangnya akan menyentuh lantai. Ia tak percaya seorang Arya Fernandez yang agung ternyata bisa bertempur dengan alat dapur yang biasanya dikuasai wanita. Sungguh, betapa beruntung nya dia mendapatkan Arya yang nyaris sempurna.
"Iya lah, aku bisa masak karena dipaksa mama. Sekarang coba rasakan masakanku" Arya menyodorkan piring berisi nasi goreng buatannya. Dara pun memakannya, ia terkejut karena rasanya sangat sangat lezat. Siapa sangka CEO perusahaan bonafit mampu melakukan ini.
"Ini,, ini sangat lezat!! Bagaimana kamu melakukannya?" Dara sungguh tak percaya sekarang.
"Sudahlah,, kamu makan saja, dan habiskan ya" Ucap Arya.
"Kamu memang multitalenta mas,, Terimakasih,, " Dara mencium pipi suaminya. Membuat Arya merasa moodnya meningkat drastis hari ini.
"Sama sama" Merekapun memakan sarapannya bersama sama.
Bersambung,,,
Sebelumnya mohon maaf kalau kalian kurang nyaman karena terlalu lama update ceritanya. Author terkadang tidak bisa memikirkan jalan cerita yang baik.
Takutnya nanti kalau dipaksakan akan membuat ceritanya nggak karuan dan bikin kalian bosan.
__ADS_1
Tapi aku usahakan bakal update cerita tiap hari ya (Aku usahakan).
Harap maklum dan TERIMAKASIH 🌸