Menikah Dengan CEO Yang Dingin

Menikah Dengan CEO Yang Dingin
Penculikan #2


__ADS_3

Dara mengerjapkan matanya, dia merasakan rasa pusing yang amat sangat dalam. Rasanya sudah tak ada tenaga lagi ditubuhnya. Ia memandang sekitarnya, sangat gelap dan hanya ada remang remang cahaya dari lampu kecil dan celah celah jendela ruangan itu. Ia melihat tangan dan kakinya diikat pada sebuah kursi sekarang. Ia baru sadar sekarang, ia sedang diculik!


Dara berusaha mengingat ingat kejadian terakhir sebelum ia dibawa ke tempat terpencil ini. Ia ingat saat ia berada ditaman kampus dan tiba tiba ada seorang pria yang menyergapnya dari belakang. Lalu setelah itu ia tidak ingat apapun.


"Kau sudah bangun? " suara seorang perempuan membangkitkan Dara dari lamunannya.


"Si_siapa kau?" tanya Dara. Ia memandang wanita itu dari atas sampai bawah, ia seperti mengenalnya.


"T_Tasya?" Dara sangat kaget saat ia mengenali wanita itu. Ia adalah teman sekampus Dara, Tasya orang yang sangat membenci Dara karena Dara lebih cantik dan lebih populer dari dirinya.


"Yaa,, akhirnya kau mengingatku juga sialan!! " Tasya mendekat ke arah Dara.


"Apa maumu sya? " Teriak Dara


"Diaamm!!! jangan berteriak wanita bodohhh!!! "Teriak Tasya mengalahkan suara Dara.


"Apa yang kamu inginkan dariku!!! "


"Penderitaan!! Yaa,, aku ingin kau menderita seumur hidupmu!!!"


"Kenapa kamu berbuat seperti ini sya? aku tak pernah menyakitimu. Tapi kenapa kamu melakukan ini semua padaku??" Dara mulai berkaca kaca. " Tasya malah mendekat dan mencengkeram dagu Dara dengan sangat keras sehingga meninggalkan bekas merah disana.


"Apa kau bilang?? kau tak pernah menyakitiku?? Dengar wanita bodoh!! Sejak pertama kau masuk ke kampus itu aku menjadi menderita!! Semua orang memujimu!! Bahkan,, Reno yang telah lama menjadi incaranku juga kau ambil!! " Teriak Tasya lalu menghempaskan dagu Dara dengan keras.


"Sya,, kalau hanya itu masalahnya kamu tak perlu sampai seperti ini. Aku tak pernah ada perasaan apapun padanya, bahkan sekarang aku sudah menikah. Kalau kamu mau aku akan membantumu supaya dekat dengan Reno" ucap Dara lembut


"Diamm!!!"


Plak plak

__ADS_1


Tasya menampar pipi kanan dan kiri Dara hingga sudut bibirnya mengeluarkan darah segar.


"Dengar!! Bukan hanya itu saja masalahnya bodohh!! suamimu yang bedebah itu juga telah menghancurkan keluargaku!! Dia menghancurkan bisnis papaku bahkan sekarang keluargaku membenciku. Aku hidup di kontrakan sempit dan kumuh!! Bahkan aku harus rela menjual diriku pada pria hidung belang karenanya!!! " Teriak Tasya


"J_jual diri? " Dara tak percaya jika Tasya bisa melakukan hal yang sangat menjijikan itu.


"Ya!! Dan kamu harus menanggung akibatnya aku akan membuat hidupmu menderita seumur hidupmu!! " Tasya lalu pergi meninggalkan ruangan itu.


Dara sedih mengingat semua ucapan Tasya. Ia tidak tega dengan nasib Tasya yang sangat menyayat hatinya. Namun, ini juga bukan salah Dara jika ia lebih cantik, pintar dan lebih populer daripada Tasya. Ia juga tak bisa menyalahkan Arya atas apa yang telah diperbuatnya karena Dara tau kalau Arya tak akan membiarkan seorang pun mengusik ketenangan keluarganya, apalagi jika menyangkut istrinya. Dara jadi serba salah sekarang.


Apa yang harus aku lakukan sekarang ya Allah,,, selamatkanlah aku. Mas Arya kumohon datanglah,,,aku sangat takut mas,,,, hikss,,, hikss,,, Mama,, papa, Dara takut,,,


Dara menangis sendirian diruangan itu. Ia sudah tak lagi merasakan lapar dan haus, ia hanya berharap ada orang yang akan menyelamatkannya bak superhero saat ini.


Sementara di sebuah ruangan rahasia bawah tanah seorang pria asing tengah diikat di sebuah kursi. Wajahnya sudah tak karuan lagi bentuknya, wajahnya babak belur berlumuran darah karena dihajar habis habisan oleh anak buah Arya.


Tak lama kemudian, Arya datang dari pintu dengan amarah level maksimal. Ia ingin sekali membunuh manusia yang sudah berani beraninya menyakiti keluarganya. Tapi jika Arya membunuhnya, tentunya ia takkan tau keberadaan istrinya.


"Belum tuan, saya sudah menghajarnya tapi ia tetap tak mau mengaku" ujar anak buah Arya. Arya menatap pria yang tangan dan Kalina diikat itu.


"Katakan!! Siapa yang menyuruhmu!! " Titah Arya


"A_aku tak akan mengatakannya" ujar pria itu gugup. Ia jelas tau siapa pria yang berdiri dihadapannya, ia adalah Arya Fernandez, seorang pengusaha muda sukses dengan aset kekayaan gila yang luar biasa. Terlebih lagi pria disampingnya, yang sangat menyeramkan dengan tatapan tajamnya. Ia adalah Rey, mafia terkejam yang paling ditakuti di dunianya .


"Rupanya kau cukup loyal ya!! Baiklah Rey, buat dia mengaku!! " Titah Arya memandang Rey lalu duduk di salah satu kursi yang telah disediakan khusus untuknya. Sebenarnya Arya bukanlah seorang Mafia, ia hanya menjalani pendidikan layaknya seorang Mafia, namun kemampuannya sudah tak diragukan lagi, Bahkan ia lebih hebat dari Rey. Yang mafia adalah Rey Dan juga anak buahnya.


Rey menghampiri pria malang itu dan menunjukan sesuatu dari ponselnya yang sukses membuat pria itu terbelalak kaget


"Kau lihat ini!! ini adalah anak dan istrimu. Katakan siapa yang menyuruhmu dan dimana Nona Dara atau keluargamu akan mati" Ancam Rey

__ADS_1


"T_tuan tolong tuan jangan sakiti anak dan istri saya,, saya mohon tuan " pria itu tak percaya bahwa Arya dapat dengan mudahnya mencari tau keluarganya. Padahal, ia sengaja menyembunyikan mereka di desa yang sangat terpencil, Balkan Tasya saja tak tau ia sudah berkeluarga.


"Kau memilih lawan yang salah bocah!! Katakan atau aku akan membunuh mereka semua!! "


"B_baiklah tuan, sa _saya disuruh oleh Nona Tasya tuan " Arya bangun dari duduknya, ia sangat marah mendengar kalau ini semua adalah ulah wanita sialan itu.


Bugh bugh


Arya menghadiahkan dua bogeman di pipi kanan dan kiri pria itu.


"Katakan dimana istriku!!!" Teriak Arya


"Di_dia ada di gedung bekas pabrik di ujung kota x "


"Jaga dia!! Jangan sampai dia lolos dari pengawasan kalian!! " ucap Rey


Arya, Rey dan gerombolan pengawalnya akan menuju kota yang disebutkan pria tadi. Saat


melewati ruang keluarga, ia bertemu Tuan Ferdi, Nyonya Puspa, Tuan Satya Dan Nyonya Sara yang cemas akan keadaan putrinya. Arya sengaja memberitahu mereka karena tak mungkin juga disembunyikan.


"Nak, gimana ada kabar tentang Dara? " Tanya tuan Satya


"Iya nak gimana menantu mama? " tanya Nyonya Puspa


"Gimana nak? " Tanya tuan Ferdi.


Sedangkan Nyonya Sara, dia sudah pingsan satu jam yang lalu karena tak tahan mendengar putri kesayangannya diculik. Arjuna? Dia diluar kota karena urusan bisnis. Maklumlah, ia kan punya perusahaan sendiri lagipula Arya sengaja tak memberitahu Arjuna.


"Kalian semua tenang saja ya. Arya sudah menemukan keberadaan Dara, Arya pergi dulu, nggak ada banyak waktu."

__ADS_1


Bersambungg


__ADS_2