Menikah Dengan CEO Yang Dingin

Menikah Dengan CEO Yang Dingin
Tugas Bodyguard


__ADS_3

Jam menunjukan pukul tujuh pagi. Dara sekarang tengah berada dalam mobil Lamborghini bersama dengan Andra sebagai sopir sekaligus bodyguardnya.


Berbekal pengetahuan dan insting setajam pisau, Andra dapat merasakan ada mobil SUV berwarna hitam yang sedang menguntit mereka sejak keluar dari kediaman Arya.


Andra hanya diam tanpa menunjukan wajah panik sedikitpun. Dirinya sudah biasa menghadapi situasi mendebarkan seperti ini. Lagipula, jangan sampai nona muda nya tahu dan malah ketakutan karena kondisi ini.


Tapi sepertinya ia terlambat, Dara sudah tahu duluan jika ada orang yang sedang membuntuti mereka.


Siapa yang ada dalam mobil itu? Sepertinya sejak keluar tadi terus mengikuti mobilku. Apa dia salah satu musuh suamiku?


Dara mengalami gejolak dalam batin nya. Ia ragu, namun juga takut seandainya itu adalah orang yang berniat buruk padanya. Sejujurnya, gadis ini masih trauma jika membayangkan penculikan yang menimpanya tempo lalu.


"Kak, apa kakak merasa mobil hitam itu mengikuti kita daritadi? " Memegang kursi kemudi yang diduduki Andra.


Duh, kenapa nona sangat peka sekali sih?


"Entahlah nona, sepertinya mereka hanya searah saja dengan mobil kita " Andra berusaha menyembunyikan fakta, ia tidak ingin Dara panik. Lagipula ia belum tahu pasti siapa mereka.


"Tapi aku takut.. jangan jangan mereka akan berbuat jahat pada kita... " Pikiran buruk mulai bergentayangan di dalam benak gadis cantik ini.


"Tenang saja nona.. tidak perlu takut. Kalaupun terjadi sesuatu yang tidak diinginkan maka saya akan berdiri sebagai tameng untuk anda " Pria tampan itu berucap penuh keyakinan. Yakin pada dirinya sendiri jika semut kecil itu bisa dilumpuhkan nya dengan mudah kalaupun nekat menyerang. Lagipula ini memang sudah tugas nya sebagai seorang bodyguard sejati.


Selang beberapa menit kemudian, kecurigaan mereka lenyap karena mobil yang sejak tadi menguntit dari belakang menyalip mereka. Andra dan Dara bernapas lega sekarang. Sepertinya kecurigaan tanpa bukti mereka salah besar. Mungkin saja memang mereka searah.


" Sepertinya kita salah besar kak, mobil itu ternyata menyalip kita " Dara memerhatikan mobil SUV hitam di depan perlahan berbelok ke kanan. Lenyap dalam tikungan yang entah kemana tujuannya.


"Iya nona.. "


Setelah kurang lebih 200 meter jarak yang ditempuh, Lamborghini keluaran terbaru memasuki parkiran universitas ternama di kota ini. Hanya manusia manusia jenius saja yang bisa menerobos seleksi ketat untuk masuk salah satu kampus favorit di negeri ini. Sungguh keberuntungan tiada tara jika berhasil kuliah disini.


Andra membukakan pintu untuk nona muda cantik kesayangan nya. Dara keluar dari mobil dan mengucapkan terimakasih pada Andra sebelum memasuki kampus.


Hari berjalan seperti seharusnya. Normal tidak ada kendala sekecil apapun. Sang mafia yang sekarang menjabat sebagai bodyguard bagi gadis cantik kesayangan Arya itu, masih setia mengikuti kemanapun langkah kedua kaki majikan nya. Dalam hati ia merasa bangga dan beruntung karena meraih jabatan hanya di dapatkan manusia dengan garis takdir yang baik. Diantara sekian banyak nya mafia dibawah naungan Arya, hanya dia satu satunya yang lulus kriteria menjaga hal paling berharga milik sang tuan muda.


Kini ketiga perempuan cantik dan berkulit putih itu sedang menghabiskan jam istirahat kampus di dalam kantin sambil bercanda ria.


Karena hari mulai sore, setelah ini sudah tidak kelas tambahan lagi.

__ADS_1


"Guys, aku harus pulang dulu ya.. " Rina beranjak dari duduknya, mengambil tas dan ponsel yang tergeletak diatas meja.


Belakangan ini gadis itu sedang giat menjalani perawatan dan olahraga untuk menjaga postur tubuhnya. Ia tidak ingim tampak buruk, sebab Rina bertekad sekeras baja untuk meraih hati pria yang dikagumiya semenjak pandangan pertama. Siapa lagi jika bukan Andra.


"Kenapa? Kok buru buru? " Sahut Dara sembari memasukkan camilan dalam mulut nya.


"Emm... ada deh. Duluan ya. Bye.. " Gadis blasteran Indonesia-Cina itu berlalu dari hadapan mereka.


"Kenapa dia? " Dara menatap Rani yang tampak sibuk memainkan ponselnya.


"Nggak tahu, mungkin mau ke salon " Jawab Rani.


Kedua gadis itu melanjutkan acara makan nya. Karena kantin menggunakan konsep terbuka dekat taman, jadi para pengunjung bisa leluasa memandang taman kampus yang indah dan asri. Dara memandang sekeliling, tidak ada apapun yang mengesankan kecuali para mahasiswa yang sedang berlalu lalang. Sedetik kemudian, gadis itu melihat sekelebat bayangan manusia berpakaian serba hitam yang tampak bersembunyi di balik semak semak saat ia melihat kearahnya.


Dara bukanlah orang yang bodoh sehingga tidak bisa mengenali bahaya yang mengincar nya. Meskipun ia gadis biasa yang tidak pernah belajar ilmu militer, namun entah darimana ia selalu memiliki insting setajam pedang.


Memangnya ada orang yang bersembunyi dan berpakaian serba hitam seperti itu jika tidak memiliki niat terselubung? Hanya orang bodoh yang percaya, apalagi mempunyai suami berpengaruh seperti seorang Arya Fernandez tentu saja akan memperoleh banyak sekali tantangan dan halangan yang harus dilewati. Dan Dara sadar itu adalah resiko yang harus diambilnya, ia sama sekali tidak ada penyesalan karena mempunyai pasangan hidup seperti Arya.


"Ada apa Dar? " Rani memegang bahu sahabat karibnya yang tampak melamun seraya mengamati sesuatu.


"Sebenarnya ada apa dengan kawan kawanku hari ini? " gumam Rani pelan dan kembali melanjutkan makan nya.


"Kak, aku ingin mengatakan sesuatu " Perempuan itu duduk tepat disamping Andra dan berucap dengan volume selirih mungkin.


"Ada apa nona? " Andra sebenarnya sudah tahu apa alasan gadis ini datang padanya tiba tiba. Ia juga melihat penguntit yang bersembunyi tadi.


"Sepertinya ada orang yang mengawasi kita "


Meskipun panik, perempuan manis berkulit putih ini berupaya mengubah mimik wajahnya senormal mungkin.


Dan inilah yang Andra takutkan, jika manusia dalam kondisi panik, maka otaknya tidak bisa berpikir jernih sehingga sukar menyelesaikan masalah yang terjadi.


"Anda tenang saja nona, jangan khawatir dan panik. Percaya saja pada saya. " Pria tampan dengan senyum semanis madu itu meyakinkan perempuan di sampingya. Lagipula menurutnya apa yang mesti di khawatirkan? Mereka hanya orang orang bodoh yang siap kehilangan nyawa jika berani berurusan dengan orang berkuasa seperti Tuan Muda Arya Fernandez.


Kini sang bodyguard dan nona mudanya itu tengah berada dalam mobil. Benda beroda empat itu melaju dengan kecepatan sedang menyuri jalanan ramai nan padat ibukota. Dara memandang kearah jendela, mengamati satu persatu bangunan pencakar langit yang mereka lalui. Dari kejauhan terpampanglah gedung perusahaan bonafit milik sang suami tercinta yang entah sedang melakukan apa saat ini.


Mungkin suaminya meeting dengan klien, atau menandatangani setumpuk berkas yang menggunung di meja kerjanya?

__ADS_1


Pasti menjadi CEO dengan banyak anak perusahaan sangat rumit. Kasihan sekali mas Arya kalau bekerja tanpa henti.


***


Kondisi dan situasi pada awalnya normal. Sekitar lima menit kemudian, mobil SUV yang mereka lihat tadi pagi entah muncul dari mana langsung berhenti di depan Lamborghini yang disetir Andra. Seolah memblokir jalanan yang hendak mereka lalui. Gadis itu langsung berwajah pias, panik karena beberapa orang berbadan kingkong dan berkepala plontos keluar dari kendaraan itu dan perlahan mendekati mereka. Masing masing dari sekawanan itu membawa dua buah pistol di kanan kirinya. Beberapa juga menenteng senapan mahal yang tentu saja amat mematikan dan haus akan darah manusia.


"Kak Andra.. bagaimana ini? Aku takut kak.. " Jemari gadis itu saling bertautan. Keringat dingin mulai menjalari sekujur tubuhnya.


"Nona tenang saja, saya akan turun. Jangan lupa kunci pintunya dan jangan buka kecuali setelah saya kembali " Andra berucap dengan mantab. Yakin pada diri sendiri adalah kunci menghadapi kondisi seperti ini. Pesimis dan putus asa hanya akan menyesatkan diri sendiri dalam lubang kematian.


Andra turun dari mobil, mengeluarkan pistol Deagle dari saku jasnya dan mulai membombardir musuhnya tanpa ampun. Tanpa disengaja, lengan Andra terluka di lengan kirinya.


Sial!! Awas saja kalian.


Meski perih menjalar di lengan kirinya, hal itu tak mematahkan semangat Andra. Pria itu mengeluarkan seringai iblisnya. Andra mode kejam mulai aktif sekarang, dipastikan tak ada lawan yang selamat dari cengkeraman harimau gila ini.


Beberapa diantara preman itu mulai kesal karena Andra tak bergeming meskipun sudah terluka. Dengan sengaja, ia menembaki mobil Lamborghini yang didalamnya terdapat seorang gadis cantik yang ketakutan setengah mati melihat pertunjukan mencekam ini.


Beruntungnya, otak seorang Arya Fernandez dan sekretaris andalannya, Rey diluar kejeniusan manusia pada umumnya. Mobil yang dihadiahkan Arya pada Dara adalah mobil anti peluru, sengaja di desain seperti itu agar berjaga jaga apabila terjadi hal yang tidak diinginkan seperti saat ini.


"Sial!! Mobil mereka anti peluru!! " Teriak pria berkepala plontos yang baru saja menembak mobil itu.


"Kita pergi!! " Instruksi salah satu kepala preman yang memimpin penyerangan.


Komplotan pria itu bergegas masuk kembali dalam mobil SUV hitam, tujuan mereka hanya satu yaitu menyakiti istri Arya. Tapi misi itu gagal karena mobil yang ditumpanginya anti peluru.


"Nona baik baik saja? " Tanya Andra khawatir saat melihat nona mudanya bersembunyi dibalik jok mobil.


"Aku takut... " Lirih gadis itu dengan wajah berderai air mata.


"Tenanglah nona, mereka sudah pergi dari sini"


"Bawa aku pulang... " cicit Dara hampir tidak mengeluarkan suara. Tenggorokan nya seketika terasa serak karena melihat insiden tadi. Nafasnya tercekat dengan tangan yang meremas erat kursi di depannya.


"Baik nona " Andra mengangguk patuh lalu menyalakan mesin mobil, melajukan benda beroda empat itu membelah jalanan yang sepi.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2