
Makasih buat yang udah mau mampir ke novel aku yang sederhana dan amatir ini.
Tapi aku sedih karena kalian nggak tinggalin jejak sama sekali.
Jadi aku mohon tinggalkan sedikit jejak kalian dengan komentar, bagaimana kelanjutan cerita ini aku sangat sangat butuh saran kalian.
Terimakasih...
Sinar mentari masuk melalui celah celah jendela kamar, hingga memaksa dua anak manusia untuk terbangun dari indahnya alam mimpi. Dara sudah bangun duluan, ia pun berjalan ke kamar mandi untuk mencuci membersih kan badan. Setelah itu, ia keluar dari kamar mandi dan mendapati Arya yang masih tertidur pulas. Dara hanya tersenyum dan membiarkan nya, ia tau bahwa suaminya sangat lelah karena mengerjakan dokumen kantor sampai larut malam. Dara berjalan menuju dapur berniat memasak untuk suaminya. Ia berjumpa dengan beberapa asisten rumah tangga nya.
"Selamat pagi nona" Sapa para pelayan disana
"Selamat pagi " Balas Dara sambil tersenyum pada semua pelayan.
Semua pelayan, pengawal, penjaga, disana sangat senang akan kehadiran Dara dalam kehidupan boss mereka. Semenjak kehadiran nya, Arya menjadi lebih hangat tak sedingin Arya yang dulu. Belum lagi sikap Dara yang sangat menghormati semua orang tanpa pandang bulu. Di mata mereka Dara adalah satu dari sejuta, ia sangat berbeda dengan kekasih boss nya yang dulu yang semena mena dan tak tau sopan santun. Bahkan, ia juga yang membuat boss mereka memiliki hati sedingin es balok di kutub utara. Kira kira begitulah pandangan para pelayan, penjaga, dan pengawal kepada seorang Dara yang baik hati.
"Bi, biar saya saja yang masak " ucap Dara yang menyadarkan pelayan dari lamunan nya
"Jangan nona,, nanti tu_" ucap pelayan yang dipotong Dara
"Ssstt,, sudahlah saya ingin masak hari ini " tegas Dara
"Baiklah nona" ucap para pelayan serempak
Mereka membiarkan Nona mudanya memasak, dan mereka hanya membantu nya memotong sayuran tanpa mengganggu aktivitas yang disukai Nona mudanya.
Setelah 45 menit memasak, akhirnya selesai juga. Dara menyuruh para pelayan menghidangkan makanan di meja.
__ADS_1
"Bi, ini semua tolong hidangkan di meja ya! Saya mau panggil Mas Arya. " ucap Dara lalu pergi meninggalkan dapur.
Dara membuka pintu kamar dan melihat Arya yang masih terlelap di bawah selimut. Dara tersenyum. Sebenarnya ia tidak tega membangun kan Arya karena ia tau sang suami pasti sangat lelah. Namun, ia juga tau bahwa sepulang dari kantor Arya belum makan malam. Sampai dirumah langsung masuk kamar dan tertidur. Jadi mau tidak mau ia harus membangunkan Arya untuk sarapan. Daripada dia sakit? pikirnya.
"Mas,, mas Arya,, ayo bangun udah siang loh, nanti kamu telat ke kantor." ucap Dara sambil menggoyang goyangkan bahu Arya berharap ia akan bangun.
"Mmm,,,,bentar lagi sayang,," Arya hanya menggeliat dan kembali terpejam. Dara yang melihat nya menjadi tak tega, ia pun membiarkan nya.
"Yaudah,,mas tidur aja dulu,, nanti kalau udah bangun langsung turun kebawah ya,, Aku udah masak " Dara membelai lembut kepala Arya dan melangkah keluar kamar, namun tangan nya dicegah Arya.
"Kamu masak? " Arya langsung duduk dan menatap istrinya yang cantik.
"Iya,, "
"Yaudah aku turun sekarang " Arya antusias dan berjalan ke kamar mandi. Ia tau masakan istrinya sangat enak bahkan mengalahkan restoran termahal di dunia. Ia juga tak mau mengecewakan nya karena sudah bersusah payah memasak khusus untuk Arya seorang.
"Kamu yang masak semua ini? " Tanya Arya yang hanya dibalas anggukan oleh Dara.
Dara mengambil makanan untuk suaminya kemudian pada dirinya sendiri. Arya langsung menyantap makanan itu. Dara yang memperhatikan tingkah suaminya hanya tersenyum. Mereka makan hanya berdua sedangkan para pelayan, pengawal dan penjaga entah kemana perginya, mungkin di paviliun belakang.
"Mmm,,,mas aku mau tanya" Ucap Dara
"Kamu mau tanya apa? " Tanya Arya
"Kenapa semua orang pergi saat kita sarapan? " Tanya Dara bingung. Jujur saja,ia belum mengenal betul seisi rumah itu.
"Ohh, itu aku menyuruh mereka pergi saat kita sarapan agar kita tak terganggu" ucap Arya santai yang dibalas anggukan oleh Dara.
__ADS_1
"Mas,, hari ini kamu ke kantor? " Tanya Dara
"Seharusnya nggak, karena aku lagi pengen dirumah. Tapi tadi Rey telfon katanya ada meeting mendadak yang sangat penting.Jadi aku harus pergi, kenapa emang? "
" Ohh,,, nggak papa cuma tanya aja"
"Emm,,, pulang dari kampus aku boleh ke rumah Rina nggak? " tanya Dara
"Mau ngapain emang? " Tanya Arya
"Nggak papa, cuma pengen main aja udah lama setelah nikah aku nggak pernah main kesana lagi" ujar Dara
"Yaudah,,,tapi hati hati dan jangan pulang terlambat oke? " ucap Arya
"Oke makasih Mas,, " ucap Dara sambil memeluk Arya, sedangkan yang dipeluk jantungnya terasa akan copot dari tempatnya.
Kenapa dia sangat manis dan cantik,menggemaskan sekali.Batin Arya
"Mas berangkat dulu ya,, " ucap Arya sambil mengecup dahi Dara.
"Hati hati " ucap Dara yang dibalas anggukan oleh Arya.
Arya pun berangkat ke kantor menggunakan mobil mewahnya, Bugatti Chiron. Ia melajukan mobilnya membelah jalanan kota Jakarta. Sementara Dara sudah bersiap siap untuk pergi ke kampusnya.
Pukul 16.00 ...
Sore hari ini Dara menikmati pemandangan di taman rumahnya. Tentunya dengan pengawasan dari para pengawal dan penjaga mengingat kejadian tempo lalu. Bahkan Arya menyuruh para pengawal dan penjaga untuk selalu membersihkan dan menjaga area rumahnya agar tetap steril.
__ADS_1
Bersambung...