Menikah Dengan CEO Yang Dingin

Menikah Dengan CEO Yang Dingin
Kembali Kerumah


__ADS_3

Bagi kalian yang udah mau baca novel ini, aku ucapkan terimakasih banyak. Mohon maaf jika ada banyak kekurangan, maklumlah author baru buat novel jadi masih sangat sederhana dan amatir.


Tapi aku mohon tinggalkan jejak komentar kalian ya,, itu sangat bermanfaat bagi author walau hanya sedikit saja.


Terimakasih.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Setelah beberapa jam menempuh perjalanan, akhirnya Arya and the geng sampai di depan rumah mewah Arya. Dara yang tadinya tertidur di pelukan Arya langsung bangun.


"Kenapa bangun? tidur aja lagi kamu pasti lelah" ucap Arya sambil mengelus pelan puncak kepala Dara.


"Aku udah nggak papa kok,, ayo turun " ucap Dara.


Arya dan Dara turun dengan bergandengan tangan dari mobil mewahnya. Mereka masuk ke ruang tamu dan langsung disambut keluarganya.


"Ya Allah Daraaaa,,,, kamu nggak papa nak? " Nyonya Sara langsung berlari memeluk putrinya.


"Dara kamu baik baik aja kan nak? " Tanya Nyonya Puspa.


"Iya nak kamu gimana? " Tanya Tuan Ferdi dan Tuan Satya


"Dara nggak papa kok, kalian tenang aja ya" ucap Dara menenangkan orang tuanya.


"Ya Allah Dara, muka kamu nak " Nyonya Puspa yang bertanya, sementara Nyonya Sara berlari mencari kotak obat.


"Sini nak mama obati " Nyonya Sara menuntun Dara ke sofa diikuti seluruh angora keluarga.


"Kenapa bisa kayak gini sih, papa akan kasih pelajaran buat orang itu" Tuan Ferdi dan Tuan Satya geram melihat putri dan menantunya seperti itu.


"Udah papa nggak usah khawatir, Arya udah beresin biang kerok itu!! " ucap Arya menengahi.


"Pa, Ma, semuanya Arya antar Dara ke atas dulu ya dia butuh istirahat,,," Arya membantu Dara bangkit dan menuntunnya menaiki tangga.


"Yasudah,, Dara pasti butuh istirahat,, kita semua pulang dulu ya,," Akhirnya seluruh anggota keluarga pulang, mereka juga maklum kalau sekarang putra putri mereka sudah menikah dan bisa mengurus rumah tangganya sendiri.


Arya yang melihat Dara masih sangat lemas dan lesu pun tak tega, ia akhirnya menggendong Dara menaiki tangga.


"Mas turunin,, aku bisa jalan sendiri,," ucap Dara sambil memukul dada bidang Arya.


"Kamu masih lemah, diamlah atau kamu akan jatuh nanti" Arya terus menggendong Dara menaiki tangga. Dara yang memang takut terjatuh pun, akhirnya pasrah dan mengalungkan kedua tangannya ke leher kokoh Arya. Mereka sampai di depan pintu, Dara membukanya dan menutupnya kembali. Arya membaringkan Dara ke ranjang dengan hati hati.

__ADS_1


"Aku akan menelfon dokter" Arya mengambil ponselnya dari dalam saku lalu hendak melangkah keluar namun tangannya dicekal Dara.


"Jangan mas,, aku nggak papa kok " ucap Dara


"Tapi kamu_" Arya hanya khawatir pada kondisi Dara yang terlihat lemas.


"Aku nggak papa, mas disini aja temenin aku,," Ucap Dara manja.


"Yasudah mas temani kamu, tapi gimana lukanya? " Tanya Arya sambil menyentuh sudut bibir Dara yang terluka.


"Ini kan tadi udah diobati sama mama" Arya pun bersandar di kepala ranjang lalu mengarahkan Dara untuk bersandar di dada nya.


"Yasudah kamu tidur ya,, " Arya mengelus puncak kepala Dara sampai Dara terlelap di pelukan Arya. Arya mengusap wajah istrinya dengan lembut, ia sebenarnya masih sangat marah karena ada seseorang yang berani beraninya menyakiti orang yang dicintainya. Ya, Arya sudah mencintai Dara sekarang, ia sudah melupakan segala kenangan masa lalunya yang sangat menyakitkan. Sampai membuat Arya menolak dijodohkan ataupun berdekatan dengan wanita lain, ia sedikit kecewa saat mengingat masa lalunya yang kelam itu. Sampai ia dijodohkan dengan Dara, entah mengapa ia langsung setuju waktu itu padahal ia belum mengenal Dara. Tapi sekarang, ia sangat mencintai istrinya ini meskipun belum mengatakannya secara jelas pada Dara. Ia mengirim pesan pada seseorang untuk mengetahui kondisi Tasya.


Arya: Bagaimana? sudah beres?


X:Sudah tuan, dia sudah masuk penjara dan tak akan keluar untuk selamanya.


Arya: Good job! Saya sudah kirim bonus untuk kamu bulan ini.


X: Terimakasih tuan.


Arya meletakan ponselnya diatas nakas lalu mengambil remote dan mematikan lampu kamarnya, kini hanya ada remang remang cahaya dari lampu tidur. Arya mengeratkan pelukannya pada Dara lalu memejamkan matanya untuk menggapai alam mimpi.


❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄


Keesokan harinya, Dara terbangun dari tidurnya. Ia melihat kesampingnya sudah tidak ada Arya. Sepersekian detik berikutnya, Arya keluar dari arah walk in closet sambil memakai dasinya.


"Selamat pagi sayang,, " Sapa Arya sambil membenahi kancing jasnya.


"Pagi,,Mas mau ke kantor? " Tanya Dara saat melihat Arya sudah rapi dengan pakaian kerjanya.


"Iya sayang, kenapa? kamu tenang aja ya mas udah tempatin banyak pengawal dan penjaga di sekeliling rumah, jadi kamu aman" Arya mengelus puncak kepala istrinya.


"Emm,,, mas aku boleh nggak masuk kuliah lagi? " tanya Dara ragu,ia takut suaminya akan marah.


"Nggak boleh sekarang,, kamu baru saja dalam bahaya,, mas nggak mau ambil resiko" ucap Arya yang membuat Dara sedih.


"Tapi,, aku udah nggak papa mas,, aku janji nggak pergi ke tempat yang sepi lagi,, aku janji akan tetap bareng sama Rina dan Rani" ucap Dara memohon.


"Jangan sekarang oke,, nanti saja kalau mas sudah menemukan bodyguard buat kamu "

__ADS_1


"Haah?? bodyguard? buat apa mas aku bisa jaga diri aku sendiri,, " Dara tidak mau ada bodyguard disisinya. Ia pasti akan merasa selalu diawasi dan risih nantinya.


"Ini demi keselamatan kamu sayang,, " Arya memberi pengertian pada Dara.


"Yaudah terserah kamu aja " Keputusan final.


Arya sebenarnya juga tak tega mengurung Dara dirumah seperti ini, tapi apa boleh buat? ini demi keselamatan istrinya. Meskipun Tasya sudah dipenjara, tapi ia takut ada sesuatu yang buruk menimpa istrinya mengingat Arya punya banyak musuh yang tak suka pada kesuksesan Arya dan melawannya dengan cara yang kotor.


"Kamu jangan marah ya? "


"Nggak,, yaudah pergi sana " ucap Dara ketus


"Kamu marah ya? "


"Nggak"


"Terus kenapa cemberut hemm? "


"Aku cuma bosan kalau dirumah terus nggak kuliah mas,,," Rengek Dara


"Emm,, gimana kalau kamu ikut mas ke kantor? " tanya Arya tersenyum. Ia akan melakukan apapun asal istrinya bahagia dan tidak marah padanya.


"Emangnya boleh kalo aku ikut kamu ke kantor? "


"Boleh lah, itu kantor mas berarti kantor kamu juga sayang,,yasudah kamu mandi dulu sana " ucap Arya


"Makasih mas,, " Dara bangun dari ranjang dan mengecup pipi kanan Arya lalu berlari masuk ke kamar mandi. Sedangkan Arya, ia merasa bahwa dirinya telah menderita penyakit jantung di usia muda karena tiba tiba jantungnya berdetak sangat cepat seperti habis lari 500 meter.


Ada apa dengan jantungku? sepertinya aku harus memeriksakannya pada dokter jantung secepatnya. Batin Arya


Bersambung...


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=



Arya Fernandez



Dara Fernandez

__ADS_1


Hai guyss,,, visual yang lain menyusul yaa.


Nanti aku akan up visual tokoh yang lengkapnya. Sekarang masih nyari nyari nih,, kalian jangan lupa komen ya,, Aku doakan yang komen semoga hidupnya bahagia dunia dan akhirat. Dan semoga kisah hidupnya sama kayak novel yang disuaki,,Aminn😂**


__ADS_2